Me And Mr Glasses

Me And Mr Glasses
Eps.02 Me and Mr Glasses



Seperti biasa pagiku diawali dengan kegaduhan,karna selalu kesiangan untuk berangkat kerja...


"Kring,Kringggg ..."(Alarm berbunyi untuk kesekian kalinya)


Arapun terbangun dan melihat jam .


"Ahhhh.. Yaampun kesiangan lagi.."


ara bergegas menyiapkan diri untuk pergi ke kantor ..


Dengan terburu-buru akhirnya ara sampai di kantor .


"Syukurlah belum terlalu siang (dengan jari tangan yang masih menempel pada figerprint).


sewaktu ak berbalik kebelakang


(dug,dug,dug jantung ku berdegup kencang dengan mata yang terbuka lebar)


"Pagi ara" (begitu ia menyapaku dan kami saling berhadapan dan ...)


dia mendekat,semakin dekan dan lebih dekat lagi...


"Oh tidak aku sudah tidak bisa menahan jantungku,,ada apa ini (dalam hatiku berteriak).


ia tersenyum dan memegang pundakku akupun sontak terdiam seribu bahasa.


dengan tangannya yang tetap memegang pundakku dan tangan satunya mengarah ke figerprint posisi ini benar-benar membuat tubuhku seperti membeku tidak bisa bergerak.


Srettt..(terdengar suara pintu)


sontak iapun melepas tangannya dari pundakku ,


iapun tersenyum kepadaku dan meninggalkan ku sendiri di koridor kantor


akupun membalas senyumnya dan menundukkan kepala.


akupun menuju ke ruangan ku...


" ahh...bodohnya aku,,,kenapa tidak bergeser dari sana,ya jelas tangan bapak di pundakku,ak menghalanginya"...(Seraya duduk di meja kerjaku dan memegang kepala).


"Kamu kenapa ra?(Tanya kencana yang menepuk pundak ku dan melihat ku bingung)


"Ehm.gak kak bukan apa-apa"(Tersenyum ke arah kencana)


Dan kamipun memulai pekerjaan di hari itu.


Jam pun sudah menunjukkan jam istirahat makan siang dan temen-temen kerja lainnya berkumpul untuk makan siang bersama untuk merayakan kedatangan pak risky.


"Ara ayo yang lain sudah menunggu dibawah"(ujar kencana)


"Kalian duluan saja nanti ara kesana kak,bu"


"baiklh ,kamu jangan terlalu lama ya ara"(jawab bu andini)


ara hanya menjawab dengan senyuman


"seperti nya mereka sudah keluar,sebaiknya aku harus isi daya tanganku dulu sebelum turun"(Ujar ara)


Sewaktu kecil ara mengalami peristiwa yang menyebabkan tangan kirinya harus di ganti dengan tangan robot dimana tangan itu memerlukan daya untuk bisa bergerak,tak ada satu orangpun di kantor yang tau ara mempunyai tangan robotnya


setelah selesai mengisi daya ara bergegas menuju tempat makan yang ada di depan kantor


"uh ara,masuklah"(pak risky yang tengah ada di dalam lift bersama diana)


"iya" (jawab ara sambil tersenyum)


"Pak,mana Handphone bapak?"(Diana yang meminta handphone sambil menadahkan tangannya ke pak risky).


"uhh, handphone saya untuk apa na?"


diana tidak menjawab dan hanya menadahkan tangannya ke risky


"baiklh,ini" (pak risky yang memberikan handphone ny ke diana)


"Okay...ini dia,sudah diana masukke ke grub chat ya no bapak"


ara yang hanya berdiri melihat keakraban mereka


"Ohy,ara yang lain sudah disana kan"(tanya diana ke ara)


"oh iya kak"(jawab ara)


"silakan kak"(ara yang mempersilakan mereka keluar lebih dulu)


merekapun menuju tempat makan


"Ara kemari,duduklh disini" (panggil kencana)


"iyaa"(jawab ara dan menuju ke tempat duduk tepat disamping kencana)


pak riskypun memilih duduk disamping diana yang mana posisi it membuat ara bisa melihat pak risky dengan sangat jelas karena tepat didepan ara.


merekapun memesan makanan dan minuman


"Ara minumlah taro kesukaanmu ini,sudah ku pesan untukmu"(pak ari yang duduk disebelah ara)


"Makasih kak"(jawab ara tersenyum)


Ari yang merupakan anak dari direktur perusahaan tempat ara bekerja sudah lama mencoba mendekati ara namun ara tetap menganggapnya sama seperti atasan lainnya


"Ohy Pak,bapak disini tinggal dimana?"(tanya kencana ke pak risky)


"yayaya,,kalian ini risky kalian panggil bapak saya,dan garda tidak kalian panggil bapak selalu kakak,bahkan diliat oleh team lain."(celetuk ari)


"iya ,betul itu ri ,padahal usia risky dibawah kita satu tahun"(saut garda)


"hehehee,kalian boleh panggil saya kakak juga"(jawab risky)


begitulah mereka mengobrol bersama siang itu...


setelah selesai makan kencana lebih dulu meninggalkan tempat makan untuk menuju kantor dan di susul oleh pak risky


dan tak lama arapun kembali ke kantor karna ada beberapa laporan yang harus di selesaikan.


Sesampainya ara di kantor..


ara mendengar suara aneh seperti orang sedang bermesraan di koridor kantor arapun memilih untuk menunggu diruang tunggu yang berada di depan koridor karna ara mengira itu kencana sedang bertemu dengan kekasihnya yang merupakan team dari departemen lain dikantor kami.


suara kencana dan laki-laki itu terdengar jelas namun ada yang aneh ,,aku mendengar suara pak risky "Kamu yakin melakukan ini di kantor"...


akupun penasaran dan menuju ke ara koridor lebih dekat ...