MY GIRL MY ROBOT

MY GIRL MY ROBOT
Perjalanan



" Apa....Ah....Iya" ucap niken yang semula hanya tertawa bodoh langsung kaget dengan respon dingin


Tak menunggu lama akhirnya niken dan zidan langsung bersiap - siap untuk keluar  dari hotel.


Sebelum keluar dari kamar stidak lupa niken mengambil kain berbentuk syal di lilitkan di lehernya. Bagi orang lain yang melihatnya pasti berpikir kalau niken adalah gadis aneh.


Melihat cuaca yang cerah pastinya orang akan berpikir kalau niken adalah gadis aneh dan udik. Tidak tahu saja kalau syal yang di gunakan oleh niken itu untuk menutupi tanda merah yang sudah di perrbuat oleh zidan. Takut di lihat banyak orang dan di kira bukan - bukan oleh orang lain.


Melihat cara berpakai niken tentu saja hampir membuat zidan  tertawa. " Hmm......ehemm..." Hanya saja zidan menahan tawanya agar tidak di dengar oleh niken. Selalu berrsikap cool dan tenang menjadi ciri dari seorang zidan.


"TING....." Suara lift yang berhenti


Zidan dan niken langsung menggunakan lift yang sama. Didalam lift zidan mengucapkan beberapa kata - kata mengancam agar niken tidak kabur " Jika kau kabur maka aku akan menekan tombol remotenya " ucap zidan sambil menunjukkan remote kepada niken.


Niken yang mendengarnya pun raut wajah yang semula sedang berpikir jadi berubah saat mendengar ancaman dari zidan.


Sebelum mendengar  ucapan ancaman zidan sebenarnya niken memang berniat kabur setelah keluar dari lift. Tapi siapa yang akan sangka kalau rencana untuk kabur malah jadi batal karena mendengar ancaman zidan.


Di dalam lift zidan bisa dengan mudah melihat reaksi niken hanya dengan melihat dinding lift saja. Melihat perubahan raut wajah niken tentu saja membuat zidan senang. Merasa berhasil menekan wanita yang sudah menjadi bonekanya.


" Tiiiiing......"


Tanda pintu lift sudah terbuka.


Zidan dan niken langsung keluar dan berjalan ke arah lobby hotel. Mobil untuk mengantar zidan pun langsung terparkir di depan pintu masuk hotel. Tanpa menunggu aba - aba Niken dan Zidan langsung naik mobil.


Duduk di dalam mobil zidan mendapatkan panggilan dari handphonenya.


" KRING.....kringgg....kriiinggg....."


Handphone zidan yang berbunyi sesaat.


" Halo...." ucapan pembukaan yang di lakukan oleh zidan


Entah apa yang di bicarakan oleh zidan dengan penelepon tersebut sehingga  saat selesai mengobrol zidan melihat ke arah niken.


Niken yang sadar akan tatapan zidan langsung salah tingkah. Menutupi tubuhnya dengan menggunakan dua tangan sambil berucap " Mau apa kau....? "


Melihat reaksi niken yang langsung menutupi tubuhnya membuat zidan tersenyum getir.


" PLETAK...."


" Bodoh..."


"AKH......."


Zidan yang melihat tingkah niken langsung menjulurkan tanganya untuk menyentil dahi niken. Tentu saja sentilan yang di lakukan zidan sangatlah sakit membuat niken bersuara aduh saat di sentil oleh zidan.


" Kenapa menyentilku......, Sakit tahu..." Merasa kesakitan niken mengusap dahinya sambil mengucapkan kata - kata  emosi dan kesakitan.


" Hanya membantu menghilangkan kotoran yang ada di ottakmu tentu saja...." ucap zidan dengan santai tanpa rasa bersalah sama sekali.


' Apa otak kotor...?


" Siapa juga yang memiliki otak kotor...?" Ucap niken sambil mengelus - gelus kepalanya sendiri


" Ini bukan pikiran kotor melainkan gerakan untuk melindungi diri dari predator mesum seperti mu....? "


" Cara kau yang memandang tadi terlihat seperti orang mesum..."


