
"udah selesaikan ayu balik ke kelas" Irvan
"em udah ayu"kata Reza dan Hendra
"pak makasih makannya wenak tenan "kata Irvan"
"iya pak makasih" Hendra
"ya betul-betul itu pak"dengan senyumnya
"ya sama sama den"
mereka bertiga pun kembali ke kelasnya
bel berbunyi menandakan berakhir pelajaran dan waktu pulang pun tiba
"irvan tunggu" Hendra
Irvan pun berhenti membalik badannya
"ya kenapa"kata ivan
"ada yang aku tanyain sama kamu"
"apa itu"
"masalah di kantin itu apa benar kamu pacarnya cewe jadi jadian itu?"
"astaga Hendra kok bilang cewe jadi jadian sih dia punya nama kali"
" Bodoh amat, jawab apa kamu...?
"enga lah kan kamu tau aku"
"aku sih berpikir gitu juga enga mungkin kamu punya pacar kamu kan udah lama menjomblo"
"itu tau,udah ah aku pergi dulu"
"eh jangan mau pergi aja,tapi ada yang salah sama kamu Van"
"maksudku aku enga pernah liat kamu sampai mematung kaya tadi dan jawab pertanyaan cewe itu dengan tegas gitu"
"kapan itu kamu salah liat kali aku cuma"
"cuma apa hayu"
"udah ah balik duluan"
"eemm iya hati-hati"
"oke" mengangkat keatas dan membuntuk
huruf oke
Hendra hanya melihat kepergian Irvan dari punggung belakangnya yang mulai menjauh eh tunggu tadi kakinya Ivan sudah sembuh.
"hayu ngelamun apaan coba dari tadi berdiri aja"Reza sambil menupuk bahunya hendra
"enga ada kok,kamu itu ya kepo aja"
"sapa kepo coba kepedean"
"ya udah "pergi meninggalkan Reza
"eh tunggu dulu"
"apa lagi" membalik badan kearah Reza
"bareng dong"
"uggah pulang sendiri sana"
"kok gitu sih kan kita teman hehehe"
"sejak kapan kita berteman"
"sejak kita bareng bersama irvan tadi"
"ngarep udah aku pulang dulu"
"tapi aku ikut pulang sama kamu ya please,hari ini enga ada yang jumput tau"
"kan biasanya kamu bawa motor sendiri"
"nah itu masalahnya motorku masih di bengkel"
"em ya udah ayu aku antar"
"woahhh benar nih"
"ya iya"
"makasih banget aku pikir kamu enga mau bantuin eh ternyata kamu baik juga hehe"
"baru nyadar,udah buruan aku tinggal nih"
"ya iya oke"
dikediaman Jordan Henderson
"assalamualaikum,mama lestari pulang"
"wa'alaikumsalam salam sayang woahh anak mama lagi happy nih"
"ya dong tadi pelajaran seru banget mama"
"oke mama"
"bibi tolong siapin makan"
"ya baik nyonya"
dikamar Mita lestari
Mita melepaskan baju seragamnya dan ditempat baju kotor lalu masuk kamar mandi,setelah selesai mengambil baju bersih untuk dia santai dirumah
dan ketukan dari luar pintu
"tuk tuk tuk,non makanannya sudah siap bibi disuruhh mama non makan dulu"
"ya bibi bentar lagi lestari ke sana"
"baik non" kata bibi lalu meninggalkan kamar Mita lestari
dikediaman Aditya Pratama
sebuah mobil mewah masuk dan seorang keluar dari mobil itu yang tidak lain Irvan weldan Pratama
"ma Wel pulang"
"wa'alaikumsalam"
"eh asalamu'laikum ma, maaf lupa ma"
"kebiasaan anak ini,ya udah sana mandi dulu"
"ya mama"mencium tangan mamanya lalu keatas menuju kamarnya
"Irvan melimparkan atasnya ditempat tidurnya lalu merebahkan tubuhnya,kejadiaan disekolah terekam ulang saat cewe tomboi itu ngaku pacarnya, meskipun Irvan tau maksud cewe itu
