
Akhirnya haikal dan tuan pras sepakat untuk merasakan identitas tuan pras dari keduanya.
Risky menawarkan diri mengantar ara pagi ini untuk pergi ke kantor, karena ara dan risky akan ada kegiatan diluar kantor untuk melihat lokasi dimana akan di adakan peresmian ,dan mereka berdua penanggung jawab untuk segala persiapan acara tersebut.
Risky selalu menghawatirkan ara selama jam kerja karena risky sudah mengetahui kondisi metal robot fingers yang di gunakan ara selama ini,dimana hanya ari lah orang kantor yang mengetahui kondisi tangan ara seperti itu.
"Ara,kamu baik-baik saja?"( Tanya risky)
"ehm iya pak,sudah bapak tenang saja" ( Jawab ara seraya tersenyum manis kepada risky)
"Baiklah,ayo kita pergi"
Merekapun pergi ke lokasi untuk melihat sejauh mana persiapan yang sudah disiapkan oleh teamnya,
selama di lokasi tersebut, risky selalu memperhatikan ara dari kejauhan,saat ara sedang memberikan pengarahan kepada team nya,
terlihat dari tempat duduk para tamu VIP, ara yang berdiri tepat ditengah panggung dan di bawah lampu sorot,sedang melihat-lihat persiapan yang ada di panggung dan para team sedang mempersiapkan beberapa lampu dan mencoba menyalakan dan menggerakkan lampu ke arah yang sudah di tentukan.
Namun dari kejauhan risky melihat bahwa lampu sorot yang tepat di atas ara terlihat goyang dan akan jatuh dari atas, melihat itu risky langsung menuju ara,
"Araaaa"(Teriak risky dari jauh)
"Stretttt,brakkk,,,begitu suara lampu tembak terdengar kencang saat bergerak dan jatuh kearah ara"
namun belum sempat risky menarik ara lampu itu sudah jatuh mengenai ara dan membuat kepala ara terluka dan pingsan.
Sontak suara itu membuat semua orang berpaling ke arah ara dan panik karna lampu sorot itu mengenai ara dan semua team bergerak dengan cepat untuk membantu ara dan risky.
Risky meminta team untuk segera menyiapkan mobil untuk membawa ara menuju rumah sakit,
selama diperjalanan risky dengan sikap yang tenang dan cekatan menangani luka ara dan menutupi nya dengan kemeja yang dia pakai,bahkan kaos putih yang tersisa di tubuhnya sudah berlumur darah ara.
Taklama diperjalanan rumah sakitpun sudah terlihat, namun mobil tidak bisa berjalan dikarenakan macet total, dan mobil sudah tidak bisa berbalik arah,akhirnya risky meminta teamnya untuk mengawalnya dan risky menggendong ara dari mobil menuju rumah sakit,banyak orang yang melihat dari pinggir jalan dan memberi jalan kepada risky dan teamnya.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan ara langsung mendapatkan tindakan intens dari team medis
Risky langsung menghubungi haikal agar bisa memberi kabar kepada keluarga ara,
Haikal sangat terkejut dengan kabar yang di sampaikan oleh risky kepadanya melalui panggilan suara, haikal pun bergegas menuju rumah sakit dan dalam perjalanan haikal menghubungi tuan pras agar tuan pras bisa langsung memantau perkembangan dari metal robot fingers milik ara,tuan praspun sangat panik dan segera mengecek kondisi ara melalui handphone nya yang sudah di atur untuk melihat kondisi dan perkembangan dari metal robot fingers milik ara,
Dan setelah tuan pras mengecek, terdapat masalah dari metal robot fingers milik ara karena sempat terbentur lampu sorot dan membuat beberapa komponen di tangan nya tidak berfungsi.