My Dream Has Come True

My Dream Has Come True
BAB 10 Akan Aku Dengarkan Semuanya



Pagi ini bukanlah hari biasa, hari ini Agerta akan pergi bekerja seorang diri karena Felincia masih membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya, ia masih sangat tertekan.


"Fel aku pergi berangkat kerja dulu ya. Kamu jangan kemana-mana tetaplah dirumah, nanti aku akan membawakan makanan untukmu sepulang kerja nanti" Jelas Agerta dengan lembut.


"Baiklah hati-hati di jalan jangan telat pulang" Felincia yang masih lemas berusaha untuk baik-baik saja di depan Agerta.


"Felincia jika kamu kenapa-kenapa cepat hubungi aku segera paham?"


"Baiklah aku tahu jangan khawatir, kamu fokuslah pada pekerjaanmu itu" Felincia yang berusaha agar Agerta tidak terlalu memikirkan dirinya.


"Baiklah aku pergi dulu dah~~" Agerta yang berbicara sambil menghibur Felincia agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.


"Dah~~"


"KREAK" Bunyi suara pintu.


"Dasar Agerta, dia masih saja seperti dulu dia tidak pernah berubah" Felincia yang berbicara pelan sambil tersenyum melihat Agerta berjalan.


Agerta yang berjalan sendiri ke kantor ia merasa jarak ke kantor tersebut sangat jauh, sampai-sampai Agerta hampir terjatuh karena berjalan dengan tatapan kosong.


"Rasanya jauh sekali kalau jalan sendiri coba ada Felincia pasti rasanya sangat dekat, Huft~~"


Setelah berjalan cukup lama akhirnya Agerta sampai di kantor, ia langsung masuk dan duduk di tempat duduknya. Chin Hae pun yang baru datang langsung menyapanya tapi Agerta tidak menanggapinya.


"Pagi Agerta" Chin Hae yang berbicara lembut kepada Agerta.


"Agerta?" Tanya Chin Hae dengan bingung.


"......."


"PUK, Agerta kamu kenapa?" Tanya Chin Hae sekali lagi sambil menepuk lembut bahunya Agerta.


"Ah! Iya Chin Hae maaf, ada apa?" Tanya Agerta yang sedikit linglung.


"Kamu kenapa? Dari pas aku datang kesini kamu kelihatannya melamun terus. Kamu sakit ya Agerta?" Tanya Chin Hae dengan khawatir.


"Aku ngak apa apa kok" Jawab Agerta yang berusaha untuk tenang.


"Beneran kamu ngak papa? Tapi dari tadi kok kamu melamun terus? Kamu ada masalah?" Tanya Chin Hae dengan sangat khawatir kepada Agerta.


Agerta hanya bisa terdiam ketika Chin Hae berkata seperti itu kepadanya.


"Aku ngak papa kok tenang aja kamu lanjut kerja aja dulu aku mau ke toilet sebentar" Jelas Agerta.


"Hmm...Serius ngak papa?" Tanya Chin Hae sekali lagi.


"Iya"


"Oh...Baiklah" Jawab Chin Hae yang menatap Agerta dengan penuh kekhawatiran.


Agerta pun segera berjalan menuju ke toilet, sesampainya di toilet Agerta langsung bercermin di kaca dan melihat kondisinya.


"Ada apa ini? Padahal aku cuma khawatir pada Felincia tapi kenapa aku bisa jadi seperti ini? Huft..." Agerta yang berbicara sembari menatap cermin dengan sangat serius.


"Sudahlah tidak perlu terlalu khawatir dan juga tadi aku sudah bilang kepadanya jika dia kenapa-kenapa dia akan langsung menghubungiku" Agerta yang mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya.


"Sebaiknya aku harus segera ke ruangan menejer Feng untuk meminta izin sakit Felincia"


Setelah 10 menit di toilet untuk menenangkan diri ia langsung berjalan ke ruangan menejer Feng. Tapi ketika Agerta sedang berjalan terburu-buru ke ruangan menejer Feng ia tidak sengaja menabrak seseorang.


