
Sambil menunggu niken tentu saja zidan duduk di kursi tunggu sambil melihat beberapa laporan yang ada di handphone.
"Sreet...." suara tirai yang terbuka
tampak langkah kaki yang terus melangkah dan berhenti di depan orang yang sedang menunggunya.
Zidan yang semula menunggu sambil melihat handphonenya langsung berhenti saat melihat sepasang kaki sedang berdiri di depannya. Dilihatnya dari bawah sampai ke atas berulang kali sampai tak percaya kalau wanita yang di depannya begitu sangat mempesona dan cantik.
Berulang kali zidan terus menelan salivanya saat memandang niken. Mata yang sangat jernih terus berulang kali memandang niken dengan sangat intens. Pastinya niken yang mendapatkan tatapan tersebut langsung merasa risih dan malu. Merrasa dirinya di lihat dalam keadaan telanjang oleh zidan.
" Cantik....." Pandangan yang terus ke arah niken sambil mengucap kata dengan pelan.
" Eh..... apa...." merasa mendengar zidan bersuara niken mencoba bertanya kepada niken.
Tentu saja zidan yang terkesima langsung berubah sikap seperti biasa - biasa saja.Untuk menghilangkan rasa gugupnya takut niken mendengar ucapannya zidan mengalihkan pembicaraan dengan nada dingin.
" Lelet...." ucap zidan sambil berdiri dari tempat duduknya menghmpiri niken.
Mendengar ucapan zidan yang dingin membuat raut wajah niken jadi kesal. Mengangap niken lelet dan lama tentu saja bukan keinginan niken.
Meskipun kesal niken tetap saja tidak berkata apa - apa hanya bisa diam dan menahan rasa kesalnya. Zidan yang berdiri di dekat niken pun tidak fokus dan terus mencoba mengalihkan pandangan dari niken.Pria mana yang tidak tertarik dengan penampilan niken. Gaun cantik yang memperlihatkan garis lekuk tubuh dan pundak yang terbuka. Kulit putih niken pun jadi lebih terlihat sangat mengairahkan dengan tampilan belahan dada yang begitu terlihat.
DIlain sisi tentu saja niken tidak tahu kalau zidan begitu sangat terpukau dengan penampilan niken. Niken yang kesal pun hanya bisa menunduk dan melihat arah lain. Tak perlu mengunggu lama tiba - tiba saja niken merasa ada kain yang di sandarkan di pundaknya. Niken menoleh ke samping dan benar saja zidan sedang memakaikan jasnya ke niken.
Zidan yang sadar dengan tingkah laku dan sikap malunya niken langsung melepaskan jasnya yang mahalnya untuk di gunakan oleh niken. Niken yang melihatnya tiba - tiba saja merasakan sebuah debaran yang terus berdetak dengan kencang.
"Deg....deg....deg...."
Zidan yang sudah memakaikan jas ke niken langsung siap mengajak niken pergi dari butik.
Dengan mengangkat tangannya berposisi menerima sambutan tangan dari niken. Niken langsung menerima tangan zidan dan meninggalkan butik pakaian tersebut.
"Deg....deg......deg...." suara debaran niken yang terus - menerus bergerak cepat. Serasa jantungnya mau jatuh dari atas terus berdetak semakin cepat.
zidan dan niken langsung naik mobil. Suasana di dalam mobil yang begitu sepi dan hening membuat sang supir ikut tidak bisa bernapas lega.
" Deg....deg......jantungku sudah dong... jangan bergerak terus...." ucap niken dalam hati sambil menekan debaran jantungnya.
Menghilangkan rasa debaran niken mencoba melihat arah keluar jendela mobil. Berharap detak jantungnya bisa tenang dan tidak grogi....
Di sisi lain sebenarnya otak zidan sudah mulai penuh dengan bayangan niken. Mengingat penampilan niken saat keluar dari ruang ganti membuat otak zidan berfantasi dengan liar. Sesekali zidan melihat niken melalui pantulan jendela mobil.
