
"Lo?!" ucap mereka secara bersamaan.
"Lo ngapain disini?" tanya Sherly kepada lelaki yang tadi tidak sengaja di tabraknya.
"Suka-suka gue lah, lo kira ini supermarket punya bokap Lo hah?!" jawab Farell dengan muka datarnya.
"Ehh gue belum tau nama lo, sombong banget sih lo!! Gue kan cuma pengen kenalan! Nggak lebih, kalo lebih juga boleh"
"Nama gue Farell Aditya Bratama, sekarang minggir gue mau pulang!"
"Oke, byee bebeb Farell hati-hati ya" ucap Sherly dengan girang karena telah mengetahui siapa nama laki-laki tampan yang membuatnya suka pada pandangan pertama.
"Nih cewek kayanya beneran nggak waras" batin Farell.
****
Sherly telah sampai didepan gerbang rumahnya, ia membuka pintu dan terlihat abang kesayangannya tengah duduk di sofa sambil menonton tv.
"Darimana ly" tanya Rafa dengan lembut.
"Lyly tadi ke supermarket beli cemilan. Habisnya gak ada makanan dirumah, terus juga tadi lyly mau minta anterin abang tapi abang malah nggak ada!" jawab lyly dengan wajah cemberut.
Rafa tersenyum melihat wajah adiknya yang cemberut. "Hehe maafin abang ya, tadi abang janjian sama teman tapi lupa bilang kamu, udah jangan ngambek gitu ntar jelek loh" bujuk Rafa.
"Tau ah!"
Sherly berjalan mendekati sofa yang diduduki oleh Rafa abangnya. "Bang, kalau gue seandainya bawa temen cowok kerumah boleh nggak?" tanya Sherly setelah duduk di sofa.
"Cowok? Lo udah punya?"
"Yee kagak sih, kan nggak mesti pacar yang dibawa kerumah"
Satu alis Rafa terangkat ia mencoba mencerna apa yang di bilang oleh Sherly.
"Ohh maksudnya, lo lagi suka sama cowok terus lo mau ngajak dia main kerumah?" tanya Rafa.
"Ehh kok lo tau?!" Sherly shock. Darimana abangnya tau kalau dia lagi suka sama seseorang?
"Asal nebak aja sih. Tapi benarkan tebakan gue?" tanya Rafa dengan bangga.
"Lo jawab dulu boleh apa nggak?" tanya Sherly tanpa menjawab pertanyaan Rafa.
"Boleh kalo ada gue,papa, sama bibi. Kalau lo bawa laki-laki berduaan. Gue nikahin lo berdua!"
"Seriusan lo bakal nikahin gue sama dia?? Otw bawa laki-laki berduaan dirumah deh biar bisa nikah sama Farell" ucap Sherly dengan antusias
Rafa menggelengkan kepalanya, "****! Emang ada yang mau sama lo, masih kecil udah nikah-nikah! Dah ah jangan ngadi-ngadi lo kalo ngomong. Gue mau ke kamar dulu" ucap Raka dengan malas saat melihat tingkah adiknya yang satu ini.
Raka berdiri dan melewati kaca besar yang menempel di dinding rumahnya. Raka jalan sedikit berlari. Sontak membuat Sherly ketakutan dan ia berteriak "BANG RAFAAAA ADA SETAN BANG!!!"
Rafa keluar dari kamarnya dengan padahal baru saja ia menutup pintu kamarnya. "Mana setannya??" tanya Rafa dengan panik karena melihat wajah pucat Sherly. Ia sangat tau bahwa Sherly itu penakut.
"ta-taadi ada di ka-kaca" jawab Sherly dengan mata yang berkaca-kaca.
Rafa melihat ke depan kaca. Nihil tidak ada apa-apa disana.
"Nggak ada dek, tadi juga pas gue lewat mau ke kamar nggak ada apa-apa"
Sherly kaget. Terdiam beberapa detik lalu tertawa keras. Rafa heran melihat adiknya tertawa. Apa dirinya sedang dikerjai oleh lyly?
"Lo kenapa ketawa? Emang ada yang lucu?"
"Lo tadi mau ke kamar?" tanya Sherly di sela-sela tawaan nya.
"Iya"
"Iya"
"Buru-buru?"
"Emang kenapa sih?! Dari tadi nanya-nanya mulu! Iya, tadi gue mau ke kamar lewat dari kaca ini! Gue buru-buru tadi! Puas?!" Rafa merasa jengkel karena adiknya seperti menertawakan dirinya.
"Berarti elo setannya" jawab Sherly dengan tawanya yang sedari tadi tidak berhenti.
"Maksud lo?" tanya Rafa, ia benar-benar tidak paham apa yang dikatakan oleh Sherly.
Sherly meredakan tawanya, "gini lo lewat didepan kaca, lo bilang lo mau ke kamar kan? Terus lo buru-buru. Pas lo lewat gue kaya ngeliat bayangan hitam yang gue kira setan. Dan ternyata itu elo"
"Dedemit lo! Abang lo ganteng kaya gini di bilang setan. Gak ada akhlak lo" ucap Rafa dengan kesal.
"Pd banget lo njirr, najis deh"
Rafa menghembuskan nafasnya jangan sampai dia berdebat dengan adiknya. Ia pergi untuk masuk menuju ke kamarnya kembali. Sedangkan Sherly kembali ke acara tv kesayangannya. Film Spongebob Squarepants, film kartun yang banyak digemari oleh anak-anak.
Ia teringat akan sosok Farell yang sifatnya susah di tebak. "Gue datengin aja nggak ya sekolahnya besok?" tanya Sherly didalam hatinya.
Seketika lamunannya buyar saat lelaki paruh baya memasuki rumah. Ya, itu adalah papa Sherly. "Assalamualaikum, papa pulang" ucap papanya Sherly.
"Wa'alaikumussallam papa" Sherly berdiri dan langsung memeluk papanya. Papanya tersenyum saat Sherly memeluknya. Seperti energinya telah terisi penuh kembali.
"Kakak udah makan?" tanya papanya.
"Udah kok. Itu makan cemilan, bibi lagi masak kayanya"
"Kamu suka banget makan tapi nggak gemuk-gemuk" ucap papanya sambil tersenyum.
"Papa ihh"
"Papa bercanda. Yaudah papa masuk ke kamar dulu mau mandi biar kita bisa makan malam sama-sama, oke?"
"Oke" jawab Sherly dengan semangat
*****
FARELL POV
Farell memasuki rumahnya. "Assalamualaikum Farell pulang." ucap Farell sambil membuka pintu.
"Wa'alaikumussallam bang. Mana belanjaan Fitra?" tanya Fitra kepada Farell.
"Ada nih"
"Mama mana?" Lanjutnya.
"Ohh mama,papa,sama puput pergi katanya ke pesta teman bisnis papa"
Farell menganggukkan kepalanya. Ia berjalan menuju kamar. Dan merebahkan dirinya dikasur yang begitu empuk.
"Tuh cewek aneh siapa sih? Gue ketemu sama dia dalam sehari ini udah tiga kali" batin Farell. Ia segera menepis pikiran itu jauh-jauh.
Ia memejamkan matanya dan terlelap diatas kasur lembut miliknya.
*****