
Di SEKOLAH SMA 8 SEJAHTERA....
" kapan kapan kita belanja bareng yuk, biar nanti gue yang izin ke papa irsyad " Ajak nisa pada fanya. Mereka baru saja selesai makan di kantin, dan kini dua gadis itu melangkah hendak ke kelas.
" Loe gak capek, bilang kata kata itu muluk, dari dulu kalik loe bilang gitu, tapi hasilnya tetap sama tuh, daddy gak ngijinin kan " Fanya terkekeh mendengar ajakan nisa.. Karna itu untuk yang kesekian kalinya. Nisa selalu saja meminta izin pada irsyad untuk mengajak fanya keluar atau hanya makan di restoran , tapi hasilnya selalu sama.. Irsyad tidak pernah mengijinkan.
Untuk pulang telat pun setelah dari sekolah, irsyad selalu saja melarang.
Ancaman nya membuat nisa dan fanya benar benar menuruti, apalagi kalau bukan mengancam fanya untuk home schooling, dan fanya tidak pernah mau itu terjadi.
Bayangkan saja, awal masuk SMP, fanya sudah menjalani home schooling sampai gadis itu lulus. 3 tahun bukan waktu yang singkat bukan!? .
Dan setelah memasuki sekolah menengah atas, fanya selalu memohon dengan seribu cara agar bisa sekolah umum,. Dan bujukan nya berhasil.. Walau peraturan masih sama, fanya tidak boleh pergi kemana pun setelah pulang dari sekolah .
Menyebalkan sekali...
" Ya siapa tau, hari ini daddy lagi bahagia, dan langsung ngijinin kita pergi" Nisa juga ikut terkekeh.
" Udahlah .. Gak usah di paksain juga.. Nanti gue calling calling kalau gue mau pergi .. Oke "
" Emang loe bisa? " Tanya Nisa tak yakin.
" Bisa lah. Tunggu aja " Fanya tertawa kecil setelah itu melangkah lebih dulu dari Nisa . Nisa yang merasa di tinggal juga hendak ingin mensejajari langkah fanya.. Tapi tiba tiba...
BRRRUKKKK.
fanya yang mendengar itu langsung berbalik melihat apa yang terjadi.
Dia mendapati Nisa yang sepertinya bertabrakan dengan alex, dan di samping alex jelas juga ada Rafael, dan doni.
" Loe gak papa? " Tanya alex kemudian, beruntung, Nisa tidak terjatuh karna ia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.
" Aku gak papa kok kak " Jawab Nisa kikuk,.
" Ya udah.. Lain kali hati hati.. Oke " Titah alex tersenyum lembut .
" Loe pasti anak baru dari kelas sepuluh kan " Sangka Rafael memicingkan kedua matanya.
" I.. Iyaa kak " Jawab Nisa masih kikuk, dia begitu takut jika sudah di hadapkan dengan Rafael. Si cowok pembuat masalah, si cowok yang begitu kejam .
" Gue yakin sih, loe pasti tau siapa kita,. Well ....loe juga jelas tau kan apa yang akan loe Terima kalau berani berurusan dengan kita " Sengit Rafael menatap Nisa tajam.
" Udahlah men, dia gak sengaja juga kok" Timpal doni
" Sengaja gak sengaja itu urusan dia, yang gue tau, dia itu udah ngebuang waktu kita dengan menabrak kan dirinya ke loe lex " Kata Rafael lagi
" Nisa juga gak sengaja kan kak " Sambung seseorang kemudian. Semua menoleh, termasuk Rafael. Fanya dengan segera menghampiri Nisa, berdiri di samping sahabatnya itu, lebih tepatnya di hadapan ke tiga cowok the most wanted sekolah itu.
" Loe juga jangan ikut campur " Sergah Rafael terlihat begitu kesal .
" Mau aku bocorin kak? " Fanya mengedipkan satu matanya pada Rafael. Tangan kirinya terangkat memindahkan rambut rambut halus di bagian pipi nya itu ke belakang telinga nya. Lebih tepatnya,dia memperlihatkan jari manis yang terdapat cincin berlian yang melingkar tanda ikatan dari pernikahan mereka. Gadis itu ternyata berhasil memberi ancaman pada suami nya .
Rafael yang mendengar juga melihat itu, merasa begitu emosi, tangannya mengepal, yang mungkin sebentar lagi akan meluncur pada mangsanya.
