My Dream Has Come True

My Dream Has Come True
BAB 11 Masalah (1)



Satu hari penuh ini Agerta sudah merasa sangat tersiksa sekali, namun ia bisa melewati semua kesulitan ini berkat bantuan Chin Hae. Agerta benar-benar sangat berterima kasih kepada Chin Hae karena sudah banyak membantunya.


"Untuk hari ini terima kasih banyak karena sudah membantuku Chin Hae" Agerta yang berbicara sembari membungkukkan badanya.


"Aku sudah bilang berapa kali kepadamu hah? Tidak perlu mengucapkan kata "terima kasih" kepadaku, sudah seharusnya aku membantumu sebagai seorang teman" Jelas Chin Hae dengan sedikit agak tegas kepada Agerta.


"Baiklah, maafkan aku" Jawab Agerta dengan tersenyum lembut kepada Chin Hae.


Chin Hae yang melihat Agerta tersenyum kepadanya membuat dirinya semakin berdebar-debar, disaat yang bersamaan Agerta yang melihat wajah Chin Hae yang memerah membuat Agerta tertawa kecil.


"Wajahmu kenapa merah sekali hah?" Tanya Agerta yang bermaksud iseng kepada Chin Hae.


"Hah?! Ma mana ada ak aku cuma lagi kepanasan aja kok" Chin Hae yang menjawab pertanyaan Agerta membuat wajahnya semakin merah merona.


"Serius~~~" Goda Agerta.


"I iya aku serius!" Jawab Chin Hae dengan gugup.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu ya sampai jumpa besok Chin Hae "


"Baiklah sampai jumpa besok"


Agerta yang sedang fokus berjalan tiba-tiba teringat bahwa ia harus membeli makanan untuk Felincia. Ia langsung berputar balik dan menuju ke tempat orang yang menjual makanan.


Setelah berkeliling selama 5 menit untuk mencari orang berjualan akhirnya Agerta menemukan kedai yang menjual mie, Ia pun langsung masuk dan memesan 2 bungkus mie.


...2 Menit Kemudian...


Mie yang Agerta pesan tadi sudah siap, Agerta membayar mie tersebut dan langsung pergi meninggalkan kedai tersebut, Ketika sedang berjalan Agerta melihat Hee Young yang sedang berdiri sendiri di dekat gang sempit. Agerta berencana untuk menghampirinya namun, setelah Agerta memperhatikan lebih dekat lagi betapa terkejutnya Ia melihat Jin Ae juga ada disana bersama dengan Hee Young. Karena Agerta sangat penasaran Ia pun mencari tempat sembunyi dan mendengarkan percakapan Hee Young dan Jin Ae.


"Ada perlu apa kau kemari" Tanya Hee Young dengan nada dingin kepada Jin Ae.


"Kenapa kamu kasar sekali~~ Apakah kamu tidak merindukanku~~~" Goda Jin Ae kepada Hee Young.


Agerta yang mendengar hal tersebut membuat Ia sangat terkejut karena, selama ini Hee Young tidak pernah terlihat seperti orang yang sedang menjalin kasih.


"A apa?! Berarti selama ini Jin Ae dan Hee Young mempunyai hubungan! Tapi kenapa? Bukankah Jin Ae sudah memiliki tunangan." Agerta yang berbicara dengan dirinya sendiri.


"Apa-apaan ini hah?! Apakah kau tidak takut jika kita bisa saja dilihat oleh orang lain?! Ada apa denganmu?!" Tanya Hee Young dengan sangat marah.


"Baiklah~~~ Karena kamu tidak mau kita dilihat oleh orang lain ayo kita pergi ke hotel bersama~~~" Goda Jin Ae sambil mencium leher Hee Young.


"Astaga mereka berdua akan pergi ke hotel bersama!" Agerta yang berbicara di dalam batin.


Agerta yang mendengar percakapan Hee Young dan Jin Ae tersebut wajahnya langsung merah merona. Karena Agerta tidak ingin mendengar percapakan mereka lagi Agerta berencana untuk pulang saja.


"Lebih baik aku pulang saja dari pada disini terus"


Tanpa pikir panjang Agerta pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut. Selama dalam perjalanan pulang Agerta masih tidak percaya dengan apa yang Ia lihat tadi. Selama ini Hee Young yang Agerta kenal adalah laki-laki yang sopan dan tidak pernah bermain gila dengan wanita. Sekarang Agerta mulai berfikiran negatif tentang Hee Young dan Ia bertekad mulai sekarang harus menjaga jarak dengan Hee Young hanya dengan begitu Agerta akan merasa lebih aman jika tidak terlalu dekat dengan Hee Young. Setelah 10 menit lamanya Ia berjalan akhirnya Agerta pun sampai dirumah.


