
"eh Mita kenapa kamu masih pakai pakaiyan gini sih seharunya ya kamu ubah tampilan kamu dari sekarang dan ini apa coba wajah kamu kusam banget"
"enga ah klo dari sekarang nanti satu sekolah liatnya aneh tau"
"apa yang aneh sih coba kamu tampil cantik pasti banyak banget yang dukung kamu tau"
"aku enga mau kaya gitu,biar mereka melihat aku saat di kuntis saja,masalahnya akan ribet tau apa kamu ingat saat aku ngangku jadi pacar Kaka Irvan waktu itu"
"iya sih,untung saja kamu tomboi dan membalikan kata kata mereka lontarkan ke kamu jadi mereka akhirnya menyerah sendiri meskipun hubungan kalian memang enga ada satu sama lain,tapi satu yang aku tau kamu suka kak irvan kan"
"iya suka tapi bukan berarti harus memiliki"tegas Mita
"ya iya tau,tapi kamu mau dekatkan sama kak Irvan
"serah kamu deh mau berfikir apa"
"mana anak baru yang ngangku pacar ka Irvan"
Mita tetap diam duduknya tak menghiraukan disekelilingnya yang mulai berisik dia hanya asik dengan hp,elin menguyang badannya Mita untuk melihat sekelilingnya namun keburu cewe fans-fans Irvan datang dan menupuk meja Mita
"hi kamu"
Mita berhenti memainkan hpnya dan meletakkannya lalu memandang orang yang sudah mengganggunya tadi
"apa kamu kurang kerjaan ha"teriak Mita dengan gaya tomboinya"
"jadi kamu namanya Mita ya dari lihat bawa keatas enga ada yang menarik sih,eh kamu apa maksud kamu ngangku pacar kak Irvan ngaca dong kamu itu enga pantas buat dia" dengan kata mengejek
"iya benar"beberapa cewe yang ikut menentang Mita sebagai pacar Irvan
"hahaha hello ngaca apa kalian sudah ngaca coba kalian lihat diri kalian dadan kaya ibu ibu mau ke pasar gini coba nyuruh aku ngaca seharusnya kalian tau"
"oh tunggu apa kaca dirumah kalian kurang besar kali ya apa perlu aku belikan ha"
"kamu ya"
"oh ya perlu kalian tau ya aku bukanya ngaku ngaku jadi pacarnya dan aku tegaskan ya kak Irvan juga sudah bilang iya kan klo panggilan ke sayang aku untuknya pangeran katak jadi buat apa kalian yang keberatan coba
"kami semua enga percaya"
"klo enga percaya ya sudah apa peduliku,sekarang kalian pergi ganggu saja"
" kamu liat saja nanti,ayu kita balik teman teman
"bel kenapa cewe yang demo pada keluar sih apa sudah selesai"
"enga tau sara,kenapa kamu enga ikutan demo sama mereka coba"
"apa kamu bodoh ha,buat apa aku turun tangan coba kamu pikir bagaimana padangan anak anak ke aku klo aku ikut demo dan satu lagi aku masih ratu cantik disekolah ini aku enga mau sebelum pemilihan ratu cantik baru ada masalah dan aku pastikan tahun ini aku harus terpilih lagi"
"iya tau,ya udah kita balik"
"tapi sebenarnya aku belum puas,tapi aku harus mengalah dulu lihat saja nanti"gumam sara
sara sebenarnya ingin buat hidup Mita tidak tenang disekolah,namun dia tidak dapat mengambil resikonya klo dia membuat masalah sekarang itu akan berpengaruh dengan posisi yang sedang dia miliki disekolah itu, sara sedang merencanakan sesuatu buat Mita
rencana sara untuk membuat Mita tidak bisa berbuat apa-apa setelah selesai pemilihan ratu cantik nanti
"kamu akan mendapatkan hukumannya cewe tak tau diri,dan aku pastikan setelah selesai kuntis ratu kecantikan aku akan membuatmu malu dan menderita dan mendapatkan hati irvan" gumam sara
"nih pakai ini aku sengaja beli buat kamu"
"buat apa ini"
"buat wajah kamulah terus apa lagi"
"makasih ya"
"kamu enga perlu terimakasih ini semua aku lakuin untuk kamu agar tampil cantik nanti jadi enga malu malu in tau"
"kamu ya,tapi aku harus tetap berterimakasih ke kamu ini kan pemberitaan dari kamu jadi makasih ya"
"ya sama sama"
"elin aku butuh bantuan kamu banget tolong dong bantuin aku cari polpen yang waktu itu hilang"
"kan kita udah cari dimana-mana enga ketemu Mita"
"aku tau tapi aku harus secepatnya menemukannya elin"
"Mita polpen yang hilang itu sudah seminggu lebih enga mungkin masih ada lagi dan apa lagi kata kamu polpenya udah berapa tahun enga pernah kamu pakai mungkin yang menemukan itu dia pikir sampah lalu dibuang deh"
