
Rafael memperhatikan gadis yang sudah ia nikahi beberapa jam yang lalu..
Gadis itu masih terlihat begitu bahagia di depan cermin dengan tangan yang terus sibuk membersihkan make up di wajah putih nya itu.
Beberapa waktu lalu benar benar waktu yang sangat Rafael benci, hari yang sangat tidak ia sukai, dan tanggal yang sangat tidak di inginkan .
Kenapa tidak, !?pernikahan muda yang tidak pernah terlintas di pikirannya berjalan lancar beberapa jam yang lalu, walau ada sedikit kelegaan di hatinya, karna halil menurutinya untuk merahasiakan pernikahan ini, dan mereka hanya mengundang beberapa kerabat dekat, juga kolega di pihak masing masing. Tidak ada yang mengenal Rafael juga fanya . Tidak ada sama sekali.
Saat ini, mereka sudah tinggal di apartemen luas juga begitu mewah milik keluarga Rafael..
Irsyad juga menggunakan jasa pelayan untuk membantu kebutuhan fanya.
Sialnya juga, halil memperingati Rafael untuk satu kamar dengan fanya tanpa ada penolakan sekalipun, bukan hanya Rafael, fanya juga di ancam untuk memberi tahu apa saja kesalahan Rafael, bebas mengadu jika Rafael tidak menuruti kemauan gadis itu. Lain dengan Rafael yang merasa jengkel, fanya malah begitu senang dengan peringatan dari halil, untuk itu, dia bisa dengan mudah meminta sesuatu pada Rafael, pria yang saat ini sudah menjadi suaminya.
" Kak Arga....Aku kesulitan membuka gaun ku.. Bisakah kau membantuku? " Ujar fanya tiba tiba, yang berhasil membuat Rafael tersadar dari lamunannya.
Ia menatap pantulan wajah fanya di cermin dengan tatapan jengkelnya.
" Gue cowok normal, lakukan saja sendiri " Ketus Rafael yang langsung beranjak dari duduknya kemudian melangkah segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Fanya menatap punggung Rafael yang sudah tak terlihat dengan tatapan bingungnya.
Dia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Rafael tadi.
" Apa hubungannya meminta bantuan dengan cowok normal? " Gumam fanya memajukan bibir bawahnya karna merasa agak kesal dengan Rafael.
Yahh, dialah fanya, gadis berwajah mungil dengan pemikiran yang agak lola (loading lama) .
Yang harus kalian tau, fanya bukanlah gadis populer di sekolah yang selalu di gilai banyak pria, tapi dia hanya gadis sederhana dengan kecantikan alaminya.
Tidak ada yang berani mendekati fanya, baik pria atau wanita, karna mereka sangat tidak suka dengan fanya yang begitu tertutup dan tidak mau bergaul dengan mereka.
Fanya terlalu kaku, untuk mereka yang bar bar. Apalagi setiap kali fanya di undang ke acara pesta salah satu dari teman teman nya, fanya selalu saja menolak, dan tidak pernah hadir ke dalam acara pesta mereka
Ntahlah... Mereka juga tidak tau ada apa.. Yang mereka tau, fanya adalah gadis sombong yang susah untuk di ajak berteman ataupun berpacaran.
Tapi jangan salah, fanya akan benar benar terbuka dengan orang yang menurutnya pantas untuk di gauli nya. Termasuk nisa, sahabat karibnya itu.
Bahkan beberapa orang yang dekat dengan fanya awalnya juga tidak menyukai gadis itu , tapi saat mendengar lelucon serta melihat keceriaan pada gadis itu, mereka menjadi begitu senang jika saat bersama fanya .
Jangan salah juga, fanya gadis yang pemilih, ia mendekati orang orang juga karna ada alasan nya. Yaa,gadis itu hanya di kala butuh saja .. Tapi minus dengan nisa, nisa merupakan segalanya bagi fanya, nisa hidupnya, tempat berkeluh kesahnya, bahkan nisa juga orang yang tau tentang kehidupannya selain irsyad juga mbak ina ( pelayan yang merawat fanya dari kecil sampai sekarang) .