"KREAK" Bunyi suara pintu.


"Felincia aku pulang~~~"


"Kamu sudah pulang"


"Iya, nih aku bawain kamu mie"


"Wahhh~~~ Enak kayaknya nih~" Jawab Felincia dengan tersenyum girang.


...Di saat sedang makan mie bersama tiba-tiba Felincia bertanya....


"Ger kamu tadi dikantor baik-baik aja kan? Kamu ngak ada kenapa-kenapa kan pas dikantor tadi?" Tanya Felincia dengan khawatir.


"A...ku ngak ada kenapa-kenapa kok hehe, tadi pas dikantor aku baik-baik aja sama seperti hari biasa lancar kok kerjaan aku" Jawab Agerta dengan tersenyum pahit.


"Kamu serius? Tapi pipi kamu yang di sebelah kiri kok merah banget kayak habis ditampar gitu" Tanya Felincia yang mulai merasa curiga kepada Agerta.


"Ah! Pipi yang di sebelah kiri ini ya, tadi pas aku lagi di toilet aku mau cobain merahin pipi aku pakai lipstik eh taunya malah gagal deh tadi udah aku cuci berulang kali tapi ngak mau hilang yaudah pas di rumah aja aku cuci mukanya" Jawab Agerta dengan tersenyum paksa.


"Astaga Agerta, kalau mau coba di rumah aja jangan di kantor" Jelas Felincia yang hanya bisa pasrah dengan tingkah laku sahabatnya yang konyol itu.


"*Hehehe~"


"Dasar* Agerta, *lain kali jangan diulangi lagi ya"


"Oghey*"


...Setelah Selesai Makan Mie...


"Hah~~ Kenyangnya~~" Felincia yang sudah selesai makan hanya bisa terduduk di sofa dan tidak bisa bergerak sedikit pun.


"Hah~~ Aku juga~~"


"Oh ya Fel *kamu tidur duluan aja aku mau membersihkan badan terlebih dahulu aku udah bau banget"


"Baiklah, kalau gitu aku ke atas duluan ya*" Jawab Felincia sambil berjalan ke atas.


"*Oghey"


"KREAK*" Bunyi suara pintu.


"Huft~~ Untung saja aku memiliki banyak alasan hampir saja~~ Untuk saat ini aku hanya bisa merahasiakan hal ini dari Felincia, aku tidak ingin dia memikirkan hal ini juga takutnya Ia akan banyak pikiran hah~~" Agerta yang berbicara dengan nada kecapean.


"Baiklah lupakan yang tadi aku harus membersihkan badanku terlebih dahulu"


...35 Menit Kemudian Setelah Selesai Membersihkan Badan...


"Akhirnya selesai juga, Oh ya akhir-akhir ini kenapa laki-laki yang selalu muncul di mimpiku tidak muncul di mimpiku lagi?" Tanya Agerta dengan sedikit heran.


"Sudahlah tidak perlu memikirkan hal itu lagi, lebih baik aku tidur saja besok aku masih masuk kerja pagi" Agerta yang tidak mau menau lagi tentang laki-laki yang selalu muncul di mimpinya itu.


...Beberapa Saat Kemudian Di Dalam Mimpi Agerta...


? : Agerta.....


(Sunyi sesaat)


? : Agerta~


Agerta : Siapa? Siapa yang sedang memanggilku? Agerta yang sekarang sedang berdiri di suatu ruangan besar yang bewarna putih.


Agerta pun sangat terkejut karena Ia tidak tahu sekarang dirinya ada dimana. Ia sekarang ada di ruangan yang sangat besar yang bewarna putih dan tidak ada batasannya, Agerta sudah mencoba mencari jalan keluarnya, namun tetap saja tidak berhasil. Tiba-tiba laki-laki yang memanggil dirinya tadi memanggilnya lagi dengan suara yang sangat lembut.


? : Agerta~~


Agerta : Kamu! Tunjukkan wujudmu disini! Sekarang juga!


? : Kenapa? Apakah kamu sudah tidak sabar untuk melihat wajah calon suami mu ini?


