My baby

My baby
Melemah



"Kenapa harus ada wawancara sayang?..


Ucap Ken sambil duduk disampingnya sang istri yang kini sedang make over.



"Kak, Aku kan celebriti jadi setiap tindakanku mereka pasti sangat penasaran" Ucap Muya sambil terus memoleskan lisptik merah muda di bibir mungilnya.



"Tapi kondisi kamu Masi lemah sayang, kamu kelelahan dan aku tidak mau terjadi sesuatu hal lagi sama kamu sayang!..


Ucap Ken sambil menatap sang istri yang masih asyik dengan lisptik nya.



"Tenang kak, Aku sudah baikan ko, kakak jangan khawatir ya!..


Muya menyimpan lisptik nya dan berbalik arah menatap sang suami yang sedang menanyainya. Mata mereka bertemu, senyum manis terlihat di bibir Muya yang ranum. Ken tak berdaya dengan senyuman milik istrinya.



"Baiklah sayang, tapi janji jangan terlalu lelah!..


Ucap Ken membalas senyuman sang istri dan menggenggam erat tangan sang istri dengan lembut namun erat.


Mereka saling bertatap mata. Bahkan usia pernikahan mereka baru satu hari. Namun Muya tak bisa lepas dari pekerjaanya sebagai celebriti. Ken memang belum terbiasa akan aktifitas Muya. Dan Ken harus bisa memahami semua kegiatan Muya. karena dengan cara seperti itulah Ken bisa membuktikan bahwa dia sangat mencintai Muya dan selalu mendukung karier sang istri.



"Matamu begitu indah,sampai aku tidak bisa lekat memandangmu"


Ucap Ken menatap mata Muya yang begitu redup.



"Apa kakak mulai belajar menggombal?..


Ucap Muya dengan senyumanya.



"Tentu saja tidak, itu bukan gombalan, itu hanya ekspresi bahagia bisa memilikimu sayang"..


Ucap Ken hendak memeluk Muya namun tiba tiba saja pintu kamar di ketuk oleh seseorang.


Sehingga Ken mengurungkan niatnya untuk memeluk sang istri.



"Nona, wartawan sudah menunggu anda!.. ucap salah satu pelayan. Muya mengangguk sambil tersenyum.



"Bagaimana penampilanku kak ?..


Ucap Muya.



"Sangat cantik " ucap Ken dengan senyumanya.



Muya lalu keluar dari kamarnya ditemani oleh sang suami. Muya tampil begitu manis dengan minidres warna pink yang membuat nya sambil lebih segar dari biasanya. Make up minimalis nya juga menyulap semua orang yang menatapnya menjadi sangat terkesan dan mempesona.



Cantik, hanya itu yang bisa di gambarkan untuk Muya saat ini. Wajah pucat nya hilang tertutup oleh make up nya. Ken berjalan berdampingan dengan Muya. Mereka hendak wawancara dengan wartawan yang sudah menunggu nya semenjak pagi hari. Kini Muya dan Ken sudah duduk berdampingan di depan para wartawan yang ingin meng abadikan momen ini.



Satu persatu wartawan itu terus memberi pertanyaan pada Muya dan Ken. Muya menjawab dengan senyuman semua pertanyaan dari wartawan. Membuat semua wartawan begitu terkesan karena keramahan Muya. Ken sendiri hanya menjawab beberapa kata saja karena memang Ken tidak terbiasa dengan konferensi seperti ini.



Saat ini Muya sedang menceritakan awal mula pertemuanya dengan sang suami. Banyak tawa dari para wartawan mendengar cerita Muya yang begitu asik. Begitupun Ken hanya bisa tersenyum saja. Acara ini di siarkan langsung di beberapa stasiun televisi. Dan rating penonton naik drastis. Maklumlah Muya saat ini adalah celebriti yang sedang naek daun. Dengan paras yang cantik dan dukungan kuat dari sang ayah Muya berhasil menjadi pusat perhatian netizen.



Keluarga Liau adalah keluarga yang sangat kuat di bidang bisnis. Dengan perusahaan yang sangat besar . Dan Muya adalah pewaris dari keluarga Liau. Sehingga Muya menjadi pusat perhatian seluruh eksekutif muda. Namun sayangnya Muya sudah menjatuhkan hati pada seorang Kenzyu Yaw seorang dokter spesialis bedah yang tampan dan lumayan terkenal.



