
Pov lisa:
Sungguh lisa benar benar dibuat kesusahan oleh seorang pria tampan yg sedang memeluknya erat dari belakang bagaimana tidak jungkook selalu menanyakan hal yg sama sudh hampir berpuluh puluh kali seperti
Kamu sayang sama aku?!
Kamu gx bakal ninggalin aku lagi kan?!
Kamu gak deket2 sama laki2 lain kan?!
Kamu cinta sama aku?!
Kenapa kok diem terus?!
Ya begitulah pertanyaan yg selalu dilontarkan oleh jungkook sampai pertanyaan yg membuat lisa geleng geleng kepala pun ditanyakan...
Kita cepet nikah yuk!!
Deg!
"Gila banget sihh!!"
Ucap lisa.
"Apanya?!,kita nikah besok mau?!"
Tanya jungkook kembali.
"Bisa diem gx?!"
Ucap lisa dgn suara sinis.
"Kalau kita udh jadi suami istri aku mau kita punya banyak anak!"
Ucap jungkook sumringah.
"Belum tentu kita bakalan jodoh siapa tau aku nikahnya sama sehun atau sama temen kamu!"
Ucap lisa sedikit menggoda jungkook.
Jungkook yg mendengar ucapan lisa langsung mengeratkan pelukannya kepada lisa.
"Awas aja kalau kamu sama laki laki lain aku gak akan segan segan hajar cowo itu dan nikahin kamu langsung gak kenal tempat!!!"
Ucap jungkook dengan nada dingin dan tak terbantahkan membuat lisa merinding seketika.
"Kan siapa ta..."
"Aku serius!,jangan deket deket sama laki laki lain!!"
Potong jungkook tegas membuat lisa seketika mengangguk.
"Bagus!"
Ucap jungkook dengan senyum miringnya.
Sedangkan lisa sedang menyumpah serapah jungkook di dalam hati
"Dasar cowo posessife,untung dia pacar ku klo bkn aja udh aku santet dia sekarang juga!!!!"
Batin lisa sambil berusaha melepaskan pelukan jungkook.
"Jungkook besok boleh sekolah?!"
Tanya lisa hati hati.
"Enggak!"
"Kok gitu sihhh???!"
"Kalo enggak ya enggak!"
"Pleaseeee..."
Mohon lisa
"Enggak!!"
Ucap jungkook sambil berlalu pergi keluar kamar
Namun saat jungkook baru memegang gagang pintu lisa membuka suara dengan nada tinggi karena sungguh lisa paling tidak suka dirinya diatur orang lain,kenapa lisa tidak pulang ke rumah nya saja jawabannya adalah orang tuanya masih berada di luar negri sedangkan abangnya sedang diperjalanan pulang ke Seoul dan kemungkinan sampai ke Seoul malam hari.
"Kamu itu bukan orang tua aku jadi jangan sok ngatur deh!!,terserah aku dong mau sekolah apa enggak emang aku ini mainan kamu apa?!aku juga punya masa depan!!"
Pekik lisa dengan suara keras.
Jungkook seketika berhenti dan berbalik badan menghampiri lisa yg sedang merutuki dirinya karena bisa bisanya berbicara kasar kpd jungkook.
Jungkook terus berjalan menghampiri lisa yg sudah meneguk saliva beberapa kali karena jujur lisa amat takut dengan wajah dingin serta mata tajam milik jungkook yg menusuk kedalam manik matanya.
"Bodoh kenapa aku bisa bicara seperti itu?!!"
Batin lisa
"Ju..jungkook?!"
Panggil lisa.
Jungkook terus berjalan dan berhenti tepat di depan lisa
"Tatap aku!!"
Printah jungkook dengan nada dingin.
Lisa yang sedari tadi menunduk tidak berani menatap jungkook dgn ragu akhirnya menatap jungkook.
"Ma..maaf..."
Ucap lis takut.
suara buangan nafas terdengar dari jungkook seakan sedang mengatur emosi nya.
