
Kali ini Agerta merasa sangat aneh dengan mimpi nya itu sebab kali ini lelaki misterius itu tidak ada muncul di mimpi nya tetapi ia tetap melanjutkan tidurnya.
Tidak terasa pukul sudah menunjukan 07.50 Agerta sangat terkejut karena ia baru saja terbangun dari tidurnya itu dan ia secepat mungkin bersiap siap untuk pergi ke kantornya.
Setelah siap, Agerta pun langsung berlari ke pintu keluar rumahnya ia sangat panik karena hari ini Agerta telah berjanji kepada menejer nya untuk mengumpulkan proposal pagi ini, ia berlari secepat mungkin untuk sampai ke kantor. Agerta pun telah sampai ke kantor tempat ia bekerja ia langsung masuk dan duduk di tempat duduknya tidak sampai di situ agerta masih ada kerjaan yaitu mengantarkan proposal kepada menejernya, Agerta langsung berlari ke ruangan menejernya untuk mengantarkan proposalnya itu, setelah sampai di depan pintu ruangan menejernya ia mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Tok tok tok… Permisi" Agerta yang sangat panik karena telat mengumpulkan proposalnya itu.
"Iya masuk" Jawab menejernya dingin.
"Klek… Pak maaf kan saya pak, karena telat mengumpulkan proposalnya pagi ini" Agerta yang berbicara sambil terengah engah karena kelelahan.
"Apakah kamu tahu sekarang sudah jam berapa hah?!" tanya menejer dengan tegas.
"I iya pak saya tahu"
"Baiklah karena saya tidak mau memperpanjang masalah lupakan saja kejadian pagi ini... Mana proposal yang saya minta buatkan kemarin itu?"
"I ini pak" Agerta yang berbicara dengan gugup.
"Baik letakan di sini saja nanti akan saya bawa ke ruangan meeting saya"
"Ba baik pak… Kalau begitu saya permisi keluar dulu pak… Terima Kasih"
"Hmmm..." Jawab menejer dengan dingin.
Agerta pun langsung berjalan keluar dari ruangan menejernya tersebut. Ia masih sangat panik dan merasa tegang habis keluar dari ruangan itu.
Setelah sampai di tempat duduknya Agerta langsung mengerjakan tugasnya.
"Deg-Deg-Deg…" Detak jantung Agerta yang masih berdetak sangat cepat.
"Huft~~ Tadi itu rasanya mau mati" Desah Agerta yang sangat lemas.
"Semoga saja hasil proposal yang aku buat kemarin itu bisa memuaskan"
"Oke! Saatnya bekerja!" Tegas Agerta dalam batin.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat hari sudah semakin sore, tiba-tiba agerta yang sedang bersiap siap untuk pulang kerumah nya di hampiri oleh menejernya.
"Hah…?! Ba baik pak" Jawab Agerta dengan gugup.
Agerta pun berjalan mengikuti menejernya tersebut sampai ke ruangannya.
"Agerta…"
"I iya pak?"
"Saya… sangat puas dengan proposal yang kamu buat itu, tadi ketika saya meeting semua yang ada di ruangan tersebut setuju dengan propasal yang kamu buat, ada beberapa perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita saya curiga apakah kamu pernah bekerja sebelumnya?" Tanya menejernya penasaran.
"Ah... Tidak pak saya ini baru pertama kalinya bekerja di perusahaan ini saya ini adalah lulusan SMA tahun kemarin, dan juga ini adalah hari kedua saya bekerja di perusahaan ini pak" Jelas Agerta.
"Baiklah... Saya berpikir bahwa kamu sangat lihai dalam membuat proposal ini, tapi bagaimana cara kamu membuat propasalnya? Padahal kamu baru saja masuk kerja." Tanya menejernya yang masih sangat penasaran.
"Maaf pak sebelumnya... Dari dulu impian saya memang ingin bekerja di perusahaan ini jadi saya benar-benar mendalami tentang perusahaan ini pak" Jelas Agerta yang sedikit panik.
"Oh... Jadi dari dulu kamu memang ingin bekerja disini?"
"I iya pak" Jawab Agerta yang gugup.
"Baiklah sepertinya tempat ini memang cocok untukmu bekerja, dan juga sebaiknya kamu memanggil saya menejer Feng saja."
"Baik menejer Feng"
"Oke hari sudah semakin malam sudah waktunya pulang ke rumah, kamu pulanglah dulu saya masih ada sedikit pekerjaan yang belum saya selesaikan"
"Baik saya permisi pulang dulu menejer Feng"
"Hmmm...."
Agerta langsung membalikan badanya dan berjalan ke luar ruangan menejernya tersebut.
"Huft~~ Untung saja proposal yang aku buat itu bisa memuaskan menejer Feng, tadi itu aku hampir mati ketakutan astaga Agerta kamu lemah sekali" Dalam batin Agerta.
Setelah keluar dari lift ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang sangat tinggi darinya kira-kira tinggi laki-laki itu 185 cm, tapi yang membuat Agerta penasaran adalah laki-laki itu memakai pakaian hitam dan juga memakai masker yang hanya terlihat oleh Agerta adalah mata laki-laki itu saja. Agerta merasa sangat aneh karena kenapa ada laki-laki yang berpakaian hitam diboleh kan masuk ke dalam perusahaan. Laki-laki itu juga melirik Agerta, karena Agerta di lirik oleh nya Agerta merasa sangat tidak nyaman ia langsung berlari keluar pintu kantornya setelah sampai di luar ia merasa sangat penasaran siapakah laki laki tersebut.