"PRANG" Bunyi suara gelas pecah.


"Ah! Maafkan saya! Saya tidak sengaja!" Jelas Agerta sambil membungkukkan badannya ke depan dengan rasa bersalah.


"Apakah kamu adalah karyawan baru disini?" Tanya perempuan tersebut dengan dingin.


"I iya saya adalah karyawan baru disini saya baru 1 bulan lebih bekerja disini" Jawab Agerta dengan gugup, karena yang ia tabrak bukanlah karyawan sama sepertinya tapi yang ia tabrak seperti nyonya besar.


"Ternyata benar karyawan baru. Apakah kamu tahu berapa harga bajuku ini hah?!" Berbicara dengan nada tinggi.


"Sa saya tidak tahu berapa harga baju anda!" Jawab Agerta yang sekarang benar benar takut terhadap perempuan yang sedang berdiri di depan mukanya tersebut.


Orang 1 : Siapa yang berani membuat nyonya besar Jun marah?


Orang 2 : Ntahlah tapi yang aku dengar-dengar dari karyawan sebelah katanya namanya adalah Agerta karyawan baru yang baru masuk 1 bulan yang lalu.


Orang 3 : Astaga dia sekarang dalam keadaan yang sangat buruk karena telah menyinggung orang penting.


Orang 2 : Sudah- sudah jangan berbicara yang aneh-aneh kita berharap saja dia tidak diapa-apakan olehnya.


"Harga bajuku ini adalah seharga 5.850 jt dan kamu berkata tidak sengaja menyenggolku dan menumpahkan teh ke pakaianku hah?! "


"PLAK" Suara tamparan.


"Dasar karyawan tidak tahu diri"


"Dan kamu tahu aku ini siapa hah?!"


"Ti tidak saya tidak tahu anda siapa" Agerta yang menjawab sembari menahan tangis dan sakitnya tamparan dari perempuan tersebut.


"Aku adalah tunangan Min Jun presdir perusahaan ini dan namaku adalah Jin Ae nyonya Jun" Ia berbicara dengan sangat sombong kepada Agerta.


"Maafkan saya! Maafkan saya nyonya Jin Ae tadi itu saya benar-benar tidak tahu kalau anda adalah nyonya Jin Ae tunangan presdir. Saya bersalah nyonya mohon maafkan saya!" Agerta yang hampir menangis karena dari tadi ia dimarahi oleh nyonya Jin Ae.


"Hah?! Hanya kata maaf?! Tidak semudah itu! Kamu harus mengganti rugi bajuku ini!" Jin Ae yang semakin menjadi-jadi memaki Agerta di depan semua karyawan.


Agerta yang sudah terduduk lemas di lantai melihat ke sekelilingnya, ternyata semua karyawan hanya bisa melihat dirinya yang sedang dicaci maki oleh Jin Ae, tidak satu pun dari mereka yang berani menolong Agerta. Chin Hae yang mendengar suara keributan disebelah segera menuju ke asal tempat suara tersebut, betapa terkejutnya dia melihat Agerta yabg sedang dimarahi oleh tunangan Tuan Muda Min Jun alias nyonya keluar Jun, Jin Ae. Chin Hae yang melihat Agerta yang sudah terduduk lemas dilantai segera berlari kearah Agerta dan membntunya.


"AGERTA!!!" Chin Hae yang berteriak keras menyebutkan nama Agerta.


Dengan spontan Agerta pun melihat orang yang sedang memanggil dirinya, tidak disangka orang yang memanggil dirinya adalah Chin Hae yang sedang berlari kearahnya.


"Chin...Chin Hae?!" Tanya Agerta dengan suara pelan terisak-isak.


"TAP TAP TAP" Suara langkah kaki yang sedang berlari.


"DUKK, Kamu tidak apa-apa Agerta?! Apa yang sudah terjadi padamu hah?! Kenapa kamu bisa jadi seperti ini?!" Tanya Chin Hae dengan sangat khawatir, melihat Agerta yang sudah terduduk lemas dilantai membuat Chin Hae sangat marah.


