
sesampainya dirumah edi tak mendapati mey,mey pergi dari rumah bahkan baju baju mey tak ada lagi didalan lemari
edi bingung dan ia menanyakan maid dirumahnya tapi tak ada satu pun yang tau kemana mey pergi
ia kembali masuk ke kamarnya dan didapatinya sepucuk surat diatas meja rias mey
"aku pergi,jangan cari aku dan aku sudah memaafkanmu,sedari awal memang seharusnya kita tak menikah ,berbahagialah dengan orang yang membalas cintamu tapi itu bukan aku,,aku pergi bersama calon anak kita dan aku berjanji ia takkan kekurangan kasih sayang aku akan berjuang demi kebahagiannya"
sepucuk surat dari mey membuat edi lesu bagaimana tidak mey sedang mengandung anaknya dan pergi begitu saja
berbulan sudah edi mencari mey tapi tak ada hasil bahkan keluarga mey pun ikut mencari keberadaan mey tapi mey menghilang tanpa jejak bahkan teman teman mey tak tau dimana keberadaan mey saat ini..
Mey POV
mey pergi kekota dengan berbekal ijazah SMA nya untungnya ia paham komputer dan diterima disebuah perusahaan
sudah 5 bulan mey pergi dari rumah dan hidup sebatang kara di kota tersebut perutnya semakin membucit ia sekarang sedang mengandung 7 bulan kurang lebihnya
untungnya tetangganya disekitar rumah kontraknya begitu peduli padanya terutama bunda ana sang pemilik kontrakan dimana mey tinggal
bunda ana sudah menganggap mey seperti anaknya sendiri,ia sering menemani mey untuk memeriksa kandungannya ke puskesmas terdekat
"terima kasih bunda" kata mey sambil tersenyum melihat bunda ana yang sudah menyiapkan sarapan untuknya
bunda ana sering menginap dirumah mey karna ia takut terjadi sesuatu kepada mey yang sedang mengandung
"ia sayang" balas bunda ana sembari senyum dan mengelus lembut kepala mey
mey merasakan kehangatan saat bunda ana mengelus kepalanya yang tak ia dapati dari orang tuanya sendiri,bahkan ayahnya acuh atas kehadirannya
"hati hati dijalan sayang,jangan sungkan untuk menelpon jika ada apa apa"
"ia bunda"
#########
sesampainya di kantor
"kapan kau akan ambil cuti mey" tanya vira teman kantor mey tersebut
"mungkin bulan depan,aku juga harus tau diri baru beberapa bulan masuk masa langsung ambil cuti"
"tapi perut mu itu loh udah makin buncit aja,aku takut kau kelelahan dan mempengaruhi anakmu"
"terima kasih peduli mu sungguh membuatku ingin menangis"
"mulai lebaynya keluar" kata vira yang langsung tertawa bersama mey
mey bersyukur meski jauh dari keluarganya ia tetap mendapatkan kehangatan dari temannya dan bunda ana
tanpa mereka sadari sepasang bola mata memperhatikan mereka sedari tadi terkadang ikut tertawa kecil melihat tingkah laku mey dan vira
"pagi pak ruben" sapa OB yang mengejutkan ruben
"pagi aldi" sahut ruben yang langsung berlalu
sebenarnya ruben malu ia tertangkap basah oleh aldi karna memperhatikan mey dan vira tapi ia mampu menutupinya dengan kesan cueknya
$$$