MY GIRL MY ROBOT

MY GIRL MY ROBOT
Terpesona



" Beraninya kau membantahku...." Dengan nada kesal zidan berdiri dari kursi sambil menghentakkan kaki satunya di lantai


" Aaaaaah.......hahhh....." teriakan yang bukan memberi kenikmatan melainkan kesakitan akan setrum yang di dapat di dalam tubuh niken. Tidak bisa berkutik apapun hanya bisa langsung jatuk ke lantai menahan rasa sakit di dalam tubuh.


Zidan yang melihatnya begi amat sangat senang. Senyum yang terlihat menakutkan membuat siapa saja yang melihatnya akan merinding di buatnya." Hmmm.....jadi bagaimana....? apa masih mau membantah......!!!


" Atau....... masih ingin lagi....." berbicara sambil tersenyum iblis di depan niken....


Tentu saja niken yang mendengarnya langsung mendongakan kepalanya ke atas sambil mengelang - geleng tanpa bisa berkata apa - apa....


" Jadi tunggu apa lagi......." berucap sambil memberi senyum licik kepada niken.


Niken mencoba berdiri dan menahan badannya untuk melangkahkan kakinya ke arah zidan. Walaupun berat sebenarnya dalam hati niken sangatlah marah tapi apa yang bisa di kata.


Melihat niken berdiri dan berjalan tentu membuat zidan merasa di atas awan. Sambil duduk memainkan remotenya Zidan berucap dengan kata menyakitkan " Lambat sekali...... Kura - kura aja masih bisa lebih cepat dari ini....."


" Ayah maafin niken karena tidak bisa memenuhi dan menyelamatkan semua riset ayah...." menahan rasa sakit sambil berjalan air mata niken turun saat sedang berbicara di dalam hati.


" Cowok brengsek..... lihat saja nanti ... aku akan membalasmu....." mengepalkan tangan sambil memandang zidan dengan tatapan benci.


Di sisi lain zidan sebenarnya hanya mau menguji kemampuan niken apakah niken berbohong atau tidak....


Langkah niken terhenti di depan zidan dan sambil menatap dengan tatap penuh kebencian.


Zidan pun mulai menatap niken dari atas sampai ke bawah. Tanpa menunggu lama tangan zidan langsung menarik tangan niken. Tubuh niken yang belum siap pun jatuh mengarah ke dada zidan.


Tanda niken sadari kalau bibir zidan menyunging dengan lebar dengan jatuhnya niken ke pelukan dan pangkuannya.


"Aaaaa.....kyaaaak....." teriakan kecil niken yang kaget saat tangannya di tarik oleh zidan.


Tarikkan yang begitu kencang membuat tubuh niken bersandar di dada bidang Zidan. Karena kaget mata niken yang semula melihat jadi tertutup lagi lantaran takut.


Berpikir akan merasakan sakit ternyata niken merasakan sebuah pelindung yang keras di depan matanya. Karena takut niken hanya bisa meraba - meraba dengan pelan agar dan terdengar suara " Ah.... apa kau sedang mengodaku..." sebuah godaan yang membuat zidan hampir lepas kendali.


Mendengar suara tersebut secara reflek niken mendorong tubuh zidan sambil mundur. Hanya saja saat sedang mundur ternyata tangan zidan sudah menahan pinggang niken sehingga niken duduk di pangkuan zidan.


Tangan kiri menahan pinggang niken dan tangan kanan mulai beraksi mengelus pipi niken sambil memainkan rambut niken yang terurai cantik.


" Cantik.....benar - benar seperti boneka....." mengusap sambil memandang wajah niken


Tangan zidan yang semula mengusap mulai memegang dagu dan tanpa hitungan menit atau detik zidan langsung mencium bibir niken dengan cepat.


Duduk di pangkuan zidan membuat dada niken berdekat lebih kencang. Detakan yang tidak tahu karena takut atau sakit niken mengepalkan tangannya sambil meremas roknya. Wajah niken yang semula menghadap ke bawah menjadi menghadap ke zidan. Tanpa memberi aba - aba dagu niken di tarik dan langsung terjadi acara ciuman yang tak di inginkan.


Niken yang mendapatkan serangan tersebut sangat kaget dengan mata molot. Karena kaget niken berusaha mendorong zidan agar bisa lepas dari zidan. Hal tersebut malah membuat zidan semakin menggila. Dengan kekuatan yang tidak sebanding niken tidak bisa mendorong zidan. Malah zidan yang mendorong niken ke arah tubuhnya. Kedua tangan yang menahan sambil mengambil keuntungan dari niken.


"hhhmmmm.......mmmm.....Hosh........hosshh....." suara ciuman yang cukup lama membuat niken hampir kehilangan nafas. Zidan berhenti sebentar sambil memberi ruang lalu melanjutkannya lagi adegan ciuman tersebut. Niken yang semula menolaknya mulai terbuai dan menerima serangan dari Zidan. Bibirnya yang tadinya rapat mulai memberi izin kepada zidan untuk bisa mengakses semua yang ada di dalam mulut niken.


Mengetahui hal tersebut maka zidan tanpa ragu - ragu lagi langsung mencium bibir niken sedalam mungkin. Setalah beberapa lama akhirnya Zidan mengakhiri ciuman tersebut dengan senyum yang membanggakan sambil menjilati bibirnya sendiri. Niken yang menyadari tersebut langsung memalingkan wajahnya sambil meneteskan air mata dengan hati menangis " Ciuman pertama ku....." air mata mengalir dengan sendirinya.