"......" Agerta yang hanya bisa terdiam dan tidak mau berbicara sepatah kata pun sebab Jin Ae masih berdiri didepannya sambil mempelototinya.


"Kamu siapa?! Tiba-tiba datang dan ingin membantu dia perempuan yang tidak tahu diri itu?! Kamu ingin menjadi pahlawannya? Hahahaha!!! Memang benar ya! Semua karyawan disini memang tidak tahu malu! Aku akan mengatakan kepada Min Jun bahwa semua karyawan disini harus diganti yang jauh lebih baik kerjanya dari kalian semua!" Berbicara dengan nada tinggi.


"Heh! Coba saja jika anda berani melakukan hal itu! Kami juga bisa menuntut anda karena menghina cara kerja kami di perusahaan ini dan juga jika kami benar-benar menuntut anda, anda akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang telah anda perbuat kepada seluruh karyawan disini! Sudah banyak karyawan yang mengundurkan diri karena perbuatan anda yang tidak mengenakan! Jika presdir tahu sifat asli anda seperti ini dia tidak akan menikahi anda! Dan aku sebenarnya tahu anda dan presdir menikah karena hubungan kerja bukan karena cinta ya kan?" Jelas Chin Hae berbicara dengan nada yang tinggi.


"KAMU!!! APA HAKMU UNTUK MENCAMPURI URUSAN PRIBADIKU HAH?!" Jin Ae yang mendengar kata-kata Chin Hae membuatnya semakin sangat marah.


"Kamu tunggu saja! Penghinaan hari ini akan kubalaskan kepada kalian berdua suatu saat nanti! lihat saja aku akan menghabisi kalian berdua!" Jin Ae yang sudah kalah telak melawan kata dari Chin Hae, Jin Ae langsung berjalan meninggalkan Chin Hae dan Agerta disana.


"Hiks Hiks Hiks Chin Hae aku takut! Huuuuwaaa....." Agerta sekarang benar-benar sangat takut karena Jin Ae masih akan mengganggunya lagi.


"Sudah tidak apa-apa, jangan takut aku akan selalu disampingmu dan melindungimu jadi jangan khawatir" Chin Hae yang berbicara dengan lembut kepada Agerta sembari memeluknya.


Semua karyawan yang tadinya hanya bisa melihat Agerta dimarahi oleh Jin Ae, sekarang mereka semua membantu Agerta karena mereka semua tahu bagaimana perasaan Agerta, sebab mereka semua juga sudah mengalaminya. Chin Hae melepaskan pelukkannya dan membantu Agerta berdiri dan memapahnya ke ruang pengobatan untuk mengompres pipi Agerta yang sudah bengkak ditampar Jin Ae.


"Kamu duduk disini dulu aku akan pergi mengambil es batunya" Jelas Chin Hae dengan lembut.


"Baiklah"


...Setelah Kembali Dari Mengambil Es Batu...


"Sini biar kubantu untuk mengompresnya"


"Tidak perlu, biar aku saja yang melakukannya aku tidak mau lagi merepotkanmu"


"Tidak! Biar aku saja yang melakukannya kamu hanya boleh diam saja tidak boleh melakukan apa-apa" Jelas Chin Hae dengan tegas.


"Tapikan jika kamu terlalu lama memegang es batu tanganmu akan dingin biar aku saja" Jawab Agerta yang masih lemas.


"Tidak apa-apa aku ini laki-laki, dingin dari es batu ini belum seberapa dengan apa yang aku rasakan tadi" Jelas Chin Hae.


"Apa tadi katamu?" Tanya Agerta dengan sangat heran.


"Mhmm... Bukan apa-apa. Coba ceritakan kepadaku sebenarnya apa yang terjadi denganmu tadi?, tolong jelaskan padaku" Chin Hae yang langsung mengelak dari pertanyaan Agerta dan mencari topik lain untuk dibicarakan.


"Baiklah, sebenarnya........Bla........Bla........Bla........Bla........Bla........"


...30 Menit Kemudian...


