
4 hari sudah pernikahan Muya dan Ken dan Muya kini sudah mulai membaik. Sudah tidak selemah kemarin. Ken kini sudah mengajak Muya untuk untuk pergi berbulan madu ke Jepang. Dan mereka sudah berada di negara Jepang. Suasana pantai di sore hari membuat suasana semakin romantis. Deburan ombak dan riuhnya suara burung membuat Muya tak bisa menahan untuk tidak berenang .
Muya melepas pakaiannya dan segera mengenakan bikini. Ken yang melihat hal itu langsung reaksi. Wajah Ken memerah dengan seketika. Merasa malu melihat kemolekan tubuh seksi yang istri. Sedang Muya sendiri sudah terbiasa karena dia adalah seorang model majalah dewasa dan sudah biasa mengenakan bikin yang seksi seperti ini.
"Ayo kak kita berenang aku sudah siap!..
Ucap Muya sambil mengikat rambut panjangnya yang berwarna coklat terang.
"Tapi kita baru saja sampai sayang"
Ucap Ken Masi terduduk memperhatikan sang istri.
"Tidak apa apa kakak sayang, ayo lepas pakaian mu kita berenang sekarang!
Ajak muya.
"Sebentar lagi ya sayang!..
Ucap Ken sambil tersenyum dengan sangat manis.
"Yasudah aku sendiri saja kak, kamu sebaiknya istirahat saja, aku memang selalu tidak tahan kalo melihat air".
Ucap Muya dengan wajah kecewa.
Ken yang melihat raut wajah sang istri langsung merasa bersalah. Ken sangat tidak mau istrinya kecewa.
"Baiklah sayang, ayo kita berenang"
Ucap Ken sambil bergegas untuk membuka bajunya.
Beberapa saat kemudian Ken sudah siap dengan boxer nya saja . Memperlihatkan roti sobek miliknya yang berbentuk kotak kotak. Membuat Muya tersenyum kembali. Lalu menarik tangan sang suami dan berlari menuju ke bibir pantai.
"Wah Okinawa memang hebat.. indah sekali pantai nya kak..
Ucap Muya terpesona melihat keindahan pantai Okinawa.
"Iya sangat indah.. ayo kita berenang ! ...
Ucap Ken sambil berlari menuju gulungan ombak yang saling berlari menghampiri pasir pantai. Tubuh Ken sudah basah dan Muya terlihat sangat puas. Muya berlari mengejar Ken dan kini tubuhnya pun basah.
Mereka tertawa bahagia. Bermain bersama ombak yang terus membasahi tubuh mereka. Dan tanpa terasa akhirnya matahari sudah hampir tenggelam dan mereka memutuskan untuk berhenti bermain air lagi.
Mereka langsung Pulang ke kamar hotel. Mereka membersihkan diri.
Setelah mereka selesai mandi makan malam pun tiba. Ken sengaja memesan makan malam ke kamarnya. Makan malam yang sudah tersedia di balkon kamar hotelnya dengan lilin yang menerangi meja makan dan seluruh balkon menambah romantis suasana.
Muya sudah selesai mandi dan kini sudah mengenakan jubah mandi. Sedang Ken telah terduduk di meja makan di balkon dengan santai menunggu Muya .
"Apa ini, ya ampun kak romantis sekali" ucap Muya sungguh terkejut.
Ken hanya menyunggingkan senyum manisnya pada sang istri.
Muya bergegas kembali ke kamar dan mengenakan pakaian. Selang beberapa menit Muya sudah siap dengan baju santai nya.
Semilir angin malam berhembus. Di temani deburan ombak terdengar sangat romantis.
Muya duduk berhadapan dengan Ken. Ken sudah tersenyum melihat betapa manis nya sang istri mengenakan hot pan dan hoodie berwarna baby ping. Sedang dia sendiri mengenakan kaos dan celana jeans selutut. Makan malam yang romantis dan santai. Mereka berdua Masi belum memulai makan malamnya karena Ken tidak henti memandangi sang istri dengan lekat.
"Cukup kak, jangan pandangi aku seperti itu lagi!.. ucap Muya dengan wajah yang memerah karena malu. Ken malah tersenyum puas dan kini Ken duduk di samping Muya. Menggenggam tangan Muya dengan lembut. Lalu mengecup punggung tangan sang istri. Muya tersipu malu karena tingkah sang suami. Pernikahan mereka masih bisa di hitung hari dan mereka memang Masi sangat malu-malu.