Kenzyu sekarang adalah pemilik rumah sakit Yaw. Sebuah rumah sakit yang di bangun oleh keluarga Yaw. Dengan karier nya sebagai dokter keluarga yaw tetap mendukung karier Ken. Sedangkan kakak kembarnya kai memimpin perusahaan Yaw. Mereka yang sangat mirip tidak bisa di bedakan. Membuat Muya sendiri kebingungan. Muya menceritakan peristiwa wedding dress nya saat pertama kali bertemu dengan kakak iparnya. Dan itu sontak membuat semua wartawan tertawa.



Tanpa terasa satu jam sudah Muya bersama para wartawan. Dan para wartawan sangat senang dan puas karena Muya dan Ken begitu ramah.


Para wartawan pamit untuk pulang dan kini Muya dan Ken terduduk karena lelah. Muya sendiri terlihat kelelahan. Fisiknya belum stabil. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Dan Muya sudah sangat lemas.



Muya sudah tidak bisa berbohong lagi akan kondisi nya. Dan dia benar benar kelelahan . Ken baru tersadar keadaan Muya. Ken lalu memegang kening Muya dan memang Muya Masi demam. Wajah cemas terlintas di mimik muka Ken.



"Apa kakak bilang, kamu ga akan kuat!..


Ucap Ken terlihat kecut.



"Aku tidak apa apa kak"


Ucap Muya lemah.



"Sudah jangan bicara lagi, kamu pembohong "  Ucap Ken sambil mencoba untuk menggendong Muya. Ken menggendong Muya dan berjalan naik ke lantai dua menuju ke kamar Muya. Muya sendiri hanya bisa pasrah. Karena memang tubuhnya sangat lemah.



"Lain kali aku tidak suka kamu memaksakan seperti ini lagi !


Ucap Ken sambil menggendong Muya . Dan kini mereka telah sampai di kamar mereka. Dengan lembut dan perlahan Ken membaringkan tubuh Muya di kasur king size nya.



"Ini tidak apa apa kak, aku tidak mau terlihat sakit di depan mereka"


Ucap Muya lemah.



"Sudah jangan bicara lagi, kau sebaiknya beristirahat, aku akan membuatkan bubur untukmu sayang"


Ucap Ken sambil mengelus rambut Muya  dengan perlahan. Dan Muya hanya mengangguk dengan lemah. Ken sendiri bergegas berjalan meninggalkan Muya menuju ke dapur. Di dapur Ken mempersiapkan semua bahan untuk membuat bubur abalon.



Seorang pelayan datang menawarkan diri untuk membantu Ken memasak. Namun Ken menolaknya. Ken benar-benar ingin memasak buburnya sendiri untuk Muya. Ken memotong beberapa abalon dan memotong wortel beserta daun bawang. Dengan lihai Ken menggunakan pisau nya. Ken layaknya koki profesional. Selain mahir menggunakan pisau bedah Ken juga sangat mahir menggunakan pisau dapur.



Ken memasak dengan sangat cepat dan lihai. Para pelayan yang hanya melihat terlihat sangat takjub melihat Tuannya sangat ahli memasak. Entah memang Ken ahli memasak semua makanan atau memang Ken hanya ahli memasak bubur saja. Tetapi para pelayan sangat terkesima melihat seorang dokter memasak di dapur. Kini bubur abalon nya telah selesai dia masak.


Ken menyajikan di sebuah mangkok dan membawa nya naik ke atas. Terlihat Muya sedang memejamkan mata.



"Apa kamu tertidur sayang?..


Ucap Ken pelan sambil menyimpan mangkok buburnya di nakas sebelah tempat tidur.



"Tidak kak.. entah kenapa tidak bisa tidur" Ucap Muya perlahan.


Lalu Ken membantu muya untuk duduk dan bersandar di ranjang nya.



"Ayo makan sayang !


Ucap Ken sambil menyodorkan sendok makan berisi bubur abalon. Ken hendak menyuapi Muya. Muya tersenyum lalu memakan bubur tersebut.



"Apa ini buatanmu kak?..


Ucap Muya Sambil mengunyah bubur abalonnya.



"Hmm


Ucap Ken dengan senyumanya.



"Aku tidak percaya" ucap Muya dengan senyum nakalnya.



"Kenapa apa ini tidak enak?..



" Ini sangat enak kak, kau harus sering membuatkan aku makanan seperti ini!..


Ucap Muya



"Tenang saja sayangku, aku punya waktu seumur hidupku untuk memasakanmu banyak makanan lezat"


Ucap Ken dengan senyuman nya.



