
Di pagi hari
Zidan mulai terbangun membuka mata dan tangan kanan menyentuh kepala. Merasa sakit dan pusing di bagian kepalanya Zidan menyentuh kepalanya sambil mencoba bangkit dari tidurnya.
" Hmmm.......aaaak....ah"
" Sakit sekali.....sssst....aaak" suara rancaun zidan yang mencoba bangkit dari tidurnya.
Setelah zidan sudah bangkit dan rebahan di ranjang king size tersebut.
Zidan mencoba melihat sekeliling kamar.
Melihat banyak kado di dalam kamar zidan jadi ingat kalau dia berada di kamar hotel yang dia pesan.
Setelah mulai sadar Zidan mencoba bangun dari ranjang tiba - tiba tangan Zidan menyentuh sesuatu.
Zidan menegok ke sebelah kiri dan melihat sosok wanita cantik tidur di sampingnya.
Expresi wajah zidan langsung berubah kaget saat melihat wanita tersebut.
Dilihatnya lagi wanita yang tidur di sampingnya dari atas kepala sampai bawah kaki.
Setelah melihat dengan sesakma zidan sudah tak ambil pusing lagi. Zidan langsung tahu kalau wanita yang tidur di sebelahnya adalah boneka yang di hadiahkan oleh pamannya.
" Cantik...." expresi wajah zidan yang tiba - tiba berubah saat melihat boneka tersebut. Sambil berucap zidan menyentuh pipi boneka.
Selesai memandang boneka tersebut zidan langsung bangkit dari tempat tidurnya. Pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badan dan menghilangkan bau alkohol di badannya.
Zzsssst....... currrrsss
Suara air kamar mandi yang gemericik.
" Hmmm...eehh...hmmm " Suara erangan seseorang yang merasakan badan bagian atasnya sakit.
Zzsssst.......curr....cur
Terdengar suara air mata niken langsung terbuka menoleh ke arah suara air.
Mendengar arah suara air tersebut niken mencoba bangkit dari tidurnya.
setelah bangkit dari tidur niken mencoba duduk di pinggiran ranjang melakukan gerakan peregangan kecil.
Badan di goyang, tangan kiri memijat tengkuk leher sambil di goyang. " Aaak...kok pegelnya...." kata niken sambil memijit tengkuk belakang leher.
Sambil memijit niken tersadar kalau dirinya masih ada di kamar zidan.
Terlonjak niken langsung ingat " Oh...iya... semalamankan q masih di kamar ini. "
" Ngak bisa di biarin ini aku harus pergi dari sini sebelum ketahuan ama pemilik kamar " kata niken yang bergerak dengan tergesa - gesa sambil merancau sendiri.
Sesaat niken yang ingin pergi dari kamar mendengar suara air kran di kamar mandi. Mendengar hal tersebut bisa menjadi kesempatan untuk niken kabur.
Tak perlu lama untuk berpikir lagi niken langsung pergi menuju kearah pintu keluar.
Saat hendak keluar niken berpas- pasan dengan Zidan yang baru keluar dari kamar.
Zidan yang keluar.dari kamar mandi menggunakan handuk kimono melihat niken berdiri di depan matanya dengan pose hendak melangkah.
Sedangkan niken yang tak sengaja berpas - pasan dengan zidan melihat sosok penuh dengan uapan.
Karena zidan mandi dengan air hangat tentu ruangan kamar mandi penuh uapan. Melihat penampilan zidan yang menggunakan handuk kimono dengan dada setengah terlihat membuat niken menelan ludah.
posisi yang sedikit menguntungkan tangan kanan yang sedang mengosok - gosok rambut dengan handuk membuat niken tidak bisa berkata apa - apa.
Zidan yang keluar dari kamar mandi langsung terkejut saat melihat boneka cantik tersebut bisa bergerak dan tersenyum kepadanya.
Melihat raut wajah zidan yang tiba - tiba berubah niken mencoba tersenyum sambil mundur.
