MARRIAGE TRAP

MARRIAGE TRAP
Harapan



***


Bukannya aleah tidak mau menjawab pertanyaan mita, hanya saja ia bingung apa kata yang harus ia ucapkan


Dalam benak aleah, dia sangat menyayangi mita layaknya saudara kandung, selama bersama raya dan mita aleah seperti punya keluarga baru, raya yang seperti saudara kembar ya, dan mita seperti kakak dan ibu baginya, mungkin karena selama ini aleah tidak pernah merasakan bagaimana mempunyai kakak yang menyayanginya


Aleah bukan anak tunggal, dia mempunyai 3 kakak tiru, 2 dari ayah nya dan satu dari ibunya


Aleah tahu bahwa kakak kakaknya itu tidak benar benar menyayangi nya, semua itu dapat terlihat dari tatapan mereka terhadap aleah, mereka hanya baik di depan orang lain tapi ketika mereka berhadapan dengan aleah seorang tentu mereka akan menunjukan rasa ketidaksukaan mereka


Ayahnya tidak terlalu memanjakan aleah tetapi mereka selalu bersikap demikian, entah apa yang patut di iri kan, bahkan menurut aleah ayahnya sangat adil dalam urusan materi atau yang lainnya tapi tetap seperti itu tak ada yang berubah hanya tatapan kebencian yang aleah selalu dapatkan


Di saat satu persatu kakaknya menikah hati aleah mulai terasa lega setidaknya dia tidak akan sering mendapatkan tatapan itu lagi, tapi nyatanya tidak mereka tetap sama malah semakin menjadi, aleah semakin bahwa di dunia ini hanya ada aleah sendiri


Dan di sini lah di ruangan dimana ia menyerahkan surat resign nya, berhadapan langsung dengan pemilik ruangan ini


Aleah bisa merasakan tatapan tajam dari pemiliknya


Saat ini aleah tengah menyusun kata kata yang pas untuk ia ucapkan tanpa melakukan kesalahan


"sepertinya aku memang tidak ada artinya bagi kamu, kalau gitu kamu boleh pergi, gaji kamu akan aku kirim nanti"


Terkejut memang, dan sakit itu lah yang aleah rasakan


"kakaaaak, maafkan aku, kakak adalah hal yang aku sulit untuk di ungkapkan, kakak adalah anugerah, kakak adalah kakakku dan akan selalu tetap seperti itu tak peduli kenyataan apa"


Tangisnya aleah dengan duduk dilantai di bawah kaki mita, mita tentu saja tidak tahan melihat aleah seperti itu, dengan memegang bahu aleah mita menyuruhnya bangun dan duduk di sisi mita


"ceritakan apa yang membuatmu ingin pulang, dan kalau alasan kamu bosan disini maka aku akan mengurung di rumah tanpa terkecuali"


Terdengar kekehan kecil mita saat mengatakan itu, dan Tentu saja mita bercanda mengatakan itu tak mungkin ia mengurung aleah, raya pasti akan membencinya atau lebih parah


Penuturan aleah membuat dahi mita sedikit mengkerut sesaat kemudian dia tersenyum, seolah olah baru memcerna apa yang aleah katakan


"ternyata adik kakak yang satu ini udah gede dan ingin menikah dengan pacarnya"


Mita menggoda aleah dengan mengancam rambutnya


Yang di goda pun hanya tersenyum malu malu dengan hidung yang memerah serta berair akibat Tangisnya tadi


"boleh kakak tanya satu hal?"


"apa kak"


"kamu mencintainya?"


"aku.."


"aku nyaman kak sama dia, tak peduli aku mencintainya atau tidak yang jelas dia mencintaiku dan aku nyaman"


"kamu tahu dia mencintaimu?"


Pertanyaan itu seolah mengingatkan aleah kembali bahwa melama ia menjalin hubungan dengan kiki, kiki tak pernah bilang ia mencintainya


"dia mencintaiku kak"


Walau sedikit ragu aleah menjawab tapi kata itu yang keluar, dan aleah harap itu benar


Benar nanti sepertinya ia harus bertanya sendiri ke kiki bagaimana perasaannya


TBC......