
" Wajar kalau kamu tidak tahu nak..." mendekati dan menenangkan niken dengan memeluk dan mengupas rambut niken. Mendengar ucapan ayah yang begitu hangat membuat hati niken yang sedih menjadi ceria lagi.
" Kalau bonekanya melakukan hubungan dan meledak apa yang akan terjadi ayah" dengan wajah polosnya niken berbicara tanpa tahu arti hubungan antara boneka dan manusia.
Wajah ayah memerah dan mencoba menarik napas dan berkata hati - hati agar tidak salah bicara" Orang yang bersama boneka juga akan mati dan ikut meledak saat berhasil di beri kesenangan"
"?????..........." mencerna perkataan ayah sambil menantapnya dengan binggung
" Sudah - sudah anak kecil lihat ini sudah jam berapa....ayo istirahat...." Ayah langsung mengakhiri percakapannya agar niken tidak bertanya lagi. Menunjukkan jam waktu tidur dan menyuruh niken untuk istirahat dengan wajah tersenyum.
" Oh...Iya sudah mau malam....Heheheh..." menatap jam dinding yang ditunjuk oleh ayah sambil membalas senyuman dari ayah dengan tawa kecilnya.
Flashback off
"Kenapa....apa kau mau mencobanya.... " ucap zidan yang sedang mencoba mengoda niken sambil memainkan remotenya dengan di putar - putar di jari telunjuknya,
Mendengar suara zidan membuat niken sadar dari lamunannya. Kenangan saat niken bersama dengan ayahnya yang membicarakan tentang chip boneka buyar saat zidan bersuara. Sambil menatap remote tersebut niken hanya bisa menunjukkan expresi takut dan marah.
" Bagaimana......apa kau....mau"
" JANGAN.....aku mohon..... "
zidan yang melihat expresi niken lalu menekan kata akan menekan tombol tersebut membuat niken ketakukan. Belum selesai berbicara ucapan zidan di potong oleh niken dengan memohon agar tidak menekannya.
" Akan aku lakukan apapun asal anda tidak menekan tombol tersebut" ucap niken yang memohon kepada zidan untuk tidak menekan tombol dan bersedia melakukan semua perintah zidan.
Dengan gaya duduk santai sambil menyilangkan kaki tak lupa menopang wajah dengan tangan kiri dan tangan kanan yang sibuk memainkan remote sambil melihat expresi niken. Di balik ancaman dan tatapan tajam zidan ternyata tersenyum kecil melihat tingkah niken. Betapa puasnya dalam hati zidan saat mengetahui wanita yang ada di depannya mau melakukan apa saja untuknya hanya dengan sebuah remote.
Mendengar kata - kata niken yang bersedia melakukan apapun tentu saja membuat tangan zidan yang sibuk main remote langsung berhenti dan menatap niken. "Apa pun itu....." ucap zidan yang menyudahi permainan remote.
" Iya apa pun....akan aku lakukan...." ucap niken yang sedikit gemetar sambil mata yang mengeluarkan air mata sambil mengepalkan tangannya.
Mendengar ucapan niken tersebut akhirnya zidan menganti posisi duduknya. Menurunkan kakinya menopang wajah dengan tangan kiri sambil mengulurkan tangan memanggil niken" Kemarilah..."
Mendengar suara zidan yang memangil membuat kepala niken mendongak dan berdiri di hadapan zidan. Kaki gemetar mulai melangkah mendekati zidan. Meraih tangan zidan lalu terjadilah acara niken yang duduk di pangkuan zidan.
Tidak ada acara berteriak lagi niken hanya pasrah dan duduk diam di pangkuan zidan.
Zidan menarik tangan niken dan merankul pinggangnya saat duduk di pangkuannya, Melihat pipi niken yang basah tangan kanan zidan langsung mengusap air mata niken sambil menanyakan asal usul niken" siapa namamu?"
Merasakan sentuhan zidan membuat badan niken langsung merinding ketakutan. Hal tersebut membuat air mata niken yang semula berhenti tiba - tiba keluar dengan sendirinya. Melihat zidan mengusap air mata dan bertanya maka niken pun menjawah pertanyaan zidan dengan kata yang terbata - bata" Ni....ken....Niken anjani...tuan"
"Hmmm....niken anjani...."