Tidak terima dengan perkataan zidan mengenai ucapan tersebut. Maka niken pun mengutarakan maksud dari gerakan tersebut. Dari sudut pandang niken tentu saja raut wajah zidan terlihat seperti seorang pria mesum. Merasa tidak nyaman maka niken pun langsung menggunakan dua tangannya menyilang di depan dada.


" Wajarkan kalau aku bertingkah seperti tadi...." ucap niken sambil membela dirinya


Tidak mau berlarut - larut dalam pertengkaran zidan pun mulai mengalihkan pertengkaran tersebut dengan menyuruh supir pergi ke suatu tempat.


Tak perlu menunggu lama sang sopir pun melajukan mobilnya ke tempat yang di arahkan oleh zidan.


Setelah sampai di tempat zidan pun langsung keluar dari mobil bersama zidan


Niken yang beru pertama kali menginjakkan kakinya di sebuah toko perbelanjaan yang sangat mewah dan elegan terlihat seperti orang bodoh.


Mulut mangaga lebar, di tambah tatapan yang kagum membuat niken terlihat seperti orang bodoh. Menyadari ekspersinya tersebut niken langsung berubah sikap seperti orang yang normal dan tidak terlihat bodoh dan kampungan.


Zidan yang melihat perubahan expresi niken tersebut pun langsung menyungginkan mulutnya sebentar.


Tak menunggu lama zidan langsung berjalan mendekati toko perbelanjaan yang mewah dan berkelas tersebut.


Niken yang melihat zidan berjalan pun langsung mengikutinya dari belakang.


Zidan yang melangkah masuk ke dalam langsung di sapa oleh pegawai wanita  dari toko belanja tersebut.


" Selamat datang tuan.....''


" Ada yang bisa saya bantu....?" ucap seorang pelayan wanita yang menyambut zidan


'' Carikan pakaian yang cocok untuknya....? ucap zidan sambil menarik niken dan menyuruh pelayan wanita tersebut mencarikan pakaian yang cocok untuk niken.


" Aa...ah... apa....?'' Niken yang merasa badannya  ditarik oleh zidan langsung kaget saat mendengarkan ucapan zidan menyuruh pelayan wanita tersebut mencarikan pakaian yang pas untuknya.


Mendengar hal tersebut sontak niken menggunakan tangannya untuk menolak tapi malah di dorong sedikit oleh zidan  di depan pelayan wanita tersebut.


Tanpa berkata panjang dan lama zidan memasang raut wajah yang dingin dan garang membuat niken ketakutan dan menerima semua perintah zidan. Sang  pelayan wanita yang setiap menunggu dengan senyum penjual tentu saja langsung mengarahkan niken ke ruangan khusus wanita.


Saat memilihkan pakaian niken meminta pelayan mencarikan pakaian yang bisa menutupi lehernya. Tentu saja sang pelayan yang mendengar permintaan niken tersebut sang pelayan wanita langsung mencarikan beberapa model pakaian yang sekiranya cocok di gunakan untuk niken.


Merasa gaun yang di pilih cocok maka niken pun mulai masuk ke ruang ganti dan menganti pakaiannya. Selain niken yang ganti pakaian ternyata zidan juga memilihkan beberapa aksesoris rambut dan sepatu yang akan di gunakan oleh niken. merasa pilihannya pas maka zidan langsung menyuruh pelayan yang lain mempersiapkan semuanya agar bisa di gunakan oleh niken.


Sambil menunggu zidan pun pergi ke ruang tunggu untuk melihat penampilan terbaru dari niken.


" Sreeee......tttt..." suara tirai yang terbuka.


Terdengar sebuah langkah cantik membuat orang yang memandang tidak bisa berkata apa - apa. Mata zidan yang semula melihat jam jadi tidak bisa berpindah terus memandang sosok cantik seperrti bidadari. Gaun yang terlihat sederhana tapi memberri kesan cantik seperti peri. Dengan model kerah yang menutupi lehernya yang jenjang dan lekukan tubuhnya yang jelas membuat gadis tersebut sangatlah cantik.


Tidak akan ada yang menyangka kalau niken gadis yang terlihat biasa saja bisa menjadi seorang peri yang mengagumkan.


Siapa yang akan sangka kalau hidup normal niken berrubah menjadi sangat mengerikan. Hidupnya yang semula bahagia berubah menjadi kepedihan yang terdalam.