
paginya..
mey merasa sakit didaerah selangkangannya ia tersadar semalam ia dan edi sudah bergaul tanpa sadar ia meneteskan mata,tapi ia tak mau larut dalam kesedihan yang edi ciptakan untuknya ia beranjak dari ranjang dan langsung ke kamar mandi tak lupa ia mengunci kamar mandi karna ia tak mau kebiasaan buruknya menyebab edi datang tiba tiba
edi bangun dan mendapati mey tak ada disampingnya
"apa kau didalam mey" terdengar suara edi memanggil mey..
tanpa menyaut mey membuka pintu kamar mandi karna sudah sejam ia didalam menangis hingga matanya sembab
"maafkan aku mey,apa kau sakit?"
oh Tuhan apakah kau tak sadar telah menyakiti perasaan dan jiwaku runtuk mey didalam hati..
mey hanya berlalu ketika edi ingin memeluknya tapi mey bergerak cepat menuju dapur untuk menyiapkan sarapan mereka
mey sadar meski ia tak mau menjadi istri edi tapi ia masih sadar tugasnya sebagai istri yg harus menyiapkan keperluan edi
"selamat pagi nyonyah" sapa bi sumi yang heran melihat nyonyah rumahnya datang dengan mata sembab
"pagi bi" sahut mey sambil senyum
"sarapan sudah siap nyonyah,saya ijin kebelakang dulu" dan bi sumi pun berlalu meninggalkan mey
tak lama ia merasa hangat diperutnya ia sadar edi sudah memeluknya dari belakang
"kamu marah padaku mey"
mey melepaskan pelukkan edi
"apakah sekarang kau puas?kau menjadikan aku istrimu meski kau tau aku tak pernah menginginkannya,kau tak pernah bertanya padaku apakah aku bersedia menikah denganmu" cerca mey yang sedari kemarin menahan emosinya
"ya aku puas,aku bahkan lebih puas karna aku semalam membuka segel mu" sahut edi sambil tersenyum menggoda
mey diam,karna ia tau ia takkan bisa menang melawan kerasnya kepala dan hati edi mungkin dengan diam ia bisa melewati semua mimpi buruk ini
"kau kejam mey,kau hanya diam padaku tapi kau ramah kepada ian"
"karna aku tak menyukaimu,kau pun tau itu" sahut mey yang langsung berlalu meninggalkan edi diruang makan
"aku akan membuat kau menyukaiku dan akan ku lakukan apapun caranya" teriak edi yang membuat mey mempercepat langkahnya
mey tau seberapa keras edi akan berusaha karna ia sudah membuktikan dengan membuat mey menjadi istrinya sekarang ini
sesampainya dikamar mey berbaring merenungi nasibnya yang akan selalu bersama dengan orang yang tak dicintainya
air matanya pun mulai menetes sampai ia tertidur
terima kasih sudah mau singgah untuk membaca novelku,,aku harap komentar dari kalian hingga aku bisa lebih baik lagi dalam penulisan ini karna tanpa komentar kalian aku bukan apa apa dan maaf jika terjadi kesalahan didalam penulisan serta alurnya yang ngak nyambung karna ini hanya imajinasi sesaat saya ☺