Mafia Boss & Manipulative Girl

Mafia Boss & Manipulative Girl
Chapter 8




• 3 BULAN KEMUDIAN •




Sudah 3 bulan lamanya viona tinggal bersama dengan Raymond, dan selama itu juga mereka semakin dekat dan juga saling menyayangi. Entah itu perasaan sayang sebagai sahabat atau yang lain, hanya mereka yang mengetahuinya.


Saat ini viona baru selesai memasak makan malam. Tidak lupa dia juga membuat susu almond untuk Raymond.


Selesai dia membuat makan malam ia pun langsung pergi memanggil Raymond ke kamarnya.


"Ray, makan malam sudah siap ayo turun dan makanlah" panggil viona yang sudah berada di depan pintu kamar Raymond


Raymond pun membuka pintunya dan langsung menarik viona masuk, tak lupa dia menutup pintunya kembali.


"Badan ku pegal-pegal pijitin ya?" Pinta Raymond sambil mendudukkan viona di kasur king size nya


Viona mengangguk dan mengambil minyak pijat.


"Buka bajumu dulu baru aku bisa memijat tubuhmu"


Raymond langsung membuka baju bagian atasnya dan langsung telungkup di kasur.


Viona mulai mengoleskan minyak di tubuh bagian belakang Raymond, dan langsung memijatnya.


Karena viona agak gerah dia pun langsung mengikat rambutnya menjadi ponytaile, dia tak menyadari saat mengikat rambutnya baju nya Sedikit terangkat dan memperlihatkan perutnya.


Membuat Raymond yang sedang memandang kearah kaca bisa melihat jelas apa yang di lakukan viona, dia menelan Saliva nya dan menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak-tidak di otaknya.


"Kau ingin menggoda ku?" Tanya Raymond dengan suara deep voice nya yang menggoda


"Siapa yang menggoda mu? Tidak ada tuh" viona pun langsung memijat tubuh Raymond lagi


Tak berapa lama dia pun selesai memijat tubuh Raymond, dan saat dia hendak turun dari kasur Raymond menarik tangannya lumayan kuat mengakibatkan dia jatuh menindih Raymond.


Mereka saling bertatapan dan saling mengagumi keindahan mata masing-masing.


"Indah dan meneduhkan" gumam Raymond yang jatuh terpesona akan keindahan mata viona.


Tersadar akan posisinya saat ini viona pun langsung cepat-cepat menyingkir dari atas Raymond, lalu kemudian dia turun dari kasur.


"Sekarang ayo kita makan Ray" ajak viona


Raymond pun mengangguk dan memakai baju atasannya lagi, kemudian mereka berdua pergi ke meja makan.


Mereka makan dengan tenang tapi sesekali mengobrol tentang bagaimana kehidupan mereka masing-masing saat terpisah dulu.


•DISISI LAIN•


Sementara itu saat ini ketua mafia Red Blood sedang berada di markas mafia Dark Devil, dia ingin mengajukan permintaan untuk bekerja sama menjatuhkan ketua mafia Black Death.


Dan disinilah dia sekarang sedang duduk berhadapan dengan Ketua mafia Dark Devil.


"Jadi ada apa gerangan? sehingga ketua mafia Red Blood datang langsung untuk berhadapan dengan saya" tanya Ketua mafia Dark Devil


"Begini, saya punya tawaran menarik untuk anda. Bagaimana jika kita bekerja sama untuk menjatuhkan mafia Black Death bukankah anda juga sangat ingin menjatuhkan Mr. Raygan bukan?"


Tampaknya perkataan dari ketua mafia Red Blood berhasil mempengaruhi pikiran ketua mafia Dark Devil itu.


"Dan apa yang saya dapatkan dari keuntungan kerjasama kita ini?"


"Keuntungannya adalah anda bisa menggantikan posisi dari ketua mafia Black Death dan bisa menguasai perdagangan senjata ilegal dan memakai jalur perdagangan ilegal tanpa di ketahui oleh polisi"


"Baiklah saya setuju untuk bekerjasama dengan anda..mari kita buat rencana untuk menghancurkan Black Death"


Mereka pun tersenyum licik dan membicarakan rencana selanjutnya di ruangan rahasia agar tidak ada yang mengetahui rencananya.


