My Cute Wife

My Cute Wife
WOWWW



Di sebuah restoran terbesar di jakarta, dua keluarga besar sedang makan malam bersama, itu bukanlah makan malam biasa, tujuan mereka mengadakan makan malam tersebut adalah untuk membahas acara perjodohan anak mereka .


Suasana terasa begitu hangat, dengan seorang pria empat puluh tahunan duduk dengan senyum merekah di samping seorang gadis yang terlihat begitu ceria, sedangkan di hadapan mereka ada seorang pria seumuran dengan pria tadi juga wanita yang tak lain adalah istrinya , mereka tak kalah dengan senyum hangat nya di bibir mereka, lain halnya dengan seorang cowok seumuran dengan sang gadis, wajahnya terlihat begitu kesal, ia terus saja menggerutu dalam batinnya sendiri. Menatap tak suka pada gadis yang duduk di hadapannya dengan batas meja di antara mereka.


" Jadi, apakah fanya mau menikah dengan Rafael? " Tanya lia, istri dari halil, juga ibu dari rafael, iyaa, Rafael..


Rafael yang akan di jodohkan dengan seorang fanya, gadis yang sangat tidak di sukai Rafael .


Awalnya Rafael menolak keras, ia sangat tidak setuju dengan perjodohan ini, tapi halil mengancam nya akan mengambil semua fasilitas yang di miliki Rafael juga tak segan akan mengusir Rafael dari rumah dan menghapus nama Rafael dari kartu keluarga.


Rafael yang jelas jelas tidak bisa hidup susah itu mana bisa melawan ancaman halil, bukan ancaman, lebih tepatnya akan benar benar terjadi jika Rafael menolak keinginannya.


Rafael terpaksa menerima perjodohan itu, dengan syarat, pernikahan mereka di rahasia kan di depan publik. Dan semua menyetujui termasuk irsyad, ayah dari fanya.


" Iyaa tante " Jawab fanya antusias.. Senyum di bibir gadis itu selalu mengembang. Sangat cute..


Sementara Rafael, dia terus menatap tajam fanya yang dengan mudah menerima perjodohan ini.


" Jadi, kapan pernikahan ini bisa di langsungkan syad " Tanya halil kemudian pada irsyad.


" Aku serahkan semua pada mu halil " Jawab irsyad tersenyum .


" Bagaimana kalau minggu depan saja, lebih cepat lebih baik " Timpal lia antusias.


" Boleh juga " Kata halil langsung, dan irsyad mengangguk cepat.


Perjodohan ini di lakukan semata karena irsyad dan halil telah membuat janji untuk menjodohkan anak mereka kelak saat anak2 nya sudah beranjak dewasa..


Namun karna kelakuan Rafael yang selalu bikin naik darah itu membuat halil dengan segera mengambil keputusan untuk segera menikahkan Rafael dengan fanya secepat mungkin, dia berharap, Rafael bisa segera berubah setelah dia menikah,.


Irsyad menyetujui itu juga karena melihat keadaan fanya sekarang, dengan begitu, yang menjaga fanya bukan hanya dirinya, tetapi juga ada Rafael yang bisa menjaga putrinya itu saat di sekolah sekalipun.


Suasana di antara mereka terlihat semakin hangat dan penuh dengan canda tawa..


Namun tidak untuk Rafael,. Cowok itu hanya memainkan ponselnya karena begitu bosan berada di antara orang orang yang menurutnya begitu alay itu.


*****


" Berarti seminggu lagi fanya bisa di apartemen kan dad? " Tanya fanya dengan mata binarnya.


" Iyaa sayang, tapi dengan Rafael " Jawab irsyad lembut.


" Yaa gak papa lah , yang penting fanya bisa tinggal di apartemen dan ngelakuin apa aja yang fanya suka " Kata fanya lagi.


" Tapi Kalau fanya tidak bisa menjaga diri fanya, daddy gak akan segan segan untuk ngembaliin fanya ke sini " Tutur irsyad memperingati.


" Oke.. Siap! " Gadis itu begitu bersemangat.


" Daddy tau?? Fanya sangat rindu dengan masa masa di mana fanya bisa keluar sesuka hati fanya, di mana fanya bisa pergi ke taman wahana hanya untuk bermain main, fanya benar benar rindu semuanya dad, semuanya.. " Lanjut fanya dengan tawa pelannya.


