
POV (Tiwaz Re)
Sudut pandang beralih ke Tiwaz Re, dia berada di dalam rumah Etzell bersama dengan Pangu Konshu sang manajer restoran. Disana, Tiwaz Re membaringkan Pangu Konshu yang tertidur di kursi ruang tamu. Sedangkan untuk Tiwaz Re sendiri, dia duduk dihadapan Pangu Konshu dan terus menunggu sampai dia terbangun.
Alasan Tiwaz Re melakukan itu, dia hanya ingin mencari tahu tentang Etzell dari Pangu Konshu. Sedari awal, Tiwaz Re memang tertarik pada Etzell karena teriakannya itu. Dimulai dari gendang telinganya yang hampir pecah, lalu teknik barier miliknya yang dihancurkan secara paksa, itu semua ulah teriakan dari Etzell.
"Oh, kau sudah bangun, Pak Manajer!" seru Tiwaz Re.
Melihat Pangu Konshu yang mulai membuka matanya, Tiwaz Re merasa bersemangat karena dia sudah cukup lama menunggu.
"Dimana ini?" tanya Pangu Konshu sambil melihat sekeliling, kemudian tatapannya terpaku pada sosok Tiwaz Re yang duduk tepat di hadapannya.
Pangu Konshu terbangun dalam kondisi penuh kebingungan dan seolah-olah merasa mabuk seperti meminum banyak alkohol, bahkan air liurnya juga terlihat keluar dari mulutnya.
"Aduh, sakit sekali!" keluh Pangu Konshu sambil memegangi bagian kepalanya.
Untuk saat ini, Pangu Konshu masih belum sadar sepenuhnya, dia masih merasa kebingungan karena efek dari teknik Tiwaz Re.
Saat ingin menidurkan Pangu Konshu sebelumnya, Tiwaz Re diam-diam menggunakan tekniknya yang bernama "Red Flash," itu adalah kemampuan manipulasi teknik bawaan dan menjadikan tekniknya itu dapat mendorong hal apapun.
Untuk penggunaan teknik Red Flash sendiri sebenarnya memang sangat rumit, karena pada dasarnya teknik Red Flash berasal dari teknik Normal Flash yang diperkuat. Singkatnya, Normal Flash adalah awal dari segala teknik bawaan yang diperkuat, jadi, perbedaan antara pengguna yang bisa memakai Normal Flash dan tidak itu diibaratkan seperti langit dan bumi.
Tiwaz Re memakai teknik bawaannya yaitu Mirror Flip dan menggabungkannya dengan Red Flash, sehingga terciptalah sebuah cermin yang bisa mendorong kesadaran dari Pangu Konshu.
"Kupikir aku sudah berlebihan," gumam Tiwaz Re, dia menyadari kalau teknik Red Flash bisa berefek terlalu fatal pada manusia biasa. Untuk itu, Tiwaz Re berpikiran kalau dia harus berhati-hati lain kali.
"Siapa kau, lalu dimana Etzell?!"
Setelah cukup lama merasa kebingungan, akhirnya Pangu Konshu kembali mendapatkan kesadarannya. Dia mulai membentak Tiwaz Re dan menanyakan keberadaan Etzell, bahkan dalam beberapa saat saja, wajahnya sudah menjadi merah karena kemarahannya itu.
"Tenanglah, Pak Manajer," kata Tiwaz Re menenangkan.
"Lagipula Etzell sudah tidak ingin bekerja denganmu lagi," sambungnya.
"Hah? Kau bilang apa?!" tanya Pangu Konshu dengan nada tinggi.
"Entahlah, akan sulit jika terus seperti ini," jawab Tiwaz Re.
Merasa kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapat informasi dari Pangu Konshu, Tiwaz Re terpaksa memakai cara yang kasar agar Pangu Konshu bisa diajak bicara.
"Chain Slash!"
Tiwaz Re menggunakan teknik Chain Slash untuk mengikat Pangu Konshu dengan rantai, dan rantai itu sudah diatur agar bisa mendeteksi kebohongan. Jika orang yang dirantai itu berbohong, maka rantai yang mengikatnya akan semakin menguat. Semakin sering dia berbohong, maka tubuhnya akan remuk.
"Hei, apa ini?!" tanya Pangu Konshu terkejut, dia juga menggeliat seperti cacing dan berusaha untuk membebaskan diri dari rantai yang mengikatnya.
"Seperti yang kau lihat," jawab Tiwaz Re.
