
hiks hiks hiks lestari menangis histeris
"Wel jangan pergi,jangan tinggalkan lestari"
"maaf lestari,tapi aku janji akan menemui mu bila liburan nanti"
"enga mau hiks hiks"
"sayang jangan nangis lagi kan Wel akan kesini klo liburan jadi anak papa jangan nangis lagi"Jordan
"iya sayang,jangan khawatir Wel kan berkunjung lagi kesini ya kan Wel"mama mita
"iya Tante"
"nah dengarkan sayang"
"Emma hiks hiks" tangis lestari mulai pelan
"om,Tante sama Wel bila ada waktu om pasti kesini menemui lestari"
"lestari aku punya suatu buat kamu,ini polpen sengaja aku hiasi dengan pahatan ku sendiri moga aja kamu suka ini kenanga buat kamu dari aku ini juga bisa kamu jadikan gantungan buat tasmu dan satu lagi didalamnya ada kertas yang aku selip khusus buat lestari tapi bukanya saat kita bertemu lagi nanti oke "
"eem iya,aku tau aku sangat cengeng kan padahal sebelumnya kamu udah kasih tau akan pindah,tapi aku tetap enga mau kamu jauh dari ku Wel,dan ini kenangan buat kamu ini juga bisa jadikan hiasan dan disana juga ada pesan buat kamu wel,aku minta kita akan bukanya berangan saat kita bertemu lagi"
"lestari om,Tante sama Wel pergi dulu kamu jangan lupa yang rajin belajarnya agar jadi juara 1 nanti"
"pasti om,lestari akan giat belajarnya apa lagi lestari enga mau kalah sama Wel" ejek lestari untuk Wel
"oke kita lihat apa kamu bisa ngalahin aku"kata we
"baiklah kamu tunggu saja nanti aku akan banyak dapat penghargaan kamu lihat saja "
"ya iya"mengelus kepala lestari
lestari hanya terdiam diperlakukan Wel seperti itu
"klo gitu aku pergi dulu kamu jangan nakal ya"
"Emma iya,hati hati dijalan"
"ya bay lestari"
"bay Wel"
mobil yang membawa Wel sudah mulai tidak terlihat lagi
"ayu sayang kita masuk"kata mama dan papa lestari
"iya papa,mama"
setelah itu pun penampilan lestari berubah sejak kepergian Wel kesukaan lestari kembali seperti sebelum mengenal Wel,saat memasuki pendidikan SMP cara lestari berpakaiannya dan berjalan seperti anak laki laki yang dulu selalu kelihatan cantik dan manis sekarang seperti cewek tomboi sampai lestari memasuki pendidikan SMA sekarang.
"Mita kamu udah lihat papan pengumuman"elin bertanya kepada Mita
"emang ada apa"
"itu Lo SMA kita kan selalu mengadakan kuntis ratu kecantikan setiap tahunnya"
"iya tau"
"bagaimana kamu yang daftar jadi perwakilan kelas kita"
"apa kamu waras elin"memegang jidatnya elin memastikan
"maksud kamu"
"oh teryata otak kamu lagi enga berpungsi ya"
"apa apaan sih"
"kamu yang kenapa tiba-tiba suruh aku ikut ratu kecantikan yang enga guna itu"
"what kamu enga tau banyak yang mau daftar tau"
"itu mereka bukan aku"
"oke Mita tapi kamu tau kan klo kamu menang kamu jadi orang yang terkenal dan mungkin aja kak Irvan jadi suka sama kamu dan bisa lebih dekat kak irvan"
"Emma benar juga sih,tapi kamu tau kan aku enga mungkinlah aku bisa menang"
"Gapang itu kamu tinggal ikutin cara aku aja"
"ya udah terserah kamu"
kamu jangan khawatir Mita aku yakin pasti kamu menang cuma kamu enga Dandan dan enga pakai pakaiyan bagus saja,karena cantik kamu tertutup dengan gaya tomboimu, aku pastikan kamulah ratu kecantikan tahu ini jangan sebut namaku klo enga bisa mengubah penampilan kamu gumam elin
"apa keputusan yang aku pilih ini tepat" batin mita
"oh ya mulai dari sekarang kamu ikut sama aku setelah pulang sekolah"
"kenapa aku harus ikut kamu"
"iya dong kamu harus ikut aku,karena dua Minggu lagi kamu ikut ratu kecantikan kamu harus mulai perawatan lah"
"iya harus dong"
"omongan kamu itu ya sama banget pemikirannya sama mamaku cewe itu harus begini harus begitulah,emang perlu gitu"
"tentulah cewe itu wajib perawatan agar kelihatan segar tau"
"emang muka ku enga kelihatan segar gitu"
"eh enga lah,segar kok tapi kurang gimana gitu hehehe"
"kamu ya"
"oke sekarang sepakat kan tiap pulang sekolah ikut aku"
"ya iya,tapi aku minta izin sama mama,papa ku dulu"
"eem iya"
"itu supirku sudah datang sekarang kamu ikut naik"
"tunggu terus motorku ditinggal gitu"
"motor enga kenapa juga klo ditinggal Mita"
"enga mau aku naik pakai motorku"
"oke iya deh,tapi kamu ikutin aku"
"Emm iya"
dalam perjalan Mita mengikuti mobil yang di naikin temannya elin sampai ketempat tujuannya
"oh ya aku mau ikut kuntis, tapi belum mendaftarkan"
"enga usah dipikirkan aku udah daftarin buat kamu"
"kapan kamu lakukan"
"saat aku liat pengumuman nya aku langsung daftarin kamu"
"tanpa persetujuan ku"menatap elin
"tapi sekarang kamu kan mau ikutkan"
"iya tapi kamu harus ijin dulu kok aku"
"ya iya maaf soalnya aku takut kamu enga mau jadi aku daftarin kamu jadi kamu enga ada alasan untuk bisa nolak"elin menjelaskan
"oke deh aku maafin tapi lain kali jangan gini lagi"
"ya iya lain kali aku enga lagi,ya udah masuk yu"
"iya"
ditempat lain Irvan sedang melihat calon kuntis ratu kecantikan dan disana dia melihat nama tertulis Mita lestari dan fotonya Irvan tersenyum jadi kamu kata Irvan
"hi lagi liat apa senyum senyum"
"enga ada kok"
"coba aku liat,eh tunggu ini kan cewe waktu itu"kata hendra
"yang mana kamu maksud Hendra"tanya Ivan
"itu cewe jadi jadian yang bilang dia pacar kamu di kantin waktu itu"
"oh jadi ini cewe itu aku hampir lupa"kata Ivan
mengingat kejadian waktu di kantin membuat senyum terukir di bibirnya Irvan
"kamu kenapa Van senyum gitu apa yang kamu pikirkan apa kamu sudah punya cewe"
"pikiran kamu cuma itu aja"
"habisnya kamu beberapa hari ini kamu keliatan happy gitu"
"emang kelihatan segitunya ya"
"iya banget banget"
"udah sekarang bantuin aku simpan ini disana"
"Ivan kamu enga mau cerita nih"
"apa yang harus aku ceritakan sama kamu"
"ya sudah"
di salon Mita mulai perawatan semua yang handal elin,elin menyuruh Kaka yang ada disana untuk buat temannya Mita jadi secantik bidadari dari surga.
setelah perawatan dan lain lainnya tampilan sangat berbida gaya rambutnya juga baru tinggal Mike up saja,namun waktunya enga cukup elin memutuskan untuk pulang dulu besok lagi mengerjakannya pelan pelan apa lagi harus mengajar Mita berjalan layak seorang ratu