" Maafkan daddy sayang, daddy ngelarang kamu karna daddy benar benar khawatir, daddy tidak bisa menjaga fanya selama seharian bukan? Makanya hanya itu pilihan agar fanya tetap aman " Ujar irsyad dengan mata yang sudah berkaca kaca. Lain dengan fanya, gadis itu malah mengangguk dengan senyum manis, kemudian ia dengan cepat memeluk ayahnya itu dengan begitu eratnya.


_._._._._._


Di sebuah club, tiga orang pemuda sedang asik bergulum dengan dunianya, lebih tepatnya di sebuah ruangan VIP,


Siapa lagi kalau bukan doni, Rafael, dan alex..


Sementara doni, ia juga sama seperti alex, tapi ia hanya menghabiskan satu botol minuman beralkohol itu saja.


Dan Rafael, cowok itu jangan di tanya setelah acara makan malam tentang perjodohan nya itu, Rafael benar benar uring uringan, dia terus saja melamun, bahkan saat ini pun tatapan nya kosong, gelas kecil yang di genggamnya itu, ia remas dengan kuat menggunakan tangannya itu,. Emosinya ia luapin dengan gelas beling kecil di genggamannya itu,.


" Napa lu? " Tanya doni yang merasakan perubahan pada Rafael. Yang di tanya malah tak bergeming.


" Mikirin adek loe mungkin " Timpal alex dengan tawa meledeknya.


" Bacot " Hanya itu yang keluar dari mulut Rafael.


" Ehh atau nggak, Loe lagi mikirin fanya itu yaa? " Goda alex lagi, ia masih sadar walau terkadang tatapannya teler.


Mendengar nama fanya di sebut, emosi Rafael kembali meledak, remasan pada gelas beling itu makin kuat, rahang nya mengeras karna begitu marah, jangan lupakan sorot mata tajam dengan warna merah yang sudah menyala..


Sontak, gelas beling yang di genggam oleh Rafael, langsung hancur seketika menjadi pecahan kecil..


Alex terbelalak kaget, termasuk doni, ia membulatkan bola matanya dengan sempurna melihat beling beling di tangan sahabatnya itu..


Darah segar terus mengalir dari tangan Rafael. Cowok itu sama sekali tak merasakan sakit, ada rasa lega dalam dirinya karna emosinya sudah ia lampiaskan pada gelas tak bernyawa itu.


" Woww " Gumam alex yang masih terlihat tak percaya, ia sering melihat adegan itu di film film yang di tonton nya, tapi sekarang, sepertinya Rafael juga ikut berakting seperti mereka,. Tapi ini... Sungguh nyata, mulut alex masih menganga menatap sahabat nya itu.


Sementara doni, dia dengan segera membersihkan beling beling itu dari tangan Rafael, karna Rafael masih tetap sama, tak bergeming sama sekali, ia hanya tersenyum sarkas melihat keadaan tangannya.


" Loe gilak yaa, apa yang loe lakuin, hah?" Sentak doni yang terlihat khawatir, ia dengan telaten membersihkan luka di tangan Rafael, walau hasilnya sama, darah itu terus mengalir dari tangan putih.


" Ke rumah sakit aja " Sambung alex yang sudah tersadar itu .


Doni mengangguk..


Mereka dengan segera memapah tubuh Rafael, dengan alex yg berada di samping kiri Rafael, dan doni samping kanan Rafael.


*****


Rafael keluar dari ruang rawat dengan wajah santainya. Ia masih mendapati alex dan doni yang menunggunya di luar.


Alex segera menoleh ke arah Rafael yang sudah berdiri di hadapannya, tangan Rafael sudah di perban .


" Masih sakit gak? " Tanya doni


" Udah nggak, santai aja " Jawab Rafael asal..


Mereka melangkah kan kakinya menuju ke parkiran.


" Gue jadi kasian sama gelas nya, dia kan gak salah " Celetuk alex menyeleneh.


" *** loe " Sembur Rafael kesal.


" Loe juga, ngapain sok sok an mecahin gelas itu? Mau terlihat keren?? Yayaya semua orang tau loe emang keren,. Tapi juga gak waras tau gak " Omel doni datar.


" Dengerin tuh " Timpal alex dengan tertawa meledek. Dan Rafael, dia masih bersikap bodo amat dengan omelan kedua sahabatnya itu.


😘😘😘😘😘😘