My Dream Has Come True

My Dream Has Come True
BAB 6 Pertemuan Pertama



Pada pagi harinya Agerta terbangun dari tidurnya dengan seluruh tubuh dipenuhi oleh keringat dingin. Dia masih teringat dengan kata kata laki laki tersebut. Karena tidak ingin memikirkan hal hal yang tidak tidak ia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


"Hah~ mimpi itu selalu saja membuatku mati ketakutan sebenarnya siapa laki laki itu hah?! Lama lama aku jadi kesal" Cetus Agerta.


"Sudahlah aku hanya bisa berharap agar mimpi itu tidak muncul lagi di dalam pikiranku"


"Tapi orang penting apa yang dia maksud? Semenjak aku tamat SMA aku tidak lagi mengingat apa pun"


Setelah ia berbicara sendiri di dalam kamar mandi Agerta pun keluar dan turun ke bawah untuk membuat sarapan.


"KLANG KLANG" Bunyi suara memasak.


"TUK TUK TUK"


...30 Menit Kemudian...


"Fiuh~ akhirnya selesai juga aku hanya tinggal membangun kan si tukang tidur itu saja"


Agerta pun berjalan ke atas untuk membangunkan Felincia yang sekarang masih tertidur sangat pulas.


"Oi bangun cuci muka terus turun ke bawah sarapan nya udah aku buat ntar keburu dingin" Agerta yang berbicara sambil menggoyang goyangkan badan Felincia.


"Hmmm... Iya iya bentar lagi aku turun" Felincia yang sedikit terganggu oleh Agerta.


"Ham hum ham hum cepat cuci muka sikat gigi lalu turun ke bawah jika kamu ngak datang dalam 5 menit sarapannya aku yang habisi semuanya" Agerta yang mencoba untuk mengancam Felincia si tukang tidur itu tersebut.


"Iya iya nih aku cuci muka dulu tapi jangan dihabisi sarapannya" Jawab Felincia yang sedikit agak kesal.


"Yaudah gih cepat cuci mukanya aku tunggu di bawah jangan lama lama"


Felincia pun berajak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Agerta juga turun ke bawah untuk menunggu Felincia turun.


"Benar benar seperti babi hah~" Keluh Agerta.


Tidak lama kemudian Felincia turun.


"TAK TAK TAK" Suara langkah kaki.


"Di mana sarapanku?" Tanya Felincia.


"Noh ada diatas meja makan" Jawab Agerta dengan muka datar.


"Oh Oghey"


"Hmm?"


"Ada apa?" Tanya Agerta.


"Kamu ngak sarapan Ger?"


"Aku udah makan, pas kamu ke kamar mandi tadi aku langsung makan sarapanku nanti sarapanku dingin" Jawab Agerta.


"Ah...sayang banget aku jadi makan sendiri deh" Felincia yang berbicara dengan nada sedikit lebay.


"Dasar lebay" Jawab Agerta dengan nada pelan.


Karena tidak ingin berlama lama Felincia pun langsung memakan sarapannya yang sudah agak dingin itu.


"DING" Bunyi suara notification dari hp Agerta.


"Hm? Siapa?" Tanya Agerta dengan heran.


Agerta membalikan hp nya dan melihat siapa yang mengirim notification kepadanya.


Hee Young : Gimana kabarmu hah?


"Kenapa orang ini mengechatku lagu hah?! Dasar meresahkan" Agerta yang menggerutu di dalam batin.


Agerta : Kabar aku baik kok :).


Agerta : Lagi nunggu seseorang -_-


Agerta yang berencana untuk mengerjainya.


Hee Young : SIAPA?! APAKAH DIA LAKI LAKI ATAU PEREMPUAN?!


Agerta : Eh???


Hee Young : Ehem Maksudku apakah yang kamu tunggu itu laki laki atau perempuan?


Agerta : Perempuan...


Hee Young : Untunglah...


Agerta : Untunglah apa?


Hee Young : Ngk kok bukan apa apa


Hee Young : Kalau begitu aku off dulu kamu lanjutkan saja kegiatanmu itu.


Agerta : Eh iya kalau begitu aku juga off dah.


Aku harus memperketat keamanannya agar tidak ada laki laki yang bisa mendekatinya lihat saja jika ada laki laki yang mendekatinya jangan harap bisa selamat.


...Di Tempat Agerta...


"Dasar laki laki aneh" Cetus Agerta.


"Ger ada apa kok kayak kesal gitu?" Tanya Felincia dengan heran.


"Waktu itu ada laki laki yang dapat nomor aku, lalu dia ngechat aku namanya Hee Young tapi dia sedikit mencurigakan barusan dia ngechat aku jadi karena bosan ngeladenin dia aku berencana untuk mengerjainya aku bilang bahwa aku menunggu seseorang tapi reaksinya aneh sekali dia marah ketika aku bilang menunggu seseorang dan dia pun bertanya balik laki laki atau perempuan yang kamu tunggu aku merasa ada yang aneh dengannya" Agerta yang menceritakan semua kejadiannya kepada Felincia.


"Ger kamu harus hati hati dengan orang itu jika kamu ngk mau kenapa kenapa lebih baik kamu masukan saja nomornya ke daftar hitam biar kamu tenang" Felincia berbicara dengan nada sedikit tinggi karena mencemasi Agerta.


"Hmm" Jawab Agerta yang sedikit ragu.


"Baiklah lupakan yang tadi sekarang nikmati hari libur yang cerah ini" Felincia mengalihkan topik pembicaraan agar Agerta tidak merasa cemas.


"Ok"


Hari ini mereka berdua berencana untuk pergi berbelanja karena libur mereka masih panjang.


Setibanya di mall mereka langsung memilih baju yang cocok untuk mereka habis membeli baju mereka berkeliling untuk melihat melihat.


"BRUK" Suara tabrakan.


"Aduh sakit..." Keluh Agerta.


"Ah! maaf aku ngak sengaja aku benar benar minta maaf" Berbicara sambil membungkukkan badan.


"Kalau jalan pakai mata dong" Felincia yang berbicara sambil tersenyum ramah karena ia tidak bisa mengamuk di depan umum.


"Sudah Fel aku ngak apa apa kok aku cuma terkilir sedikit aja kok besok palingan udah sembuh" Agerta berbicara sambil menahan sakit.


Lalu Felincia membantu Agerta berdiri dan memapahnya ke tempat duduk.


"Nih pergilah ke rumah sakit"


"Apa apaan ini kamu memberikan kami kartu hitam hanya untuk ini? Jika kamu kaya lebih baik itu kamu simpan saja kami juga punya uang kami bukanlah pengemis" Jawab Agerta yang sedikit agak meninggikan nada bicaranya.


Lalu Felincia menanyakan siapa namanya.


"Siapa namamu hah?!" Tanya Felincia dengan nada tegas.


"Namaku adalah Hee Young"


"!!!!!"