Melihat niken yang meneteskan air mata membuat zidan semakin suka. Meski demikian zidan bukanlah pria brengsek yang menyakiti dan merusak anak orang. Merasa terganggu akan air mata niken maka zidan mengancam niken agar bisa berhenti menangis " Masih belum puas....? atau kau mau mau yang lebih....?" mendengar suara zidan yang penuh kotoran tersebut membuat air mata niken langsung berhenti mengalir.


" Hahahhahh.......bagus ternyata kucing kecil bisa menunjukkan taringnya....." melihat wajah niken yang berubah galak membuat zidan semakin tertarik dan berucap dengan nada tertawa.


Mendengar tawa zidan membuat niken binggung dengan tatapan marah. Tangan kanan zidan yang tiba - tiba mengusap wajah niken sambil berkata " Ayolah cantik.....kau membuatku semakin bergairah..." sambil tersenyum genit di depan niken.


Merasakan sentuhan zidan membuat niken merasa jijik dan menepis tangan kanan zidan sambil berucap " Harap kondisikan tangan anda tuan....." berucap sambil menyingkirkan tangan zidan dan menatap balik ke wajah zidan.


" Oh...ya lalu kondisi seperti apa yang kau inginkan...?" memeluk niken dengan kencang dan berbicara dengan nada sensual di telinga niken.


Niken yang mendengarnya langsung merinding dan bangkit dari pangkuan zidan. Berjalan mundur sambil berkata dengan nada tegas." Aku bukan seorang boneka pemuas nafsu gila anda tuan. Lebih baik cari saja boneka lain yang memuaskan anda selama yang anda inginkan" menatap wajah zidan dengan penuh penekanan.


''Hahahaha.....hahahah......, santai saja ini baru permulaan" jawab zidan sambil tertawa riang dan penuh semangat.


" ingat kalau ini ada padaku, tinggal aku tekan tanda merah ini maka kau akan memuaskanku......" perkataan bangga yang zidan tunjukkan kepada niken sambil menunjukan remote boneka yang bergambarkan kunci.


Tentu saja melihat tanda tersebut membuat niken jadi gusar dan takut. Di tubuh niken terpasang sebuah chip yang bisa mengerakan semua perintah yang membuat para pria akan ketagihan dan mengunakan terus sampai puasnya. Niken jadi teringat dengan kata ayahnya


Flashback on


" Ayah kenapa melamun apa yang sedang ayah pikirkan" ucap niken saat masih berusia dua belas tahun. berdiri di samping ayah sambil melihat expresi ayahnya yang tidak berubah - ubah.


"huffsss..... hmmm.....' hembusan dan deheman ayah yang terlihat lesu.


Mendengar suara purinya yang datang membuat ayah memandang niken sebentar dan menatap layar monitor dan chip lagi.


"Ayah ......ayah...." panggil niken sambil melambaikan tangan ke depan wajah ayahnya.


" Ya.... niken...." menjawab panggilan niken sambil tersenyum kecil.


" Ada apa ayah kok....niken panggil - panggil ayah jawabnya lama" ucap niken dengan nada manja dan cemberut lantaran ayahnya tidak menanggapi panggilan niken.


Mendengar nada kesal niken ayah akhinrya membuka suara mengatakan ' Niken maaf bukan ayah sengaja tidak menjawab panggilan mu sayang..." berdiri sambil memeluk niken dan berucap dengan tenang. Sambil mengusap kepala niken sang ayah bilang harus melakukan perbaikan pada chip.


"Sepertinya ayah akan lama di lab jadi kamu istirahat sebentar lagi ya sayang atau mau pergi keluar belanja...." ucap ayah sambil memberi tahu dan memberi alasan agar anaknya tidak kesal dengan lamanya jam kerja ayahnya di lab. Membujuk sambil menyodorkan kartu kredit ke niken.


" Ngak ah... aku di sini saja mau menemani ayah..." ucap niken menolak bujukkan ayahnya.


Sambil duduk manis niken bertanya kepada ayahnya. " Emang apanya yan rusak ayah?" kata niken sambil duduk dan memperhatikan ayahnya lagi.


"huffss... " ayah menghela nafas sambil mendekati niken.


" Chip boneka yang sekarang akan bisa rusak dan meledak kalau di buat main berulang kali" ucap ayah yang sedang binggung memikirkan cara memperbaikinya. " Loh kalau rusakkan bisa beli lagi ayah kenapa harus binggung..." ucap niken dengan gampang.


mendengar perkataan putrinya sang ayah menjelaskan dengan tenang sambil tersenyum manis ke niken "Sayang walaupun cuma boneka tetap saja mereka seperti kita yang ingin merasakan kasih sayang dan cinta" ucap ayah sambil memberi pengertian ke niken yang masih kecil.


" Boneka chip akan meledak saat di ajak bermain dengan lawan jenisnya, jadi ayah sedang memikirkan durasi dan tekanan yang aman agar tidak meledak bonekanya" Ucap ayah kepada niken. Mendengar perkataan ayah membuat hati niken terpukul karena niken baru menyadari ucapan kasar yang tadi di ucapkannya.


" Maaf ayah niken kira hanya mainan yang sekali buang" ucap niken dengan nada sedih dengan wajah menunduk mengeluarkan air mata.


Hai semua maaf baru update lagi....lantaran ada urusan keluarga dan pindahan q baru update lagi....terima kasih sudah menunggu....