"Tangan yang lembut ini adalah miliku!... Ucap Ken sambil mengecup punggung tangan Muya untuk kedua kali. Muya pun hanya tersenyum dan menatap sang suami penuh cinta.
Sesaat suasana semakin sunyi. Ken dan Muya bertatap mata dan di akhiri dengan suara perut muya yang bergemuruh meminta di isi makanan.
"Suara apa itu?..
Ucap Ken dengan senyumanya.
"Dia minta di isi makanan kakak sayang" Ucap Muya sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan ken. Dan Ken hanya tersenyum. Muya mengambil beberapa lauk dan nasi lalu di sodorkan ke depan Ken. Ken terlihat senang karena Muya mengutamakanya. Dan Muya pun mengambil makanan miliknya. Entah makanannya yang enak atau memang karena mereka lapar, makanan nya cepat sekali habis.
Setelah mereka selesai makan mereka lalu memandangi indahnya kerlip bintang dilangit. Suasana malam semakin dingin dan itu membuat Muya terlihat kedinginan. Ken lalu memeluk Muya dari belakang.
Muya sempat terkejut namun Muya begitu menikmati pelukan Ken yang begitu hangat.
"Lihatlah bintang itu besar sekali,mungkin jaraknya lebih dekat dengan bumi kita" Ucap Muya sambil menunjuk bintang.
"Hmm
Ucap Ken sambil mengeratkan pelukannya. Lalu Ken mengecup leher belakang Muya dengan sangat lembut. Membuat bulu kuduk Muya berdiri.
"Kak aku merasa merinding kamu sepeti ini"
Ucap Muya
"Kenapa sayang,apa kamu tidak senang?...
Ucap Ken merasa kecewa.
Muya terkejut mendengar nada bicara Ken yang terdengar seperti orang kecewa. Lalu muya melepaskan pelukan Ken dan kini Muya berbalik ke arah Ken. Mereka saling berhadapan. Ken menatap Muya dengan tatapan tajam. Tak sedetik pun Ken melewatkan wajah Muya yang begitu cantik.
"Jangan marah sayang!..
Ucap Muya sambil mengalungkan kedua tanganya di leher Ken. Ken tersenyum manis dan Ken langsung memeluk tubuh mungil Muya dengan lembut. Dikecupnya kening Muya dengan penuh kasih sayang. Kini tatapan mata Ken terpokus pada bibir Muya yang ranum. Ken lalu mengecup bibir itu dengan sangat lembut dan Muya pun membalas kecupan itu dengan penuh kasih sayang.
"You are my mine and i'm Going to have you tonight"
Ucap Ken sambil dengan tatapan sendu nya. Seolah olah meminta jawaban dari sang istri. Dan Muya pun mengangguk dengan senyuman malu nya.
Ken tanpa permisi lalu menggendong Muya ke dalam kamar dan langsung menidurkan Muya di atas kasur yang penuh dengan taburan mawar merah.
Ken menatap Muya penuh cinta. Dan Muya pun seperti itu. Mungkin inilah saatnya mereka menyatukan cinta mereka. Cinta yang suci atas dasar pernikahan.
Malam semakin panjang. Ken Muya Masi saja terbangun dan mereka terus membuat suasana semakin romantis. Namanya juga pengantin baru. Dan itu hal yang baru mereka lakukan.
*******************
Mu lya yang sedang berendam di bathup. Tiba tiba mendapat telepon dari sang manager. Manager itu meminta poto mu ya bersama Ken. Agar menjadi trending topik. Dan mu ya menyetujuinya. Muya pun memanggil Ken. Lalu Ken pun masuk ke kamar mandi.ken tersenyum melihat mu ya sedang berendam air busa. Muya lalu meminta mereka untuk selfie.. Lalu ken mencium pipi Muya dan selfie..
Mu ya dengan segera mengirimkan poto itu ke managernya. Lalu langsung di posting di instastory nya Muya dengan judul. " mandi pagi "
Banyak comen comen yang iri dan ada juga comen jelek.. Tapi itu memang di sengaja oleh managernya Muya agar Muya menjadi trending topik.