Ia dengan segera melangkah pergi dari tempat itu, di ikuti oleh doni dan alex yang masih terlihat bingung . Bagaimana tidak, seorang Rafael tidak pernah mau mengalah pada siapa pun baik itu perempuan sekalipun, cowok itu memiliki sikap egois dan juga keras kepala. Semua yang menurut ia benar, akan ia perjuangkan sampai ia bisa menang, walau itu harus berdebat dengan kepala sekolah sekalipun .
" Kok pergi? " Nisa masih terlihat bingung dengan kepergian tiga cowok itu.
" Kebelet kali " Jawab fanya asal. Dan Nisa mengangguk pelan dengan mata yang masih menatap punggung ketiga pria itu, lebih tepatnya salah satu dari tiga pria itu.
" Secepatnya... Loe pasti bisa dapetin alex, gue janji " Bisik fanya di telinga Nisa, setelah itu, fanya pergi begitu saja meninggalkan Nisa yang masih tersenyum kecut itu.
" Impossible " Gumam Nisa tersenyum getir.
*****
DI apartement...
Seperti biasa..rafael akan selalu pulang malam dan tiba di apartement sekitar pukul 21.30 .
Di kamar, rafael tidak mendapati siapa siapa. Kamar nya kosong, tidak ada fanya yang biasanya sudah tertidur lelap di ranjang.
Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan. Tiga kata untuk keadaan kamar nya ini ' BERSIH, RAPI, HARUM ' bukan mbak ina yang membersihkan, melainkan fanya, istri kecilnya yang menyebalkan.
Tatapan Rafael berhenti pada sebuah buku agenda berbentuk diary dengan warna pink dan tertempel stiker hello kitty di buku itu.
Ukuran buku itu agak besar,tapi pas lah jika di lihat.
Dengan segera, Rafael mengambil diary itu yang terletak di tepi ranjang.
Ia membuka halaman pertama ...
Di sana tertulis nama sang pemilik.
' FANYA KAFTA DINATA '
Di halaman kedua ia menemukan sebuah lukisan anime seorang cowok dengan seorang pria yang gambar juga penampilan dari mereka masing masing terlihat berbeda, makanya Rafael menyimpulkan kalau di dalam gambar itu adalah seorang ayah dan anak..
Tepat di antara lukisan itu, masih tertera sebuah tulisan ' PERFECTING LIFE '
Rafael kembali membuka halaman ke tiga..
Ia sedikit terkejut melihat nama alex berada di dalamnya.
' NISA DAN KAK ALEX MENJADI SEPASANG KEKASIH '
itulah isi dari halaman yang ke tiga.
" Alex yang mana nih? " Gumam Rafael penasaran.
" Udah pulang kak? " Sembur seseorang dengan tiba tiba, Rafael sontak menoleh , ia mendapati fanya yang baru keluar dari kamar mandi dengan piyama tidur yang sudah menempel di tubuhnya, tangan kanan gadis itu memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
Rafael masih diam, entah dia terlalu kaget atau apa ..
" Gak ada kerjaan loe yaa, nulis hal yang gak berfaedah kaya gini " Ketus Rafael kembali melempar diary itu asal ke tempat semula nya.
" Itu berfaedah banget buat fanya, sangat berguna " Gumam fanya pelan, namun masih jelas tertangkap di telinga Rafael.
" Dan aku butuh bantuan kakak " Lanjut fanya lagi dengan wajah binarnya, ia dengan cepat melangkah ke Rafael dan duduk di tepi ranjang samping diary itu, tepat di hadapan Rafael yang masih berdiri. " Nisa suka ke kak alex, dia ingin jadi pacar kak alex, dan hanya kak Arga yang bisa bantuin fanya buat nyatuin mereka " Lirih fanya lagi.
" Jangan sama gue.. Ke yang lain aja " Cetus Rafael lagi .
" Tapi cuma kakak yang bisa bantuin fanya, fanya mohon.. Hanya kakak yang fanya punya sekarang, setelah daddy tepatnya. " Lirih fanya dengan wajah memelas nya.
Rafael tak bergeming, ia malah dengan santainya berpangku tangan di depan dada.
" Tadi aja loe bisa ngancem gue, kenapa sekarang malah mau minta bantuan gue " Rafael tersenyum sarkas.
" Kaka baper amat sih,..lagian tadi fanya ngelakuin itu karna kasian sama Nisa, dia ketakutan gitu liat ekspresi kakak " Jelas fanya memperlihatkan puppy eyes-nya itu pada Rafael
" Dan gue gak peduli " Tukas Rafael hendak pergi, namun dengan segera fanya memegang pergelangan tangan Rafael, dia juga ikut berdiri.
