My Cute Wife

My Cute Wife
cewek imut



" Please dad , fanya juga pengen hidup seperti yang lain, bukan yang kaya gini " Keluh fanya dengan menatap memelas pada ayahnya yang sekarang sudah berada di hadapannya itu.


" Daddy tau gimana perasaan kamu, tapi kamu juga tau kan semua ini demi kebaikan kamu " Ujar irsyad, ayah dari fanya.. Posisi mereka sekarang saling menyamping, mereka duduk berdampingan di sofa tepat di ruang keluarga.


" Fanya tau itu " Lirih fanya pelan " Tapi fanya pengen bebas, fanya gak mau terus terusan berdiam diri di rumah, tanpa tau gimana keadaan di luar sana, daddy hanya ngijinin fanya keluar saat sekolah saja, please dad, fanya ingin menghabiskan waktu muda fanya dengan bahagia " Celeoteh fanya masih dengan wajah memohonnya itu.


" Apa jika hanya dengan daddy fanya nggak bahagia? " Tanya irsyad menatap fanya dengan tatapan sendunya.


" Bukan itu.. Daddy jauh lebih berharga bagi fanya, begitu juga almarhumah mama , " Sela fanya serak, nafasnya ia hembuskan dengan pelan. Sesak rasanya..


Karna memang irsyad lah yang hanya fanya punya, mama fanya meninggal 4 tahun lalu karena kecelakaan, dan itu di sebabkan oleh irsyad dan juga mama fanya (santi) yang bertengkar hebat, sehingga santi memutuskan untuk pergi dari rumah dan berujung dengan kecelakaan itu.


" Tapi fanya juga pengen bebas, fanya pengen tinggal sendirian di apartemen, setidaknya hanya itu yang bisa bikin fanya bahagia " Lanjut fanya lirih, ia menunduk tak berani menatap sang ayah.


" Daddy tau sayang, tapi daddy akan sangat khawatir kalau fanya tinggal sendirian tanpa pengawasan langsung dari daddy "


" Fanya bisa kok, tinggal bareng mbak ina ( pengasuh fanya dari kecil sampai sekarang) , asal daddy izinin fanya untuk tinggal di apartemen fanya udah seneng banget kok ,


apa daddy tau? Temen2 baru fanya , kebanyakan yang tinggal di apartemen, sendiri pula, mereka bilang itu seru, fanya pengen kaya mereka dad " Ujar fanya berceloteh ria.


" Daddy tidak bisa biarin kamu tinggal kalau itu tanpa daddy " Kata irsyad kemudian...


" Dad,.. Fanya hanya ingin bahagia, hanya itu, fanya tersiksa jika harus berdiam diri di rumah selama beberapa tahun ini , dan itu terkadang tanpa daddy, hanya sekarang kok dad , fanya capek menahan diri, capek dad, fanya ingin hidup sendiri, setidaknya untuk kali ini " Gumam fanya menggigit bibir bawahnya sendiri, dengan air mata yang sudah mengenang, tapi masih ia tahan.


" Daddy akan izinin kamu tinggal di apartemen, tapi dengan satu syarat " Tukas irsyad kemudian..


Fanya beralih menatap irsyad dengan tatapan berbinar.


" Apa? "


" Selain daddy sama mbak ina, akan ada lagi yang bakal jagain kamu " Jawab irsyad serius.


Fanya mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti, siapa lagi yang akan menjaganya? gadis itu hanya mempunyai ayah juga mbak ina yang selalu menjaganya, tidak ada yang lain. Tidak ada.


" Siapa? Daddy mau nyewa pelayan lagi yaa buat jagain fanya di apartemen baru fanya nanti?? Gak papa kok dad, asal gak ngerusak kebebasan fanya saja , fanya seneng seneng aja " Celetuk fanya masih dengan wajah binarnya .


" Bukan pelayan sayang, tapi seoarang yang bisa selalu jagain kamu setelah daddy " Jawab irsyad lembut.