"Baik!,tapi di sekolah kamu harus ada di samping ku dan jangan berinteraksi degn cowo lain!,dan harus menginap dirumah ku malam ini!,tidak ada bantahan!"
Ucap jungkook dingin dan datar.
"Tapi aku gx bisa minap dirumahmu malam ini abang bam bam pulang..."
Ucap lisa sambil menggigit bibir bawahnya.
"Nggak!"
Tegas jungkook.
"Jungkook...aku mohon ngertiin aku,aku juga butuh keluarga di sampingku..."
Lirih lisa.
Jungkook membuang nafasnya perlahan dan mulai angkat bicara.
"ya terserah....."
Ucap jungkook dengan nada dingin dan langsung berlalu pergi.
"Lisa yg awalnya mengira akan dikekang oleh jungkook seumur hidupnya mengerjap beberapa kali, karena sungguh itu bukanlah sikap jungkook, pada umumnya jungkook adalah pria yg paling tdk suka dibantah dan tidak pernah ingin miliknya diusik namun sekarang?!, INPOSIBLLE!"
Namun baru beberapa detik jungkook keluar dari kamar,terdengar suara langkah kaki menuju ke arah lisa.
Grep!
Sebuah tangan kekar dan besar melingkar di perut lisa dari belakang dan ya itu jungkook sebenarnya jungkook tdk benar benar pergi dia hanya ingin menormalkan detak jantungnya saat itu,karena jujur setiap jungkook didekat lisa jantung jungkook selalu berdetak tak karuan..
"Ke..kenapa ke..kesini lagi?!"
Tanya lisa gagap karena sungguh hembusan nafas jungkook dgn sangat jelas menerpa leher jenjang milik lisa hingga membuat lisa menutup matanya rapat rapat.
Cup..
"Aku mencintaimu sayang.."
Bisik jungkook sambil mencium lembut leher lisa.
"Ju..jungkook?!"
Panggil lisa gagap.
Namun panggilan lisa tidak direspon oleh jungkook karena saat ini jungkook sedang menikmati pelukannya dan mnyusupkan wajahnya di lekuk leher lisa untuk mencium aroma gadisnya yg amat iya rindukan..
"Aku sungguh merindukan mu sayang aku tidak mau kau meninggalkan ku lagi,sungguh kau adalah jiwa ragaku lisa...."
Lirih jungkook tulus di telinga lisa.
Lisa yg mendengar penuturan jungkook merasa hatinya seperti diresmas remas dgn kuat.
"A..aku juga mencintaimu.."
Bisik lisa sambil mengusap rambut jungkook dan tampa disadari jungkook tersenyum lebar mendengar penuturan lisa karena sungguh jungkook amat sangatlah senang atas penuturan lisa barusan.
"Aku sungguh senang malam ini.."
Ucap jungkook tiba tiba dgn mata tertutup seakan menikmati belaian lembut tangan lisa di rambutnya.
"Kenapa?!"
Tanya lisa.
"Aiss..tentu saja karenamu sayang.."
Ucap jungkook kesal.
"Oh.."
"Kenapa cuma OH?!"
Tanya jungkook sinis.
"Gpp"
"Gpp apanya?!!"
"Ya apanya?!"
Goda lisa.
"Apa jangan jgn kamu mencintai pria lain selain aku huh?!!"
Ucap jungkook hampir emosi
"Kok jadi nyambung ke situ,aku kan udh bilang aku cinta sama kookie!"
Bantah lisa.
"Bagus!!,jangan macam macam ingat itu!,you be mine!,forever more!!,MINE!!!ingat itu baik baik!!!"
Tekan jungkook tegas tampa ada bantahan.
"Dasar posessive!"
"Tapi sayang kan?!..."
Goda jungkook.
"Yayaya kamu selalu benar!"
Pasrah lisa dari pada jungkook emosi,membayangkannya saat jungkook marah saja sudh menakutkan dan mampu membuat lisa merinding seketika..
