
Agerta masih tidak percaya bahwa seseorang yang berdiri di depan dirinya sekarang adalah Hee Young, Ia masih merasa bingung karena orang yang selama ini yang selalu mengirimkan ia pesan sekarang sudah berada di depan matanya.
"Kau....adalah Hee Young?" Tanya Agerta yang masih penasaran.
"Iya aku Hee Young orang yang selalu mengirimkanmu pesan lewat wechat itu" Jawab Hee Young sambil tersenyum.
"Jadi....kau adalah orang yang selalu mengganggu sahabatku ya?!" Tanya Felincia dengan nada tinggi.
"Ternyata orang yang selalu membuatku kesal adalah dia" Agerta yang berbicara di dalam batin.
"Tuan kita harus pergi sekarang"
"Baiklah tunggu sebentar"
Hee Young berjalan mendekati Agerta dan berbicara di samping telinga Agerta.
"Ini gunakan kartu ini untuk pergi berobat semoga kamu cepat sembuh dan juga sebaiknya kamu jangan dekat dekat dengan laki laki lain paham?" Hee Young yang berbicara tapi berasa memberi peringatan kepada Agerta.
"Baiklah sampai jumpa" Smile.
"Apa apaan tadi itu apa hak dia untuk melarangku mendekati laki laki lain hah?! Apa urusan dengannya jika aku menyukai seseorang itu adalah urusanku kenapa dia yang mengaturku hah?! " Agerta yang mengerutu di dalam batin.
"Ternyata dia adalah tuan muda dari keluarga Hee itu ya tapi kenapa wajahnya mirip sekali dengan tuan muda Min Jun?" Tanya Felincia dengan nada rendah.
Wanita 1 : Perempuan itu beruntung sekali bisa kenal dengan tuan muda itu.
Wanita 2 : Aku jadi iri deh.
Wanita 1 : Iya aku juga iri.
Wanita 3 : Benar benar sangat beruntung perempuan itu ya.
wanita 1&2 : Iya iya betul.
"Apanya yang beruntung?! Ini semakin memperburuk keadaan namanya!" Agerta yang marah di dalam batinnya.
"Ger ayo kita pulang dulu saja nanti kita bicarakan kejadian ini ya? "
"Baiklah ayo"
Sesampainya di luar mall Felincia langsung mencari taxi untuk mengantar mereka pulang. Setelah mendapatkan taxi mereka berdua langsung masuk ke dalam taxi.
...20 Menit Kemudian...
Akhirnya mereka berdua sampai di rumah Felincia pun mengambil kunci rumah dan membuka pintu, setelah masuk Felincia langsung membantu Agerta untuk duduk di kursi.
"Agerta sebelah mana kakimu yang terkilir itu biar aku lihat" Felincia berbicara dengan keadaan panik.
"Disini di sebelah kiri" Jawab Agerta yang sedang menahan rasa sakit.
"Sebentar aku pergi ambil kotak obat dulu jangan kemana mana mengerti?!"
"Iya"
Felincia pun berdiri dan berlari untuk mengambil kotak obat ke atas, setelah mendapatkan kotak obat ia langsung turun kebawah untuk mengobati Agerta.
"HOSH HOSH HOSH!"
"Sini ulurkan kakimu itu" Felincia yang berbicara sambil terengah engah.
"Kenapa harus lari sih? Kan aku nya ngak kemana mana lho"
""Hm! Kamu ngak tahu....Sekarang ini aku lagi panik tahu kamu kenapa ngak bisa baca keadaan sih Ger?"
"Iya iya maaf"
Setelah mengobati kaki Agerta, Felincia pun mengajak Agerta untuk membahas kejadian hari ini.
"Tidakku sangka bahwa aku bertemu dengannya secepat ini aku kira aku tidak bertemu dengannya dalam waktu dekat ini"
"Ternyata itu Hee Young yang kamu ceritakan padaku ya?. Hmmm.... tampan sih tapi kenapa ada sedikit kecurigaan ya?" Tanya Felincia yang masih penasaran.
"Tapi kan Ger sekilas tadi ketika aku memperhatikannya secara detail aku merasakan bahwa dia mirip sekali dengan Tuan Muda Min Jun? Aneh bukan? Dan juga pas kamu jatuh tadi dia seperti sangat akrab denganmu" Tanya Felincia dengan heran.