🌥️🌥️🌥️🌥️


Keesokan paginya viona telah bersiap-siap untuk pergi ke kantor, dia akan berangkat bersama dengan Raymond. Sekalian mereka akan sarapan di luar, agar viona tidak usah capek-capek memasak.


Setelah selesai bersiap viona pun turun ke bawah karena Raymond telah menunggunya di ruang tamu.


"Maaf ya sedikit lama Ray"


"Hn tak apa, ayo berangkat"


Mereka pun keluar dari rumah dan naik mobil bersama-sama, lalu Raymond mulai menjalankan mobil nya dan menuju ke kantor.


"Kau ingin sarapan di mana?" Tanya Raymond membuka suara


"Hmm bagaimana kita sarapan bubur ayam yang ada di dekat kantor, kan ada kedai bubur ayam disana.Kita sarapan di situ aja gimana?"


"Hn ok kalau gitu"


Raymond pun menambah kecepatan mobil nya agar cepat sampai di tempat tujuan.


Viona sedari tadi merasakan firasat buruk yang akan terjadi.Dia mencoba mengenyahkan firasat buruk tersebut, ia pun beralih menatap jalanan dari dalam kaca mobil.


Tapi saat dia melihat ke kaca spion terlihat bahwa ada orang-orang yang mengendarai motor sport dan juga memakai baju serba hitam sedang mengikuti mereka dari belakang.


"Ray...ada yang mengikuti kita" ucap Viona yang nampaknya sedikit panik


Raymond pun ikut melihat dari kaca spion, dia mengubah arah jalur mobil nya untuk memastikan kalau mereka mengikutinya atau tidak.


Dan ternyata benar mereka sedang di ikuti terus dari belakang.


"Ada yang mau bermain-main rupanya" ucap Raymond dingin dengan seringaian bak iblisnya


Dia pun langsung menambah kecepatan mobilnya dan menuju lorong jalan yang tampak sangat sepi dan jarang sekali kendaraan lewat.


"Ray mereka siapa? Apakah musuh mu?"


Raymond tak menjawab dia langsung memberhentikan mobil nya setelah sampai di lorong jalan yang sepi itu.


"Kau tetap di mobil, jangan keluar biar aku yang hadapi mereka" ucap Raymond kemudian dia langsung turun dari mobil


Terlihatlah orang-orang yang tadi mengikutinya juga telah sampai dan mengepung Raymond.


Viona tak tenang jika berada dalam mobil terus, dia memutuskan untuk keluar dan melihat keadaan Raymond.


"Wah-wah ada yang ingin bermain denganku.Baiklah mari kita bermain di pagi hari yang indah ini, pasti sangat menyenangkan"ucap Raymond sambil menyeringai.


Orang-orang yang mengejarnya langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan bersiap-siap untuk menyerang Raymond.


"Sekarang kalian tidak bisa kemana-mana, karena kau hanya sendirian menghadapi kami" ucap salah satu dari mereka dengan percaya dirinya


"ku akui kepercayaan diri mu perlu diberi pujian,tapi bukankah tindakan pengecut jika kalian yang berjumlah 15 orang menyerang ku yang hanya sendirian?"


"Tidak usah banyak bicara jika kau tidak ingin kami serang maka menyerah saja lalu serahkan dirimu kepada ketua kami"


Tanpa banyak basa basi lagi mereka menyerang Raymond secara bersamaan, tapi bukan Raymond namanya jika tidak bisa menyelesaikan ini dengan mudah.


Diapun langsung menyerang balik menendang dan memukuli lawan hingga 10 orang tumbang di buatnya.


"Hanya segini kemampuan kalian? Cih dasar lemah ayo bangun dan hadapi aku lagi, kalian yang tersisah akan ku jadikan mainan penyiksaan ku yang baru.Agar kalian meminta ampun dan berakhir mati perlahan HAHAHAHA" muncul sudah jiwa psikopat dari seorang Raymond dia tertawa bak iblis menatap sangat tajam pada 5 orang yang tersisah.


