
dua bulan berlalu tanpa terasa mey merasa ada yang aneh dengan dirinya ia bergegas mengambil sesuatu didalam tasnya karna tadi ia singgah diapotik dan benar ia hamil
mey tertegun apakah ia harus sedih atau senang pikirannya kacau balau disatu sisi ia tak mencintai edi disisi lain ia tak ingin janin yang ada dirahimnya hadir tanpa rasa cinta kedua orang tuanya
hampir dua jam ia merenung kemudian ia memutuskan
"aku harus berusaha mencintainya meski lara dihati ini tapi ini semua demi kamu anakku" gumam mey sambil mengelus lembut perutnya yang masih datar
ia pun mulai bersiap pergi ke pabrik dimana edi bekerja,,yep edi bekerja dipabrik milik keluargan edi
sesampainya di pabrik ia memantapkan langkahnya untuk memberi kabar kepada edi,dalam hatinya berkata lirih
"mungkin ini yang terbaik"
"pagi bu" sapa karyawan di pabrik
"pak edi lagi keluar bu" seperti tau bahwa mey ke pabrik untuk mencari edi
"sudah lama keluarnya" tanya mey
"sudah hampir 30 menit bu,tapi mungkin sebentar lagi pak edi akan kembali"
"oh baiklah aku akan menunggu diruangannya ,bisa tunjukkan kepadaku ruangan pak edi?" tanya mey
"mari bu"
mey mengikuti langkah karyawan yang menuntunnya keruangan edi
"ini ruangan pak edi bu,saya permisi dulu karna masih ada pekerjaan"
"baiklah" kata mey sambil senyum dan melihat karyawan itu pergi
klek
ia pun duduk di sofa sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi
beberapa menit kemudian edi masuk dengan merangkul pinggang seorang wanita,betapa terkejutnya edi melihat istrinya yang menangkap basah perbuatannya "shit!" gumam edi
mey hanya tersenyum getir,ia tak tau perasaan apa yang sedang bergejolak tanpa banyak basa basi
"aku kesini hanya ingin menyampaikan berita,tapi melihatmu seperti ini,,maaf aku tak jadi" ucap mey yang langsung berlalu pergi meninggalkan edi dan wanitanya
keluarnya dari ruangan edi air mata mey menetes ia mengutuk dirinya sendiri betapa bodohnya ia yang ingin membuka hati untuk pria brengsek seperti edi
edi mengejar mey yang sudah berlalu tapi tak didapatinya istrinya tersebut
"cepat sekali menghilang" gumam edi
ia pun balik k ruang kerjanya dan mengusir wanita yang sedari tadi menunggunya
"pergilah dan jangan temui aku lagi" bentak edi kepada wanita itu
"baiklah,tapi jika kau memerlukanku kau tau harus kemana" goda wanita itu yang langsung berlalu
edi terdiam ia memikirkan mey,berita apa yang membuat perempuan itu sampai datang ke pabriknya,tanpa ingin berlama lama edi langsung meraih kunci mobilnya dan pulang kerumah ia tak menghiraukan kerjaan nya lagi ia hanya berharap mey akan memaafkannya
###########
like dan komentar kalian sangat berpengaruh untuk kelanjutan novel ini
saya berharap kalian mau mengomentari novel ini agar novel ini bisa berkembang
jika ada typo laporkan ya 😊