Pangu Konshu menatap Tiwaz Re dan memasang wajah kebingungan, dia merasa bingung akan dua hal, yang pertama tentang jawaban dari Tiwaz Re, dan yang kedua tentang rantai yang mengikat dirinya.
Seolah-olah sudah terlihat pasrah karena tubuhnya terikat dan tidak bisa bergerak, Pangu Konshu mulai bersikap secara kooperatif dan berniat untuk memenuhi keinginan dari Tiwaz Re.
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Pangu Konshu, kali ini dia merendahkan nada bicaranya, bahkan sangat rendah.
Sebelumnya Pangu Konshu memang merasa sangat marah karena Etzell telah bolos bekerja selama tiga hari, jadi dia ingin agar Etzell kembali bekerja. Tetapi karena keadaan mentalnya yang sedang labil selama beberapa hari kebelakang, dia jadi tidak bisa menahan dirinya dan terus menyalahkan Etzell.
Pangu Konshu tersadar akan kesalahannya yang telah membuat Etzell merasa takut dan terpojok, dia hanya ingin membawa Etzell untuk kembali bekerja, mengingat Etzell adalah karyawannya yang sangat tekun dan serius dalam bekerja.
"Sepertinya kondisi mentalmu sedikit memprihatinkan," kata Tiwaz Re.
"Jadi kau mengetahuinya?" tanya Pangu Konshu.
"Hanya dengan melihatnya saja, aku sudah tahu," jawab Tiwaz Re.
"Tapi, kenapa kau melampiaskannya ke Etzell? Padahal dia tidak sepenuhnya bersalah, benar begitu?" sambungnya sambil bertanya.
Mendengar pertanyaan dari Tiwaz Re, Pangu Konshu mulai memasang ekspresi yang lebih serius di wajahnya. Dia tidak marah, dia hanya lebih serius, itu adalah dua hal yang berbeda.
"Sebenarnya, restoranku sudah bangkrut, tapi aku memaksanya untuk tetap beroperasi. Dan hasilnya, masalah semakin bertambah, aku terus berpikir tentang cara agar para karyawanku tidak kabur dan tidak berhenti bekerja. Tetapi cara yang kulakukan benar-benar bukan cara yang baik, jadi pada akhirnya banyak karyawanku yang berhenti bekerja," Pangu Konshu menjelaskan.
"Karena itulah, aku berharap pada Etzell karena dia satu-satunya orang yang belum berhenti, tetapi sayangnya, dia juga ikut berhenti bekerja sekarang. Dan seperti yang sudah terjadi, aku merasa sangat kesal dan marah hingga mendatangi rumahnya," sambungnya.
Tiwaz Re tidak terlalu serius mendengarkan penjelasan dari Pangu Konshu, karena sebenarnya dia tidak peduli dengan itu, yang dia pedulikan hanyalah tentang Etzell.
"Entah itu karena bisnis restoranmu yang telah bangkrut atau apapun itu, aku tidak peduli," kata Tiwaz Re.
"Ya, aku mengerti. Lagipula aku hanya ingin menceritakannya saja," balas Pangu Konshu.
"Jadi, kembali ke awal, apa yang kau inginkan dariku?" tanya Pangu Konshu.
Pangu Konshu benar-benar terlihat berbeda 180 derajat setelah diikat dan dirantai oleh Tiwaz Re. Sebelumnya dia terlihat sangat mudah terbawa emosi, tetapi kali ini dia terlihat lebih menahan dirinya.
"Mudah saja, aku ingin kau memberitahuku beberapa hal tentang Jizi Etzell, apapun boleh," jawab Tiwaz Re.
"Jika aku mengatakannya, apa aku akan dibebaskan?" tanya Pangu Konshu lagi.
"Ya, kau akan bebas," jawab Tiwaz Re.
"Aku mengerti, aku akan mengatakannya," balas Pangu Konshu.
Mendengar kata iming-iming dari Tiwaz Re kalau dia akan dibebaskan, Pangu Konshu mengikuti permintaan dari Tiwaz Re untuk menjelaskan tentang Etzell.
"Oh, aku lupa mengatakan satu hal," kata Tiwaz Re.
"Jika kau berbohong, maka tubuhmu akan remuk, itu saja," sambungnya.
Pangu Konshu hanya bisa bingung menatap Tiwaz Re, dia tidak mengerti tentang apa yang telah Tiwaz Re katakan. Tetapi, Pangu Konshu tidak ambil pusing, dia hanya ingin menjelaskan tentang Etzell dan segera bebas dari jeratan rantai itu.