Muya senang karena dia sudah mendapat like lebih dari 50rb
Seminggu sudah cuti nya dan honeymoon nya pun selesai. Muya harus rela untuk pulang ke rumah dan memulai aktifitas mereka.
Tapi tidak dipungkiri mereka sangat menikmati waktu seminggu honeymoon mereka. Dan mereka adalah pengantin baru yang sangat bahagia.
****************
Kai sedang serius menandatangani file file penting. Tiba-tiba asisten nya datang dan menyalakan LED tv nya.
"ada apa ini james?...
Ucap kai kesal karena asisten nya jimi menyalakan tv.
Kai tidak suka kebisingan dan sangat jarang nonton tv apalgi clubing.
"Lihat pak !!!
Sepertinya adik anda menjadi trending topik..
Ucap james dengan senyumannya.
Kai mencoba melihat tv yang sedang panas memberitakan honeymoon panasnya pasangan Ken dan Muya. Ah sepertinya Ken sangat bahagia " ucap Kai sambil menonton tv..
"Lihat Pak bahkan nyonya muda menggunggah poto romantis d bathup.. " ucap James dengan senyuman senang.
Ucap Kai dingin sambil terus menatap layar tv.
"Ah itu sangat romantis Pak, bisa mandi bersama gadis cantik ah saya sangat ___
"Cukup James kita kembali bekerja!!!!
Ucapan Kai menghentikan James berbicara.
"Baiklah Pak "ucap James menurut..
James lalu pergi meninggalkan ruangan ceo.
Setelah James pergi Kai lalu mengambil ponsel nya dan membuka internet hanya untuk melihat info terbaru yang sedang hangat.
Kai juga melihat bahwa netizen sedang ramai membicarakan adiknya. Dan Kai pun ikut berkomentar pada poto nya Muya.
" Berbahagialah "tulis Kai di comentar nya.
***************
Muya terkaget melihat akun bernama oneyaw_kai berkomentar.
Apa ini kakak ipar. Ucap Muya dalam hatinya. Muya tersenyum lalu membalas nya.
LiauMuya_ thanks kaaa
Oneyaw_kai_
Balas mu ya pada kakak ipar nya. Lalu mu ya pun tersenyum. Muya memang tidak begitu mengenal kakak ipar nya. Muya ingin lebih mengenal kakak ipar nya karena mu ya bahkan baru pertama kali bertemu dengan kakak ipar nya pada saat pernikahan waktu itu.
******************
Ken sudah siap dengan pakaian santai nya dia hendak mengajak Muya berjalan-jalan sekitaran Hokkaido. Dan Muya pun sudah bersiap.
Memang bukan Februari adalah bulanya salju dan udara begitu dingin. Walau dengan jaket yang berlapis dan sangat tebal Muya Masi terlihat kedinginan.
Mereka membeli beberapa oleh-oleh. Membeli beberapa baju dan tentunya baju bayi. Padahal mereka Masi pengantin baru namun Muya sudah ingin membeli jaket mungil untuk buah hatinya kelak. Ken pun menyetujui keinginan sang istri. Karena dia juga yakin suatu hari mereka akan bisa memakaikan jaket mungil itu untuk bayi mereka.
Setelah puas berbelanja mereka pun bergegas kembali ke hotel. Udara yang sangat dingin membuat mereka sangat ingin mandi air hangat. Dan sesampainya di kamar hotel mereka pun berniat berendam air hangat di batup. Dan benar saja mereka akhirnya berendam bersama dalam batup yang terisi air hangat.
Itulah indahnya pacaran setelah menikah.
Selang waktu berganti akhirnya masa honeymoon mereka pun selesai. Mereka harus kembali ke rutinitas mereka. Muya sebagai seorang model dan Ken sebagai seorang dokter bedah. Tetapi mereka sangat menikmati pekerjaan mereka dengan segudang kesibukan yang menguras energi dan juga waktu.
Pesawat akhirnya mendarat di tanah air. Sepertinya para wartawan sudah menunggu kedatangan mereka. Entah mereka mencium kabar dari mana. Tetapi yang pasti mereka selalu mendapatkan kabar terbaru tentang Muya dan Ken. Mereka sungguh fantastik. Muya dan Ken berjalan bergandengan tangan dan tangan ken yang lain menarik koper mereka.
