
Sudah tiga hari aleah harus menjalani kegiatannya tanpa melihat satu pun chat dari kiano
Sikap raya pun sudah mulai membaik, bagaimana tidak semenjak kejadian itu aleah tak berhenti untuk membuat raya agar kembali berbicara dengannya
Aleah tahu, raya bersikap demikian agar aleah berubah raya ingin aleah menjadi lebih baik menjadi orang yang lebih percaya diri
Hari itu raya berbicara seperti itu hanya untuk meyakinkan apakah aleah sudah berubah atau tetap menjadi aleah yang lemah ketika menghadapi berbagai argumen yang menghampirinya
Dan itu aleah, ketika dia dihadapkan dengan sesuatu yang rumit maka cara dia berpikirpun akan semakin rumit dia akan membuat dirinya sendiri bingung dengan pertanyaan yang dia buat sendiri dan itu pula yang membuat aleah merasa tidak percaya diri apa yang di hadapinya apa pun itu dia akan selalu menyerah terlebih dahulu tanpa mencoba nya satu langkah pun
Dan lagi lagi jika itu terjadi maka raya orang yang akan selalu mendorong aleah, dan itu selalu berakhir dengan adanya senyum di wajah aleah raya sangat menyukai itu
"kiki dia belum menghubungimu?"
Kedatangan raya membuat aleah sadar dari kegiatan melamunnya
Aleah pun menggelang menandakan tak ada satu pun chat dari kiano
"*benarkah?"
"tapi kurasa ponselmu bunyi dari tadi di dapur"
"astaga... Iya aku lupa meninggalkan ponselku disana"
"tapi mungkin itu dari operator seperti biasa"
"benarkah? Aku baru tahu kalau pesan dari operator nada dering nya lagu sempurna"
"gak mungkinlah, aku buat nada dering itu kalau ada telpon dari kiki"
"Oh dari kiki? “
" iya ki*.. "
Entah dari mana kecepatan itu datang yang jelas aleah kini berlari kearah dapur meninggalkan raya tertawa dengan tingkah temannya itu
Begitu banyak panggilan dari kiano, bahkan chat whattsap pun begitu banyak pesan yang di kirim kiano
Lengkungan manis dari mulut aleah sudah membuktikan bahwa dia sangat bahagia kiano menghubunginya
Dengan segera aleah menekan nama MyKi yang artinya my kiki atau kiki ku
Cukup lama sampai kiki menjawab telpon aleah
"kiki, kamu kemana aja?"
"kenapa selama tiga hari ini kamu gak ngabarin"
"ada masalah?"
"atau apa?"
"jangan buat aku khawatir ki"
"al, kamu emang secerewet ini dari dulu?"
Mendengar itu aleah hanya mendengus sebal, bukannya di jawab malah di tanya balik
"kiii.."
Rengek aleah meminta penjelasan kiki
"*ok ok maaf"
"dengar baik baik yah al.."
"calon kakak ipar ku dia baru meninggal tiga hari yang lalu"
"kamu tahu kan kak adela kekasihnya bang Kéan? “
Deg*
Nama itu kenapa selalu berhasil membuat hati aleah merasakan sakit
" *Al kamu dengarkan? “
"i.. iyah aku dengar kok"
"dan aku tahu kok kak adel"
"itu salah satu alesan kenapa aku tidak menghubungi mu belakangan ini, dan karena hal itu bang kean menjadi tidak stabil emosinya sampai saat ini dia bahkan sering mengamuk, kamu juga tahu kan kalau hanya aku adik nya, maka dari itu belakangan ini aku juga terus mengawasi bang kean aku takut hal yang tak di inginkan menimpanya, setelah kepergian kak adel bang kean selalu menyiksa dirinya sendiri agar menyusul kak adel dan aku gak mau bang kean mati aku sangat menyayangi nya, di saat aku menghubungimu bang kean mengambilnya dan membantingnya hingga hancur, sekarang ini aku pakai ponsel yang baru aku beli tadi, hal yang ku ingat setelah membeli ponsel ini adalah segera menghubungi mu karena aku tahu kamu khawatir sama halnya denganku aku pun khawatir takut kamu berpaling dari ku hanya karena aku tak menghubungi mu belakangan ini"
"dasar bodoh, itu yang aku kira ketika kamu tidak menghubungi ku.. Hiks hiks"
"hey hey sudah jangan menangis, sekarang aku disini"
"hiks iyah"
"jadi sekarang keadaan kak kean gimana?"
"masih sama, sekarang dia lagi tidur, itu lah kenapa aku menelepon mu kalau dia bangun seratus persen perhatian ku hanya untuknya"
"semoga dia cepat membaik"
"itu pasti, dan tak akan lama karena aku tahu obatnya"
"ohh sukur lah kalau begitu"
"dua minggu lagi aku cuti, dan aku ingin membawamu pulang dari kota B"
"WAIT WHAT???"
TBC*........
untuk sejauh ini terima kasih karena sudah menyempatkan membacanya