
Ji Young sedang dalam proyek membuat album baru.
Lewat tangan dingin Ji Young banyak lagu lagu yang menjadi hits dan populer.
Ji Young terkenal menjadi pencipta lagu yang genius dan briliant,pemikirannya yang ia tuangkan pada setiap baris lagu juga instrumen musik eksentrik yang ia padukan pada lagunya itu
selalu membuat lagu lagu buatan Ji Young menjadi mantra yang menarik dan dinikmati semua orang.
Sambil mencari inspirasi lagu barunya ini,Ji Young teringat akan Kyung Mi.
Sambil bersantai di rumah,Ji Young menulis lagu dengan santai ditemani sepuntung rokok di tangan sebelahnya.
Hari ini Kyung Mi sangat senang karena gaji pertamanya sudah masuk.
Wah,gajihku banyak sekali...
Ternyata menjadi asisten artis gila yang terkenal itu sangat menguntungkan.
Kyung Mi bergumam sendiri di depan mesin ATM karena kegirangan gajinya masuk.
Setelah itu ia segera membayar uang sewanya dan karena hari ini libur,Kyung Mi memutuskan untuk berbelanja ke supermarket.
Isi kulkasnya tinggal sarang laba laba saja karena sudah lama tidak terisi.
Dengan penuh semangat Kyung Mi membawa troly belanjaan..
Baiklah,aku akan membeli daging,ramen dan berkaleng kaleng Bir hari ini..
Kyung Mi memuaskan hasratnya dan membeli banyak sekali daging.
Di saat yang sama,Ji Young juga berbelanja dengan memakai masker hitam,topi kupluk,hoody hitam juga jeans panjang bewarna hitam.
Keranjang Ji Young masih terisi sedikit,hanya beberapa bungkus rokok,deodoran juga sikat gigi yang di belinya sejauh ini.
Dari jauh,Ji Young melihat sosok yang tidak asing sedang berbelanja juga.
Ji Young tersenyum dari balik maskernya.
Hei,lihat di sana..
Bukankan itu asistenku..
Dia sedang belanja juga rupanya.
Ji Young lekas menghampiri Kyung Mi..
Kyung Mi sedang berdiri sambil memegang dua buah jenis bawang berbeda di tangannya.
Hem..yang ini atau yang ini ya..
BRAKKKKKK......
Kyung Mi kaget mendengar suara keranjangnya yang di tabrak dengan keras..
Astaga..
Saat Kyung Mi menoleh..
Ji Young sudah ada di sisinya.
Hemm..dia lagi.
Aku selalu mendapat firasat buruk kalau ia berada di dekatku.
Sama halnya seperti sekarang.
Di tempat lain.
Pacar Kyung Mi, Han Jong Suk sedang berbaring berdua di kamarnya dengan sahabat Kyung Mi Seo Woo.
Hei,sudalah jangan merasa bersalah terus.
Lagi pula Kyung Mi juga tidak ada di dekatmu.
Bukankan lebih baik kau denganku..
Putuskan saja dia,aku lelah menjadi selingkuhanmu dan berpura pura menjadi sahabat yang baik di hadapan Kyung Mi.
Tidak Seo Wo,tidak sekarang.
Aku masih belum siap.
Aku tidak tega pada Kyung Mi.
Jung Suk lalu bangun dari ranjang itu dan meninggalkan Seo Wo.
Rupanya,selama ini pacar dan sahabat Kyung Mi sudah berkhianat di belakang Kyung Mi.
Mereka berselingkuh tanpa sepengetahuan Kyung Mi dan tetap berpura pura baik di hadapan Kyung Mi.
Seo Wo terus saja menggoda Jung Suk hingga mau tidur dengannya dan menjalankan hubungan gelap di belakang.
Tapi Jung Suk belum tega memutuskan Kyung Mi karena akan sangat menyakitkan.
Terlebih cinta dan perasaan Jung Suk setulusnya hanya untuk Kyung Mi,namun ia juga tidak bisa menahan godaan Seo Wo dan terjebak di antara keduanya.
Kembali ke Kyung Mi dan Ji Young.
Wah,kau membeli banyak daging rupanya.
Ji Young mengintip keranjang Kyung Mi.
Hem,bukan urusanmu.
Ji Young tersenyum dan menurunkan maskernya.
Masakkan aku sesuatu yang lezat,sudah lama aku tidak pulang dan memakan masakan rumahan..
Tidak mau!!
Kau fikir aku ibumu.
Tapi ada daya Kyung Mi.
Ji Young merangkul lehernya dengan sebelah lengannya lalu menariknya.
Dan jadinya...
