
Sesampainya ara di rumah.
"Uhhh aku harus bergegas,,,"
ara yang tengah mempersiapkan baterai tambahan untuk tangannya dan isi daya pada tangannya
Selepas bersiap-siap ara menelepon pak risky untuk menjemput nya
Ara yang terlihat bergegas meninggalkan kamarnya dan turun menuju tempat nya akan dijemput pak risky
"Araaa,,,,naiklah"(teriak pak risky dari dalam mobil)
Arapun masuk ke mobil
"Terimakasih pak, maaf ya merepotkan"(ara seraya memasang sabuk pengaman)
pak risky yang melihat ara kesulitan memasang sabuk pengaman pun membantu memasangkan sabuk pengaman nya
"Sini,biar saya bantu"(ujar risky)
"Gak pak,gpp"
pak risky hanya melihat ara dan tetap membantu nya memasang sabuk pengaman dan merekapun menuju kantor
"Ara kamu tinggal di apartemen itu"(Tanya risky di perjalanan,karna apartemen yang dimaksud risky adalah miliknya)
"Gak pak,,ara tinggal di sekitar sana"(Ara yang berbohong karena tidak ada yang tau ara tinggal di apartemen itu dan menggunakan metal robot fingers)
"Oh,,saya pikir kamu tinggal di apartemen itu"
"Gak pak"(ara yang seraya tersenyum)
Risky yang sudah menebak bahwa ara berbohong,hanya diam dan mengiyakan ara, karena risky tau betul daerah itu tidak ada perumahan.
Sisi lain ....
"Aduh ara lama sekali,coba telepon tanya dimana ara"(Ujar Ari yang terlihat cemaskan ara)
"Baik pak"(jawab bu andini)
"Itu ara,,,(Teriak kencana yang melihat ara dari kaca mobil pak risky)
"Maaf pak,bu,,,Ara berangkat dengan saya tadi"(Ujar pak risky yang turun dari mobil bersama ara dan menghampiri pak ari dan bu andini)
"Yasudah kita jalan sekarang" (Pak ari yang ingin menarik tangan ara mengajak kemobilnya)
"Ayo ara"(Dengan sigap risky merangkul ara dan mengajak ara naik ke mobilnya dan tidak memberikan kesempatan untuk Pak ari memegang tngn ara)
dan para staf lain ikut merasa canggung dengan situasi itu
dan langsung naik ke mobil pak Risky dan beberapa di mobil pak Ari
Mereka pun bergegas pergi menuju pulau tempat mereka akan party
Sesampainya mereka di dermaga...
"Mari sini saya bantu kak"(ujar risky yang mencoba membantu ari)
"Em ini,bawalah ,,, seperti nya kamu benar-benar tertarik dengan ara"(Jawab pak ari)
"Kenapa terlalu kelihatan"
"Aisss,,,Dasar bajingan,itu jelas terlihat"(jawab pak ari seraya bercanda)
"Akhirnya ada yang punya selera bagus seperti ku"(Ujar pak ari)
"Sudah mundurlah saja,,izinkan yang muda ini maju"(jawab risky)
"Ya,,majulah tapi ingat,jangan sakiti dia,dan jaga dia baik-baik,karna dia istimewa dan butuh perhatian lebih"(Ujar ari ,yang mengetahui kondisi tangan ara)
mereka yang menaiki speedboat mewah milik pak Ari menuju pulau
ditengah perjalanan ara yang nampak sudah mulai tertidur,
"wah ...lihatlh putri tidur kita nampaknya sudah mulai menjadi putri sesungguhnya" (ujar bu andini)
dengan cekatan, risky yang melihat ara sudah mulai pulas dan kepalanya yang mulai merunduk mengambil posisi di samping ara, dan menggeserkan kepala ara untuk bisa bersandar ke bahunya.
dan selama perjalanan risky terlihat sangat menjaga ara dari tidurnya.
tak lama merekapun tiba di pulau yang mereka tuju.
"Wah gawat kita tidak bisa menepi lebih dekat lagi"(Ujar pak ari)
"Mohon maaf bapak dan ibu semuanya kita tidak bisa menepi lebih dekat,jadi kita harus berjalan dari sini untuk menuju tepi pantai"(teriak petugas speedboat)
"Ayo kak garda,gendong aku kesana"(Ujar diana)
"ehm,naiklah"(garda yang memberikan pundaknya)
diana yang tersenyum dan langsung memeluk kebelakang garda
Spontan risky memegang tangan ara dan meminta ara naik ke belakang nya
"tidak perlu pak,ara bisa berjalan saja, lagipula ini tidak terlalu tinggi"
risky hanya diam dan tetap meminta ara naik kebelakang nya.
Arapun memeluk risky dari belakang dan mereka menuju tepi pantai, Diiringi oleh rekan kerja yang lain.