Monster Evolution

Monster Evolution
BAB 25: Belajar Sesuatu 1/4



Selesai menghabiskan waktu bersantai di restoran, kini Cassie mengajak Etzell, Fauna, dan juga Asar untuk pergi ke SMA Monster. Entah apa tujuan Cassie mengajak mereka bertiga kesana, padahal SMA Monster sendiri sudah hancur karena ulah dari Etzell.


Mereka berempat baru saja keluar dari restoran itu, jadi mungkin akan membutuhkan waktu beberapa menit lagi untuk sampai ke SMA Monster.


"Cassie," Fauna memanggil.


"Ada apa?" Cassie merespon.


"Untuk apa kau memanggil kami ke restoran tadi?" tanya Fauna.


"Kukira kau akan mentraktir kami makan," katanya lagi.


Wajar saja jika Fauna bertanya seperti itu, karena dia dan Asar hanya diundang oleh Cassie untuk datang ke restoran dan pergi tak lama setelah berkenalan dengan Etzell.


"Aku hanya ingin mempertemukan kalian berdua dengan Etzell," jawab Cassie.


"Lagipula, akan sangat merepotkan jika kalian sebagai sesama murid di SMA Monster malah tidak akrab," sambungnya menjelaskan.


"Ya, itu sedikit masuk akal, tapi kenapa di restoran?" tanya Asar, kali ini dia yang bertanya.


"Kau tahu? Jawabannya akan lebih tidak masuk akal lagi," jawab Cassie.


"Apa maksudmu?" tanya Asar lagi.


"Karena sekolah kita, SMA Monster telah hancur parah, jadi aku hanya mempunyai satu opsi yang tersisa, yaitu dengan mengajak kalian pergi ke restoran terdekat, tentu saja tujuannya untuk berkenalan satu sama lain sebagai murid tahun pertama," jawab Cassie menjelaskan.


"Hah?!"


Mendengar jawaban dan penjelasan dari Cassie, Fauna dan Asar merasa sangat terkejut, tatapan mereka berkedip seolah-olah tidak mempercayai perkataan dari Cassie. Mereka berdua menatap satu sama lain dengan tatapan yang sama, sebelum tatapannya kembali ke arah Cassie berada.


"Padahal aku belum melihatnya," kata Fauna mengeluh.


"Ya, itu sangat disayangkan," kata Asar.


Sementara yang lainnya terus berbicara satu sama lain, Etzell hanya bisa diam dan menyimak pembicaraan mereka karena merasa canggung.


"Bukan itu intinya," kata Cassie menatap Fauna dan Asar, tatapannya terlihat seperti merasa mengantuk dan sangat kelelahan.


"Menurut kalian, siapa pelaku yang telah membuat SMA Monster menjadi hancur parah?" tanya Cassie.


Fauna dan Asar merasa bingung atas pertanyaan yang diberikan oleh Cassie, mereka berdua disuruh menebak siapa pelaku dibalik itu semua, dan tentu saja mereka tidak mengetahuinya.


"Etzell, menurutmu siapa?" tanya Cassie lagi, kali ini dia bertanya menghadap ke arah Etzell.


"Eh?!"


Mendengar pertanyaan dari Cassie, sudah pasti Etzell merasa terkejut. Etzell juga berpikir kalau dirinya sedang merasa terpojok sekarang, dan mereka bertiga seolah-olah ingin Etzell untuk mengaku sekarang juga.


"A-anu, itu," kata Etzell terbata-bata, dia merasa gugup atas tekanan itu.


"Anu, itu?" tanya Fauna bingung.


"Apa kau tidak bisa bicara dengan benar?" tanya Asar.


Melihat Fauna dan Asar yang sedang menatapnya dengan serius, pemikiran Etzell tentang mereka yang mendesaknya untuk segera mengaku sepertinya mendekati kebenaran.


Etzell merasa semakin gugup, keringatnya mulai bercucuran dari dahinya. Dia merasa bingung, tentang apa yang harus dia lakukan dan katakan untuk sekarang.


"Kalian berdua, jangan mendesaknya!" kata Cassie.


"Pelakunya memang Etzell, tetapi itu karena ketidaksengajaan, karena dia masih belum bisa mengendalikan tekniknya sendiri," sambungnya menjelaskan.


Entah itu membantu atau tidak, Etzell merasa sedikit tenang karena Cassie berhasil menyela pembicaraan dan memberikannya sedikit waktu.


"Jadi memang kau pelakunya!" seru Fauna.