Sekarang Kyung Mi sudah didalam mobil Ji Young dan menuju ke rumah Kyung Mi..
Wajah Kyung Mi sangat masam,sementara Ji Young tersenyum sambil memegang setir itu.
Jangan sampai dia mencuri kesempatan dan memperdayaku lagi.
Aku harus extra hati hati pada binatang buas ini.
Kyung Mi terus merungut di dalam hati...
Oi...
Kyung Mi menatap Ji Young
Hei,artis tenar.
Kau tidak pernah memanggil namaku.
Kan aku sudah memperkenalkan diri,namaku itu Cho Kyung Mi...
A...iya aku lupa..maaf
Kyung Mi...
Dug...Dug....
Bodoh!!!
Kenapa aku malah berdebar padahal kan dia cuma menyebut namaku saja..
Namamu seperti nama anak anjing tetanggaku yang berjenis bulldog.
Apa!!
Kau mau samakan aku dengan anjing jadinya?
Eiy,tentu saja tidak.
Aku hanya bercanda..
Kau selalu emosi setiap bicara denganku.
Aku hanya mau bilang kalau aku akan menggarap album baru dan tadi saat aku menulis liriknya aku malah terbayang wajahmu.
Jadilah kau jadi inspirasiku.
Dag dig dug dag dig dug..
Kenapa ini?
Apa aku ke rumah sakit saja ya?
Sepertinya aku memang bermasalah dengan jantung.
Kyung Mi semakin gugup karena ucapan manis Ji Young tadi.
Ji Young juga memerhatikan gelagat aneh Kyung Mi.
Ji Young meluncurkan jari telunjuknya dan menusuk area geli Kyung Mi di atas panggul..
Spontan saja
AAAAAAAAAAAA....
Hei......
Tidak henti henti di dalam mobil itu kucing dan tikus ini terus bertengkar..
Setelah sekian waktu di jalan,Kyung Mi dan Ji Young sudah sampai di apartemen sederhana Kyung Mi.
Tempat tinggalmu kumuh ya..
Wajah Kyung Mi menggertak kesal.
Apa yang bisa kau harapkan dari tempat bersewa murah hah!
Tentu saja definisi kita berbeda...
Hem..benar juga..
Ji Young memandang lift kecil yang membawa mereka naik itu.
Apa ini layak di sebut lift?
Aku rasa ini lift untuk shooting film horor,setiap naik lantai terus berbunyi sekan rantai yang membawa lift ini akan putus,lampunya juga sangat redup.
Bahkan kapasitasnya hanya 3 orang.
Sangat lambat lagi,rasanya aku bisa kehabisan nafas di sini.
Akhirnya film menaiki lift horor itu selesai.
Ji Young dan Kyung Mi menaiki beberapa anak tangga lagi dan sampailah di tempat Kyung Mi.
Wah,walaupun kecil dan kumuh tapi untuk membuka pintu bisa menggunakan sidik jari juga rupanya.
Ji Young kagum melihat teknologi canggih di tempat yang di bawah standar menurutnya ini.
Berhentilah berkomentar Ji Young.
Tidak lama pintu terbuka,Ji Young dan Kyung Mi masuk ke dalam tempat Kyung Mi tinggal itu.
Kesan pertama Ji Young tidak buruk..
Hem,ternyata begini kamar asistenku..
Rapi juga...
Kyung tersenyum di balik punggung mendengar pujian Ji Young.
Selanjutnya,Kyung Mi berkutat dengan bahan bahan yang di belinya tadi dan memasak di dapur.
Sedangkan Ji Young merebahkan diri di kasur Kyung Mi yang empuk.
Masker dan topinya sudah ia lepas.
Saat Kyung Mi berbalik dan melihat ulah Ji Young.
Kyung Mi terperangah.
Ji Young mulai bertingkah dengan berbaring miring lalu menurunkan hoodynya ke kanan sehingga memperlihatkan sedikit pundaknya seolah menggoda.
Kyung Mi yang saat itu memegang pisau langsung membayanginya ke Ji Young yang nyeleneh di sana.
Melihat hal itu,Ji Young segera menarik bajunya lagi dan mentupnya.
Kyung Mi langsung tersenyum melihat ulah Ji Young itu.
Karena bosan menunggu,Ji Young menyusul Kyung Mi ke dapur yang hanya beberapa langkah saja.
Ji Young mengejutkan Kyung Mi yang sedang membumbui masakan itu.
Tahu tahu,Ji Young sudah mengekang kiri dan kanan Kyung Mi dengan tangannya.
Ji Young juga berbicara langsung menembak kuping Kyung Mi.
Hei,kenapa lama sekali?
