
Pagi ini Viona bangun lebih pagi dari biasanya. Karena hari ini dia akan mampir dulu ke makam orang tuanya setelah itu akan pergi ke kantor tempatnya nya bekerja.
Setelah selesai merapikan kamarnya dan bersiap-siap,Viona turun ke bawah menuju dapur untuk membantu bibinya membuat sarapan. Biasanya bibinya sering bangun terlebih dahulu darinya tapi biasanya dia sering tepat waktu untuk membantu bibinya menyiapkan sarapan, Dan kali ini Viona terlambat membantu bibinya untuk membuat sarapan.
Dan benar saja saat dia tiba di dapur bibinya sudah selesai menyiapkan sarapan
"Pagi Bi. Maaf yh vio tak sempat bantu bibi masak.. harusnya bibi cepat bangunin vio untuk bantuin bibi masak pasti bibi capek"ucap Viona sambil membantu bibinya menata makanan di meja makan
"Tak apa bibi tau vio pasti semalam masih capek kan pulang kerja.Lagi pula bibi tidak capek kok jadi tak usah khawatir yh"ucap bibinya viona sambil mengelus kepala viona dengan penuh kasih sayang
"Oh ia Bi vio nanti bawa bekal aja buat makan di kantor yh soalnya vio mau berkunjung ke makam mama dan papa dulu setelah itu pergi ke kantor"ucap Viona
"Baiklah nanti jangan telat makan yh nak sama ingat hati-hati di jalan dan kalau pulang nanti jangan lewat jalan yang sepi bahaya banyak tindak kejahatan sekarang hm" ucap Bibinya viona dengan memberikan sedikit nasehat
Viona yang mendengar pesan dari Bibinya hanya tersenyum.
"Ok siap...vio pasti inget kata-kata bibi vio pergi dulu yh dah bi" selesai memasukan kotak bekalnya kedalam tas dia langsung bergegas untuk pergi
Tapi saat dia baru mau keluar rumah pamannya buru-buru bertanya
"Eh Vio kau tak sarapan nak?" Tanya sang paman yang baru keluar dari kamar dengan stelan jas kantor
"Vio sarapan di kantor aja paman soalnya vio mau pergi ke makam nya mama dan papa..vio duluan yah dah Bibi dah Paman" setelah mengatakan nya Viona langsung bergegas pergi dan menaiki angkutan umum
*
*
*
Setelah sampai Viona langsung berjalan menuju makam orang tuanya. Tak lupa dia juga tadi sudah membeli sebuket bunga untuk di letakan di makam kedua orang tuanya.
Dan disinilah dia sedang duduk di samping makam orang tuanya. Air matanya menetes membasahi kedua pipinya, Viona ingat kapan dia terakhir kali menangis saat orang tuanya meninggal tepat di depan matanya sendiri.
"Mama Papa vio datang berkunjung, Kalian apa kabar? Pasti baik yh hehe Vio kangen kalian hiks vio ingin di peluk mama hiks ingin di ajak jalan-jalan sama Papa kayak dulu hiks..vio kangen kalian"Ucap Viona sambil terisak pelan
Lalu dia menghapus air mata nya dengan kasar. Dan mengubah ekspresi nya menjadi datar tapi tatapannya penuh dengan amarah.
"Tidak-tidak Viona kau tidak boleh menangis kau tidak boleh lemah..Kau harus kuat agar bisa mengungkap kebenaran di balik kematian orang tuamu"Setelah mengatakan itu Viona kembali menatap nisan kedua orang tuanya
"Ma,Pa...Viona janji akan menemukan siapa pelaku yang sebenarnya di balik kematian kalian,dan vio akan membalas mereka lebih keji dari apa yang mereka lakukan pada kalian ini janji ku sebagai anak kalian"ucap Viona dengan penuh keyakinan
Yh bagi banyak orang yang mengenal Viona pasti menganggap dia wanita yang polos, baik hati ,dan lemah lembut karena wajah dan sifatnya.
Tapi yang sebenarnya tidak seperti itu. Viona menyembunyikan begitu banyak rahasia dari semua orang bahkan bibi dan pamannya sendiri.
Tragedi yang menimpa dirinya 11 tahun yang lalu masih membekas jelas di ingatannya.Di mana kedua orangtuanya mati terbunuh dengan sangat mengenaskan di depan matanya sendiri.
Flashback On
11 Tahun yang lalu tepat di sebuah rumah yang terkesan bergaya klasik tapi terlihat indah dan mewah, terdapat sebuah keluarga yang sedang asik menonton tv.
Terlihat seorang anak kecil berusia 9 tahun tak berhenti tertawa karena film Komedi yang dia tonton.
