
"ray, bantuin aku kali ini, pokoknya minggu depan aku mau temuin kiki, dan kamu bantu aku buat dapat ijin dari bu mita"
"kamu yakin Le?"
"kamu yakin mau pulang? Apa orang tua mu sudah menyerah dengan keputusan mereka?"
Sejenak aleah kembali berpikir, kalau ia harus pergi menemui kiano otomatis dia harus pulang, kota K adalah kampung halamannya dan kalau dia pulang bisa jadi rencana orang tua nya kembali terjadi
Tinggalnya aleah di kota B adalah untuk menghindari rencana perjodohan oleh orang tua nya sendiri, kedekatan aleah dan erick ketika kecil membuat kesalahpahaman antara dua keluarga dan munculah rencana tersebut
Bagi aleah dan erick sendiri beranggapan bahwa kedekatan mereka adalah suatu hal yang biasa, bahkan ketika mereka di pertemukan kembali untuk terikat
Keduanya begitu terkejut, bagi aleah di jodohkan seperti itu sama sekali tidak lucu
Mungkin karena alesannya saat itu karena aleah sendiri masih muda dan di nikahkan dengan teman masa kecilnya membuat aleah tak bisa membayangkan seperti apa jadinya kehidupan rumah tangga mereka
Bagi erick pula yang saat itu dia mempunyai kekasih pujaannya, bukannya dia tidak menyukai aleah hanya saja bagi dirinya aleah adalah sosok teman masa kecilnya ketika dia tidak mempunyai satu orang pun teman, jika dia harus menikahi aleah erick takut perasaannya akan berubah terhadap aleah, aleah seakan menjadi sosok adik yang siap menjaga erick kapanpun
Dari awal pertemuan mereka, pemuda kecil itu selalu menganggap aleah adalah adiknya walaupun aleah yang lebih berani, entah kenapa dia lebih suka menggap aleah sebagai adik yang pemberani
Dan keputusan final pun di buat mereka berdua tanpa sepengetahuan keluarganya, dimana aleah akan pergi jauh dari rumahnya sementara erick sendiri dia akan berusaha meyakinkan keluarganya tentang kekasihnya
Mereka berharap itu adalah cara terbaik untuk saat itu karena masing-masing dari mereka pun tidak mau membuat suasana menjadi canggung karena perjodohan lucu tersebut
Sejenak pikiran aleah kembali setelah kembali mengingat alasan dia pergi dari rumah, dulu dia berpikir bahwa menikah muda itu sangatlah tidak menguntungkan dirinya, dimana dia harus merelakan masa kebebasan nya sendiri, tapi untuk sekarang dia punya kiano, orang yang mampu merubah pandangan aleah selama ini dan aleah ingin merasakan momen itu, momen dimana dia dan kiano mengucap janji suci, terikat sesuatu yang sakral dan di akui oleh agama dan negaranya
Tapi sekarang ketakutan itu mulai muncul, aleah takut kiano mengkhianati nya karena orang lain, dia ingin kiano sekarang tapi bagaimana apakah ia harus pulang dengan resiko dia akan di nikahan walaupun bukan dengan erick atau diam menunggu kabar dari kiano tentang apa yang terjadi selama kiano tidak pernah menghubunginya
"*terus aku harus bagaimana Ray?"
"aku bingung sekarang, hatiku kacau bila tak mendengar satu kata pun dari kiki"
"ok, mungkin untuk saat ini aku gak ngerti apa yang kamu rasakan karena kamu tahu sendiri aku tidak mempunyai orang yang seperti itu dalam hidupku, tapi untuk kali ini coba kamu tenang dulu dan bersabar, siapa tahu malam nanti atau besok dia menghubungi mu, dan untuk kata-kata ku tadi tentang erick yang mengkhianati mu lupakan, karena belum tentu ucapanku benar*"
Ini yang aleah suka dari raya, dia menenangkan aleah dengan caranya sendiri yang membuatnya nyaman, dia mengelus rambutnya bahkan memberikan sedikit kecuoan singkat di dahi aleah
"bagaimana kalau ucapanmu yang tadi benar?"
Dan ini pula yang tidak di sukai raya pada aleah, ketidak percayaan dirinya terhadap sesuatu hal, mendengar itu pula sontak membuat raya melepaskan pelukannya terhadap aleah, dan pergi begitu saja tenpa menghiraukan panggilan dari aleah
" ray... "
" rayaa.."
"ya ampun ray, aku tuh lagi sedih"
"maafin aku ray, kamu tahu aku orangnya seperti apa dan aku susah menghilangkannya"
"rayaaa.."
Tbc................