Para wartawan terlihat berisik dengan seribu pertanyaan. Cahaya kamera sudah seperti kerlip bintang di langit. Ken Masi belum terbiasa dan sedang Muya sudah sangat biasa.
"Kakak cukup tersenyum saja"
Ucap Muya pelan.
"Oke
Ucap Ken sambil tersenyum.
Kini Ken dan Muya hanya bisa mengumbar senyum. Mereka membisu tak satupun pertanyaan wartawan mereka jawab. Karena memang mereka sedang tidak mau di wawancara. Para wartawan terus mengikuti Muya sampai Muya dan Ken masuk ke dalam mobil jemputan. Akhirnya mobil melaju meninggalkan para wartawan yang kehausan berita.
Ken terlihat menghela nafas panjang. Sepertinya dia merasa lega karena sudah bisa menghindari para wartawan itu. Mobil yang mereka kendarai sudah melaju jauh meninggalkan para wartawan itu.
"Apa Kakak Masi belum terbiasa?..
Ucap Muya sambil menatap sang suami penuh kecemasan.
Ken pun tersenyum manis dan mengangguk.
Lalu muya bersandar di dada Ken dan hanya terdiam saja.
"Kakak harus membiasakan diri bertemu dengan mereka, kakak akan sering bertemu mereka" Ucap Muya dengan pelan.
"Iya akan kakak usahakan sayang!
Ucap Ken sambil mengelus rambut Muya dengan sangat lembut.
" Apalagi kalo nanti aku hamil sayang, mereka pasti akan datang ke kediaman kita setiap hari" Ucap Muya dengan Senyuman manjanya.
"Kakak baru sadar kalo yang kakak nikahi ini adalah seorang celebriti terkenal.. kakak benar benar sangat beruntung bisa memilikimu sayang" Ucap Ken dengan suara seraknya. Mengelus rambut Muya perlahan dan mengecup kening Muya dengan sangat lembut. Muya sangat menginginkan seorang bayi tumbuh di rahimnya. Ken harus berusaha keras untuk itu.
Lamunan mereka soal bayi tiba-tiba terhenti karena mobil yang mereka tumpangi ternyata berhenti mendadak.
"Aww
Teriak Muya karena hampir saja Muya kejedot. Untungnya Ken memeluk Muya dengan erat sehingga Muya terlindungi. Sedangkan Ken sendiri ternyata kepalanya sudah berdarah tanpa dia sadari.
"Yatuhan kak berdarah, paman kenapa tidak hati-hati dalam mengemudi,lihat suamiku sampai berdarah begini"
Teriak Muya membentak sopir itu.
"Maap nyonya muda,di depan tadi ada anak kecil lewat secara tiba tiba"
Ucap pak sopir dengan gagap membela diri.
"Anak kecil,mana dia sekarang?...
"Sudah berlari nyonya"
"Sudah lah sayang kakak tidak apa apa" Ucap Ken dengan pelan.
"Tapi sampai berdarah gitu jidat nya sayang,aku kan cemas" Ucap Muya dengan wajah cemas.
"Sungguh tidak apa apa ko sayang,dan sepertinya tidak ada yang robek" Ucap Ken sambil melihat jidat nya di kaca.
"Tapi itu berdarah kakak, apa kita harus ke rumah sakit sekarang kak?...
Ucap Muya merengek.
" Tidak apa-apa cuma begini saja ko, jangan terlalu cemas dong sayang.. lihat kakak baik baik saja "
Ucap Ken dengan senyumanya.
"Kak nanti Sampai rumah kita obatin ya sayang!..
" Tidak usah sayang
"Kak nanti infeksi!..
"Tidak apa-apa d tempel Betadine juga sembuh ko sayang"
"Loh ko begitu?..
"Kakak sudah biasa sayang ,sudahlah!!!
Ucap Ken sambil memeluk Muya dengan lembut.
Kini Muya hanya bisa menurut saja, kening Ken agak berdarah dan dia tidak mau ke rumah sakit. Padahal Muya merasa sangat cemas . Sopir itu lalu melanjutkan perjalanan dengan sangat hati- hati. Karena takut hal seperti tadi terulang lagi.
Bersambung.