"Muncul sudah sisi psikopat gila nya, kalau seperti ini ku rasa lawannya yang harus lari,kasihan sekali kalian harus menjadi tumbal di pagi hari" gumam viona merasa miris dengan nasib orang-orang yang mengejar mereka tadi, tidak ada lagi rasa khawatir dan cemas yang dia rasakan.


Kelima orang tersebut pun sedikit ketakutan melihat teman-teman mereka sudah tumbang. Mereka pun langsung mengepung Raymond dan mengeluarkan senjata tajam yang mereka miliki.


Tiga orang mengalihkan perhatian Raymond dengan menyerangnya dari depan, dan tampaknya Raymond sedikit lengah dan tak menyadari akan di serang dari arah belakang.


Viona melihat bahwa Raymond akan di tikam menggunakan pisau langsung berlari cepat ke sana dan memegang pisau yang mengarah kearah Raymond.


Menyebabkan tangannya teriris dan mengeluarkan banyak darah.


"Jangan lengah Ray!" Ucap Viona memperingati,dia kemudian menendang pria di hadapannya dan langsung memelintir lengannya mengakibatkan terdengar suara tulang yang patah.


"ARRRGGHH WANITA BRENGSEK!!" teriak kesakitan pria yang tadi di tendang oleh viona.


Raymond pun mengurus Tiga orang di depannya dan sisahnya yang dua orang lagi viona yang mengurusnya.


"Eh tunggu, aku agak kaku dalam hal bela diri tapi kalau soal senjata boleh di adu hehe" viona pun mengambil pistol yang ada di samping mayat salah satu dari orang yang tumbang tadi.


Dor


Dor


Dor


"ARRRGGHH BRENGSEK SAKIT!!!" teriakan kesakitan kembali terdengar, viona menembak pria yang tadi di tendang nya tepat di kedua kakinya dan satu tembakan di lengannya.


"Eh aduh sakit ya..maaf ya sengaja hehe" ucap Viona dengan santai sambil terkekeh


sedangkan satu pria yang berdiri di samping hanya diam membatu.


"Ona jangan di bunuh merekanya tidak seru nanti" ucap Raymond memperingati viona


"Iaia bawel aku cuman menembak kakinya agar tidak kabur"


Dor


Dor


Suara tembakan kembali terdengar, viona menembak pria yang berdiri di hadapannya di kedua kakinya membuat pria itu berteriak kesakitan juga.


Tiga orang yang bertarung melawan Raymond sudah tumbang kini tinggal dua orang lagi dengan keadaan yang sangat miris karena kaki yang tertembak membuat mereka tak bisa kemana-mana.


Kemudian Raymond menghampiri kedua orang itu dan langsung mencekik mereka berdua.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian menyerang ku?" Tanya Raymond dengan nada bicara yang sangat dingin dan penuh intimidasi


Kedua orang tersebut kesulitan bernapas kerena cekikan yang sangat kuat di leher mereka.


"K-kami...T-tidak...A-akan.. M-memberitahukannya P-padamu" ucap salah satu dari mereka berdua


"Baiklah kalau begitu katakan selamat tinggal pada dunia"


Raymond pun langsung mengeluarkan pistol miliknya dan memasukkan ujung pistolnya kedalam tenggorokan mereka berdua, lalu dia menarik pelatuk pistolnya dan menembak kedua orang itu tepat kedalam mulutnya.


Mengakibatkan kedua orang itu mati secara mengenaskan dengan tenggorokan yang berlubang akibat tembakan.


"Itu terlalu sadis" gumam viona sambil memandang ngeri pada jasad kedua orang tersebut


"Berkacalah ona, kau juga pernah membunuh orang dengan sadis"ucap Raymond menatap Viona


Yang di tatap hanya nyengir tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Ya kan habisnya wanita itu sudah keterlaluan menghina kedua orang tuaku jadi dia pantas mendapatkan nya"


Raymond pun berdiri dan menghadap kearah viona, dia mengelus-elus kepala viona dengan lembut sambil tersenyum.