"Good!😏"
Ucap jungkook lalu membaringkan tubuh lisa untuk dipeluk.
"Kayaknya manjanya bakalan kambuh ..."
Batin lisa.
"Sayang...peluk juga deh.."
Ucap jungkook.
"Hemm..."
"Elusinnya mana?!"
"Bener kan kumat!"
Batin lisa sedangkan jungkook tersenyum senyum sendiri menerima perlakuan lisa untuk dirinya.
Pov LISA:
dikediaman keluarga manoban....
Lisa sedang menunggu abangnya yg sedang di perjalanan pulang, ohh dan jgn tanyakan bagaimana, perjuangan lisa untuk membujuk seorang jeon jungkook yg terlihat kesal dgn lisa...
Flashback:
"Kookie...jangan marah.."
"..."
Kookie...
"..."
Kookie!....
"... "
Kookie nanti aku bakalan sama kookie terus disekolah deh...
".... "
"Oke oke besok aku bakalan nurutin semuaaa kemauan kookie deh..."
"Yg Bener!"
"Bener gx bohong!!!"
"Oke! Deal!"
Ucap jungkook sambil mengacak rambut lisa gemas dan berlalu pergi sambil tersenyum miring penuh kemenangan..
Terlintas memory beberapa menit lalu saat lisa membujuk jungkook yg membuat lisa merinding seketika membayangkN apa yg akan jungkook minta darinya...
"Kok hatiku jadi gx enak?!"
Gumam lisa.
"Apa yg akan jungkook lakukan?!"
"Kenapa aku berbicara akan menuruti semua kemauan kelinci mesum itu?!!!"
Namun tiba tiba ketukan dari luar yg terlihat tergesa gesa dan keras membuyarkan lamunan lisa hingga mau tdk mau lisa berjalan membuka pintu rumahnya..
Tok..tok.. Tok!!!
"Sia... "
Grep!
Belum sempat lisa melanjutkan kalimatnya sebuah pelukan erat yg terlihat seperti rasa takut, lega dan bahagiya langsung menerjang tubuh lisa hingga membuat lisa terhuyung ke belakang..
"Sehun...?"
"Dari mana saja kamu hah?!!!,kamu tidak tahu aku sangat takut saat itu?!!,dasar wanita bodoh kau!!!"
Bentak sehun di depan wajah lisa.
"Maaf ak..."
"Kenapa kau sangat bodoh huhh?!!!"
"Tap.."
"Jelaskan dari mana saja kau lalisa manoban?!!!!"
Bentak sehun.
Grep..
Tidak tahan akan bentakan sehun lisa langsung memeluk sahabat! Prianya itu untuk menghilangkan kekhawatiran sehun.
"Maaf aku sudah membuatmu khawatir aku ada masalah pribadi yg harus di selesaikan..."
Sehun tidak merespon kata kata lisa dan memilih untuk diam agar lisa paham betapa takutnya sehun kehilangan dirinya.
"Maaf!"
Ulang lisa.
"Apa penjelasanmu untuk itu lalisa?!!"
Tanya sehun.
"A..aku belum bisa bicara sekarang...maaf sehun.."
Lirih lisa.
"..."
"Tolong maafkan aku.."
Mohon lisa untuk kesekian kalinya.
Hingga...sehun membuka suaranya setelah beberapa detik berikutnya
"Aku juga minta maaf sudh membentakmu lisa karena sungguh aku sangat takut.."
Lirih sehun.
"Aku tahu bagaimana perasaan sahabat saat kehilangan sahabatnya."
Ucap lisa tulus
"Sa..sahabat?!"
Ulang sehun
"Iya kita kan sahabat!!"
Ucap lisa mantap.
Sedangkan sehun hanya membalas ucapan lisa dengan senyuman pahit.
"Sahabat?!apakah hanya itu kata yg pantas untuk seorang sepertiku lisa?!"
Batin sehun.
**************************************
Tolong bantu author untuk vote and comment yee