"Bukankah kau akan segera di diskors jika seperti itu?" tanya Asar.


"Aku tidak akan percaya jika bukan Cassie yang mengatakannya, tapi sepertinya memang benar," kata Fauna.


"Itu sudah pasti benar," balas Asar.


Mereka berdua memang merasa terkejut, tetapi mereka juga berusaha untuk tetap tenang. Mereka berniat untuk tidak terlalu mengusik Etzell, karena dia kemungkinan akan menjadi teman sekelas mengingat murid tahun pertama di SMA Monster hanya berjumlahkan 3 orang.


"Kalian memang hebat karena bisa menahan diri," kata Cassie memuji tindakan Fauna dan Asar.


Sedangkan Etzell, dengan perasaan yang sedikit rumit, dia juga berusaha untuk menahan dirinya. Karena sedari awal Etzell sudah tahu, kalau Cassie berniat untuk mengajari sesuatu dengan caranya sendiri.


Dimulai dari memesan makanan di restoran tadi, Etzell menyadari kalau Cassie sedang berusaha untuk mengajarinya tentang berpikir efektif, yang dimana dia harus dituntut untuk berpikir dan memutuskan sesuatu dengan benar secepat mungkin tanpa memikirkan hal yang lain.


Lalu yang sekarang ini, Etzell menyadari kalau dirinya harus bisa menghadapi situasi apapun yang dianggapnya sebagai situasi yang sulit.


"Kurasa itu bukan pujian," kata Asar.


"Ya, tapi, anggap saja sebuah pujian," balas Fauna.


"Kalian berdua, maafkan aku," kata Etzell menyela Asar dan Fauna.


Kali ini Etzell meminta maaf pada Asar dan Fauna karena telah mengecewakan mereka, yang dimana mereka belum sempat melihat lingkungan sekolah SMA Monster.


"Kenapa kau merasa bersalah?" tanya Asar.


"Eh? Bukankah aku sudah mengecewakan kalian?" Etzell bertanya balik karena merasa bingung.


"Ya, memang," jawab Fauna menyela.


"Aku mengerti," kata Etzell dengan nada rendah.


Cassie, yang melihat adanya interaksi di antara mereka bertiga, mulai tersenyum kecil karena merasa usahanya tidak sia-sia.


"Ini tidak buruk juga," gumam Cassie.


"Kuharap kalian bisa terus akrab, karena kami berniat untuk terus mencari seseorang yang memiliki Monster Energy," kata Cassie pada mereka bertiga.


"Bukankah itu sulit? Jadi kenapa tetap dilakukan?" tanya Fauna.


"Karena SMA Monster sedang kekurangan murid, itu saja," jawab Cassie.


"Maaf jika aku menyela, kenapa dinamakan SMA Monster?" tanya Asar bingung.


Sama seperti Asar, Etzell sebenarnya juga merasa bingung kenapa bisa dinamakan SMA Monster. Sebelum perjalanannya ke restoran tadi, Cassie sempat memberitahu nama SMA tempat Etzell akan bersekolah, tetapi Etzell tidak ingin ambil pusing.


"Oh, kau ada benarnya. Kenapa tidak dinamakan SMA Pemburu Monster saja? Entah kenapa, SMA Monster terdengar seperti kumpulan remaja yang menjadi Monster," kata Fauna.


Mendengar beberapa pertanyaan dari Asar dan Fauna, Cassie semakin melebarkan senyumannya. Dia merasa kalau mereka terlihat sangat antusias untuk bergabung, dan menurut Cassie itu adalah hal yang bagus.


"Aku tidak bisa menjawabnya," kata Cassie.


"Kenapa?" tanya Asar lagi.


"Oh, Loand Ego!" sapa Cassie, dia tiba-tiba mengalihkan pandangannya.


Mungkin karena mereka sudah berjalan cukup lama dan terus berbicara, tanpa terasa mereka sudah hampir sampai ke SMA Monster.


Cassie melihat seorang murid lainnya dari SMA Monster itu, yang sepertinya sedang merasa kebingungan. Tanpa pikir panjang, dia pun menegurnya.


"Cassie, keadaan sekolah kita hancur begitu parah, apa invasi Monster telah terjadi?" tanya seorang lelaki yang mulai mendekat ke arah Cassie.


"Invasi Monster?!" tanya Etzell, Fauna, dan Asar bingung, mereka bertiga merasa bingung di saat yang bersamaan.


"Loand Ego, tolong jangan membuat mereka semakin bingung," kata Cassie.


"Haha, maaf," balas Loand Ego sambil tertawa.