"Hahaha lucu sekali" ucap anak kecil tersebut
Kedua orang tuanya pun hanya tersenyum melihat anak mereka tertawa bahagia.
"Vio..Nanti kalau udah besar nanti vio harus jadi wanita yang kuat dan jangan mudah di tindas yh. Dan juga harus menolong orang yang membutuhkan juga vio harus jadi wanita yang rendah hati dan murah senyum hm kau mengerti sayang?"ucap ibunya yang masi terlihat cantik dan awet muda walaupun usianya sudah memasuki kepala tiga.
"Ia vio tak akan lupa dengan pesan mama..vio akan jadi anak yang baik juga tegas dan tidak mau di tindas oleh orang" ujar Viona dengan senyuman khas anak kecilnya
"Nah begitu baru princess papa "ucap ayahnya Viona sambil mengecup dahi anaknya sayang
Tiba-tiba terdengar suara orang menggedor pintu dengan sangat keras. Membuat mereka terkejut.
"Biar papa yang lihat" ucap ayahnya Viona lalu mengecek siapa yang mengetuk pintu nya dengan sangat keras.
Ketika sudah di depan pintu tiba-tiba pintunya terbuka karena di dobrak dengan kasar oleh sang pengetuk pintu tadi.
"Siapa kalian? Dan ada urusan apa kalian datang kemari?"ucap ayahnya Viona dengan tegas pada mereka
Tapi bukannya menjawab mereka malah menyerang ayahnya viona. Membuat viona dan ibunya sangat terkejut, ayahnya viona yang tiba-tiba di Serang memberikan perlawanan,tapi kerena kalah jumlah ayahnya viona kalah telak mereka menendang ayahnya viona tepat di perutnya membuat ayahnya viona terjatuh. Mereka terus menghajar ayahnya viona tak lupa Mereka mencambuknya membuat seluruh tubuh ayahnya viona penuh luka lebam dan mengeluarkan darah.
"PAPA/SUAMIKU!!" teriak Viona dan ibunya histeris dan sangat terkejut
"hiks...hiks jangan hiks sakiti Papa hiks tolong berhenti hiks" ucap Viona memohon kepada mereka
"Bunuh kedua orang itu" Perintah salah satu dari mereka
"Ma cepat bawa Viona pergi dari sini!!"Perintah ayahnya viona yang masih belum hilang kesadarannya walaupun sudah di hajar habis-habisan.
Saat melihat mereka akan mendekat ibunya Viona memberi perlawanan. Walaupun usianya tidak lagi muda tapi dia masih bisa mengulur waktu agar anaknya bisa melarikan diri atau sembunyi.
"VIO CEPAT LARI SEKARANG NAK SEMBUNYI DI TEMPAT YANG TAK BISA MEREKA TEMUKAN SEKARANG!!"Teriak ibu nya yang sudah tak mampu menahan mereka.
"AAARRGGH!!" Teriak kesakitan ibunya Viona yang lehernya di tikam oleh pisau tajam
"MAMA!!" betapa terkejutnya Viona menyaksikan orang tua nya yg di bantai oleh mereka
Dor
Dor
Dor
Suara tembakan yang begitu keras terdengar. Yh mereka menembak kedua orang tuanya Viona masing-masing di kepala dan di bagian dada mereka, sehingga sekarang kedua orang tuanya sudah tidak bernyawa.
Viona tak dapat lagi mengeluarkan suaranya. Hatinya begitu hancur dan terpukul melihat kedua orang tuanya di bunuh dengan begitu kejam di depan matanya sendiri.
Viona yang melihat mereka akan mengejarnya dia langsung buru-buru lari untuk sembunyi. Saat berlari menaiki tangga dia melihat ada sekantung kelereng yg lupa dia letakan di kamarnya, ketika orang-orang yang mengejarnya itu juga menaiki tangga untuk menangkap dirinya, Viona melempar semua kelereng di tangga yang mereka pijakan membuat mereka semua terjatuh kebawah.
Lalu setelah itu Viona terus berlari dia bingung harus bersembunyi dimana.
"hiks..aku di mana aku harus sembunyi? hiks..dimana? Hiks mama papa hiks Vio takut hiks mama hiks" tangis Viona kecil sangat ketakutan lalu dia teringat tempat biasa dia sering sembunyi ketika main petak umpet dgn ayahnya
Buru-buru Viona berlari ke arah loteng lalu menutup pintu loteng nya dan bersembunyi di kotak yang sangat besar di antara banyak-banyak barang yang ada di situ.
Viona masuk dan bersembunyi didalamnya,viona menutup mulutnya agar tidak bersuara.
Dia benar-benar sangat ketakutan dan sangat syok akan kejadian yang menimpanya.