"Ntahlah aku juga tidak tahu" Agerta yang masih merasa bingung sembari mengangkat kedua bahunya tersebut.
"Apakah kamu dulu pernah bertemu dengannya? Sebelum kamu kehilangan semua ingatanmu?"
"Tidak tahu aku tidak ingat lagi setelah kejadian itu terjadi yang aku ingat adalah ketika aku bangun aku sudah terbaring di Rumah Sakit hanya itu yang dapat aku ingat dan juga aku hanya bisa mengingatmu Fel ngak ada yang lain selain kamu"
"Ah! Iya ya benar juga terakhir kamu terbangun sudah di Rumah Sakit ya"
"Fel aku ngak tahu harus berbuat apa jika ingatanku ini masih belum kembali....Ini akan semakin memperburuk keadaan masalah yang akan datang juga semakin banyak aku takut jika ada seseorang yang ingin memanfaatkan amnesiaku ini dengan masalah masalah yang tidak aku ingat lagi" Agerta yang merasa sangat cemas akan hal itu benar benar terjadi.
"Sshhtt...Sudah sudah jangan cemas ada aku yang selalu di sampingmu Ger aku yang akan melindungimu dan membantumu mengingat hal hal yang sudah kamu lupakan itu tenang saja" Felincia yang berbicara sambil tersrnyum.
"Benarkah?"
"Iya akan ku bantu bagaiman pun caranya"
"Terima Kasih Felincia" Agerta yang hampir ingin menangis karena ada orang yang ingin membantunya untuk mengingat kembali hal hal yang sudah ia lupakan tersebut.
Hari demi hari mereka lewati dan hari ini adalah hari terakhir mereka libur dan mulai besok mereka berdua akan masuk kerja. Felincia yang setiap hari selalu ada di samping Agerta untuk menjaganya, Felincia dan Agerta sekarang benar benar mirip seperti saudara dan mereka tidak menyangkal hal tersebut karena mereka berdua selalu bersama kemana pun mereka pergi.
"Agerta hari ini adalah hari terakhir kita libur hari ini enaknya ngapain ya?" Felincia yang masih bingung karena tidak ada rencana sama sekali.
"Aku hanya mengikutimu saja apapun yang kamu lakukan aku akan ikut saja" Agerta yang juga tidak punya rencana apa apa.
"HAIS!!!" Keluhan dari Felincia.
"Bagaimana hari ini kita pergi menonton bioskop saja?" Agerta yang asal bicara kepada Felincia.
"Boleh tuh"
Setelah 20 menit lamanya mereka bersiap siap akhirnya selesai juga. Agerta dan Felincia langsung keluar untuk mencari taxi, setelah mendapatkan taxi mereka langsung menuju ke tempat menonton bioskop.
"Fiuh~ Akhirnya sampai" Keluh Felincia.
Karena menunggu antrian yang panjang untuk membeli tiket Agerta pun pergi ke toilet untuk buang air kecil.
"Itu aku mau ke toilet sebentar mau buang air kecil, kamu lanjut aja dulu nanti pas udah kebeli tiketnya kamu langsung beli popcorn ya nanti aku susul ke dalam"
"Oghey" Smile :).
Agerta pun langsung berjalan menuju ke toilet wanita. Setelah beberapa menit di dalam toilet akhirnya Agerta keluar tapi ketika sedang berjalan menuju ke dalam bioskop dia berpapasan dengan Hee Young.
"Udah mulai belum ya filmnya?" Agerta yang berbicara sendiri pada dirinya dengan suara pelan.
"Ah! Agerta apa kabar?"
Agerta yang seketika tersentak karena terkejut berpapasan dengan Hee Young.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Agerta yang sedikit gemetaran.
"Kebetulan aku mau nonton bioskop disini, dan kamu sedang apa disini?" Tanya Hee Young dengan tersenyum lebar.
"Aku juga mau nonton" Agerta yang ingin cepat cepat mengakhiri pembicaraannya dengan si Her Young.
"Wah....berarti sama dong gimana kalau kita masuk bersama" Hee Young yang mengajak Agerta dengan penuh ketulusan.
