
"Iya buk"
Sherly menuju ke ruang BK. Setelah sampai Sherly menemukan teman-temannya sedang duduk di kursi panjang sambil menunggu guru killer yang tadi selesai menjalankan tugasnya.
"Kenapa lo pada masuk BK?" tanya Bila ketua geng bad girl nya.
"Biasa telat terus ketauan manjat pagar" jawab Sherly dengan santai sambil berjalan menuju kursi panjang yang sedang teman-temannya duduki.
"Kalian? Kenapa masuk BK?" tanya Sherly setelah duduk di sebelah temannya Putri.
"Biasa lah, atribut kita gak lengkap" yang menjawab pertanyaan Sherly adalah Fifi orang yang sedari tadi hanya diam sambil mendengarkan teman-temannya.
"Ohh gitu" ujar Sherly sambil menganggukkan kepalanya
"Ehh lo ingat nggak put cowok yang pernah gue ceritain sama lo dan si citra. Yang gue nemu dia di angkot itu" tanya Sherly dengan antusias
"Lo nemu cowok di angkot bukan sekali dua kali jadi gue gak ingat cowok yang Lo maksud itu siapa" jawab putri tanpa memandang wajah Sherly.
Sherly menghirup udara sebanyak-banyaknya supaya ia sabar jika bicara dengan sahabatnya yang satu ini. "Putri sayang..... Yang itu loh yang gue gue ceritain pas di kantin, ingat gak? Yang gue bilang ganteng banget meleleh dedek bang kaya gitu kalo nggak salah gue bilang kemarin" ucap Sherly panjang lebar agar Putri bisa mengingat percakapan mereka kemarin.
"Hmm udah ingat kenapa-kenapa? Lo udah kenal dia? Tau dia tinggal dimana? Lo tau sekolahnya dimana? Namanya siapa? Terus orang nya gimana?" tanya Putri tanpa jeda.
"Satu-satu dong nanya nya biar gue bisa tau Lo nanya apa aja tadi"
Putri memutar bola matanya. "Lo udah kenal dia" tanya Putri dengan berusaha sabar.
"Udah gue udah kenalan sama dia kemarin" jawab Sherly dengan senyum manis yang merekah di wajahnya
"Oke. Dia tinggal dimana?"
"Kalo itu sih gue belum tau"
"Sekolahnya?"
"Pas gue liat seragamnya kaya nya sih dia sekolah di SMP Negeri 5 deh. Dia kayanya kakel" ujar Sherly sambil mengingat kejadian di angkot waktu itu.
"Namanya siapa terus orangnya gimana?" tanya Putri yang tingkat kepo nya melebihi dewa
"Namanya Farell Aditya Bratama. Kalo gue liat sih dia itu cuek,dingin,ketus, tapi ganteng banget. Kayanya dia orang yang berprestasi deh" Sherly tersenyum samar sambil menghela nafas dengan pelan setelah mengatakan kata-kata yang terakhir ia ucapkan.
Putri melihat keraguan di mata Sherly. Ia yakin bahwa sahabatnya itu suka sama lelaki yang bernama Farell.
"Ly..... Percaya deh sama gue, lo bisa kok dapetin dia. Lo juga berprestasi ya walaupun bad girl gini. Walau lo gak berprestasi di bidang akademik tapi lo berprestasi di bagian ilmu bela diri. Lo juga kan sering ikut pertandingan karate dan selalu pulang dengan hasil yang memuaskan" ujar Putri dengan panjang lebar. Ia berusaha untuk meyakinkan sahabatnya kalau Sherly bisa mendapatkan hati cowok itu.
"Tapi dia ganteng. Dia gak cocok bersanding sama gue, dia juga anak baik kayanya..... Beda sama gue yang bolak-balik masuk BK" ucap Sherly dengan nada sedikit frustasi. Ia tidak yakin bisa mendapatkan hati cowok tersebut.
"Ly, dengerin gue lo itu cantik,manis, baik kok walaupun nakal kaya gini."
"Kalian ngomongin siapa sih? Cowok mana coba?" tanya Fifi dan Bila yang tidak mengerti apa yang di bahas oleh Sherly dan Putri. Citra? gadis itu tau apa yang sedang dibicarakan oleh lyly dan Putri hanya saja ia diam dan mendengarkan.
"Gak ada kok" jawab Putri sambil nyengir.
Mereka menunggu sampai akhirnya guru BK yang tadi kembali. Guru BK nya datang bersama beberapa cowok bad boy di sekolah Sherly. Mereka The Most Wanted Boy. Mereka juga punya geng sendiri, geng bad boy yang berisikan lima anggota termasuk ketuanya dan juga wakilnya. Dan mereka juga jago berkelahi. Mereka mempunyai ilmu bela diri masing-masing seperti karate,silat,dan taekwondo.