" heheheh....hmmm....hehe" Terpaksa tersenyum dengan jalan mundur
Zidan yang terus maju mendekati niken dan niken terus berjalan mundur sampai kepentok dengan sisi ranjang.
Tak ada jalan lagi niken pun terduduk di sisi ranjang dan zidan pun berdiri tepat di depan niken duduk.
Tak berbicara hanya saling memandang.
Melihat sekeliling dengan cepat niken tak mau terjebak terlalu lama di dalam kamar langsung mengunakan kedua tangannya untuk mendorong zidan.
BRUKK!!!
Zidan terjatuh saat niken mendorongnya. Tak perlu menunggu aba - aba lagi niken langsung lari menuju ke pintur keluar.
Zidan yang terjatuh langsung berdiri dan mencoba mengejar niken. Kejaran zidan terhenti di pintu keluar kamar. Zidan tidak mungkin mengejar niken sampai keluar dengan penampilannya yang sekarang. Maka Niken terus berlari tidak melihat kebelakang lagi.
Meski zidan tidak bisa mengejar niken sampai keluar. Zidan langsung masuk pergi ke arah ranjang dan melihat sebuah remote kecil tergeletak di atas ranjang.
Tap butuh waktu lama Zidan langsung menekan tombol tersebut. Sebuah tombol berwarna kuning pun di tekannya oleh zidan.
" Tangkap wanita yang berpakaian aneh di pintu masuk hotel lalu langsung bawa ke kamar ku ".Zidan langsung mengambil handphonenya menghubungi anak buahnya untuk menangkap niken di pintu keluar hotel.
Dalam pelarian banyak orang yang melihat ke arah niken yang masih berlari dengan pakaian yang aneh. Tak mau ambil pusing niken terus berlari tanpa ambil pusing dengan pandangan orang - orang.
Pelarian pun yang berlangsung pun akan segera berhasil. Pintu menuju keluar dari hotel semakin dekat dan tiba - tiba tubuh niken seperti di sengat oleh listrik dan pingsan.
" Aakkk....Aakkk.....brukk" suara jeritan dan kesakitan membuat niken tak kuat dan akhirnya pingsan.
Tepat dengan perkataan zidan niken pingsan di pintu masuk hotel. Pengawal yang menemukan niken langsung membawa niken ke kamar zidan.
Setelah beberapa lama niken pun akhirnya sadar kembali. Kesadarannya kali ini di penuhi rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya seakan mau putus semua setiap inci tubuhnya.
Membuka mata perlahan melihat sosok pria yang tak terlihat dengan jelas. Niken mencoba mengucek matanya lagi dan expresi niken pun langsung berubah.
Zidan duduk di kursi dengan kaki disilangkan membuat niken terkejut tak bisa berkata apa - apa.
" Sudah bangun....?"
" Masih ingin lari ? Berbicara dengan expresi dingin sambil menikmati minumannya.
Melihat Zidan yang sedang menikmati minumannya niken mencoba langsung bangkit dari ranjang lalu langsung bergerak untuk kabur.
Hanya berjalan 4 langkah saja niken tiba - tiba merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya. " Aak...Aakk.."
"Jika kau pergi dari kamar ini maka kau bisa merasakan sakit yang sangat mengerikan lagi" Dengan tenang meletakkan minumannya di meja Zidan berdiri dan berjalan ke arah niken.
Zidan mendongakkan wajah niken ke atas melihat niken " Siapa kau...?" " Apa kau orang yang ingin membunuhku?" Berbicara dengan nada menekan sambil mencengkram dagu dan pipi niken.
Dagu niken yang diarahkan keatas sambil melihat zidan tidak berkata apa - apa.
" Aku.....bu...bukan......pem....bunuh..." suara niken yang terputus - putus saat berbicara dengan posisi dagu yang di cengkram oleh zidan.
" Lepaskan....Aku....." Niken yang mencoba meronta sambil meminta di lepaskan.
" he...hehehhe...." Zidan yang tiba - tiba tertawa.
"Melapaskanmu hahahahha.....hahahha" Tak kuasa menahan tawa zidan berdiri sambil berbicara dengan nada mengejek.