
pagi itu mey merasakan sakit yg dahsyat di bagian perutnya dan hanya kaum hawa yang paham akan rasa sakit ini
"apakah aku akan melahirkan?" tanya mey dalam hati karna ini pengalaman pertama untuk mey
"bunda ana tolong" lirih mey yang sedari tadi menahan sakit
"ya ampun kau kenapa mey?ayo bunda antar ke puskesmas"
bunda ana memapah mey masuk kedalam mobil dan langsung pergi karna ia takut mey begitu kesakitan tentu bunda ana paham akan rasa sakit itu karna ia pernah di posisi mey
sesampai di puskesmas mey langsung ditangani bidan dan perawat disana
"ibu silahkan urus surat surat di resepsionis" pinta perawat tersebut kepada bunda ana
tanpa berpikir lama bunda anda langsung menuju meja resepsionis
"keluarga ibu meydi?" tanya perawat kepada bunda ana
"ia saya bundanya sus"
"dokter ingin bicara kepada anda"
"maaf sus,anak saya kenapa" tanya bunda ana yang panik
"dokter akan menjelaskan didalam bu"
tanpa pikir panjang bunda ana langsung masuk keruangan dokter yang ditunjuk perawat tadi
"anak saya kenapa dokter?"
"ibu keluarga bu meydi?"
"ia dok,ada apa dengan anak saya?"
"kami harus melakukan operasi sesar,karna mengingat kondisi ibu meydi dalam keadaan kritis dan janin dalam kandungannya sudah meninggal"
bunda ana langsung tersandar
"lakukan yang terbaik dok,soal biaya akan saya urus sekarang"
"dimana suami ibu meydi?" tanya dokter
"suaminya masih diluar kota"
"baik dok" tanpa menunggu lama bunda ana langsung menandatangani berkas yang dokter sodorkan
malamnya mey sadar,ia merasa sakit dibagian perutnya bekas operasi yang tadi pagi dilakukan
"bunda,dimana anakku" tanya mey
"kamu harus kuat ya nak,kamu harus sabar"
Deg
jantung mey berdetak dengan cepat apa maksud dari perkataan bunda ana
"maksud bunda apa?"
"anak mu sudah damai disana,ia sudah tenang bersama ahli surga"
air mata mey menetes
"bunda jangan bercanda,bunda bohongkan"
mey tak percaya dengan apa yang ia dengar dari bunda ana
"sayang ,bunda tau kau akan merasa kehilangan,tapi kamu harus kuat masih ada bunda disini"
mey menangis histeris,ia tak percaya mengapa takdir mempermainkannya
kenapa ia harus kehilangan anaknya yang menjadi tujuan hidupnya
rasa sakit yang ia rasakan saat ini tidak sebanding dengan rasa sakit kehilangan anaknya yang bahkan belum sempat ia lihat dan besarkan..
"tadi siang,bunda sudah memakamkan anakmu"
"aku ingin melihatnya bunda,antar q ke pusara anakku" pinta mey sambil menangis
"tunggu kau pulih sayang,kau juga harus memikirkan kondisimu" pinta bunda ana yang langsung memeluk mey
ia tau mey akan sangat terpukul dengan kejadian ini,anak yang ia harapkan telah kembali kepada sang pencipta terlebih dahulu
mey hanya terdiam,ia menangis sejadi jadinya hingga orang orang yang melihat akan merasa iba