My Beloved Family

My Beloved Family
pertemuan



setahun berlalu


mey masih saja berdiam diri dikamarnya,tanpa melakukan aktifitas hanya sesekali ia keluar rumah untuk belanja kepasar untung ada bunda ana yang selalu menemani mey


ia tak pernah meminta mey membayar uang kontrakan lagi,karna ia sudah mengganggap mey seperti anaknya


hanya sesekali vira teman kantor mey yang datang kerumah membujuk mey untuk kembali bekerja karna bos mereka menyuruh mey untuk kerja lagi,bos itu tidak meberima resign nya mey..meski mey sudah beberapa kali mengajukan pengunduran diri


"pagi bunda" sapa mey


"kamu udah rapi mau kemana mey" tanya bunda ana


"aku akan kekantor hari ini"


"syukurlah nak,kau harus melanjutkan hidupmu"


mey pamit dan pergi ke kantor


sesampai dikantor,betapa terkejutnya mey melihat edi di bagian loby kantornya


tapi mey tetap memantapkan langkahnya ia takkan mundur lagi karna tujuannya kali ini ia akan membalas edi yang sudah merenggut masa depannya..


"mey,kamu beneran mey kan" tanya edi yang terkejut melihat mey yang selama ini ia cari sekarang berada dihadapannya


ketika edi ingin memeluk mey,mey langsung menghindar


"aku bukan istrimu lagi,jangan peluk aku sembarangan"teriak mey yang mengejutkan orang orang disekitarnya


" ayo kita pulang,kita mulai lagi dari awal"pinta edi


"maaf,tapi bukankah kau sebaiknya membahagiakan wanita disampingmu itu?" tanya mey sambil melirik wanita yang sedari tadi berada dibelakang edi


"aku akan menceraikannya"


"aku mencintaimu mey,aku hanya mencintaimu"


"makan itu cinta,aku tak butuh cinta mu dasar laki laki brengsek" maki mey yang langsung berlalu pergi


########


seminggu setelah pertemuannya dengan edi mey melayangkan gugatan cerai ke pengadilan,karna selama ini ia belum bercerai secara hukum..


EDI Pov


"aku takkan pernah sudi bercerai denganmu" teriak edi sambil merobek surat dari pengadilan


"aku akan mendapatkanmu seperti dulu"


"mila,kemari aku perlu berbicara dengamu" teriak edi kepada istri barunya


"ada apa,apa kau akan menceraikanku,jangan bermimpi edi aku sedang mengandung anak kita" tegas mila yang seakan tau isi kepala edi


"ingat,jika kau menceraikanku bersiaplah menjadi gelandangan,karna semua hartamu sudah atas namaku bahkan orang tuamu juga mendukungku" ancam mila


"apa kau bilang?beraninya kau,,dasar wanita murahan" maki edi


"jika kau tak mau menjadi gelandangan cepat kau ceraikan mey bukankah mey pun tak sudi lagi bersamamu,,dan aku akan berbaik hati kepadamu" mila pun berlalu meninggalkan edi yang terlihat sangat marah


edi menggepalkan tangannya menahan amarahnya terhadap mila istrinya yang sekarang,awalnya mila tak pernah bersikap seperti ini entah dapat keberanian dari mana sehingga ia mau melawanku


"kau tak tau sedang berhadapan dengan siapa" gumam edi sambil tersenyum sinis


edi menelpon seseorang entah siapa,apa lagi yang sedang ia rencanakan kali ini