Melihat bentuk niken yang begitu mengairahkan. Sebagai laki - laki normal tentu saja membuat zidan ingin sekali menerkamnya. Bila tidak ingat ada janji dan pertemuan penting pastinya sudah membawa niken ke hotel terdekat.
Semua mata memandang dari atas sampai kebawah terlihat sangat sempurna. Seakan - akan pesta yang di datangi oleh zidan dan niken merupakan acara mereka berdua. Tuan rumah dalam pesta yang menyadari ke hadiran zidan langsung datang dan menyambut zidan.
" Halo...., selamat datang...." sebuah sambutan ceria dari sang tuan rumah.
saat memberi salam dan sambutan ternyata ada sepasang mata elang yang terus memperhatikan niken dan zidan. Niken yang merasakan hawa tidak enak mempererat rangkulannya.
" Wow cantik sekali......' memandang niken dengan perasaan kagum sambil memuji di dalam hati.
Merasa penasaran sang tuan rumah pesta bertanya kepada zidan " Ehmmm......dan siapa wanita cantik ini....? menatap niken tanpa berkedip sambil menunjuk menanyakan siapa wanita yang bersanding di sebelah zidan.
Niken yang merasakan tatap tersebut langsung bersembunyi di belakang zidan. melihat pandangan tuan rumah membuat zidan memeluk pinggang niken dengan rasa posesif. menunjukkan kalau niken adalah wanitanya.
" Oh.....hampir saja aku lupa?
" Sayang perkenalkan dia adalah Jio pemiliki acara pesta ini...." memperkenalkan niken kepada jio sambil memeluk pinggang niken
" halo.....tuan salam kenal"
" Namaku niken...."
Niken yang merasa risih pun tetap memperkenalkan dirinya sambil memberi salam kepada jio.dengan senyum santai.
" Nama yang cantik sama dengan orangnya...." ucap jio yang menerima salam niken sambil memberi kecupan di punggung tangan niken.
Niken yang hanya memberi salam sangat kaget dengan tingkah laku sang pemilik pesta. zidan yang melihatnya langsung mengambil tangan niken dan mengandenganya.
Melihat tingkah zidan yang langsung mengandeng tangannya niken membuat jio tersenyum kecil dan ingin sekali mengoda zidan. Meski demikian jio juga tahu tempat bila sedang ingin mengganggu seseorang. Tidak ingin suasana pesta menjadi suram maka jio mengurungkan niatnya mengganggu zidan.
" Senang sekali melihat kehadiranmu pada malam hari ini.....kawan....." ucap jio yang menepuk - nepuk pundak zidan.
Saat jio sedang mengobrol dengan zidan tiba - tiba saja ada beberapa pria yang datang menghampiri ke arah jio. Mereka adalah teman - teman zidan yang sangat suka bertualang dengan banyak wanita.
Saat memberi salam dan selamat kepada jio teman - teman zidan langsung terpesona dengan wanita yang di sebelah zidan.
" Wow..." Sebua kata kagum yang membuat beberapa pria terus memandang ke arah niken. walaupun tubuh niken sudah di tutupi dengan jas zidan tetap saja aura kecantikan niken tidak akan pudar atau tertutupi. Justru membuat banyak pria terus penasaran dan ingin mendekatinya.
salah satu teman zidan langsung berbisik kepada zidan " dan .....wanita dari mana yang kau bawa ini...." sambil memberi senyum kepada niken. Zidan yang mendengar ucapan temannya tersebut tentu saja hanya bersikap biasa saja.
" Teman - teman kenalkan ini niken kekasihku..." ucap zidan yang memberi kata penekanan kekasih kepada teman - teman. Melihat dari posisi zidan dan niken membuat teman - teman zidan merasakan keintiman mereka berdua,
Untuk mencairkan suasana tentu saja jio memanggil waiters minuman untuk di berikan kepada teman - temannya termasuk zidan dan niken.