"Ona nya almond sudah tumbuh jadi gadis yang licik dan pemberani hn"


"Iih Ray jangan memperlakukan ku seperti anak kecil" ucap Viona kesal sambil mengembungkan pipi nya.


"Di mataku kau tetap ona kecil ku" ucap Raymond dengan tulus sambil mengelus-elus pipinya Viona


"Ya udah sekarang kita pergi aja aku lapar tau"


"Baiklah ayo kita pergi"


Mereka pun langsung pergi dari tempat itu dan menuju ke kantor.


•Skip•


"Ah akhirnya sampai juga di kedai buryam nya hehe" ucap Viona senang, kemudian dia langsung duduk di kursi kosong diikuti oleh Raymond yang juga ikut mendudukkan dirinya di kursi kosong samping viona


"Pak aku pesan bubur ayam komplit ya, sama satu bubur ayam gak pakai bawang goreng " ucap Viona mulai memesan


"Kau masih mengingat jika aku tidak suka makan bubur ayam pakai bawang goreng?" Tanya Raymond sambil menatap Viona


"Hehe ia, aku masih mengingatnya" jawab viona


Kemudian bubur yang di pesan mereka pun datang, mereka langsung memakan sarapannya dengan tenang.


di sebrang jalan tepatnya di depan gedung RD Corps Dhea yang baru datang ke kantor sempat melihat viona dan Raymond yang sedang makan di kedai bubur ayam yang berada depan kantor.


"Wiih makin lengket aja tuh mereka berdua..hah gue kapan ya kayak gitu" ucap Dhea meratapi nasibnya yang jomblo dia kemudian teringat tentang Fabio


"Eh? Kok gue mikirin tentang dia sih iiih mending gue masuk kedalam dari pada mikir yang gak jelas tentang pria itu"


Dhea pun masuk kedalam kantor dan mencoba melupakan tentang Fabio, pria yang selama 3 bulan ini selalu mengisi pikirannya.


•MARKAS DARK DEVIL•


"BRENGSEK!!! BAGAIMANA BISA GAGAL , MEREKA ADA BANYAK DAN DIA HANYA SENDIRI KENAPA BISA SEPERTI INI AAARGGGHHH" teriakan penuh kemarahan berasal dari ketua mafia Red Blood.


"Tenanglah Tuan Jason, jika anda emosi Seperti ini tak akan membuahkan hasil sama sekali"ucap santai ketua mafia Dark Devil kepada ketua mafia Red Blood.


"Bagaimana saya bisa tenang Tuan Hendrick, jika rencana untuk menjatuhkan Mr. Raygan selalu gagal"


"Tenang, jika gagal kita akan merencanakan hal yang lain lagi. Tadi aku sudah memasang kamera kecil di salah satu anak buah mu dan aku melihat ada seorang wanita bersama dengan Mr. Raygan, kita gunakan wanita itu sebagai alat untuk menghancurkan Mr. Raygan"


"Wanita itu? Apakah akan berhasil?"


"Tidak akan tau jika kita tidak mencobanya"


Mereka berdua pun langsung membuat rencana selanjutnya untuk menghancurkan Raymond.





Kini Raymond dan viona sedang berada di ruangan mereka, sedang mengerjakan berkas-berkas yang menumpuk.


Tadi mereka juga baru selesai meeting membuat tenaga mereka terkuras di tambah masih harus mengerjakan beberapa berkas ini.


Drrtt


Drrtt


Tak berapa lama telfon nya viona berdering, dia mendapat telfon dari bibinya.


"Ia halo Bi, ada apa ya bibi menelfon vio?"


^^^"Halo Vio sayang, begini besok kau bisa datang ke rumah tidak nak?. Soalnya besok ada acara keluarga dan kita semua harus menghadirinya, apa kau bisa datang nak? "^^^


"Emm baiklah Bi nanti vio akan meminta izin dari Presdir vio untuk besok"


^^^"Baiklah jika begitu nak, sampai bertemu besok vio " ^^^


Setelah itu viona langsung mematikan sambungan telefon nya, dia beralih menatap Raymond.


Dia berdiri dan menghampiri Raymond, kemudian dia duduk di hadapannya.