Lalu terdengar suara orang-orang yang tadi mengejarnya.
"Brengsek!..kemana anak itu"umpat seroang pria yang menjadi ketua dari mereka
"Anak itu tidak ada di seluruh rumah..kami sudah mencari nya" ucap salah satu dari mereka
"Cih baiklah biarkan saja anak itu ayo kita pergi dan memberitahu kepada ketua bahwa keluarga ini telah kita bantai habis lagi pula ketua tidak akan tau kalau anak itu masih hidup..ayo kita pergi"
Setelah mengatakan itu mereka langsung pergi dari rumah itu untuk melaporkan kepada pimpinan mereka bahwa misi mereka telah selesai.
Viona yang mendengar bahwa mereka telah pergi pun keluar dari tempat persembunyian nya. Dia berjalan gontai menuju ke ruang tamu, setelah sampai dia menghampiri kedua orang tuanya. Viona langsung luruh ke lantai sambil terisak melihat mayat kedua orang tuanya.
"mama..hiks papa.. hiks vio sendirian hiks..mama ayo bangun hiks temani vio tidur hiks..papa hiks ayo bangun hiks dan ceritakan vio ttg dongeng putri kerajaan hiks..hiks vio takut sendirian hiks mama papa hiks bangun!! hiks"ucap Viona sambil menangis histeris
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki memasuki rumah.
"Yah ampun Viona!!?" Ucap seorang wanita dan suaminya memasuki rumah dan langsung menghampiri Viona
Yh mereka adalah Bibi dan Pamannya viona. Mereka berencana berkunjung ke rumah adik Mereka yaitu orang tuanya Viona, karena bibi nya Viona merasakan akan ada hal yang buruk terjadi jadi mereka cepat-cepat datang ke rumahnya viona. Dan benar saja ketika mereka sampai betapa terkejutnya mereka melihat jasat kedua orang tua Viona.
"Sayang...vio kamu tak apa kan sayang? Ada apa? Apa yang terjadi? Dan..yh Tuhan..suami ku hiks kita terlambat hiks kita terlambat hiks menolong David dan Intan hiks" ucap bibinya viona
Yh David Alexander dan Intan Alexander adalah nama kedua orang tuanya Viona.
Pamannya viona yang melihat adiknya terkapar tak bernyawa begitu marah dan langsung menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki ttg hal ini.
Pamannya viona bernama Justin Alexander dia anak tertua di keluarganya hanya berbeda 5 tahun dari ayahnya viona, lalu istrinya yang bernama Olivia Alexander.
"Tenanglah Oliv lebih baik kau menenangkan Viona dia pasti sangat terguncang Karena kejadian ini..Aku berjanji akan menemukan orang-orang yang membunuh David dan Intan"ucap Pamannya viona dengan tegas
"Viona sayang tenang hm ada bibi dan paman disini kau tak perlu takut sekarang yh..viona mulai sekarang akan tinggal dengan bibi dan paman juga bersama Eyden dan Darren hm Vio mau kan?" tanya bibinya viona kepada Viona yang masih diam
Viona hanya mengangguk, pandangnya hanya kosong dan hampa.
Lalu setelah itu para polisi dan mobil Ambulans datang Untuk mengurus Jenazah kedua orang tuanya Viona.
Flashback off
Itulah mengapa sifat viona berubah menjadi tertutup. Dia memang akan tersenyum tapi senyumannya tidak seperti dulu.
Siapa yang menyangka karena kejadian yang mengguncang mental seorang anak kecil yang dulunya ceria dan selalu bersemangat serta baik kepada semua orang karena kejadian itu merubahnya menjadi sosok wanita yang licik dan manipulative, dia bisa dengan mudah menipu banyak orang hanya dengan wajahnya yang polos dan kelihatan lugu itu.
"Ma,Pa.. vio pergi dulu yah nanti vio akan mengunjungi kalian lagi" setelah mengatakan itu viona langsung berdiri dan bergegas pergi ke kantornya.
*
*
*
Saat ini viona telah sampai di RD company tempat dia bekerja. Dia masih 3 bulan bekerja disini dan satu hal yang membuat dia bingung,yaitu dia tak pernah bertemu dengan pimpinan RD Company.
Kata pegawai-pegawai yang lain pimpinan RD Company memang akan datang ke kantor jika ada yang penting. Dan selebihnya mereka tidak tau apa yang dilakukan oleh pimpinan mereka itu.
Author Pov
RD Corps adalah perusahaan yang bergerak di dua bidang industri yaitu industri transportasi dan pertambangan.
