
Ku semakin mendekati koridor agar dapat mendengar dengan jelas
"iya pak,toh tidak ada orang sekarang disini ,semua sedang makan siang"(ujar kencana yang terdengar semakin jelas ditelinga ara).
akupun geram dan membuat langkah kakiku terdengar keras sehingga pak risky dan kencanapun meninggalkan tempat itu.
karna ku baru melihat kencana masuk keruangan.
"Darimana kak?"(tanya ara kepada kencana)
"sini-sini"(kencana yang menarik tanganku masuk ke ruangan dan duduk di kursiku)
"tadi kakak dari toilet dan kakak gak sengaja ketemu pak risky"
"lah terus"
"kakak coba rayu dan minta pak risky untuk cium kakak"
"yahhh,,,,kakak gila apa,wah emang udah gak beresni orang"
"kakak penasaran gimana rasanya di cium sama orang sedingin pak risky"
"tapikan gak mesti langsung minta cium ka,,,kakak coba minta cium pak risky tiba-tiba dihari keduany pak risky kerja"
"Hehehee iya terlalu cepat memang,wajar dia gak mau cium kakak"
"ahhh bener-bener kakak perlu ke psikiater"
"Sutttt.. kecil-kecil suaranya ara ,nanti ada yang dengar,kakak cuma mau uji dia aja, seperti nya dia tidak mau cium sembarang orang"
"Wah wah emang gila kamuni kak" ( ara yang kesal dan sedang minum air yang ada di atas mejanya).
"ku gak bisa bayangin gimana ekspresi,dan pendapatnya pak risky tentang kakak, benar-benar langkah yang salah" (jawab ara sambil menggelengkan kepala dan menatap kencana)
"yah apa kakak terlihat segila itu" (jawab kencana seraya menanyakan ke ara)
Ara hanya menggeleng heran dengan pertanyaan kencana.
"Ehm..ada cerita apa ini dan siapa yang gila!"(Bu andini yang menanyakan kepada kami)
"Oh..gak bu ini kepalaku seperti nya sudah mulai sakit dan menggila melihat laporan yang masih belum rapi ini."(Jawab ara seraya merenggangkan tubuh dan meminta kencana untuk duduk menjauh ke meja kerjanya)
kamipun kembali mengerjakan pekerjaan...
"Permisi ara (begitu ia memanggilku)
"iyaa,ada yang bisa dibantu pak"
pak risky yang mendekat ke meja ara
"ini terkait mobil kerja team saya, info dari diana sedang di perbaiki dan untuk mobil gantinya team saya bisa pakai yang mana ara?"
"Ohy terkait kendaraan,,,untuk kendaraan kerja yang bisa di pakai itu punya devisi kami pak,tapi ara belum tanya bu andini"
"bu,gimana ya boleh dipakai untuk team pak risky untuk sementara waktu"(ara menanyakan ke bu andini)
"boleh ara,kita juga tidak memakai nya kan"(jawab bu andini)
"Baiklah bu, terimakasih"
"ini pak,kunci mobilnya,bapak bisa tandatangan disini"
"baiklah, terimakasih ya bu andini dan ara,kalau begitu saya permisi keluar"
"iya pak"(jawab bu andini dan ara seraya tersenyum)
"Ohy ara,kamu kekantor naik motor ya?"(tanya pak risky)
"Iya pak betul"
"Boleh saya pinjam sebentar,saya mau cari penginapan didekat kantor"
"Boleh pak,ini kuncinya"
"Terimakasih ya"
Pak risky pun meninggalkan ruangan...
Diruangan aku mengerjakan pekerjaan sambil menggunakan earphone dan mendengarkan lagu D.O Exo.
"Ara"(panggil kencana dan bu andini)
"Araaa ,,, yaampun ni anak kalau udah fokus kerja sambil denger musik emang gak bisa di ganggu,,"(ujar bu andini)
"Yahhh araaaaaa (Begitu kencana memanggil ku seraya menepuk pundakku)
"Ha.. iyaaa...(Ku menoleh dan melepaskan earphone ku)...