"kok kamu ngomong gitu sih"
"itu fakta Mita coba kamu pikir setiap barang pasti ada kada luarsa masa pakainya pasti sudah habis dan polpenya tidak bisa digunakan lagi"
"iya aku tau elin,yang paling penting yang ada dalam polpen itu"
"maksud kamu apa Mita"
"aku enga pernah cerita ke siapa pun didalam polpen itu ada pesan dari teman kecil untukku bila nanti kami bertemu lagi kami akan bersama membukanya"
"astaga Mita itu sudah enga jaman seperti cerita dinovel saja hahaha"
"buat kamu lucu ya elin"
"sorry bukan gitu maksudku Mita"
"terus apa"
"ya udah nanti pas pulang kita cari lagi,jadi sekarang jangan merung lagi"
"eemmm"
"elin tau meskipun tampilan Mita seperti ini pasti dia punya cerita masa lalu yang membuatnya enga seperti cewe pada umumnya entah kenapa saat Mita membantunya saat pertama masuk sekolah mejalani MOS waktu itu membuat mereka jadi teman sampai sekarang
anak baru semunya berbaris sekarang kata ketua OSIS dan para anggotanya yang berdiri disamping Kana dan kiri
"hari ini pemeriksaan jika ada yang ketauan bawaan kali tidak lengkap maka kalian dapat hukuman"
"hukumannya apa ka"kata salah satu dari murid baru
"itu rahasia jadi sekarang perlihatkan bawaan kalian pada Kaka yang ada samping kiri dan kanan ku yang akan memperisanya dan barisan kiri untuk cewe dan yang kanan untuk cowo oke mengerti sekarang"
"aduh gimana nih kayanya aku akan dapat hukuman hari ini"gumam elin
Mita yang dibelakang elin melihat tingkahnya
elin mulai merasa takut apa lagi hukumannya tidak dikasih tau sebelumnya apa yang didapat anak yang tidak lengkap bawaannya
"hi"Mita menupuk bahu elin
elin menenguk kearah Mita awal sepat kaget melihat gaya Mita seperti itu namun secepatnya elin tangkis pemikiran yang tidak baik
"iya kenapa"
"aku lihat kamu lagi ketakutan"
"enga kok kata siapa"
"coba kamu lihat tangan kamu yang gemetaran dan mata kamu selalu mengarah melihat pelengkapan mu mulai tadi didalam tas"
"em"tidak bisa berkata lagi
"emang kamu tertinggal apa?"bertanya
"itu aku lupa bawa coklat super Queen"
"oh itu nih buat kamu"
"terus kamu gimana klo kamu kasih ke aku"
"gampang nih ambil,aku masih ada satu lagi"memperlihatkannya pada elin
"makasih ya,oh ya kenalin nama Ku elina putri biasa di panggil Elina"
"sama sama Mita"
pertemuan yang membuat mereka jadi saling kenal satu sama lain dan mulai berteman
setiap Mita kemana elin selalu ngikuti dari belakang namun
"kamu ngapain sih"
"enga ngapain aku mau ke sana kok"
"ya udah duluan"Mita mempersilakan elin duluan
"em iya" elin melanjutkan langkahnya
"tunggu"
"iya kenapa"
"apa kamu enga punya teman"kata Mita
"em enga ada"
"ya udah ikut aku"
"boleh"tanya elin
"ayu cepat nanti enga keburu"
"emang mau ngapain sih"
"kamu udah makan belum"
"belum"bingung
"aku ada tempat yang pas untuk menikmati makanan sekarang ikut aja"
elin pun mengikuti Mita dari belakang sampai Mita membawa elin naik tangga untuk keatas
"emang boleh kita naik"tanya elin
"boleh lah kan kita sekolah disini"kata Mita
"tapi"
"udah ikut saja,aku tau kamu beberapa hari ini selalu memperhatikanku"
"enga kok"
"apa aku peraktikan satu persatu apa saja yang kamu lakukan dibelakang ku"
"coba saja"kata elin menentang apa yang dikatakan Mita padanya bahwa dia beberapa hari terus mengikutinya kan dia enga lihat
"Mita pun memperagakan gerak gerik elin,elin kaget apa yang dia lihat"
"bagaimana kamu tau itu benar kamu enga liat"
"berati benarkan,coba kamu lihat kebawah"
"buat apa"
Mita menunjuk kearah kaca
"bagaiman aku tidak tau"
"astaga jadi kamu liat" malu banget
"nah sekarang kamu mau ngomong apa sama aku"
"jadi kamu bawa aku kesini untuk ini"
"enga lah,sekarang keluarkan makananmu kita makan dulu"
elin pun menuruti perkataan Mita
mereka pun memakan apa yang mereka bawa dari rumah masing masing
saat MOS berlangsung semua kantin disekolah tutup tidak diperbolehkan berjualan, jadi para murid baru diwajibkan membawa bekalnya dari rumah masing masing.