
Di saat tertidur Agerta memimpikan laki-laki itu lagi, tapi kali ini dialah yang duluan menghampiri ku dia semakin lama semakin mendekat dengan ku dan aku pun tidak bisa bergerak sama sekali mulut ku juga tidak dapat terbuka untuk berbicara, aku semakin lama semakin panik namun mimpi itu berakhir karena saat itu perasaan ku benar-benar bercampur aduk aku merasakan kepanikan dan ketakutan yang amat mencekam. Aku bangun dalam keadaan terengah-engah dengan bercucuran keringat dingin seluruh tubuh ku dipenuhi dengan keringat dingin. Ketika bangun aku langsung mengambil hp untuk melihat pukul berapakah sekarang dan ternyata pukul sudah menunjukan 07.10, aku pun bergegas bersiap-siap untuk pergi kerja tidak baik terlambat datang kerja pada hari kedua masuk kerja.
...35 menit kemudian...
Ketika aku ingin keluar rumah untuk berangkat kerja ternyata Felincia sudah menunggu ku aku pun terkejut melihat Felincia.
"KYAA" aku yang hampir terjatuh karena Felincia berdiri tepat di depan pintu rumah ku.
"AGERTA…! kamu ngk papa? maaf Agerta karena aku sudah mengangetkan mu" Felincia yang juga terkejut karena Agerta yang hampir terjatuh itu dia merasa bersalah pada Agerta.
"Iya aku ngk papa… aku cuma terkejut aja kok, lagi kamu kok ngk ada ketuk pintu sih?" Agerta yang berbicara kepada Felincia dan sedikit mengerutkan dahinya itu.
"Maaf Agerta rencana nya aku mau ketuk pintu kamu tapi kamunya udah buka pintu duluan jadi…aku ngk sempat ketuk pintu kamu, aku juga baru datang untuk jemput kamu pergi kerja bareng" Felincia yang berbicara sambil menunjukan ekspresi murung dan rasa bersalahnya pada Agerta.
"Huft~~~ sudahlah lupakan kejadian tadi ayo kita berangkat kerja sekarang nanti kita bisa terlambat, ayo Felincia" Agerta yang tadinya hampir marah karena kelakuan sahabat konyol nya itu tadi tiba-tiba merasa lega karena Felincia sudah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ayo Agerta, kita berangkat" Felincia yang merasa lega karena telah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Kami pun berangkat kerja bersama, setelah berjalan cukup jauh akhirnya aku dan Felincia sampai di kantor kami langsung masuk dan duduk di tempat kami masing-masing. ketika aku sedang berjalan ke tempat duduk aku tidak sengaja mendengar pembicaraan karyawan lain yang sedang membicara kan atasan pemilik perusahaan tersebut.
Pelaku 1 "Hey... kamu udah lihat belum wajah presdir pemilik perusahaan ini?
Pelaku 2 "Belum sih tapi… yang banyak aku dengar dari orang lain katanya presdir pemilik perusahaan ini ganteng banget"
Pelaku 1 "Benarkah? Wahhh kesempatan nih! bisa dekatin presdirnya"
Pelaku 3 "Coba saja kalau kau bisa, hmp! Apakah kau tidak pernah dengar bahwa presdir pemilik perusahaan ini sangat kejam dan sangat dingin"
Pelaku 2 "Hahahah…! kasihan ngk ada kesempatan tuh"
Pelaku 1 "Benarkah?! tapi kenapa presdir kita tidak pernah datang kemari untuk melihat karyawan nya ya?"
Pelaku 3 "Mungkin presdir kita banyak kerjaan"
Pelaku 2 "Bisa jadi… baik kalau begitu kita lanjutkan kerja kita nanti bisa-bisa gaji kita dikurangi karena berbicara saat jam kerja
Aku yang tidak sengaja mendengar pembicaraan karyawan tersebut langsung tersentak karena mendengar kata kejam dan dingin. Karena aku tidak ingin mendengarnya lagi aku langsung berjalan ke tempat duduk ku dan langsung bekerja, Tidak lama kemudian menejer perusahaan datang kepada ku untuk diminta tolong buatkan proposal untuk meeting untuk besok.
"Kamu pasti Agerta karyawan baru itu kan?" Tanya menejer tersebut.
"Ah… iya pak saya Agerta karyawan baru di sini" Jawab Agerta yang langsung panik ketika di datangi oleh menejer tersebut.
"Tolong buatkan proposal untuk meeting besok pagi ya"
"Proposal pak?" Tanya Agerta yang sedang kebingungan.