"Ada apa?" Tanya Raymond to the poin saat melihat viona duduk di hadapannya.


"Apakah aku boleh meminta cuti sehari untuk pergi ke rumah bibi ku?, Karena besok ada acara keluarga. Jadi aku harus menghadirinya"


"Baiklah kau boleh cuti besok, tapi harus cepat pulang dan setelah dari rumah bibi mu langsung ke apartemen ku jangan kemana-mana lagi. Apa kau mengerti ona?" Ucap Raymond memperingati viona


"Aku mengerti makasih almond" viona pun tersenyum manis karena diberi izin untuk cuti besok


Kemudian mereka melanjutkan perkejaan nya masing-masing dengan serius dan tenang.




Sementara itu di bawah tepatnya di lantai 5 Dhea sedang sibuk di bagian devisi pemasaran, saat ini dia benar-benar di sibukkan dengan berkas-berkas yang ada di tangannya.


"Duuh gak ada vio disini lagi,kan gue kesepian mana ini berkas laknat nya banyak banget lagi pen gue bakar rasanya" ucap Dhea yang mengeluh dari tadi


"Kalau kerja itu jangan banyak mengeluh tau" ucap salah satu teman Dhea yang berada di divisi pemasaran yang bernama Keysia


"Gue bukan ngeluh cuman gue kesepian gak ada vio disini terus ini berkasnya segunung buat otak gue rasanya mau pecah tau gak"


"Ya sama aja itu ogeb, eh terus lu gak anggep gue ada gitu disini? Kebangetan emang lu"


"Yeeh baperan amat neng iaia emang sih ada lu tapi gue ingin ada vio juga biar kita bertiga tambah rame gitu. Lu mah orangnya kalem banget terus apa dingin cuek gitu"


"Emang ia? gak tuh gue gak pernah ngerasa kayak gitu"


"Lain kali lebih ngaca dan sadar diri ya key" Dhea sedikit mencibir kearah Keysia dengan wajah lelah nya itu


"Udah ah kalau kita ngobrol mulu gak akan kelar nih pekerjaan mending kita kerjain dengan cepat ini"


Dhea pun mengangguk tapi dia teringat akan sesuatu dan buru-buru lebih mendekat ke arah Keysia.


"Kenapa lu? Abis liat setan ya sampai dempetan ke gue kayak gini"


"Bukan pea, gue mau mengatakan sesuatu.Lu ada ngerasa gak kalau Viona dengan Presdir itu semakin lengket gitu, ya selama 3 bulan ini kan mereka tinggal bersama atau jangan-jangan mereka memiliki hubungan spesial tapi gak kasih tau ke kita ia kan?" Ucap Dhea memberitahukan kedekatan viona dengan Raymond


"Ia juga sih, semenjak 3 bulan viona bersama Presdir mereka terlihat sangat dekat dan juga Presdir kalau bersama viona aku lihat sering tersenyum walaupun tipis" ucap Keysia menimpali perkataan Dhea


"NAH KAN APA GUE BILANG" Dhea yang kelepasan bicara dengan suara yang lantang karena dugaannya benar, sontak pun menarik perhatian orang-orang yang berada di lantai 5 tersebut. Semuanya menatap bingung ke arah dhea


"Suara lu ogeb pelan sedikit napa, tuh liat lu di tatap dengan pandangan yang aneh sama orang-orang disini"


"Hehe ya maap kelepasan saya nya bunds"


Keysia pun hanya memutar bola mata nya karena jengah.


"Gimana kalau kita cari tau lebih dalam lagi tentang ini" ucap dhea memberikan saran


"Boleh juga tuh, baiklah kita akan menyelidiki tentang hal ini dan kalau benar vio harus di beri hukuman karena telah sembunyiin hal ini dari kita teman-teman nya" ucap Keysia menyetujui saran dari dhea


Mereka pun telah sepakat untuk mencari tau ada hubungan apa diantara viona dan Raymond, kemudian mereka melanjutkan untuk mengerjakan pekerjaan mereka yang sempat tertunda karena asik mengobrol.