" Iya...tuan..."
Niken yang duduk di pangkuan zidan tiba - tiba merasakan tangan kiri zidan menyentuh dagunya. Tanpa aba - aba mata niken langsung terbelalak saat mendapatkan serangan dari zidan.
Berusaha untuk mendorong tubuh zidan tetapi sudah tidak kuat lantaran zidan lebih kuat. Merasa ciuman yang zidan berikan tidak di respon maka zidan pun mengigit kecil di bibir bawah bibir niken.
Niken yang merasakan kesakitan tersebut membuka mulutnya langsung dan tanpa menunggu lama zidan langsung mencium niken lebih dalam.
Selama berciuman zidan ternyata tersenyum sebentar melihat respon dari niken. Hal ini membuat ciuman yang semula biasa saja kini menjadi panas. Zidan dan niken yang saling membalas ciuman membuat insting mereka semakin liar. Ciuman tersebut terus berlanjut sampai turun ke bagian leher niken. " Hmmmm......A,,,hhh...." Menyesapi dan memberi tanda kepemilikian membuat ******* kecil dari niken pun keluar.
Bukan hanya satu tanda saja melainkan beberapa tanda telah di buat di sekujur leher niken. Merasa sudah tidak bisa menahannya zidan pun menghentikan aksinya.
"..........????" niken yang sudah terbuai hanya bisa merasa binggung saat zidan berhenti.
" Manis....ingat sekarang kau menjadi milikku dan hanya aku yang boleh menyentuhmu" ucap zidan yang mengusap bibir niken sambil berucap dan melanjutkan aksi ciumannya.
Niken yang sudah terbuai hanya bisa mengangguk dan mengarahkan ke dua tangannya ke leher zidan. Mengalungkannya dan menerima ciuman yang di berikan zidan.
KRING>>>>>KRING......KRING
Tentu saja acara ciuman tersebut jadi terhenti tiba - tiba saat terdengar suara handphone yang terus berbunyi. Mendengar suara tersebut zidan langsung pergi ke meja dekat ranjang dan mengangkat telepon tersebut. Niken yang diam mematung tiba - tiba saja sadar dengan perasaan kaget.
"Apa yang terjadi.....kenapa.....aku,,,,," ucapan niken dalam hati sambil kaget dan mengingat kembali adegan ciuman yang sudah dia lakukan bersama zidan.
Niken yang kaget menyentuh bibirnya sambil tidak percaya kalau di melakukan adegan yang tidak seharusnya.
" Sadar NIKEN....kamu jangan sampai terbuai"
" ini semua karena chip sialan tersebut membuatku seperti wanita tidak bermoral...." ucap niken dalam hati sambil menyakinkan diri dan menyalahkan semua kepada chip yang sudah tertanam di tubuhnya niken.
"Hmmm... baiklah....." ucap zidan yang sedang menerima telephone dari luar sana. Selesai menerima telephone zidan langsung meletakkan telephone tersebut dan memandang niken. Tiba - tiba saja zidan menyunging bibirnya saat memandang niken.
" Bersiap - siaplah kita akan keluar dari hotel ini" ucap zidan yang sudah berdiri di depan niken sambil memberi perintah.
Niken yang sedang mengrutuki dirinya tiba - tiba kaget dan mencari sumber suara yang menganggunya. Di pandang dari bawah ke atas ternyata zidan sudah ada di depannya.
"Hehehe.....Hehehe" Niken yang melihat wajah zidan langsung memberi senyum dan tawa kecil seperti orang bodoh.
" Aku benci untuk mengulang kata - kata sebaiknya lakukan yang aku suruh cantik"
" Persiapan semua kita akan pergi dari hotel" Ucap zidan yang semula memberi senyum dan langsung berkata dingin saat memberi perintah.
" Apa....Ah....Iya" ucap niken yang semula hanya tertawa bodoh langsung kaget dengan respon dingin zidan