"Hebat sekali kak, apa saja yang bisa kamu masak,dan kamu belajar masak dari siapa sayang?..


Ucap Muya dengan penuh semangat memakan bubur buatan suaminya tercinta.



"Agak banyak juga, ini kai yang mengajarkanku memasak,Dia sangat pintar memasak, Dia kakak yang sangat perhatian pada adiknya. " Ucap Ken dengan senyumanya menceritakan tentang saudara kembarnya.



"Kalian begitu dekat sepertinya kak" Ucap Muya.



"Iya kami sangat dekat dan kami saling menyayangi, karena mama dan papa sangat sibuk, maka dia yang menjadi orang tua untuk kami".. tutur Ken .



" Oh sangat mengesankan kak, aku juga ingin lebih akrab dengan kakak ipar kak, apa boleh?



"Tentu saja boleh, kalian orang penting dalam hidupku maka kalian harus akur !...



"Baiklah kak.. tapi kak, aku sudah kenyang, bisakah kakak berhenti menyuapiku makan!...



"Tidak tidak sayang kamu harus menghabiskan ini, agar kamu tidak di infus lagi!.. Ucap Ken dengan senyumanya.



"Ah Kakak tapi aku sudah sangat kenyang sayang"


Rengek Muya dengan manja.



"Tidak bisa sayang , kamu harus menghabiskan semua bubur ini, lagian sisa beberapa suap saja ko sayang" Ucap Ken dengan senyumanya. Dan dengan terpaksa Muya pun menghabiskan semua bubur abalon itu. Dan Ken tersenyum dengan sangat puas karena sang istri menurut. Setelah kenyang Muya akhirnya tertidur di pelukan Ken. Muya terlihat lemah. Ken merasa sangat kasian karena Muya bisa sakit di acara pernikahan mereka.




Angin sore berhembus sedikit kencang. Pria tampan itu berdiri dan bersender di pagar balkon lantai dua kamarnya. Matanya tertutup seperti sedang memikirkan sesuatu. Hembusan nafas berat membuatnya terlihat tidak tenang. Sesaat sore itu sangat sepi ,tidak ada satu orang pun di mansion nya. Hanya ada beberapa pelayan yang sengaja tidak memperlihatkan diri.



Kai lalu menghela nafas berat. Pikirannya berkecamuk kebingungan menghampirinya. Antara ingin pergi dan menetap. Itu yang dia pikirkan saat ini. Tetap di tanah air atau berangkat ke paris. Kebingungan itu sungguh membuatnya sangat gusar. Apalah daya dia hanya seorang anak yang harus menuruti keinginan sang ayah. Namun dia sendiri lebih nyaman tinggal di garis.



Sore itu dia hanya menghabiskan secangkir kopi tanpa memakan apapun. Perutnya sudah berbunyi meminta makanan, namun kebingunganya mengalahkan rasa laparnya. Kai membuka mata dan langsung mengambil HP nya. Kai hendak menelepon seseorang.



"Hallo


Suara di sebrang telepon suara manis seorang gadis.



"Kio


Ucap kai dengan suara yang berat.



"Kenapa ini siapa, lupakan aku akan menutupnya


Ucap gadis itu terdengar dengan nada marah.



"Eiit stop jangan ditutup telepon nya Kio, kamu mulai nakal sekarang"



"Mau apa?..



"Ayolah jangan galak seperti itu kikio ..kakak berjanji tidak akan meninggalkanmu"..


Ucap kai sambil meneguk kopi nya.



"Benarkah?


Teriak gadis itu sangat terkejut.



"Tentu saja benar



"Baiklah kakak, aku akan pulang,tunggu aku kak!


Ucap gadis itu dengan sunberingah.



"Eh sudahlah pulangnya besok saja ,nanti kamu akan sampai larut malam kalo kamu pulang sekarang!



"Tapi aku rindu kakak"


Rengek gadis dengan nama Kikio itu dengan manja.



"Iya iya kakak tau, tapi kamu pulangnya besok saja ya, kakak akan jemput kamu"



"Ya ampun benarkah,apa ini mimpi?..


Jerit Kio



"Eh ko teriak seperti itu,jelas ini bukan mimpi dasar gadis manja"


Ucap kai sedikit terkekeh.



"Karena aku senang kak"



"Iya kakak tau, sabar dan tunggu kakak oke!