Malam pun tiba, saat ini semua karyawan kantor telah bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Viona dan Raymond


"Ona cepatlah bereskan barang-barang mu, kita akan langsung pulang"


"Iya tunggu sebentar Ray" viona pun selesai membereskan barang-barangnya kemudian dia dan Raymond turun ke bawah menuju parkiran dan menaiki mobil bersama-sama.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Raymond pun langsung menjalankan mobilnya menuju ke apartemen mereka.


Mereka di apartemen viona pun langsung pergi mempersiapkan bahan-bahan makanan di dapur untuk memasak makan malam dirinya dan Raymond.


Cukup lama Viona mempersiapkan makan malam akhirnya makan malam pun jadi dan dia menata makanannya di atas meja makan.


Dan saat ini dia dan Raymond tengah menikmati makan malam mereka.


"Jam berapa kamu pergi ke rumah Bibimu besok?" Tanya Raymond yang tiba-tiba membuka pembicaraan di antara mereka


"Mungkin jam 8 pagi, tapi sebelum itu aku akan memasak sarapan untukmu agar nanti kau tidak perlu makan diluar"


"Baiklah nanti kabari aku kalau acara keluargamu sudah selesai"


"Aku akan mengabarimu, eh tapi untuk apa aku mau mengabarimu nanti?"


"Aku akan menjemputmu besok setelah urusan mu selesai"


"Ooh begitu, baiklah"


Mereka pun lanjut makan dengan tenang, setelah selesai makan Raymond kembali ke kamar untuk mengerjakan beberapa file berkas.


Sementara viona membersihkan dapur dan tak lupa dia membuat susu almond dan cookies susu almond untuk Raymond nanti.


Dia pun pergi ke kamar Raymond dan langsung masuk kedalam kamar, dia melihat Raymond yang tampak sangat fokus mengerjakan berkas-berkasnya.


Kemudian viona menghampiri Raymond dan meletakkan cookies serta susu almond yang telah dia buat tadi.


"Ini aku bawakan susu almond dan cookies untukmu"


"Hn Terimakasih" ucap Raymond berterimakasih dengan tulus dan tersenyum lembut menatap Viona, saat dia melihat viona akan pergi dia dengan cepat menarik tangan Viona dan mendudukkan viona di pangkuannya.


Dia memeluk sebentar tubuh Viona dan menghirup dalam aroma tubuh Viona, aroma tubuh Viona yang harum dan menenangkan membuat dirinya rileks dan tenang.


"Ray..." panggil viona yang hendak melepaskan pelukannya


"Tetap seperti ini, hanya sebentar saja" Raymond pun tambah memeluk viona dengan erat dia merasa begitu nyaman memeluk viona


Posisi viona duduk berhadapan dengan Raymond,jadi Raymond meletakan kepalanya di dada viona.


Viona pun membiarkannya dan membalas pelukan Raymond sambil mengusap-usap lembut kepalanya.


"Jangan lama-lama di sana"gumam Raymond dalam pelukan viona


"Eh? Kenapa memangnya? Kan aku cuman satu hari di rumah bibi"


"Hn" Raymond hanya menjawab singkat dan terus memeluk erat viona


Cukup lama Raymond memeluk viona dia pun langsung melepaskan pelukannya dengan lembut, dan menyuruh viona kembali ke kamarnya untuk tidur.





Keesokan paginya kini viona sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah bibi nya tak lupa tadi dia juga sudah membuatkan sarapan dan susu almond untuk Raymond.


"Ray aku pergi dulu ya dan aku juga tadi sudah membuat bekal untuk kau makan di kantor hm"


Raymond hanya mengangguk dan menikmati susu almond yang di buat oleh viona.


Tiba-tiba saat Viona baru mau membuka pintu apartemen, tangannya di tahan oleh Raymond yang sudah berdiri di belakangnya.


Viona pun berbalik dan menatap bingung kearah Raymond.


Yang di tanya bukan menjawab tapi dia langsung mengecup lembut bibir viona, dan menangkup pipi kanan nya sambil tersenyum tulus.