agar membuat sara berhenti menggangunya kelihatan dari serutan mata Mita yang memberikan isyarat padanya dengan gaya tubuhnya Mita perlihatkan pada Irvan paham akan cewe itu lakukan irvan hanya diam hanya menonton aksi cewe yang sudah memanggil dia dengan pangeran kata meskipun waktu itu membuatnya kaget
"dan secara spontan menjawab pertanyaan cewe dengan tegas seperti memang benar apa yang di katakan cewe tomboi itu irvan pun tau kesalahannya"
"astaga apa yang akan terjadi pada cewe itu nanti,buat apa aku memikirkannya kan salahnya sendiri ngaku ngaku jadi pacarku"
"barati itu bukan salahku dong, akhhhh tapi aku terlibat juga kan membenarkan perkataan dari ucapannya cewe itu"
"yah meskipun penampilannya tak seperti cewe lainnya,tapi menurutku menarik sih tunggu apa barusan aku katakan jangan bilang astaga enga mungkin kan"
bunyi ketukan dari luar memperhatikan daya pikir Irvan
"ya sapa"
"bibi den,nyonya nyuruh den cepat turun"
"ya bentar lagi Wel akan turun" irvan melepas bajunya lalu masuk kamar mandi dan keluar hanya memakai handuk di atas pinggangnya yang memperlihatkan Rote subik nya 😁 cewe manapun melihatnya menjerit-jerit mau memilikinya"
"Irvan sudah pakai baju buat santai dirumah lalu turun kebawah"
"hello mama"
"hi sayang sini makan dulu"
"ya mama"
Irvan Duduk lalu memakan makanan nya
"mama,papa belum pulang"
"belum sayang masih banyak kerjaan"
"guti ya ma"
"ya sayang cepat habisin makanannya dong"
"iya mama"
sari tau Wel anaknya kangen papanya karena sering enga ada waktu dirumah setelah kepindahan dari kota A ke kota z membuat anak dan ayah ini tidak ada waktu luang untuk bersama walau pun itu hanya makan bersama
"mama aku duluaan ya"Mita
"iya sayang"
Mita masuk kamarnya dia kepikiran banget dengan polpen pemberitaan teman waktu kecil dia teringat disaat waktu yang pernah mereka habis bersama sama apa perkataan terakhir yang diucapkannya.
Mila mencari diatas meja belajarnya dan rak buku klo tersilip namun enga ada hasil sampai kasur Mita berantakan buat cari polpen itu
"terakhir dimana kok aku lupa sih"
"hah apa yang harus aku katakan nanti klo aku bertemu denganmu nanti polpen yang kamu kasih ke aku hilang"duduk di samping tempat tidur
"aku enga bucus kan barang yang kamu kasih enga bisa aku jaga baik baik maafin aku"air mata Mita keluar
kehilangan barang yang dikasih seseorang yang sangat berharga membuat Mita bersalah apa lagi suatu saat klo bertemu lagi Mita dan teman SD nya itu mereka berdua sudah berjanji akan membuka yang yang ada didalam barang mereka berikan satu sama lainnya makanya Mita selalu membawa kemanapun ia pergi Mita yakin akan bertemu dengan temannya itu.
"tapi apa aku menghilangkan nya"bingung apa yang dia lakukan
"enga aku boleh menyerah aku pasti akan menumukan ya"
"hah tapi bagaimana sudah dibuang di sampah kan polpenya itu udah lama enga aku pakai, apa masih berpungsi
"tunggu jangan berpikir negatif aku yakin akan menumukan nya kembali" dengan Punuh keyakinan keyakinan
Mita pun ketiduran disamping kasurnya karena kelelahan mencari barang pemberian teman kecilnya itu yang belum dia temukan
dikamar Irvan
Irvan mengambil tasnya dan mengeluarkan semuanya namun matanya terhenti ketika melihat polpen yang berada di tumpukan buku itu namun akhirnya memutuskan pandangan dan mengambil buku pr-nya dan mengerjakan tugasnya.