"Ngak, ngak perlu aku lagi di tungguin sama sahabat aku di dalam" Agerta yang sengaja mengelak karena tidak ingin berjalan dengannya.
"Udah ayo kita sama sama aja masuknya" Hee Young langsung menarik tangan Agerta dan berjalan bersama.
Dan untungnya Felincia menunggu Agerta di depan ruang masuk bioskop.
"Agerta disini!!!" Seru Felincia sambil melambaikan kedua tangannya.
"Felincia!!!" Agerta yang begitu senang karena melihat Felincia.
"Itu temanku sudah menungguku aku pergi dulu dah"
"Eh...Sebentar ruangan nonton kamu disitu ya?"
"Iya...makanya tolong lepaskan tanganku" Agerta yang mulai tidak nyaman karena Hee Young.
"Apakah ini sebuah keberuntungan" Hee Young yang berbicara sambil kegirangan.
"Keberuntungan apanya sih?!" Cetus Agerta di dalam batin.
"Ruangan nontonku juga disitu" Hee Young yang tersenyum ramah.
"Keberuntungan apanya!!! INI ADALAH HARI KESIALAN BAGIKU" Cetus Agerta di dalam batin.
"Kamu lepaskan dulu tanganku, tanganku pegal" Agerta yang memberikan ekspresi dingin kepada Hee Young.
"Aku akan lepaskan tapi setelah kita sampai di depan ruangan" Smile.
"Dasar tidak tahu malu" Agerta yang benar benar ingin memarahinya pada saat itu juga.
"Udah ayo kesana nanti keburu udah mulai filmnya"
Tangan Agerta ditarik lagi dengan Hee Young sampai ke depan ruangan masuk untuk menonton, tapi tiba tiba Agerta merasakan kehangatan ketika ia sedang bergandengan tangan dengan Hee Young.
"Ka kalian kenapa bisa bersama?!" Tanya Felincia dengan heran.
"Aku tadi tidak sengaja berpapasan dengannya sehabis aku keluar dari toilet tadi" Agerta yang menjawab dengan nada yang dingin.
"PLAK"
"Udah jangan lama lama gandengannya" Felincia yang memukul kedua tangan orang tersebut agar terlepas satu sama lain.
"Good job girl" Agerta yang senang karena tangannya akhirnya lepas dari tangan Hee Young sambil memberikan Felincia jempol karena sudah membantunya.
"Ah! Maaf aku lupa"
"Yaudah ayo masuk" Ajak Felincia.
"Baiklah ayo"
"TAK TAK TAK" Suara langkah kaki.
"Kita duduknya paling belakang Ger"
"Oghey"
"Tapi bentar bentar kenapa ada yang aneh?"
"Kamu ngapain ngikutin kami hah?!" Felincia yang menanyakannya sambil meninggikan nada suaranya.
"Jangan marah dulu...aku juga nonton dan kebetulan ruanganku juga disini dan tempat duduk pas sekali di sebelah Agerta" Menjawab dengan santai.
"Seketika moodku untuk nonton di bioskop hilang" Agerta yang sudah tidak ada tenaga lagi untuk ngeladenin laki laki yang tidak tahu malu itu.
"A Apa kau juga duduk disini?!" Tanya Felincia terkejut.
"Iya" Smile.
"Udah udah jangan ribut lagi ayo kita duduk sebentar lagi filmnya akan mulai" Agerta yang sudah benar benar tidak ada lagi tenaga untuk berdebat.
Akhirnya mereka bertiga pun duduk bersama dan menikmati film yang mereka tonton.
...1 Jam Kemudian...
Akhirnya setelah 1 jam menonton mereka pun keluar dari ruangan itu.
"OMG!!! Film tadi seru banget" Felincia yang baper karena filmnya.
"Dasar bucin"
"Biarin blek" Felincia yang mencibiri Agerta karena tidak bisa mengerti cinta.
"Ternyata akhlaknya kurang ya" Agerta yang berbicara di dalam batinnya.
"Hahahaha" Hee Young yang tertawa kecil karena melihat tingkah laku Agerta.
Tiba tiba ada seseorang yang memanggil mereka berdua dengan suara keras sambil melambaikan tangannya.