"Ia kak Kio pasti bakalan tunggu kakak, tapi


Ucapan gadis cantik itu terhenti membuat suasana agak sedikit sunyi.



"Tapi kenapa ?


Ucap kai pelan



"Apa kakak rindu padaku?..


Kio bertanya dengan suara yang bergetar seolah dia sedang menahan tangis.



"Kenapa bertanya?



"Karena aku ingin tau kak!



"Sudah tau jawabannya Masi saja bertanya"


Ucap kai terkekeh.



"Lalu kenapa kamu tidak pernah menjenguku, kau pulang demi kak Ken bukan demi aku,kamu keterlaluan kak, aku sedih"



"Eh ceritanya sedang cemburu ya?..



"Iya ,kamu Sudah tau kak, Masi saja membuat ku semakin cemburu,kamu memang selalu lebih menyayangi ken dari pada aku"


Gerutu gadis itu merajuk pada sang kakak.



"Gadis bodoh, mana ada?



"Bodoh kakak bilang?



"Iya bodoh,



"Kenapa kakak bilang aku bodoh,kakak memang tidak pernah menyayangiku, kakak hanya menyayangi kak ken saja"


Rengek Kio dengan manja.



"Tentu saja kamu bodoh, karena ga bisa merasakan rasa sayang kakak buat kamu,kakak sayang sama kamu Kio"


Tutur Kai.



"Kalo kakak memang sayang ,apa kakak tidak akan pergi lagi?..



Kai hanya terdiam lemah .Entah apa yang harus dia ucapkan pada adik bungsunya. Dia begitu lemah saat ini. Bukan lemah dari hal fisik,tapi lemah karena dia tidak bisa menolak keinginan adik bungsunya. Sepertinya ayah nya tuan Yaw memang sengaja agar kikio melemahkan hatinya. Kai adalah sosok yang sangat mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.



"Kenapa diam


Ucapan Kio memecahkan lamunan kau.



" Kio kakak lemah karenamu, kakak tidak akan pergi lagi, kakak akan selalu mendampingimu,oke"


Ucap kai pelan dan itu membuat kikio tersentuh.



"Kakak janji tidak akan pergi lagi kan?..


Ucap Kio dengan penuh harap.



"Iya kakak akan berjanji, kakak janji tidak akan meninggalkanmu lagi adik kecilku yang cengeng"


Ucap Ken bersungguh namun di akhiri dengan umpatan manis.



Membuat Kio terasa sungguh senang. Terdengar suara isakan dari mulut gadis lucu itu. Sepertinya memang gadis itu sangat terharu karena kakak kesayanganya tidak pergi lagi meninggalkanya. Kasih sayang kai terhadap Ken dan Kio memang besar dan tiada duanya. Kai sangat mencintai keluarganya melebihi apapun. Mencintai adik adiknya melebihi dirinya sendiri. Dan itu adalah salah satu kelemahan terbesar Kai. Kai kuat dalam segala hal namun dia akan melemah ketika berhubungan dengan kedua adik adiknya terutama ken saudara kembarnya.



Apalah arti hidupnya tanpa kebahagiaan adik adiknya. Sejak dulu dia akan selalu mengalah untuk kedua adik adiknya. Membiarkan dirinya terhujani untuk memayungi kedua adiknya. Rasa sayang dan tanggung jawabnya sebagai seseorang kakak memang sangat dahsyat melebihi sebuah badai. Kasih sayangnya yang tak berbatas membuat dirinya hanya hidup hanya untuk kebahagiaan keluarganya saja. Karena itu lah kai Dimata Ken dan Dimata Kio adalah sosok seorang kakak sekaligus seorang ayah.



rasa sayang itu tumbuh sedari mereka masih kecil. Dan tak bisa terhapus oleh waktu. Bahkan mereka memperkuat perasaan mereka sehingga jika salah satu merasakan kesakitan maka mereka akan merasakan sakit yang sama pula. kai selalu menjaga kedua adiknya sebisa dan semaksimal mungkin. dia Takan memperdulikan dirinya sendiri karena dia sangat tidak bisa melihat kesedihan dimana adik-adiknya.



"Yasudah Kio,sekarang kamu tutup teleponya dan mari kita istirahat saja oke"


ucap kai.



"Baiklah kak aku akan segera istirahat agar besok aku bisa pulang dengan memperlihatkan wajah cantikku"


tutur gadis itu sangat bersemangat.



"oke baby .. tutup yang teleponya!..


ucap kai.



"Oke kak..