MY GIRL MY ROBOT

MY GIRL MY ROBOT
MENOLAK



"he...hehehhe...." Zidan yang tiba - tiba tertawa.


"Melapaskanmu hahahahha.....hahahha" Tak kuasa menahan tawa zidan berdiri sambil berbicara dengan nada mengejek.


" Siapa kau berani memerintahku....?" katanya sambil memegang dagu niken sambil senyum jahat.


"Aku mohon lepaskan a..ku......" berbicara dengan wajah penuh ketakutan


Zidan dan niken berdiam di dalam ruangan tak berbicara apa - apa....


Dengan wajah berlinang mata niken mencoba mencari cara untuk bisa lepas dari zidan


" Bagaimana ini....? Apa yang harus kulakukan....?" ucapan hati niken saat sedang ketakutan.


Duduk terdiam zidan melihat niken dari atas rambut sampai kebawah mengamati kelakuan niken


kini posisi niken berlutut di depan zidan. Tidak bisa bergerak tertahan oleh pengawal zidan


Selang beberapa menit zidan pun maju berlutut di depan niken sambil mengangkat dagu niken dan berucap " Boneka yang cantik apa kau benar - benar ingin bebas....? " ucap zidan saat berkata dengan penuh mengejek


Saat mendengar kata Zidan yang ingin bebas pun membuat senyum niken mengembang seketika.


Tak perlu menunggu lama niken pun mengiyakannya "..ya....Aku mau "


"Apapun akan aku lakukan agar bisa bebas" dengan perasaan senang.


niken tak tahu kalau di balik kata zidan tersebut bisa menjadi cambuk yang keras untuk hidupnya tanpa mengetahui syaratnya langsung setuju.


Mendengar ucapan tersebut tentu zidan langsung menaikkan tangan kanannya sambil mengibaskan kebelakang. Tanda kalau para pengawal bisa pergi meninggalkan tempat.


pengawal pergi meninggalkan niken dan zidan dalam satu ruangan


Karena saat niken hendak melangkahkan satu kaki di depan tiba - tiba saja tubuhnya langsung bergetar hebat dan terjatuh. Seakan - akan tersengat oleh listrik.


"Jangan kira kau bisa kabur dengan mudah " Mendatangi niken yang terjatuh sambil memamerkan sebuah remote kecil yang bergelantungan di jari tengahnya.


melihat aksi zidan tersebut membuat mata niken membelalak sambil berkata bohong " siapa yang kabur?"


" A...a...aku hanya in....gin....berdi.....ri saja" perkataan niken terbata - bata saat berbicara dengan zidan.


"Benarkah hanya berdiri saja? ingat kalau kamu macam - macam maka aku tidak segang - segang untuk menekannya lagi..." merinding niken saat mendengat perkataan zidan yang begitu tegas.


zidan kembali berjalan menuju kursi dan duduk dengan kaki di silangkan.


" Jadi mulai sekarang kau harus mematuhi perintahku" kata zidan yang tegas


mendengar kata zidan membuat niken tak bisa berkutik apapun. Hanya pasrah saja dengan kata - kata zidan.


" Layani aku...." duduk dengan santai sambil kedua tangan zidan yang membuka seperti ingin memeluk seseorang meminta di layani oleh niken.


"APA.....?" Mata niken langsung membelalak dengan posisi bungkuk.menjadi.berdiri saat mendengar perkataan melayani zidan.


"He..hehehe.....Apa aku tidak salah dengar ? " ucap niken yang mencoba tersenyum lebar mengangap kalau dia salah dengar...


"He....heheh.....Tidak salah....layani aku" Ikut memberi senyum lebar juga kepada niken lalu berubah dalam sekejab.


" ini.....maaf....aku tidak bisa...?"


" Sebaiknya kau cari wanita lain saja untuk bisa me...la...ya...ni...mu" kedua tangan niken saling bertemu dan meremas sendiri berbicara dengan nada menolak zidan dan menyarankan dengan orang lain.


" Beraninya kau membantahku...." Dengan nada kesal zidan berdiri dari kursi sambil menghentakkan kaki satunya di lantai