
Sesampainya di rumah hari sudah larut. Mereka lalu berendam di bathup sampai ketiduran dengan tubuh yang saling berpelukan. Mungkin mereka lelah dengan semua aktivitas mereka.
Tapi Tiba-tiba Muya terbatuk. Karena udara sudah mulai dingin. Lalu Kai terbangun dan mengambil handuk untuk Muya. Dia menggendong Muya dan membantu Muya mengeringkan badannya. Kai mengeringkan rambut Muya dengan hairdrayer. Lalu setelah kering merepun tertidur kembali.
Mereka tidur saling berpelukan. Menambah kehangatan karena suhu udara yang dingin.
Pagi pun tiba. Seolah kai tidak mau beranjak. Muya yang ingin terbangun tertahan oleh pelukan tangan kai. Muya lalu mencium kening Kai dengan lembut. Lalu Kai membuka mata nya perlahan. Dan tersenyum manis, langsung membalas ciuman muya. Kai meraup bibir muya yang manis. Morning kiss yang panas. Setiap hari setiap detik setiap waktu kai memeluk Muya dengan lembut dan halus. Tanpa terasa seminggu sudah mereka di seol dan hari ini mereka harus sudah pulang ke Beijing.
*****
Kai p.o.v
Hari ini kita akan berpisah. Muya sayang, entah sejak kapan aku jatuh cinta padamu. Tapi seminggu bersamamu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Aku menemukan apa itu rasanya dicintai, walau aku tau kau bukan mencintaiku tapi Ken yang kamu cintai.
Aku sebenarnya tidak ingin pulang. Aku tidak ingin semua ini berakhir. Aku ingin selalu bersamamu.
Tapi sayangnya kau bukanlah miliku. Sayang, Semoga kau segera mengandung bayi kita. Buah cinta kita. Jika dia terlahir, maka dia akan menjadi pewaris ku juga.
Muya.. 我爱你 wo ai ni
Kai p.o.v end
***
Ken p.o.v
Hari ini Muya pulang..
Aku sudah sangat merindukankanya. Bahagaimana kabarnya. Wajah manis nya selalu ku mimpikan setiap malam. Semoga saja Muya pulang dan cepat mengandung. Agar kepedihan ku menahan rasa cemburu ini terbayar dengan lahirnya Baby.
Hari ini aku akan memelukmu erat dan sangat erat.
Aku akan menungumu sayang. Menunggu buah hati kita lahir.
Ken pov end
*******
Muya sudah siap dengan semua barang yang akan dia bawa pulang. Namun sepertinya dia merasakan sangat malas untuk pulang ke Beijing.
Kai memeluk Muya dengan penuh mesra.
Kay berbisik halus.
"Sepertinya aku tidak mau pulang!..
Ucap Muya dengan mulut yang manyun.
"Kenapa hmm?..
Kai masih dalam mode mesra.
"Karena kalo sudah sampai rumah kita berdua bahkan akan sibuk dengan. Pekerjaan Kita masing-masing kak, jadi rasanya aku ingin disini dulu sampai lusa!..
"Tapi sayang."
"Tuh tuh kan kakak bahkan ingin cepat pulang "
Muya merengek dengan mulut yang manyun.
Kai terkekeh melihat Muya yang begitu manja. Kai sendiri tidak mau mengakhiri ini semua. Dia Masih ingin bersama Muya. Masih ingin mendekap Muya. Tetapi dia tau Ken pasti sedang menunggu kepulangan Muya. Kai merasa sedikit Ter iris jika mengingat bahwa ini semua hanyalah kebohongan semata.
"Kita pulang Lusa ya kak."
Muya masih merengek.
Kai masih terdiam dalam kebingungannya. Akan tetapi dia tidak tega melihat Muya merengek manja seperti itu. Kai menghela nafas panjang. Lalu tersenyum manis.
"Baiklah sayang, tapi
"Tapi apa sayang?..
"Tapi aku ingin kita hanya di rumah saja oke."
Kai terkekeh sambil langsung menggendong Muya dan langsung membawa Muya kembali ke tempat tidur. Mereka kembali membuat Kai kecil. Karena memang tujuan mereka hanya untuk kehadiran sang baby .
Pagi itu entah berapa kali mereka memadu kasih. Kai benar-benar sudah jatuh cinta terhadap Muya dan kini Muya adalah sesuatu yang melekat dalam hatinya. Setiap kecupan dan belayan Muya selalu kai rekam dalam benaknya. Dan semoga semua akan menjadi kenangan yang indah.
Bersambung