Rifan: Cowok tampan bad boy tersebut adalah ketua gengnya. Ia adalah the most wanted boy. Banyak kakak kelas, adik kelas, bahkan teman cewek seangkatannya mengejar dia. Tetapi cowok itu tidak pernah perduli dengan yang namanya cinta. Tetapi tidak tau mengapa ia sering mengejar Sherly beberapa hari terakhir. Ia cowok yang mempunyai ilmu bela diri silat.
Adrian: Cowok tampan bahkan bisa di bilang lebih tampan dari teman-temannya. Ia tipe cowok pendiam. Ia cukup pintar tetapi mengapa ia malah masuk geng bad boy di sekolahnya. Ia menjabat sebagai bendahara di geng nya. Ia mempunyai ilmu bela diri silat, dan juga karate.
Zikhri: Lelaki pintar yang selalu percaya diri tersebut hanyalah anggota di geng itu. Menurutnya ia sangat tampan. Ia hanya mengatakan itu ketika bercanda bersama teman-temannya. Ia sangat suka bercanda. Ia mempunyai ilmu bela diri karate yang dulu ia tekuni semasa ia kelas 2 SD.
Arif:Lelaki yang pandai bergaul dan tampan ini juga hanya anggota seperti Zikhri. Ia banyak digemari oleh kaum hawa seangkatannya. Banyak juga kakak kelas dan adik kelas yang menjadikan dirinya sebagai bahan haluan. Ia mempunyai ilmu bela diri taekwondo seperti Alex.
Oke selesai sudah pengenalan mereka. Kita kembali ke cerita awal.
Gurunya kembali dengan memasang wajah marah yang berwarna merah padam. Ia duduk di kursinya dan memegang catatan yang biasanya digunakan para guru BK untuk mencatat nama-nama murid yang nakal.
"Kalian!!! Berkali-kali saya ingatin jangan suka membuat ulah!! Kemana peringatan yang saya beri tau ke kalian?!!" ucap buk Soit dengan garang.
"Kemarin udah saya ingat-ingat buk tapi malah gak nempel. Ucapan ibuk itu susah di ingat gak kaya wajah dia yang cantik membahana" jawab Zikhri bercanda.
"NGELAWAN LAGI KAMU. KALAU GURU NGOMONG ITU DI DENGERIN JANGAN NGEJAWAB AJA!!!" ucap buk Soit setengah berteriak
Zikhri langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Jika gurunya sudah membentak seperti ini berarti gurunya sudah sangat marah.
Rifan,Alex, dan Arif terkekeh melihat Zikhri yang langsung diam setelah di bentak oleh guru killer disekolah nya.
"DIAM KALIAN! GURU LAGU EMOSI KALIAN MALAH TERTAWA, EMANG ADA YANG LUCU HAH?!"
Rifan,Alex, dan Arif kaget dan menjawab "Nggak buk maaf" setelah itu langsung menutup mulut rapat-rapat sepeti yang dilakukan Zikhri.
"Sherly,Putri, Bila,Fifi, sama Citra sini" panggil buk Soit sambil membuka catatannya.
"Kamu kenapa terlambat terus Sherly? Gak capek masuk BK terus-terusan?!" tanya buk Soit dengan serius.
"Capek sih buk,tapi kan saya udah bilang. Saya insongnia jadi susah bangun pagi buk" jawab Sherly dengan santai.
"Insomnia sayang" ucap Rifan dengan nada yang di buat lebay.
"Najis tau nggak" ucap Sherly dengan wajah yang di buat seolah-olah mau muntah.
Rifan terkekeh melihat Sherly. "Sudah-sudah kalian masuk ke dalam kelas masing-masing. Jangan ada yang bolos,kalau saya tau kalian bolos? Saya panggil orang tua kalian!" ucap buk Soit.
"Baik buk" ujar mereka semua secara bersamaan dan keluar dari ruangan tersebut.
Mereka berjalan kedalam kelas masing-masing. Sebelum menuju ruangan kelas mereka singgah ke toilet khusus perempuan. Mereka merapikan pakaian masing-masing.
"Gila ya tuh guru killer! Parah banget anjirr kalo marah mukanya langsung merah padam gitu" ucap Putri dengan wajah yang sok serius.
"Hooh" jawab Sherly sambil berdiri didepan kaca
"Untung aja kita gak dihukum ya nggak?" lanjutnya.
"Iya cuy. Kesambet apaan tuh buk Soit tumben-tumbenan gak mau ngasih hukuman?" tanya Citra.
"Udahlah bersyukur aja kita nggak dihukum soalnya gue lagi mager hari ini" ucap bila yang baru keluar dari dalam toilet dan ikut berdiri didepan kaca seperti Sherly.
"Kalian udah siap kan? Ayo masuk kelas" ujar Fifi sambil berjalan.
*****