MY GIRL MY ROBOT

MY GIRL MY ROBOT
Malam yang panjang



tap tap ...tap


suara langkah kaki yang agak tak beraturan membuat zidan berjalan sempoyongan.


Selama dalam perjalanan zidan menuju ke kamar zidan tidak tahu kalau boneka yang di hadiahkan untuknya bisa bergerak.


disisi lain niken sedang berusaha untuk melepaskan kalung yang melingkari lehernya.


" Ah.....hosh....hosh" suara nafas terengah mencoba melepaskan kalung


(" sial berbagai cara sudah aku lakukan untuk melepaskan kalung ini. Tapi kenapa masih ngak mau lepas - lepas juga") berusaha melepaskan kalung dengan expresi marah.


Setelah berjalan sedikit sempoyongan zidan akhirnya sudah sampai di pintu daun kamarnya. Dengan sidik jari di letakkan di box kunci membuat zidan bisa masuk.


" Kriek.... ceklek....ceklek..." pintu terbuka dan zidan langsung masuk dan mengunci kamarnya.


Sesaat masuk ke dalam kamar zidan melihat seisi ruangan yang penuh dengan kado - kado membuat zidan hanya menyungging saja.


" Dasar orang - orang bodoh mereka pikir dengan kado - kado ini bisa dekat dengan ku " suara hati zidan yang tersenyum sambil menyibir setiap kali melihat kado - kado tersebut.


Berdiri terlalu lama membuat Posisi zidan tidak stabil. Zidan pun mendekati ranjang yang berukuran king size tersebut sambil duduk memeganggi kepalanya.


Tak berselang lama Zidan yang duduk diranjang mencoba meraba ranjang sambil tidak sengaja menyentuh sebuah benda disebelahnya.


Hampir tersontak kaget Zidan melihat ada tubuh seorang wanita yang berbaring di ranjangnya.


Mengucek - ucek kedua mata dengan tangan berharap di sampingnya itu hanya bayangan saja.


Berkali - kali zidan mengucek matanya hasilnya tetap sama melihat wanita tidur diranjangnya.


Karena penasaran zidan pun mencoba mengoyangkan tubuh wanita tersebut. Mengoyangkan berkali - kali tetap saja tidak bergerak.


Melihat sesakma dari atas kepala sampai kaki dengan pakaian yang cukup imut membuat zidan teringat dengan sesuatu.


flackback on


" Zidan ini hadiah dari paman " menepuk bahu zidan sambil menunjukkan hadiah besar seukuran manusia.


Melihat hadiah tersebut membuat zidan senang dan membuka kado di tengah pesta.


Kresk.....kreskk.....brak.... Kado terbuka dan ternyata benar hadiah seukuran manusia itu ternyata wanita yang mengenakan pakaian imut.


" Pa - paman ini apa...?" Melihat wanita tersebut sambil menunjuk memangil paman dengan perasaan binggung.


Paman zidan yang melihat expresi zidan yang binggung tersebut tersenyum ke arah zidan.


" Ini adalah boneka berupa wanita zidan" berjalan mendekati zidan


" Model boneka keluaran terbaru yang akan segera di liris" Kata paman yang menjelaskan kepada zidan


" Kamu suka hadiahnya zidan" bertanya ke zidan sambil memandang ke arah zidan.


Tak perlu menunggu lama zidan pun mengiyakannya dan menyuruh pelayan membawakan boneka berukuran manusia tersebut kekamarnya.


flackblack off


Setelah mengingat - ingat kembali ternyata hadiah ini dari paman zidan.


Senyum di bibir zidan pun mengembang tanpa sengaja tangan menyentuh sebuah benda yang begitu kenyal dan empuk


Saat menyentuhnya zidan merasa kalau bentuk boneka ini sangat mirip dengan manusia asli.


Sambil berpikir tangan zidan yang dari tadi menyentuh benda kenyal tersebut masih tetap meremas - remasnya membuat tangan zidan yang satunya yang mengangur pun juga ikut meremasnya


Sesaat sebelum zidan masuk keadaan niken di dalam kamar sangat gawat membuat hati berdetak dengan cepat.


Tap....tap tap .....


Diam sejenak mendengar suara langkah kaki membuat niken langsung gugup dan binggung untuk harus ngapain.