"Iya… Tolong dibuatkan dan besok pagi datang ke ruangan saya berikan proposal itu kepada saya apakah kamu mengerti?" tanya tegas menejer tersebut..
"I iya pak saya mengerti!" Jawab Agerta dengan gugup.
"Baik saya tinggal dulu… Permisi"
Agerta yang langsung terduduk karena sangking tegangnya.
"Aduh... Tadi itu tegang sekali padahal hanya ingin meminta tolong buatkan proposal saja" Dalam batin Agerta.
"Hah~~ mungkin hari ini aku akan lembur sampai malam" Dalam batin.
Tak terasa hari sudah semakin gelap, semua karyawan bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing begitu juga dengan Felincia, Tidak lama kemudian Felincia datang ke tempat duduk ku bekerja.
"Ger kamu kok belum pulang?" Tanya Felincia sambil kebingungan.
"Oh... Ini Fel aku hari ini ada lembur soalnya aku lagi buat proposal untuk meeting besok pagi"
"Jadi… Aku pulang sendirian nih?!" Felincia yang mau marah karena Agerta diberi lembur kerja oleh menejernya.
"Ah iya… Fel kamu pulang naik taxi aja ya nanti kalau aku udah pulang lembur aku kabarin kok tenang aja" Agerta yang hanya bisa mengandalkan senyuman itu agar Felincia tidak khawatir padanya.
"Serius? Kamu ngk mau aku tungguin?" Tanya Felincia sambil memasang ekspresi murung.
"Ngk perlu kamu pulang aja dulu istirahat besok masih masuk kerja kan?"
"Iya-iya tapi kamu harus kabarin aku ya kalau kamu udah pulang dari lembur"
"Iya" Jawab Agerta sambil tersenyum kepada Felincia.
"Baiklah kalau begitu aku duluan kamu juga nanti pulang nya harus hati-hati ya" Jawab Felincia yang sambil berjalan ke arah lift.
"Oke" Jawab Agerta sambil tersenyum.
"Tinggal aku sendirian yah?" Dalam batin Agerta.
"Baiklah kalau begitu ayo kita buat proposal nya sekarang! Semangat Agerta kamu pasti bisa!" Dalam batin Agerta.
Tidak terasa pukul sudah menunjukan jam 10 malam.
"Akhirnya selesai juga proposal untuk besok pagi saatnya aku pulang ke rumah" Berbicara dengan hati senang.
Agerta pun bersiap untuk pulang ke rumahnya, ia berjalan ke arah lift tersebut setelah keluar dari lift ia langsung berjalan ke pintu keluar kantornya. Ia duduk di tempat duduk yang sudah disiapkan di tepi jalan itu sambil menunggu taxi yang lewat. Agerta mengira ia sudah melupakan pembicaraan ketiga karyawan yang tadi siang, namun pembicaraan karyawan tadi siang membuat Agerta penasaran siapa presdir pemilik perusahaan ini, yang paling ia ingat adalah ketika karyawan tersebut menyebutkan dingin dan kejam itu yang membuatnya sedikit takut dengan presdir tersebut.
"Tapi apakah rumor tersebut benar atau tidak?" Tanya Agerta yang bingung kepada diri sendiri.
"Hmp!...lagi kenapa aku bisa memikirkan rumor itu ya ? Sudahlah lupakan itu sebaiknya aku tunggu taxi aja dari pada memikirkan yang tidak-tidak tentang orang lain" Cetus Agerta.
Tak lama kemudian ada taxi yang lewat dan ia pun langsung melambaikan tangannya agar taxi tersebut bisa berhenti, taxi tersebut berhenti karena Agerta melambaikan tangannya. Setelah Agerta masuk ke taxi ia meminta agar supir taxi tersebut bisa cepat mengantarkan nya pulang dan supir taxi pun mengikuti kata-kata Agerta. Karena rumah Agerta ada di gang Agerta menyuruh supir taxi tersebut berhenti di depan saja. Setelah membayar taxi tersebut Agerta pun turun dari taxi dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya itu.
"Akhirnya sampai rumah juga… lelah sekali" melas Agerta yang merasa dirinya benar benar sangat lelah.
Agerta pun langsung masuk dan menutup pintu rumahnya karena sangat lelah ia pun langsung tertidur di sofa tanpa membersihkan badan terlebih dahulu. Dan ia juga lupa kalau ia seharusnya memberikan kabar kepada Felincia bahwa ia sudah sampai ke rumah dengan selamat. Agerta langsung tertidur dengan lelapnya tanpa mempedulikan siapa pun.
Kali ini laki-laki itu tidak ada di mimpi ku. Ada apa sebenarnya ini?