Membuat perusahaan RD Corps menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan paling sukses di di belahan dunia, RD Corps juga memiliki begitu banyak cabang perusahaan di berbagai negara membuat perusahaan ini begitu sukses dan terkenal.
Dan perusahaan ini dibawah pimpinan Raymond Dendra Wijaya anak pertama dari Dendra Wijaya dan sang istri Andrometa Wijaya. Mereka juga memiliki anak perempuan yang bernama Annethya Andrometa Wijaya yang saat ini masih duduk di bangku SMA.
Perusahaan ayahnya Raymond menduduki peringkat kedua sebagai perusahaan tersukses di dunia yaitu Wijaya Corps bergerak di bidang industri pertambangan,Dan sampai saat ini masih di pimpin oleh Tuan Dendra Wijaya sendiri. Tapi jika ada masalah atau ada bisnis di luar negara Tuan Dendra Wijaya akan meminta anak tertua nya Raymond untuk mengurus perusahaan keluarga.
Author end Pov
Sekarang viona sedang duduk anteng di meja kerjanya. Banyak yang menyapanya dan hanya di balas senyuman oleh viona. Setelah itu dia langsung mengerjakan tugasnya.
Karena terlalu fokus mengerjakan pekerjaannya viona tak sadar jika di panggil sedari tadi oleh temannya.
"Wooi vio..lu dari tadi gue panggil-panggil kagak nyaut-nyaut dah capek tenggorokan gue" ucap temennya viona yang bernama Dhea
"Eh.. sorry aku tadi terlalu fokus sama pekerjaan ku sampai gk sadar kalau kamu manggil" balas viona sambil meminta maaf
"Dah lah santai aja. Eh btw gue denger- denger pemimpin RD Corps akan datang hari ini jadi penasaran gue"
"Penasaran apanya? Kamu memang juga belum pernah lihat pemimpin perusahaan ini?" Tanya viona bingung
"Yh elah nih anak gue kan udah pernah bilang ke lu dulu, walaupun gue lebih lama kerja disini dari lu tapi gue gk pernah lihat wajahnya itu" jawab Dhea kepada Viona
"Yuhuuu pagi-pagi dah ngegibah aja kalian..lagi ngomongin apa?" Tanya temen kantor mereka yang bernama Putri sambil berdandan ria
"Dih mata lu ngegibah kita lagi membicarakan tentang pemimpin perusahaan ini yang nanti katanya akan datang" ucap Dhea
"WHAT?!..eh yang bener? Duuh kalau gitu harus dandan yang cantik ini biar di lirik sama Pak Presdir nantinya" ucap Putri sambil menambah polesan bedak di wajahnya yang entah sudah setebal apa
"Dih ngaca lu dilirik kagak di usir iya lihat tuh bedak udah tebel bed lu mau kerja apa mau ke kondangan pake make up kok tebel amat" ucap dhea
"Eh lu diam aja ya cewek kek lu mana tau dandan modelan tomboi kek gitu palingan cuman make bedak bayi doang" uap putri mengejek Dhea
"Gpp pake bedak bayi penampilan apa adanya yang penting rapih. Dari pada lu pakai make up udah kek mau mangkal aja lu" tak mau kalah Dhea pun membalas ejekan dari putri
"Heh maksud lu apa hah? Kalau mau gelud sini dasar" ucap Putri tak terima dengan ejekan dari Dhea
"Udah-udah kalian berdua masih pagi udah berdebat aja,putri kamu kembali ke meja kamu sana...dan emm hanya saran bedak nya itu jangan terlalu tebel nanti pengap wajah mu itu.Dan dhea udah gk usah nyari perkara kan kau sendiri yang mulai mengejeknya dan juga gk boleh mengejek orang kau mengerti?" Ucap Viona dengan nada bicara yang halus melerai keduanya
"Yh sudahlah gk betah juga gue lama-lama disini yang ada luntur make up gue gara-gara nih cewek tomboi" setelah mengatakan itu putri pun kembali ke meja kerjanya
"Lu terlalu baik vio. Jangan terlalu baik sama mereka apalagi sama putri dan teman-temannya itu lu kan sering di tindas dan di hina sama mereka" ucap dhea menasehati temannya ini
"Aku tak sebaik yang kau pikirkan dhea selama mereka masih dalam batas wajar menghinaku itu tak masalah tapi jika sudah keterlaluan maka mereka akan melihat sosok diriku yang lain" Batin viona dengan senyum tipisnya
"Eh lu knp senyum-senyum sendiri? Hati-hati kesambet entar" ucap dhea menyadarkan viona
"Hiih sembarangan kalau ngomong" ucap Viona membalas perkataan Dhea
Lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi. Meja kerja viona dan Dhea berdekatan maka dari itu mereka bisa berteman dekat.