"Hati-hati di jalan dan kalau ada apa-apa hubungi aku, apa kau mengerti hn" ucap Raymond berbicara lembut


Viona yang di perlakukan dengan lembut seperti itu,apalagi bibirnya yang tiba-tiba di kecup lembut oleh Raymond Membuat pipi nya memerah karena malu sekaligus salting.


"B-baiklah aku akan menghubungi mu jika terjadi sesuatu"


Setelah itu viona langsung bergegas pergi dari apartemen tersebut.


•Skip Time•


Di mansion keluarga Alexander kini sedang mengadakan pesta pertemuan keluarga, dan saat ini viona tengah sibuk membantu bibi nya menyambut para tamu.


Dan saat ini viona dan bibi nya sedang mengobrol bareng keluarga yang lain


"Eh nak viona kamu udah besar ya, dan lebih cantik lagi" ucap bibi viona yang lain


Viona yang di puji hanya tersenyum menanggapinya.


Mereka terus mengobrol sampai sore hari pun tiba, acara keluarga nya telah selesai dan berjalan dengan lancar.


Semua saudara dan sepupu nya viona sudah pulang semua, kini tinggal viona yang akan balik lagi ke apartemen.


Drrtt


Drrtt


Viona merogoh saku celananya karena merasakan ponsel nya berdering. Setelah melihat siapa yang menelfon viona pun langsung mengangkat telfon tersebut.


"Ia halo Ray ada apa? Kenapa kau menelpon ku? Hm aku tau kau merindukanku ya" dengan percaya dirinya Viona berkata kepada Raymond


^^^"Tidak, kau ke geeran sekali.Aku hanya ingin bertanya kapan kau pulang? Ada banyak berkas-berkas yang harus kau periksa kembali dan kerjakan "^^^


"Oh jadi kau menelfon ku karena itu, baiklah aku akan segera pulang nanti setelah sampai akan aku kerjakan"


^^^"Hn" setelah mengatakan itu Raymond pun langsung mematikan sambungan telepon nya"^^^


Sementara di tempat viona sekarang dia sedang berpamitan untuk segera pulang ke apartemen, dia tidak mau nanti Raymond marah kepadanya karena terlambat pulang.


"Paman,Bibi.Vio pulang dulu ya"


"Baiklah nak, hati-hati ya di jalan kalau ada apa-apa kabari kami hm" jawab sang bibi


"Baiklah Bi kalau begitu vio pergi dulu dadah bi,paman"


Viona pun langsung bergegas pergi dan menuju ke tempat pemberhentian bus, menunggu taksi yang lewat.


Keadaan di tempat pemberhentian bus sangatlah sepi, tak ada kendaraan umum atau bus yang lewat.


Kemudian dia teringat perkataan Raymond, bahwa dia akan di jemput oleh Raymond setelah urusanya selesai.


Dia pun mencari ponsel nya di tas, tapi saat dia sedang sibuk mencari ponselnya,tiba-tiba ada mobil Jeep hitam berhenti di depannya.


Viona yang terkejut ada 4 orang bertubuh besar dan memakai penutup wajah turun dari mobil itu.


Saat Viona hendak berlari tiba-tiba tangannya di cekal kuat, tapi viona terus saja memberontak.


"Lepaskan aku brengsek!!..siapa kalian lepaskan"


Viona terus mencoba memberontak dan melepaskan diri dari mereka, tapi dia langsung di bius dan jatuh pingsan.Kemudian dia langsung di bawa menggunakan mobil Jeep dan di bawa pergi oleh mereka.


Sementara itu di tempat Raymond kini tengah bersiap-siap untuk menjemput viona, tapi tiba-tiba bingkai foto kecil di meja Viona jatuh, Raymond pun langsung mengambil bingkai foto yang pecah itu, perasaan nya menjadi tidak enak.


Dia pun dengan terburu-buru mengambil ponselnya dan menghubungi viona, tapi tak di angkat-angkat.


Dengan cepat Raymond langsung turun ke bawah dan melacak keberadaan nomor telepon viona melalui JPS.


Setelah menemukan keberadaan viona diapun langsung bergegas menaiki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Aku harap kau baik-baik saja ona" batin Raymond dan terus melajukan mobilnya menuju tempat viona