
*****
Sherly sekarang telah memasuki kelas satu SMA. Hari ini adalah hari MOS buat murid-murid baru di SMA Negeri 8. Tetapi Sherly masih menggeliat di kasur nya. Sementara Rafa geleng-geleng kepala melihat tingkah adiknya.
"Woi anjirr bangun!!!! Udah telat lo ******" teriak Rafa
"Berisik lo. Gue denger kali" jawab Sherly dengan kesal sambil mencari-cari bantal dan menutup kupingnya menggunakan bantal tersebut.
"Lo udah telat setan! Kapan lo tobat jadi bad girl?! Gue gak mau tau! Lo jangan sering-sering bolos dan jangan melanggar aturan sekolah!!" ucap Rafa dengan tegas dan langsung keluar dari kamar Sherly.
Sherly pun turun dari kasur empuknya. "Sabar ya. Ntar siang kita ketemu lagi, gue janji deh!!" ucapannya sambil menatap sendu kasur kesayangan miliknya. Ia berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Sherly mengikat rambutnya. Dan memakai liptin sedikit agar bibirnya terlihat lebih merah.
"Sempurna! Ohh iya gue bawa liptin aja kali ya? Siapa tau Bila,Putri,Citra,sama Fifi mau make" tanyanya pada diri sendiri.
"Gue bawa aja deh" ujarnya sambil mengambil tas dan segera turun kebawah. Kali ini Sherly memakai seragam putih abu-abu dengan lengkap seperti dasi, ikat pinggang dan topi yang sudah ia pegang dari tadi. Hanya saja pakaiannya sedikit ketat. Ia memakai seragam yang lengkap hanya karena ia murid yang baru saja memasuki hari pertama sekolah. Mungkin sekitar satu atau dua bulan ia akan kembali menjadi bad girl.
"Pagi pa" sapanya pada Dimas yang tengah memakan nasi goreng.
"Pagi sayang. Tumben kamu pakaian nya kaya begini?" tanya papanya yang sedikit heran dengan penampilan Sherly.
"Kenapa? Sherly salah ya make seragam lengkap kaya gini?" tanya Sherly
"Nggak papa lebih senang ngeliat kamu kaya gini. Ditambah kamu ikat rambut kaya gitu jadi gemes-gemes gimana gitu" ucap Dimas dengan tulus dan tersenyum
Sherly tersenyum malu mendengar ucapan papanya.
"Papa bisa aja" ucapnya sambil duduk di meja makan dan segera memakan nasi gorengnya. Setelah selesai ia segera berangkat. Ia diantar oleh Rafa. Karena kebetulan sekolah mereka searah.
Setelah sampai ia segera turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada abangnya.
"Makasih bang Rafa yang jelek" ucapnya sambil tersenyum ceria
"Ia sama-sama adik gak ada akhlak" balas Rafa bercanda
"Yaudah sana masuk buruan" suruh Rafa
"Iya bang. Hati-hati ya. Byeeee" ucap Sherly dan segera memasuki area sekolahnya
Ia mencari keberadaan teman\-temannya. Dan ternyata teman\-temannya baru saja tiba di gerbang sekolah. Sherly segera menghampiri teman\-temannya. Teman\-temannya sangat kaget melihat kedatangan Sherly yang tiba\-tiba. Untung saja mereka tidak mempunyai penyakit jantung.
"Astaghfirullah ly kaya setan aja asal nongol" ucap Bila sambil mengelus dada
"Ya maap bil"
"Yaudah masuk yuk bentar lagi kaya nya bel deh" ajak Fifi
"Oke" jawab mereka semua
Ternyata saat mereka tiba di lapangan bel masuk telah berbunyi. Mereka mengambil barisan masing\-masing. Ketua OSIS memberikan kata\-kata pembuka dan menyuruh seluruh siswa baru melakukan apa yang ia katakan untuk MOS tahun ini. Setelah itu di susul oleh kepala sekolah yang memberikan arahan. Setelah kata\-kata yang menurut Sherly dkk membosankan itu selesai mereka segera memasuki ruangan masing\-masing. Seharusnya mereka disuruh untuk pengenalan lingkungan dan mencatat apa saja yang berada di sekolah ini tetapi tidak jadi karena hujan turun secara tiba\-tiba membasahi lapangan sekolah.
Saat Sherly dan teman\-temannya berjalan di koridor tidak sengaja ia menabrak seseorang. Saat ia mendongakkan kepalanya ia melihat Farell dan teman\-temannya.
"I\-iya rell, ma\-maaf aku gak sengaja" ucap Sherly dengan gugup
"Ehh ada adik kelas manis nih" ujar Arfin bercanda sekaligus menggoda Sherly
"Sherly kak" ucap Sherly sambil mengulurkan tangan yang disambut balik oleh Arfin dan teman\-temannya yang lain.
Sementara Bila,Citra,Putri dan Fifi bingung bagaimana Sherly tau nama cowok yang tidak sengaja ia tabrak tadi.
"Ly lo hutang penjelasan sama kita berempat!" ujar Putri yang disusul anggukkan sama yang lain.
"Iya sabar ya" jawab Sherly dengan malas
"Farell gapapa kan? Gak ada yang lecet kan?" tanya Sherly dengan buru\-buru
"Farell?!" ucap Citra, Putri,Bila dengan kaget. Sedangkan Fifi hanya menaikan sebelah alisnya.
"Hooh Farell emang kenapa?" tanya Sherly pada teman\-teman nya
"Ini Farell?! Subhanallah ganteng bingitss kalo gini juga gue suka" ucap Bila dengan wajah lebay
"Ingat lo itu punya....."
"Iya ingat" Bila memotong ucapan Citra dengan cepat
"Lagian juga gue cuman kagum, gue sukanya cuman sama Alex doang kok hehe" lanjutnya dengan cengiran di wajahnya
"Yaudah yuk ly kita kan tadi pengen ke kantin" ajak Putri sambil menarik tangan Sherly
"Ehh tunggu dulu. Maaf ya Farell. Gue permisi. Bye" ucap Sherly sambil berjalan dengan cepat karena tangannya di tarik oleh Putri
"Gila tuh cewek manis bener senyumannya. Bisa\-bisa diabetes gue kalo disenyumin sama dia tiap hari" ucap Arfin sambil membayangkan senyum Sherly
"Jangan lo deketin tuh cewek" ucap Farell dengan tidak sadar
"Wahh ada yang cembukur nihh" ucap salah satu teman Farell
"Gak. Gue cuman peringati aja soalnya dia bad girl terus juga kadang sifatnya kaya anak kecil. Tapi dia juga bisa bela diri katanya" ucap Farell sambil berjalan
Sementara teman\-temannya mengikuti dari belakang. "Lo tau banget ya soal dia?" tanya Arfin yang berusaha menggoda Farell.
"Gak juga, dia yang cerita tentang dirinya sendiri padahal gue gak minta" jawab Farell dengan ekspresi datar di wajahnya
"Ohh gitu ya. Gue kira kalian pacaran. Soalnya cocok kalo di liat\-liat"
"Menurut lo doang menurut gue nggak" jawab nya dengan dingin sambil berjalan memandang ke depan.
"Awas lo kemakan omongan sendiri ntar tau rasa. Kalo lo sampe suka sama dia gimana?" tantang Arfin yang terus mengoceh dan bertanya\-tanya tentang Sherly.
"Gue bakal ikuti satu keinginan lo" ucap Farell dengan santai. Karena ia yakin tidak mungkin ia bakal suka dengan Sherly si cewek badgirl.
\\\*