Fanya kembali mengerutkan keningnya, berusaha meminta penjelasan dari irsyad, karna gadis imut itu benar benar tidak mengerti.


" Jika fanya ingin bebas, dan ingin tinggal di apartemen tanpa membuat daddy khawatir, maka fanya harus menikah " Ujar irsyad santai. Tapi tidak dengan fanya, gadis itu langsung membulatkan matanya dengan sempurna karna merasa konyol dengan usulan sang ayah..


Setelah nya, fanya langsung tertawa terbahak bahak mendengar ucapan ayahnya itu.. Dan irsyad, pria itu selalu di buat bingung atas tingkah putri kecilnya itu.


" Fanya tau, fanya sering keluarin kisah lelucon ke daddy, tapi kayaknya daddy juga mulai suka berbicara lelucon deh " Kata fanya yang masih tertawa.


" Fanya daddy serius.. Daddy akan menikahkan kamu " Ujar irsyad langsung, sontak, tawa fanya terhenti seketika .


" Daddy tau kan.. Waktu fanya ___"


" Daddy tau sayang " Sela irsyad lirih,


" Tapi daddy ngelakuin ini juga buat kamu, daddy mau, selain daddy ada juga yang menjaga kamu selama 24 jam, karna fanya jelas tau kan daddy sibuk kerja, maka dari itu daddy memutuskan untuk menikahkan kamu dengan putra sahabat daddy " Jelas irsyad mantap, tangan nya dengan pelan membelai rambut panjang fanya.


" Pasti yang mau di nikahkan dengan fanya itu, om om yang udah berumur 70 an itu kan " Sangka fanya memicingkan matanya, mengintimidasi ayahnya sendiri.


" Bukan sayang, dia juga masih sekolah, dan perjodohan ini sama sama menguntungkan buat kalian berdua, fanya bisa tinggal di apartemen dengan suami fanya nanti dan dengan melakukan kebebasan sesuka hati, asal fanya bisa jaga diri, dan nggak ceroboh dengan keadaan fanya , fanya bisa pergi kemana pun yang fanya mau, tanpa di kekang seperti sekarang, gimana? " Tawar irsyad dengan senyum hangatnya.


Fanya sempat berfikir sejenak..


" Bener? Fanya bisa bebas? " Tanya fanya memastikan, irsyad mengangguk mantap .


" Baiklah, fanya mau, lagian cuma sementara doang pasti " Kata fanya mengiyakan..


Mendengar kata sementara, membuat hati irsyad merasakan perih yang amat sangat dalam, dengan segera, ia membawa fanya ke dalam dekapan hangat nya .


Perjodohan ini ia lakukan hanya semata demi kebahagiaan fanya, karna tidak akan seterusnya irsyad bisa menjaga fanya, sebab dikarenakan kesibukan kerjanya itu.


Di Koridor sekolah, seorang cowok melangkah dengan santainya dan dengan penampilan kerennya itu mampu memancing semua mata untuk menatap kagum ke arahnya..


Kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya, tak lupa pula, earphone yang menancap di kedua telinganya itu Membuatnya semakin terlihat gagah..


" Hai kak Arga " Sapa seseorang dengan nada ceria nya, langkahnya mensejajari langkah cowok itu.


Rafael menatap gadis di sampingnya itu dengan tajam, pasalnya belakangan ini gadis berparas imut itu selalu menganggu nya, entah itu saat berjalan di Koridor sekolah, atau bahkan dengan berani gadis itu menghampirinya saat di kelas atau pun di kantin. Meski sering mendapat penolakan dari Rafael, tapi gadis itu tak gencar dalam menyapa Rafael atau hanya sekedar mengeluarkan lelucon yang menurut Rafael sangat tidak berfaedah itu.