***
Se keluarnya Rafael dari kamar mandi, ia sudah mendapati fanya yang tertidur lelap di sofa, yang memang di sediakan di kamar mereka.
Fanya dengan begitu tenangnya memejamkan matanya tanpa merasa risih dengan gaun yang belum ia lepaskan dari tubuh mungilnya itu.
" Ck. Jorok banget sih " Rafael berdecak kesal melihat fanya. " Biarin aja lah, lagian dia juga udah tidur di situ " Lanjut Rafael tersenyum licik , kemudian melangkah ke ruang ganti untuk menutupi badan setengah telanjangnya yang terekspos begitu sexi.
********
Mbak ina yang memang di tugaskan untuk bekerja dengan Rafael dan fanya, memilih untuk membangunkan kedua sejoli itu karna tidak ada dari mereka yang turun hanya untuk sarapan,. Padahal jarum jam juga sudah menunjukkan pukul 06.20 .
Tok tok tok...
Suara ketokan pintu membuat telinga fanya menjadi terganggu..
Gadis itu masih sangat mengantuk dan begitu malas untuk hanya sekedar meregangkan otot ototnya itu.
" Masuklah " Suruh fanya serak dan masih dengan mata terpejam.
Sementara di ranjang big size itu, seorang pria masih begitu nyenyak dalam tidur nya tanpa mendengar suara apapun yang menganggu pendengarannya..
Yahh Rafael memang menjadi kebo jika sudah tidur.
Mbak ina masuk ke dalam kamar luas milik majikannya itu,.
Dia terbelalak kaget saat melihat fanya yang tertidur di sofa, bukan di ranjang.
Buru buru ina langsung menghampiri fanya yang sepertinya belum sadar dengan kehadirannya.
" Nona fanya " Dengan pelan ina membangunkan fanya, tangannya tak lepas memindahkan rambut fanya yang menutupi sebagian wajah gadis itu.
" Nona fanya.. Bangun non, nona harus segera sarapan " Ujar ina lagi, kali ini dengan mengguncang pelan punggung fanya.
" Fanya lelah mbak " Keluh fanya masih dengan suara seraknya.
" Nona fanya lelah karna memang semalem nona nggak minum obat, makanya sekarang nona bangun dulu yaa, nona harus sarapan, dan setelah itu minum obat " Ucap ina lembut .
Fanya mengangguk pelan, matanya terbuka secara perlahan, ia mendapati mbak ina di hadapannya. Sekilas, ia memberikan senyum manis kepada pelayan kesayangannya itu.
" Sebaiknya, nona mandi dulu, setelah itu mbak tunggu di bawah untuk sarapan " Kata ina tersenyum hangat.
" Oke.. Tapi boleh kan, kalau hari ini fanya sekolah? " Tanya fanya dengan mata memelas nya.
" Terserah nona saja " Ina tersenyum lembut. " Tuan Rafael mau mbak bangunkan? " Tawar ina menatap ke arah Rafael yang masih begitu nyenyak dalam tidurnya.
Fanya juga menatap ke arah mata ina yang tertuju pada Rafael.
" Maaf kalau mbak lancang nona " Ujar ina tiba tiba, ia menggigit bibir bawahnya sendiri karna merasa gugup
Fanya menatap ina dengan tatapan bingungnya.
" Nona kenapa tidur di sofa?? " Tanya ina kemudian.
" Oooh itu, fanya tadi malem begitu lelah mbak, makanya langsung tertidur gitu aja di sini " Jelas fanya masih dengan senyum manisnya. " Ya udah fanya mandi dulu yaa " Lanjut fanya lagi, ia kemudian beranjak dari duduknya agar tak membuat ina khawatir terhadapnya.
****
" Kak Arga bangun " Fanya mengguncang dengan keras bahu Rafael, ini sudah ke sebelas kalinya fanya membangunkan suaminya itu.
Tapi hasilnya selalu sama, Rafael masih asik dengan alam mimpinya.
" Kak argaaa... Ini udah siang tau " Teriak fanya kemudian tepat di telinga seorang Rafael.
Rafael yang merasa terkejut langsung membulatkan bola matanya karna teriakan cempreng dari fanya.