" Ah...duh bagaimana ini"?


" Tenang niken semua pasti aman terkendali sekarang tarik nafas dan turunkan sekali lagi tarik nafas dsn turunkan ya sepertinya sudah lebih tenang. Aku harus cari cara agar aman" saking gugupnya niken mencoba mengatur nafasnya untuk bisa berpikir sejenak.


Melihat sekeliling ruangan dengan berdiri tegak tangan di letakkan pinggang niken mencoba berpikir. Tak sengaja tangan niken menyentuh kalung membuat niken ada ide untuk selamat.


flashback off


Niken pura - pura tidur di ranjang ukuran king size tersebut. Berharap sang pemilik kamar tidak mengetahui mengenai keberadaan niken.


" Semoga tidak ketahuan " kata niken di dalam hatinya yang sudah dag dig dug.


Membuka mata sesaat melihat bagaimana keadaannya lalu niken langsung menutup mata lagi. Dengan wajah tak berexpresi seperti boneka mati niken terus menahan mimik wajah tersebut.


Sampai - sampai niken merasakan sebuah benda yang mendarat di tubuhnya. Jika hanya diam mungkin niken tidak akan apa - apa.


Tapi siapa sangka kalau tangan zidan begitu jail ******* - ***** 2 gundukkan yang terlihat begitu besar dan kenyal.


Karena hal tersebut membuat niken sedikit terangsang. Wajah merona dengan expresi mengigit bibirnya sendiri.


Di satu sisi zidan sangat menikmatinya membuat dia mendekati niken sangat dekat.


Tapi apalah daya tubuh ini karena minum terlalu banyak zidan yang mabuk pun tidak kuasa untuk melakukan hal senonoh kepada boneka niken.


Tetapi hal tersebut untung tidak terjadi zidan yang menindih tubuh niken tiba - tiba mendengkur ZZzzz


Karena tidak bisa menahan rangsangan niken hampir pasrah tidak berkutik. Tahu kalau zidan mendekat niken hanya bisa diam seribu bahasa.


" Tuhan tolong aku jangan sampai di melakukan hal aneh - aneh" ucap niken di dalam hati


Mata terpenjam menahan sentuhan tersebut tiba - tiba niken mendengar sebuah suara dengkuran halus di telinganya.


Ternyata doa niken terjawab sudah. Zidan tertidur tidak melakukan apa pun di atas tubuh niken.


Zidan yang tertidur dengan menindih tubuh niken membuat niken tidak bisa bergerak sesaat.


Niken membuka matanya sambil menyentuh pundak zidan dan mengoyang - goyangkan serta memanggil namanya." Hei.....tuan , hei.....tuan"


Dengan suara lirih niken memangilnya tapi tidak ada respon dari zidan. Melihat hal tersebut membuat niken menarik nafas lega sambil memegang kepal


Merasa tubuh zidan berat niken mengerahkan tenaganya untuk menyingkirkan zidan dari tubuhnya. Berhasil menyingkirkan tubuh zidan niken pun bisa bernafas lega.


Tubuh zidan berguling di sebelah niken sambil mengeliat.


Melihat zidan tidak sadarkan diri membuat niken punya kesempatan untuk keluar dari kamar. Hendak berdiri dari ranjang ternyata tangan zidan tiba - tiba mencengkram tangan niken.


Mencengram tangan niken lalu menarik niken sampai jatuh dalam pelukkan zidan. Siapa sangka tarikan zidan tersebut membuat niken terbentur ringgan dan pingsan.


Usaha niken yang ingin kabur pun pupus sudah. Malam yang begitu panjang membuat tidur zidan pun pulas dengan niken.


Keesokan paginya setelah tidur yang nyenyak zidan mendapati sesosok tubuh di sampingnya.


Merasa aneh mata zidan langsung membuka dan melihat siapa orang yang tidur di sampingnya.


Mata terbuka lebar melihat sesosok wanita cantik tidur di sampingnya dari atas kepala sampai kebawah zidan melihat sesakma. Setelah selesai melihat seluruh tubuhnya Zidan langsung bangkit dan duduk di atas ranjang sambio memegang kepalanya.


merasa pusing sejenak zidan duduk dan memandang niken