
tanpa terasa sekarang adalah waktu kelulusan SMA
"rasanya baru kemarin kita masuk,hari ini udah lulus aja" kata armi
mey dan evi hanya tersenyum
"kamu lanjut kemana mey?" tanya evi
"entahlah vi,aku belum memikirkannya" jawab mey
"ampun dah ni bocah,kamu ndak kuliah atau apa mey?bukankah kemarin kau ingin melanjutkan kuliah setelah ini" tanya armi yang sedikit bingung dengan jalan pemikiran temannya yang satu ini
"nanti aku pikirkan ,kalau kalian berdua?" tanya mey balik
"ya jelas cari kerjalah,mana ada uang untuk kuliah,kau pun tau orang tua kami hanya nelayan" jawab armi yang di anggukkan evi
"hmm,andai keluargaku biasa biasa saja mungkin aku akan ikut kalian berdua" gumam mey didalam hati
"kenapa kau diam mey? apakah kau tak bersedih kita akan berpisah?entah kapan kita akan bertemu lagi" tanya evi yg langsung pasang wajah sedih
"ya ampun kalian ini" peluk mey kepada dua temannya tanpa terasa air mata mereka menetes
lalu mereka tertawa bersama mengingat betapa bodohnya mereka..
mey tak menyadari sedari tadi ada sepasang bola mata yang mengintai gerak geriknya
ya siapa lagi,,edi langsung menghampiri mey ketika mey berpisah dengan teman temanya di pintu gerbang sekolah
"mey,ikut aku" pinta edi yang langsung menarik tangan mey tanpa peduli
karna ia tak mau kejadian itu terulang kembali saat edi memaksa nya dan ia tak mau hampir saja edi menamparnya andai ian tak ada
"apalagi sih kak?" kata mey jengkel
"kita akan ke KUA hari ini,orang tua kita sudah berkumpul disana" terang edi yang langsung memasukkan mey kedalam mobil dan langsung tancap gas
"what??apa kau bilang,,emangnya siapa yang mau nikah??" tanya mey yang sedari tadi menahan perih karna edi terlalu kuat menarik tangan nya
"ya kita" jawab edi
mey terdiam seribu bahasa..
ia mengutuk edi didalam hatinya..ia pun berpikir untuk melarikan diri,ia tak mau masa mudanya hancur hanya karna egoisnya seorang yang bernama edi ini
oh,Tuhan tolong aku,,aku tak ingin menikah dengannya,,doa mey dihati..
"kau akan bahagia bersamaku,,akan ku berikan seluruh dunia kepadamu" terang edi
mey hanya diam,tanpa disadari air matanya mengalir,ia hanya berharap ini semua mimpi buruk dan ia pun terbangun dari mimpi ini
edi melihat air mata di pipi mey,,tapi ia tak peduli,,ia sangat mencintai mey dan tak ingin mey lepas kali ini,karna ia tak kan mau menunggu terlalu lama lagi sungguh edi benar benar gila karna cintanya terhadap mey
20 menit kemudian mereka sudah sampai di KUA disambut orang tua edi dan mey
tanpa banyak kata mey disuruh ganti baju dan didandani karna acara ijab kabul akan dimulai
mey hanya tertunduk lesu ketika orang orang itu menandaninya..