" Berani loe yaa " Sergah Rafael menatap fanya tajam, sedangkan yang di tatap malah bodo amat dan berdiri santai dengan kedua tangan yang berkacak pinggang tanpa takut tatapan tajam dari seorang Rafael.
" Ini udah siang kak, kita juga harus sekolah, fanya bisa telat, kakak kebo banget sih kalau tidur,. Belum sadar kalau udah punya istri" Cerocos fanya mengomel.
" Gue gak minta loe buat nungguin gue " Celetuk Rafael santai.
" Terus kalau bukan sama kakak, fanya berangkat bareng siapa? " Tanya fanya yang masih setia berkacak pinggang.
" Sopir fanya kan ada di rumah fanya bukan di sini " Gerutunya lagi
" Gue udah siapin sopir pribadi buat loe, jadi gak usah ngarep yaa, buat berangkat bareng gue "
" Wahh.. Wah.. Suami yang baik rupanya.. " Fanya membinarkan bola matanya. " Terima kasih " Lanjut fanya lagi. Yang setelah itu mencium pipi kiri Rafael dan bergegas keluar dari kamar, karna hari ini, gadis itu benar benar telat untuk berangkat ke sekolah.
" Najis " Ujar Rafael yg langsung mengusap dengan kasar pipi kiri yang sudah di cium oleh fanya.
*******
Seorang gadis lari dengan tergesa gesa dari gerbang sekolah menuju ke kelas yang di tempatinya, tepatnya berada di lantai tiga.
Langkah kakinya begitu cepat melewati koridor sekolah, dengan nafas yang naik turun tak beraturan.
Di perjalanan menuju kelas, ia terus saja berdoa agar guru killer nya hari ini tidak akan datang , bisa bisa dia di panggang di lapangan karna sudah telat masuk ke kelas.
" Terima kasih Tuhan " Ujar nya lega, ketika sudah tiba di depan pintu kelas dan telinga nya masih jelas mendengar celotehan dari para murid yang artinya guru itu belum datang.
" Huft " Keluh nya lelah, ia mendudukkan bokongnya di bangku samping seorang gadis yang masih asik berdandan.
" Napa loe? Kaya yang di kejar polisi aja, ketauan maling yaa " Sangka gadis itu menghentikan aktifitasnya beralih menatap gadis yang masih memejamkan mata dengan nafas yang masih ngos ngosan.
" Gue takut telat b*go " Sembur fanya ter engah engah.
" Tumben loe baru dateng " Tanya nisa lagi.
" Kesiangan " Jawab fanya singkat.
" Tumben loe kesiangan? " Tanya nisa lagi.
" Loe banyak tanya yaa.. Gue capek tauk, gimana kalau nanti gue kambuh " Kesal fanya menakuti.
" Yaa sorry... Loe mah, jangan nakutin gue juga kalik, " Gerutu nisa pelan.
" Loe sih, nanya nya nyeleweng terus "
" Iya iya, nggak lagi kok "
*******
21.30 WIB....
Rafael memasuki apartemen mewah nya itu dengan langkah gontai..
Ia begitu lelah karna seharian ber balapan motor dengan musuh bebuyutan nya itu...
" Tuan sudah pulang " Ujar ina tiba tiba. Ia mendapati majikan nya itu sedang bersandar di sofa dengan wajah yang begitu acak acakan.
" Mau bibi siapkan apa? " Tawar ina lagi.
" Siapkan saja makan malam untuk saya " Jawab Rafael asal. Dia kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar.
Rafael berdecak kesal saat melihat fanya yang tertidur begitu lelap di ranjang nya...
" Kenapa coba yang di jodohkan dengan gue itu dia " Gerutu nya. Mood nya benar benar rusak jika terus bersama dengan fanya. Dia juga tidak tau mengapa itu terjadi??
Baginya fanya sudah terlihat cantik, bahkan sangat cantik, hanya saja kepolosan fanya membuat Rafael menjadi jengkel terhadapnya.
Rafael butuh wanita yang bisa memuaskan nya... Bukan malah wanita yang seperti fanya.
" Mungkin malam ini, emang giliran gue yang tidur di sofa " Gumam Rafael lagi dengan mata yang tertuju ke sofa panjang yang semalam sudah fanya tempati, dan kini gilirannya...