Agerta : Apa?! Calon suami?! Bermimpilah aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai calon suamiku!!!


? : Aiya~~ Jangan marah aku hanya bercanda~~ Pftt hahaha...


Agerta : Kamu!!!


? : Sudah-sudah aku tidak akan menganggumu lagi, kamu tenang saja.


Agerta : Apa sebenarnya tujuanmu selalu muncul di mimpiku hah?!


? : Apa ya~~~


Agerta : Aku sedang S E R I U S bertanya denganmu!


? : Untuk saat ini aku masih belum bisa menjawab tentang hal itu mengapa aku selalu muncul di mimpimu, tapi percayalah aku ada di dunia nyata suatu saat nanti kita akan bertemu dan pada saat itulah akan kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Agerta : Apa maksud dari perkataanmu? Kamu bilang kalau kamu itu juga nyata?


? : Iya aku nyata aku juga seorang manusia yang sama sepertimu.


Agerta : Apa?! Kamu juga seorang manusia?! Aku kira kamu itu adalah hantu yang selalu nyasar ke mimpi orang lain. Agerta yang berbicara tanpa rasa bersalah ;).


? : "JLEB" Kamu..... Apakah kamu bisa berfikir terlebih dahulu baru berbicara? Kata-kata yang kamu kelurkan tadi sangat menusuk sekali. Seorang laki-laki yang sedang mengsedih :)


Agerta : Aku tidak peduli...


? : Sudahlah lupakan. Hari ini apakah harimu sangat menyenangkan?


Agerta : Untuk apa kamu bertanya soal itu? Tanya Agerta yang seketika tidak senang ditanya tentang hal tersebut.


? : Apakah aku salah jika aku bertanya seperti itu?


Agerta : Iya memang salah. Akan lebih baik jika kamu tidak pernah menanyakannya lagi.


? : Kenapa? Apakah hari ini kamu ada masalah?


Agerta : Bukan urusanmu....


.....


? : Jika kamu ada masalah cobalah untuk menceritakannya kepadaku, aku berjanji tidak akan memberitahu siapapun.


Agerta yang masih terlihat sangat ragu untuk bercerita kepada laki-laki misterius tersebut.


? : Kalau kamu tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa.


Agerta : Enngg...Baiklah aku akan memberitahumu, tapi berjanjilah terlebih dahulu untuk tidak memberitahukan siapapun.


? : Baiklah aku berjanji.


Agerta : Jadi seperti ini.....


...40 Menit Kemudian...


Agerta : Jadi seperti itulah. Huft~~ Untuk saat ini aku masih tidak tahu apa yang harus kulakukan. Ini benar-benar berat.


? : Disaat kamu sedang bercerita tadi kamu menyebutkan nama Jin Ae bukan?


Agerta : Hmm? Iya ada apa?


? : Sebaiknya kamu menjauh saja darinya.


Agerta : Jangankan menjauh! Jika dapat aku tidak akan pernah lagi bertemu dengannya seumur hidupku! Apakah keluarga Jun sudah buta?! Kenapa bisa memilih wanita seperti itu untuk dijadikan nyonya besar?! Jika dia sudah menjadi nyonya besar keluarga Jun kiamat sudah. Jelas Agerta dengan sangat marah.


? : Be benar...keluarga Jun memang sudah buta ya ha ha ha. Berbicara dengan sangat gugup.


? : Tapi...apakah kamu tidak ada keinginan untuk menjadi nyonya besar? Kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan, dan kamu tidak akan kekurangan apa pun.


Agerta : Kehidupanku yang biasa saja seperti ini sudah membuat ku sangat bahagia dan bersyukur, aku lebih memilih hidup yang seperti ini sederhana tapi bisa membuatku bahagia. Tidak ada gunanya bagiku berambisi untuk menjadi nyonya, aku ingin jauh yang namanya masalah politik mau pun keluarga.


? : Aku benar benar sangat kagum denganmu bisa untuk tidak berambisi seperti itu. Tapi....bagaimana jika aku benar benar menjadi suamimu Agerta?


...------------------------------------...


...Author ingin meminta maaf kepada pemabaca setia novel "My Dreams Has Come True" karena telat update. Akhir-akhir ini Author mengalami depresi berat jadi Author mohon maaf yang sebesar-besarnya ya...


...Dan juga Author minta maaf jika ada typo...


...♡Salam Dari Author Untuk Semuanya♡...


...~SELAMAT MEMBACA~...