Seketika seluruh tubuh Kyung Mi langsung merinding dan saat menoleh wajah Ji Young hanya sejengkal dari wajahnya.
Mata Kyung Mi dan mata Ji Young saling beradu..
Ya tuhan,kenapa pria ini begitu mengganggu dan mengusikku?
Aku tidak tahu harus apa dengannya..
Ji Young tersenyum,haruskah aku menginap di sini malam ini?
Kyung Mi lalu menginjak kaki Ji Young sekuat mungkin hingga Ji Young berteriak kesakitan..
Akhirnya,masakan Kyung Mi selesai.
Semua masakan sudah di hidangkan di meja makan.
Wajah Ji Young yang tadinya kesal karena kakinya tadi di injak kini sumringah melihat jajaran masakan Kyung Mi.
Ji Young langsung menyesap makanan itu.
Hati hati panas....
Peringatan Kyung Mi terlambat karena sup panas itu sudah lebih dulu di cicipi Ji Young dan membuat lidahnya melepuh.
Arghh..
Ji Young meringis mehanan panas dan sakit di saat yang bersamaan di dalam mulutnya.
Kyung Mi langsung menghampiri Ji Young dan duduk di dekatnya.
Kyung Mi menyapu bibir Ji Young dengan tisu dan memberinya minum air dingin.
Saat itulah Ji Young melihat wajah panik Kyung Mi yang cemas padanya.
Apa sekarang dia tulus padaku?
Kenapa ada sesuatu yang lain saat aku melihatmu?
Kyung Mi lalu meniupkan sup itu dan menyuapinya pada Ji Young.
Jangan besar kepala ya..
Aku melakukan ini sebagai ucapan terima kasih atas gaji yang kau berikan..
Em..
Iya....
Tapi masakanmu benar benar lezat,membuatku rindu pada masakan ibuku.
Mata Ji Young berubah melemah saat membahas itu dan membuat Kyung Mi terusik ingin tahu.
Memangnya kau tidak mengunjungi orang tuamu?
Tidak,sudah lama aku tidak berkunjung ke rumah orang tuaku.
Pekerjaanku terlalu banyak,untuk kesana juga butuh waktu 6 jam.
Aku takut para fans membuntutiku dan meneror orang tuaku seperti dulu.
Karena tahu dimana orang tuaku tinggal,para fans menyatroni rumah itu dan membuat orang tuaku tidak nyaman dan terus di ganggu.
Akhirnya mereka harus pindah ke tempat yang baru lagi.
Jika ingin ke sana aku harus sangat hati hati.
Tapi karena kesibukan ini,aku belum bisa mengunjungi mereka.
Ternyata Ji Young juga manusia.
Dia pasti sangat merindukan orang tuanya juga suasana rumah yang hangat.
Kakakmu bagaimana?
Hem,kakakku sangat ambisus..
Aku selalu mengalah..
Aku tidak kuliah agar dia bisa kuliah dan sekarang dia menetap di New York.
Dia hanya memedulikan Tae Yong dan tergila gila pada Tae Yong.
Aku membiayai kuliahnya di luar negeri,aku juga membangun penginapan untuk ayah ibuku kelola.
Ternyata dia tulang punggung keluarga.
Walau imejnya sangat buruk dan nakal siapa sangka sebenarnya ia anak yang sangat berbakti dan pekerja keras.
Ternyata kita tidak bisa menilai seseorang dari penampilan.
Sekarang aku mungkin sudah merubah anggapanku padanya.
Kau sudah melakukan yang terbaik,aku yakin ayah,ibu dan kakakmu bangga padamu.
Untuk kali pertama,Kyung Mi memuji Ji Young tepat di hadapannya.
Ji Young juga tersentuh akan omongan itu.
Ji Young memandang Kyung Mi dengan serius lalu mendekatkan wajahnya pada Kyung Mi dan menyesap lembut bibir Kyung Mi.
Kyung Mi menutup mata meresapinya dan kali ini tidak melawan.
Entah kenapa,Kyung Mi juga merasa menikmati sentuhan bibir Ji Young kali ini.
Ji Young terus membenamkan bibirnya hingga larut dan perasaan mereka bersatu.
Sepertinya makanan di meja itu akan dingin karena romansa ini.
Setelah beberapa saat Ji Young melepas pautan bibirnya.
Ia dan Kyung Mi saling menatap tanpa ekspresi lalu melanjutkan makan tanpa saling bicara.
Setelah itu Ji Young pamit pulang dan pergi dari rumah Kyung Mi.
Saat Pintu sudah tertutup,Kyung Mi bersandar di balik pintu sambil memegang dadanya yang tak karuan dengan debarannya.