
*****
Murid X-iPA 3 sedang menunggu wali kelas nya. Ada yang sedang berbicara,main game,berlarian keluar kelas, bahkan sampai makan di kelas dengan santai. Beberapa menit kemudian kelas menjadi hening disaat mereka melihat seorang wanita yang memakai seragam dinas menuju ke arah kelas mereka. Sepertinya wanita yang berseragam dinas itu adalah guru yang mengajar di sekolah itu plus wali kelas mereka.
"Selamat pagi semuanya" sapa guru itu sambil menuju ke arah meja guru
"Pagi buk" serempak semua murid di ruangan kelas
"Ibu adalah guru IPA sekaligus wali kelas kalian. Nama ibu ada ibu Anita kalian bisa panggil ibu dengan panggilan buk Nita" ucap guru tersebut memperkenalkan diri
"Sekarang saya mau tau nama-nama kalian silahkan kalian memperkenalkan diri dari kursi kalian masing-masing" lanjutnya.
"Baik buk" jawab seluruh murid
"Ayo dimulai dari ujung sana"
"Perkenalkan nama saya Indirani kalian bisa panggil saya dengan sebutan Indri" ujar Indri memperkenalkan diri kepada teman sekelasnya. Begitu seterusnya sampai semua selesai memperkenalkan diri.
"Baik kalian kan sekarang duduk acak-acakan. Sebaiknya pilih temen sebangku kalian dan juga posisi duduknya"
"Setelah saya kembali kalian harus sudah duduk jika masih ada yang berdiri saya yang akan memilih pasangan duduk kalian!" Lanjut buk Nita sambil keluar kelas menuju ruangan guru.
"Sekarang kita nentuin nih duduk dengan siapa"
"Gue sam Fifi" jawab Putri dengan cepat.
"Gue sama Bila titik gak pake koma!!" Ucap Citra sambil menggandeng tangan Bila dengan erat seolah tidak mau jika Bila di ambil oleh Sherly.
"Apaansih Cit, jangan gandeng-gandeng juga ishh" ucap Bila sambil berusaha melepaskan tangannya dari Citra.
"Niatnya gue mau duduk bareng lyly tadi" sambungnya dengan bercanda
"Yahhh tega lo sama gue?" Tanya Citra sok sedih
"Bercanda Cit, jangan baperan hehe" ucap Bila
"Woi terus nasib gue gimana dong nih" kesal Sherly karena tidak menemukan pasangan duduknya.
"Sama gue aja gimana" tawar seorang gadis cantik yang tengah berjalan menuju ke arah mereka berlima.
"Lo? Lo yang tadi namanya indri-indri itu kan? tanya Sherly dengan kerutan di keningnya
"Iya gue Indri. Lo Sherly kan?" tanya nya balik setelah menjawab pertanyaan dari Sherly.
"Iya"
"Gue tau kalian geng bad girl kan? Gue gabung ya? Boleh kan?" tanya Indri dengan nada memohon.
"Oke" jawab mereka berempat kecuali Fifi yang hanya menganggukkan kepala.
"Baik kalian sudah duduk masing-masing dan ini pilihan kalian, jadi ibu harap tidak akan ada yang pindah-pindah tempat duduk!!" Ucapnya dengan nada tegas.
"Ibu sudah menentukan siapa yang akan jadi perangkat kelas. Ada Amin yang akan menjadi ketua kelas, wakilnya bernama Fifi, sekretaris kelas bernama Indri dan bendahara dikelas kita bernama Sherly" lanjutnya.
"Buk ganti sama lain aja deh, saya belum terbiasa jadi perangkat kelas apalagi bendahara buk. Bisa-bisa habis uang kas nya saya jajani" mohon Sherly.
"Tidak bisa!! Ini sudah final keputusan ibu dan gak bisa di ganggu gugat!!!" Jawab buk Anita dengan nada tegas di setiap kata-katanya.
"Lagian kan kamu bisa sekalian belajar dan cari pengalaman dari perangkat kelas" tambahnya
"Iya deh buk saya bakal coba" ucap Sherly dengan malas sambil mengalihkan pandangannya
"Oke, sekarang kalian Free Class. Besok baru kita akan memulai aktivitas belajar"
Buk Nita bangkit dari kursinya dan hendak melangkahkan kakinya tetapi salah satu murid bertanya kepadanya. "Buk jadwal nya gimana? Terus juga kan kita belum dapet buku dari sekolah. Sekalian deh buk jam masuk kita pukul berapa" murid itu memborong semua pertanyaan yang akan di lontarkan oleh murid lain.
"Kalian bisa catat jadwalnya, sudah ada di mading dan ketua kelas bisa mencatat dari mading lalu berikan ke sekretaris agar di catat di papan tulis. Dan soal buku, kalian bisa memintanya ke perpustakaan tiga hari mendatang jadi untuk sementara ini kalian hanya akan mencatat materi yang saya jelaskan nanti. Soal masuk, biasanya kita masuk pukul 07.15 dan memulai pelajaran dimulai dari pukul 08.05. Ada yang kurang jelas?"
"Tidak ada buk"
Setelah kepergian buk Anita mereka berhamburan menuju ke kantin, berbeda dengan Sherly dkk yang hanya mengelilingi lingkungan sekolahnya.
"Ohh iya, dari tadi gue mau nanya tapi lupa soalnya buk Nita keburu masuk. Sekarang gue baru ingat, ndri lo kenapa mau masuk geng kita?" Tanya Citra yang dibales anggukan sama yang lain.
"Hmm karena sebenarnya gue juga bad girl kaya kalian" jawab Indri
"Gue juga dari tadi ngeliat kalian berlima terus kemana-mana jadi gue pikir bakalan seru kalau gabung kalian. Dan juga gue pingin jadi sahabat kalian" tambahnya.
"Oke, lo harus tau nih siapa ketua, wakil, dan bendahara serta anggota biasa" ucap Putri dengan antusias.
"Sipp deh" balas Indri sambil mengacungkan jempol
"Ini Bila ketua gengnya, yang imut membahana, terus ini Sherly biasanya di panggil Lyly atau Riri tapi biasanya kita panggil lyly...." Ucapan Citra terpotong oleh pertanyaan dari Indri
"Loh? Kenapa jadi Riri? Hubungannya dimana?"
"Namanya Sherly Rimdani"
Indri menganggukan kepalanya "Oke, lanjut"
"Dia itu wakilnya, dia bad nya melebihi kita tapi sifatnya kaya bocil lima tahun" ucap Citra yang disusul tawaan dari temen-temennya. Sherly memanyunkan bibi bawahnya yang terlihat imut seperti anak kecil yang sedak merajuk. Fifi hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-temannya.
"Oke next. Dia Fifi cewek cantik yang dingin, dia itu bendaharanya. Biasanya kita nanti bayar uang kas ke dia ya jadi kalo ada keperluan kita bisa pake uang itu. Sementara ini Putri dan gue Citra. Kita cuman anggota biasa doang tapi kita tetap bakal jadi sahabat iya nggak?" Ujarnya sambil tersenyum.
"Yoi dong" jawab mereka semua sambil terkekeh kecil.
*****