Rafael tidak suka fanya bukan karna fanya tidak cantik, hah, jangan becanda, fanya adalah gadis yang terbilang sangat cantik, walau gadis itu bukan termasuk gadis yang populer di sekolah, dan mungkin karna itu, Rafael tidak menyukai fanya, dia kurang serk dengan gadis kecil itu.


" Mau dengar lelucon? " Tanya fanya yang masih dengan wajah ceria nya, entahlah, gadis itu tidak pernah menampakkan wajah sedih atau di tekuk, selalu senyum binar yang sering ia tunjukkan di hadapan semua orang.


Rafael tak menanggapi ucapan fanya, dia terus melangkah santai menuju ke kelas nya.. Tapi bukan fanya namanya jika tidak bisa mengejar langkah Rafael.


" Apa kaka pernah denger lelucon ini,? di mana suatu hari, rombongan satpol PP


Melakukan penerbitan para wanita penjaja **** .


Sang petugas bilang 'kamu ikut saya ke kantor Dinas Sosial '


Dan sang WTS menjawab ' saya mah di bawa kemana aja oke Pak, asal tarifnya cocok ' " Kata fanya bercerita ria.


Dan Rafael, satu hurufpun dia tidak menanggapi cerita fanya..


" Buang buang waktu tau gak " Ketus Rafael yang langsung bergegas dengan cepat menghindari fanya yang sudah mendengus pelan..


Melihat kepergian Rafael yang dengan secepat kilat menghilang dari pandangan nya, fanya pun dengan berlari kecil menuju ke kelas berniat untuk menghampiri nisa, sahabatnya.


*****


Rafael menghampiri teman temannya yang sudah berada di base camp mereka, atap..


" Cieee, cieee, yang lagi di deketin cewek imut " Goda alex tiba tiba.


Rafael menatap tajam temannya itu, ia duduk di samping doni yang masih berkutat dengan ponselnya .


" Ck,. *** loe " Sembur Rafael cetus.


" Emang dia kurang apa sih el, wajahnya putih, dia juga sangat cantik, pinter juga. top deh tuh cewek, nyaris sempurna el " Kata alex berbinar jempolnya ia acungkan ke wajah Rafael.


" Gue mau yang sempurna " Ketus Rafael singkat.


" Loe mah, milih milih mulu " Celetuk doni datar.


" Yaa harus lah men, gue mau dapet cewek yang sempurna, secuil aja kekurangan cewek itu, maka dengan secepat kilat bakal gue buang tuh sampah " Kata Rafael santai, kakinya berselonjor di atas meja kecil yang sudah ada beberapa botol soda, juga kotak rokok dengan berbagai macam merek itu.


" Serah loe deh , kalau masalah cewek, loe kan juaranya " Ujar alex sembari menghisap rokok nya.


" Itu loe tau " Celetuk Rafael menyeringai..


" Tapi jangan coba coba untuk nyentuh ataupun gangguin adek gue loe " Sembur doni tiba tiba..


Dan itu membuat alex tergelak, karna memang pada dasarnya, Rafael begitu menyukai felisha, adik kandung dari seorang doni, sahabatnya sendiri.


Doni jelas melarang Rafael untuk mendekati felisha karna dia begitu tau sifat Rafael, dan doni tidak mau felisha tersakiti hanya karna terbuai oleh buaya darat seperti Rafael.


Rafael berdecak kesal dengan ucapan doni, karna hanya felisha lah yang belum bisa ia dapatkan.


" *** emang loe " Sembur Rafael jengah. Dan yang di sembur malah bersikap acuh tak acuh.


Rafael bukan tidak bisa untuk menentang doni, dia bahkan bisa dengan mudah menjangkau felisha, tapi Rafael tidak mau memperkeruh suasana dengan sahabat nya itu, dan dia memilih menuruti titah doni.


" Katanya playboy kelas atas " Cibir alex dengan senyum meledek .


" Ck,. Diem loe " Ketus Rafael yang sudah terlihat begitu kesal.