
"kenapa Le"
"bukannya seharusnya kamu seneng yah, telponan sama kiki?"
Pertanyaan raya membuat raya melupakan sejenak perkataan kiano tadi
"seneng banget malah"
"cuman..."
"dia mau kesini"
"bagus lah..."
"bukannya itu yang kamu harapkan"
"dia mau jemput aku pulang"
"laah.. Kok gitu?"
"coba jelasin emang tadi ngomong apa aja sih kalian?"
"haaah.. Jadi gini nih"
Flashback
"maksud kamu apa sih ki?"
"aku mau jemput kamu pulang"
"kita harus diskusi kan masa depan kita"
"ki.. Ngomong yang jelas"
"kamu tahu kan, aku kabur dari rumah karena apa, kalau aku pulang orang tua ku gimana?"
"maka dari itu, kita temuin orang tua kamu, kita minta ijin mereka"
"aku gak yakin ki, orang tua ku sangat menyayangi erick"
"dan kelak aku yang akan di perhatikan mereka"
"kamu terlalu percaya diri"
"bukan tapi aku yakin"
"percayalah Al, aku bisa meyakinkan mereka"
"haruskah aku pulang?"
"harus karena aku membutuhkanmu"
Flashback end
"kamu tahu Le?"
"kamu adalah teman rasa sahabat rasa saudara, aku percaya keputusan apapun yang kamu ambil adalah langkah terbaik yang kamu punya"
Pertemuan raya dan aleah ketika aleah berada di kota J, saat itu aleah baru pertama kali kerja setelah lulus SMA begitu pun raya
Awalnya mereka saling acuh ketika bertemu namun kejadian dimana aleah menangis menyendiri di salah satu sudut kantin di area kerja membuat hati raya tersentuh untuk menghampiri aleah
Sedikit kecangguan di awal pertemuan mereka tak banyak kata yang mereka ucapkan tapi entah kenapa mereka saling nyaman satu sama lain
Kedekatan mereka pun cukup bisa di bilang sangat dekat, apa apa harus berdua walaupun mereka beda kamar saat di asrama tak menghalangi keduanya untuk tidur berdua
Pernah beberapa kali ketika aleah tidur siang di hari libur nya ketika dia bangun selalu ada raya yang tidur dengan terlelap di sampingnya, itu adalah salah satu kenangan manis mereka
Sampai saat hari terakhir kontrak mereka tiba, kedua nya terpaksa berpisah karena tempat tinggal mereka pun memang berbeda dan sangat jauh bila harus di tempuh dengan mobil
Pertemuan mereka kali ini, bisa di katakan aleah lah yang memaksa untuk datang ke kota B kampung halaman raya
Jika bukan karena masalah perjodohan ini mungkin aleah tak akan berada dekat dengan raya lagi, ada rasa senang di hati aleah bertemu dengan raya lagi, karena tidak sebentar pertemanan mereka di kota J
"*aku mau pulang ray.."
"pulanglah aku tidak akan menghalanginya*"
Jengkel, itu lah yang di rasakan aleah saat ini
Karena bukan itu jawaban yang ingin aleah dengar
"*tapi aku mau lihat dulu seperti apa kiki, kalau dia pantas untukmu maka aku benar-benar tidak akan menghalangi kepergianmu"
"kamu bisa melihat dia sepuasnya, tapi jangan menyentuhnya apa lagi mengambilnya karena dia milikku*"
Dengan bangga dia tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya ke raya se olah olah kiano memang milik nya satu-satunya
"*baiklah terserah, walaupun dia seganteng shahrukhkhan pun tetap aku tidak akan menyukainya karena shawn mendes lah yang paling tampan"
"heii, kamu tidak boleh merebut pacar orang, ingat shawn pacarnya camila, jangan jadi PHO ok?"
"Oh shit, aku hanya mengagumi nya tidak lebih, dan berhentilah ribut denganku karena masalah ini*"
Kedua nya tertawa mengingat setiap membahas kedua orang itu, maka aleah atau pun raya akan saling mengejek
***
"apa ini aleah?"
Saat ini di tangan ibu mitha terdapat sebuah amplop coklat, dan raut wajah bu mitha pun tampak tidak senang
"surat pengunduran diri saya bu"
Deg
Deg
"tidak, aku tidak menerimanya"
Tbc...