Setelah Agerta menceritakan semuanya, apa yang telah terjadi tadi pagi dan apa yang membuatnya melamun terus tadi pagi membuat Chin Hae benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Agerta sekarang, ia takut Agerta kenapa-kenapa.


"Agerta kan sudah pernah aku katakan padamu jika kamu ada masalah tolong ceritakan kepadaku apapun itu masalahnya, biarkan aku juga ikut membantumu" Jelas Chin Hae dengan sedikit agak tegas.


"Aku hanya tidak mau merepotkan orang lain, jadi aku berfikir untuk menyelesaikannya sendiri" Jelas Agerta dengan tersenyum terpaksa.


"Jika kamu menyelesaikan masalah sendiri kamu bisa stress karena memikirkannya terus dan kamu tidak pernah merepotkanku sama sekali paham?" Jawab Chin Hae dengan serius.


"Baiklah jika itu tidak merepotkanmu sama sekali aku akan cerita kepadamu jika aku ada masalah" Jawab Agerta dengan tersenyum lembut kepada Chin Hae.


"Inilah yang aku inginkan, aku ingin sekali mendengarkanmu mengucapakan kalimat seperti ini jadi mulai sekarang kamu jangan takut dan khawatir lagi ya aku akan membantumu"


"Baiklah terima kasih Chin Hae" Jawab Agerta dengan tersenyum senang.


"Tidak perlu berterima kasih memang sudah seharusnya" :)


Setelah Agerta merasa jauh lebih baik Agerta disuruh berbaring oleh Chin Hae untuk beristirahat dan ia akan membangunkannya ketika sudah waktunya pulang, Agerta pun menuruti perkataan Chin Hae yang menyuruhnya untuk beristirahat. Melihat Agerta yang sudah tertidur membuat Chin Hae merasa sangat tenang. Chin Hae pun keluar untuk membereskan pekerjaannya sebentar dan pergi ke ruangan menejer Feng untuk membicarakan beberapa hal.


...Sore Hari...


Waktu sudah menunjukkan pukul 05.16 sore, sudah waktunya pulang Chin Hae langsung kembali ke ruang pengobatan dan membangunkan Agerta, setelah sampai Chin Hae yang melihat Agerta yang masih tertidur pulas membuat dirinya tidak tega untuk membangunkannya, tapi hari sudah sore sudah waktunya pulang.


"Agerta... Ayou bangun" Chin Hae yang berbicara lembut di telinga Agerta sambil menggoyangkan badan Agerta dengan pelan.


"Uhmm...." Agerta yang masih setengah sadar.


"Ayo bangun ini sudah waktunya pulang, ayo kita pulang" Jawab Chin Hae.


"Iya baiklah tunggu sebentar" Agerta yang menjawab masih setengah sadar.


"Dasar kucing pemalas" Chin Hae membantu Agerta duduk sambil sedikit tertawa kecil karena melihat Agerta yang bersikap seperti anak kecil.


"Ayo jangan tidur lagi"


"Iya baiklah"


Chin Hae membantu Agerta untuk berdiri dan berjalan keluar kantor bersama.


"Tunggu sebentar ini tasmu, dan meja tempat kamu bekerja tadi sudahku bereskan" Jawab Chin Hae dengan penuh ketulusan.


"Terima kasih Chin Hae" Agerta yang berbicara sambil tersenyum kepada Chin Hae.


"Sama-sama" :)


Sore itu terlihat sangat jelas sekali Agerta dan Chin Hae seperti dua orang yang sudah lama kenal, melihat mereka jalan berdua bersama semakin terlihat seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia. Sore itu akan selalu menjadi hari yang indah bagi mereka berdua.


...|Pengenalan Tokoh|...


Nama : Agerta


Umur : 18 Tahun


Tinggi : 164 Cm


Status : Single


Jabatan : Karyawan biasa di perusahaan Xxxx


 


...Question...




Apakah pada akhirnya Agerta jatuh cinta kepada Chin Hae dan menjadi pacarnya?




Lalu apakah yang terjadi jika dari awal Agerta dan Chin Hae tidak mengenal satu sama lain?