
*****
SHERLY POV
"Gimana-gimana? Buruan jelasin" desak Putri sesudah menjauh dari Farell dkk.
"Ya gitu itu tadi Farell yang sering gue ceritain ke kalian" jawab Sherly sambil berjalan di koridor yang lumayan ramai
"Lo tau dia sekolah disini? Lo sengaja minta sekolah disini buat deketin dia? Atau lo mau cari-cari kesempatan" sekarang giliran Bila yang bertanya tanpa jeda
"Gak gue awalnya gak tau dia itu sekolah disini. Gue juga sempat kaget pas liat dia tadi. Tapi ada untungnya sih. Peluang gue buat deketin dia lebih besar" ujar Sherly sambil senyum-senyum sendiri.
"Modus lo" serentak Bila,Putri,dan Citra
"Ya udah lupain aja. Sekarang lebih baik kita cari kantin letaknya dimana soalnya gue udah laper banget" ucap Citra sok dramatis
"Sok dramatis lo jadi orang" cibir Sherly
*****
Mereka berkeliling di sekolah untuk menemukan kantin. Sekolah ini cukup luas sehingga membuat mereka bingung sudah berapa kali mereka berkeliling di sekitar sini? Entahlah mungkin sekitar lima belas kali mereka telah mengelilingi tempat yang sama di area sekolah itu.
"Isshh kantin nya dimana sih?! Gue bakar juga nih sekolah sialan!" kesal Bila
"***** bener dah kita udah keliling dari tadi, tetap aja gak nemu tuh kantin" ucap Citra sambil memegang perutnya yang kini benar-benar lapar.
"Ehh kita belum kesana tuh" ucap Putri sambil menunjuk area sekolah yang terletak di sudut
"Iya juga coba kita kesana deh siapa tau itu kantin" usul Sherly sambil memandang area sekolah yang di tunjuk Putri
"Ya udah ayuk" jawab Bila dan Citra dengan tidak semangat
Sherly menginjakkan kakinya di kantin yang cukup luas. Banyak murid sedang mengantri untuk membeli makanan dan minuman.
"Kita disana aja yuk" ajak Sherly pada teman-temannya
"Ehh ada Farell ly ada Farell sama temen-temennya" ucap Putri dengan histeris setelah melihat keberadaan Farell tengah duduk di meja bagian ujung bersama teman-temannya.
"Mana-mana" tanya Bila,Sherly,dan Citra dengan heboh
"Itu tuh meja yang ujung sana" jawab Putri sambil menunjuk ke arah meja yang di ujung
"Samperin gih" usul Fifi dengan singkat
"Temenin dong" pinta Sherly dengan wajah memelas
"Sip" ucap mereka.
*****
Author POV
"Rell..... Rell ada adkel yang tadi noh. Samperin gih" ucap Arfin dengan nada menggoda
"Ngapain? Gak perlu" jawabnya sambil menyeruput es teh manis
"Alah. Senang kan lo di kejar-kejar sama adkel?"
"Gak" ujarnya dengan wajah datar
"Gila bro kalo gue di kejar-kejar sama cewek manis kaya gitu beh udah gue terima cuy" ucap Arfin sambil memandang Sherly yang mungkin sedang membicarakan Farell
"Hmm"
"Woi rell dia datang" heboh Arfin
"Gak" jawab Farell tanpa menatap wajah Sherly
Arfin yang tidak tega pun akhirnya mengizinkan Sherly dkk untuk bergabung dengan mereka.
"Boleh kok sher"
"Serius boleh?" tanya Sherly dengan wajah berbinar
"Hooh boleh. Duduk aja disini gapapa"
"Gue ke kelas" ucap Farell sambil bangkit dari kursi yang ia duduki
"Kenapa lo bro? Cepat banget ke kelas nya? Kan bel istirahat lima belas menit lagi"
"Males" jawabnya sambil melangkahkan kakinya. Tetapi seseorang menahan tangannya. Farell berbalik dan menghadap lurus ke arah Sherly. Ia menarik tangannya dengan kasar.
"Farell disini aja ya? Lyly gak jadi duduk disini kok. Lyly pindah deh, Farell disini aja sama temen-temen Farell" ujar Sherly dengan berat hati.
"Kita gak jadi duduk disini kak. Maaf ya kak udah ngeganggu kita pindah ke meja yang lain aja permisi kak" lanjutnya sambil menarik tangan teman-temannya
Setelah menjauh teman-temannya akhirnya membuka mulut. "Ly kenapa pindah? Kan tadi temennya kak Farell udah ngizinin"
"Kalian gak liat tadi Farell itu mau pergi gara-gara gue mau duduk disana ya gue kan jadi gak enak. Kita balik ke kelas aja ya bentar lagi kaya nya udah mau masuk deh" ujar Sherly
"Tapi ly kita belum makan. Udah laper nih dari tadi"
Sherly terkekeh melihat Citra yang cemberut karena Citra sudah sangat merasa lapar. Citra terpaksa menahan rasa lapar karena menunggu Sherly yang ingin bertemu dengan Farell.
"Sebentar kalian mau makan apa? Gue pesanin deh, tapi makannya di kelas aja ya?" tawar Sherly
"Hmm iya deh. Gue beli nasi goreng aja ya ly sama Aqua nya satu" jawab Putri
"Kita mah samain aja kaya Putri" jawab Bila yang di bales anggukan sama yang lain
"Bentar gue pesan"
"Gue bantuin ly. Gue yang beli minuman. Elo makanan ya" ucap Citra yang di bales Sherly dengan acungan jempol.
Sherly dan Citra kembali dengan makanan dan minuman yang sudah di beli. Mereka berjalan di koridor sekolah yang sudah lumayan sepi.
"Gue heran deh ly sama lo. Kok bisa lo mau ngejar-ngejar Farell yang cuek gitu?" tanya Bila sambil geleng-geleng kepala
"Gak tau" jawab Sherly dengan singkat,padat,dan jelas
"Gak nyerah lo? Lo udah ngejar dia selama dua tahun njirr. Masa iya gak capek? Nyerah deh ly, lo ngejar dia selama dua tahun tapi dia gak ngeliat perjuangan lo. Sama aja semua perjuangan lo sia-sia" ucap Bila dengan wajah serius
"Gak bisa bil. Gue emang capek ngejar dia. Gue mau nyerah tapi hati enggan berkata permisi" ucap Sherly dengan tersenyum miris
"Ly gue peduli sama lo. Kita udah temenan itu dari SMP. Kita semua care sama lo,kita gak mau lo ngejar orang yang gak suka sama lo ly" Bila mencoba memberi pengertian kepada Sherly
"Tapi...." ucapan Sherly menggantung karena di potong oleh Fifi
"Udah biar itu urusan Sherly. Kita harus dukung Sherly supaya dia lebih semangat lagi buat ngejar Farell" ujar Fifi
"Iya gue juga dukung kok. Tapi kalo lo capek jangan di paksain ly. Istirahatkan hati lo" ucap Bila sambil tersenyum tulus kepada Sherly
"Gue sayang kalian"
Sherly merentangkan tangannya dan memeluk ke empat temannya. Ia sangat senang mempunyai sahabat yang selalu ada disisinya saat dirinya merasa sedih ataupun bahagia. Ia menangis haru, ia tidak ingin kehilangan sahabat seperti mereka.
"Udah dong jangan nangis kaya gini ntar gue jadi ikutan,mending kita ke kelas ya" ajak Citra berusaha mencairkan suasana, ia tidak ingin sahabatnya menangis karena nanti ia bisa-bisa malah ikutan.
*****