
Ken sudah tidak sabar menunggu kedatangan Muya. Tetapi tiba-tiba saja ada SMS masuk dari kai.
"Ken, kita tidak jadi pulang siang ini, maap, Muya mendadak ingin pulang Lusa."
Ken terdiam mematung ketika melihat pesan singkat dari saudara kembarnya. Rasanya amat sangat sesak. Dia merasa benar-benar tersiksa karena merindukan Muya dengan sangat. Nafasnya berburu dan sangat cepat. Apa arti semua yang dia rasakan. Apakah itu sebuah kecemburuan.
Ken terduduk tanpa tenaga. Seolah nyawanya telah lepas dan tak mau kembali. Ken menghela nafas sangat berat. Air matanya terjatuh karena rindu yang sangat menyiksanya. Dia sangat merindukan sang istri tercinta. Dan dia juga merasa cemburu karena Muya mendadak tidak pulang sesuai jadwal.
"Apa Muya sakit Kai?...
Ken membalas pesan dari kai dengan tangan yang bergetar.
"Tidak, Muya sedang tidur, dia hanya ingin berjalan jalan lebih lama."
Balas pesan dari kai.
Ken terdiam menelan Saliva. Merasakan kerinduanya sangat menyiksa.
"Baiklah ,tolong jaga istriku jangan sampai dia sakit!...
Ucap Ken dengan nafas yang sangat berat.
Dan bahkan kai tidak membalas lagi.
Ken Masi dengan kerinduanya. Merasa sangat tersiksa dan kosong. Ada sebuah ruang yang hampa tanpa kehadiran istri tercintanya. Jika saja dia tidak infertilitas maka tidak akan sanggup dia berbuat seperti ini. Tidak akan sanggup dia melepas sang istri untuk tidur bersama pria lain. Apalagi pria itu adalah kakaknya sendiri. Hatinya terus merutuki betapa Tuhan tidak adil karena memberikan testis yang tidak normal sepeti pria lainya.
Ken terdiam dalam hening. Tanpa dia sadari kini langit sudah mulai gelap. Dirinya bahkan sendiri di rumah dengan segala kesepiannya.
"Sayang , cepatlah pulang , aku sungguh sangat merindukanmu!..
Ken menatap album photo dimana mereka sedang menjadi raja dan ratu sehari. Tanpa terasa air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Ken merasa terpukul dengan kenyataan hidupnya yang begitu pahit.
Ken beranjak dan kini berjalan menuju balkon Rumah. Angin malam membuat hatinya semakin dingin. Dan langit yang gelap tanpa bintang seperti sedang menggambarkan rasa sepi yang dia rasakan.
" Tidak apa apa kamu tidak pulang hari ini sayang, tapi aku mohon pulanglah dengan membawa benih dalam rahimmu, sehingga pengorbananku tidak akan sia-sia."
Ken berguman pelan. Matanya terpejam merasakan hembusan angin yang semakin membuat tubuhnya tertusuk-tusuk. Ken sangat berharap Muya akan segera hamil. Ken menutup mata dan telinga demi membuat Muya mengandung.
Ken tau ini salah. Tetapi hanya inilah jalan satu satunya untuk Ken, agar Bisa berkomunikasi dengan Muya .Ken membuka Facebook milik Muya dan terlihat banyak sekali photo-photo mesra Kai dan Muya . Membuat Ken semakin meneteskan air mata karena begitu merindukan sang istri.
"Jika saja aku adalah manusia yang sempurna, maka sangat tidak mungkin aku membiarkan kamu dalam peluknya. Sayangnya aku hanya pecundang, manusia yang sangat tidak sempurna. Muya sayang maapkan aku, bukan maksud aku membohongimu. Sesungguhnya ini semua demi kebaikan kita semua. Demi buah hati yang kita rindukan maka bersabarlah sayang."
Ucap Ken sambil menatap layar ponselnya dengan mata yang basah. Tak kuat lagi Ken menahan tangis karena rindu terhadap kekasih hatinya. Yang kini berada dalam pelukan saudara kembarnya sendiri.
Bersambung.