" Kakak tau.. Semua yang ada di diary fanya itu semua bucket list fanya. Dan hanya kakak yang fanya harapkan untuk bisa ngabulin itu semua.. Fanya setuju menikah dengan kakak pun demi ini semua, demi kebebasan fanya, kalaupun kita gak nikah, kakak gak akan pernah mau ngelirik fanya sekalipun.. Iya kan kak.. Dan sekarang, hanya kakak yang bisa bantuin fanya, tolongg.. Jika semua harapan fanya itu bisa terkabul, maka fanya siap jika harus kakak ceraikan ,.. Fanya mohon " Pinta fanya panjang lebar dengan mata yang sudah berkaca kaca, tapi masih ia tahan.
" Oke.. Gue bantu loe buat nyatuin alex sama Nisa " Ujar Rafael dingin. Ia bisa secepatnya bebas dari gadis itu.. Dan dengan segera menceraikan nya.
" Terima kasih Kak " Fanya berucap pelan. Gadis itu kemudian melepas genggaman nya dari Rafael, dan melangkah naik ke atas ranjang membaringkan tubuhnya dengan posisi miring.. Menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Hanya pada saat seperti itu dia bisa menangis,.
Dalam diam....
*****
" Kak Arga beneran bisa bantuin Nisa kan kak ? " Tanya fanya tak yakin.
Pasalnya pagi ini mereka sudah ada di ruang makan , dan sarapan bersama.
Yaa untuk kali ini Rafael bangun pagi, lebih tepatnya fanya yang memaksanya.
Dia selalu mengancam Rafael dengan ancaman yang berhasil membuat Rafael mengalah.
" Iyaa santai aja " Jawab Rafael datar.
****
Di sekolah...
" Ke atap sekarang " Titah Rafael saat kedua sahabatnya itu sudah menunggunya di parkiran.
" Sodanya udah lu bawa kan? " Tanya alex pada doni, dan doni hanya mengangguk singkat.
Saat lewat di depan berbagai kelas.. Ke tiga pria itu selalu mendapat tatapan kagum dari para kaum wanita.
" Hai " Sapa Rafael pada salah satu siswi yang tengah memperbaiki tali sepatunya itu. Gadis itu mendongak. Ia menganga menatap malaikat tak bersayap yang menurutnya turun untuk menjaganya.
" Hai " Balas gadis itu memberikan senyum manisnya.
" Anak baru yaa? " Tanya Rafael lagi, dan gadis itu hanya mengangguk.
" Sikat men " Bisik alex juga.
" Nanti malem, kencan yuk " Ajak Rafael langsung.
" Boleh " Jawab gadis itu sumringah.
" Oke " Dengan santai nya Rafael kembali melangkah kan kakinya menuju ke base camp di ikuti oleh kedua sahabatnya.
. _._._._._._.
" Lex " Panggil Rafael pelan..
" Hemm " Alex menjawab singkat karna masih fokus pada game yang di mainkan nya itu..
Dan doni, cowok itu seperti biasa, selalu menyimak apa yang di bicarakan oleh sahabatnya.
" Mau taruhan nggak? " Tawar Rafael lagi. Alex langsung beralih menatap ke arah Rafael.
" Males ah, gue selalu aja kalah dari loe, ujung ujung nya gue yang rugi " Desis Alex mencibir.
" Kali ini, gue jamin, loe yang bakal menang " Ucap Rafael mantap .
" Oke.. Oke " Alex menyetujui.
" Don, loe ikut gak? " Tanya Rafael menawar
" Males gue " Celetuk doni singkat.
" Oke... Jadi gini lex, gue liat, nisa anak baru yang kemaren loe tabrak itu. Sepertinya dia suka deh sama loe " Kata Rafael memulai.
" Terus? " Alex bertanya tanpa ada gairah sedikitpun dari wajah tampan nya itu.
" Kalau loe bisa dapetin dia, dan jadiin dia sebagai cewek loe, gue bakal traktir loe apapun selama sebulan ke depan " Tantang Rafael dengan santainya.
" Seriusan nih?? Tapi kalau tuh cewek gak mau gimana? Terus, masak iyaa gue pacaran sama dia ? " Cerocos Alex bertanya.
" Dasar Monyet . Seenaknya aja ngasih pertanyaan beruntun " Sembur Kesal Rafael .
" Tuh cewek pasti mau.. Dan batas pacaran loe sama dia itu cuma sebulan doang kok, gak lama, kalau gak mau yaa gak papa, gue tau loe takut kalah kan " Rafael tertawa meledek.
" Oke.. Oke.. Gue mau, kapan? " Tanya Alex langsung
" Besok ..setelah istirahat " Jawab Rafael singkat.
" Baiklah "