Love is Blind

Love is Blind
Episode 2



Dan, ini lah Morgan Lee. Dengan segala karismanya ia berhasil mencicipi tubuh indah artis pemeran film panas itu. Dengan dukungan karier dan wajah rupawan, ia mampu menaklukkan setiap wanita yang ia inginkan. Luar biasa, pria brengsek itu bahkan berpura - pura menjadi dewa penolongnya.


Namun ini jg sebuah obsesi untuk Jessika, memiliki suami kaya namun sedikit tua membuatnya selalu mencari masalah untuk bisa berpisah dengan Jimmy Hoon, suaminya. Dan kini segala obsesinya telah terwujud.


Jessika yakin, dia bukan satu - satunya wanita yang menginginkan sebuah percintaan panas dengan Morgan. Bukan rahasia lagi, jika di kalangan artis terkenal Morgan memiliki perjanjian yang menjijikkan. Tidak heran jika banyak dari artis - artis itu rela memiliki masalah rumah tangganya hanya ingin memacu adrenalinnya untuk menikmati permaianan panas Morgan di atas ranjang.


...****************...


Permainan selesai, Morgan terkekeh melihat Jessika terkulai lemas dalam bathup. Sementara dia sendiri sudah membersihkan diri dan siap keluar dari hotel itu.


"Sayang sekali kau sudah menyerah sebelum pagi. Namun ku akui, kau sungguh nikmat Jessika. Aku harap kau bisa menikah dengan pria lain lalu kemudian bercerai agar kita bisa bertemu lagi".


Pria brengksek itu mengucapkan dengan seringai matanya yang tajam.


"Dasar brengsek! Jika kau merasa puas dan nikmat bersamaku, kenapa kau tak menjadikan aku sebagai milikmu?"


Wanita bodoh, hal seperti itu harusnya tidak pernah terucap.


Laki - laki berbadan jangkung itu malah tertawa keras seperti orang gila untuk menertawakan ucapan bodoh Jessika.


"Dengarkan aku, apa kau pikir kau bisa menaklukkan seekor iblis seperti aku? Iblis akan menuruti manusia yang melampaui iblis itu, Huh?"


Morgan menatap tubuhnya yang kelewat sempurna pada pantulan cermin di sisi kirinya.


"Tidak Jessika, iblis tetaplah menjadi iblis yang selalu berusaha menjebak manusia dalam permainannya. Bukan perkara mudah untuk menaklukkan hati seorang iblis, sekalipun ia sangat nikmat untuk di permainkan"


Jessika menatap Morgan dengan seringai penuh ejekan.


"Kau benar - benar bajingan Morgan. Ingatlah, suatu saat nanti kau akan tunduk pada seorang wanita, kau akan terlihat sangat bodoh di hadapan wanita itu. Dan jika saat itu telah terjadi, aku dan semua wanita yang pernah kau nikmati akan tertawa paling keras atas kebodohanmu itu".


Pria itu hanya terkekeh mendengar sumpah Jessika yang tidak menerima penghinaan darinya.


"Well, sampai jumpa lagi Jessika. Semoga kau bisa menemukan permaianan yang lebih hebat dari permaiannku"


Laki - laki itu keluar dari hotel setelah memberikan stempel logo pada kertas perjanjiannya dengan Jessika. Menandai bahwa dirinya sudah tak memiliki urusan apa pun dengan Jessika. Bukti untuknya melawan jika suatu saat nanti ada tuntutan lain dari ****** tak tahu diri itu.


...****************...


Kim Yoona, wanita yang kini berusia dua puluh enam tahun. Memutuskan menikah muda saat usianya baru menginjak delapan belas tahun. Terpaksa menikah dengan cara perjodohan dengan pria berusia tiga puluh tahunan, sebab keluarga Yoona terlilit hutang pada bank untuk modal usahanya.


Song hye Gerry dengan segala kerendahan hatinya menawarakan diri membantu keluarga Yoona dengan cara menikahi putrinya. Tentu saja hal itu di terima dengan kedua tangan terbuka oleh keluarga Yoona. Sebab mereka berpikir bisa memanfaatkan kebaikan dari Garry untuk segera melunasi hutang - hutangnya.


Lain orang tua, lain pula pendapat Yoona, wanita muda itu sangat keberatan dengan putusan keluarganya. Pernikahan bukan perkara muda seperti halnya membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang perlu di pertimbangan, bukan hanya usia Yoona yang terlalu muda namun wanita cantik itu juga belum siap dengan kehidupan rumah tangga.


Namun sekuat apa pun Yoona menjelaskan pada orang tuanya, keputusan tetap di tangan kedua orang yang telah melahirkan dan merawat Yoona. Gadis malang itu tidak berdaya, penuh tekanan dari keluarga menempatkan segala beban keluarga pada pundaknya.


Yoona terpaksa menikah dengan pria berusia matang itu. Walau ia tahu, Gerry begitu baik karena ia rela berkorban meninggalkan keluarga sendiri demi membantu keluarga Yoona. Ayah dan ibunya melarang keras hubungan Gerry dan Yoona. Tapi Gerry tetap menepati janjinya kepada kedua orang tua Yoona untuk menikahi putrinya.


Walau pernikahan itu berangkat bukan dari ketulusan cinta, namun segala kebaikan Gerry berhasil meruntuhkan Yoona yang berkeras hati. Mencairkan kebekuan yang sempet membuat jarak antara Yoona dan Gerry. Yoona mengakui, ketulusan hati Gerry perlahan menggiringnya menuju perdamaian hati, kesepakatan dengan hidup agar terus mencair. Dan menciptakan ketulusan pada sebuah hubungan.


Satu tahun usia pernikahan mereka, Yoona melahirkan seorang putri yang di beri nama Oh Ariel. Dia seperti malaikat yang menjelma menjadi seorang bayi. Wajahnya yang cantik, kulitnya putih, matanya indah persis milik Yoona membuat siapa saja yang berada di dekatnya ingin mencium pipinya yang lucu.


Seiring berjalannya waktu, putri mereka tumbuh semakin sempurna. Oh tuhan, hingga orang - orang pun tak bisa membedakan mana Aril dan mana peri? Gerry dan Yoona sangat bahagia memeliki anugerah itu.


Hingga kabar kebahagiaan keluarga kecil itu sampai juga di telinga keluarga Gerry. Lantas membuat keluarga Gerry tiba - tiba merasa rindu dan ingin menemui cucu mereka. Mengutus adik perempuan Gerry, Song Jeslyn untuk menjemput keluarga kecil Gerry dan berkunjung ke kediamanan orang tua Gerry.


Tidak semudah itu, Gerry tentu saja menolak ajakan Jeslyn. Pria itu tidak ingin terburu - buru mengambil keputusan berdamai dengan keluarganya, mengingat bagaimana dulu orang tuanya memperlakukan Yoona dengan sangat tidak baik. Namun dengan kelembutan hati Yoona, suaminya itu dapat mengikuti keinginan dari ibunya yang memang sedang terbaring lemah di sebuah Rumah Sakit sebab tekanan darahnya naik.


Aril yang kala itu masih berusia satu tahun, membuat Jeslyn tak henti - hentinya menciumi kedua pipi kopanakannya itu. Begitu lucu hingga Jeslyn pun selalu di buat gemas olehnya. Aril terus berada dalam gendongannya, memberikan coklat maupun es krim kesukaan membuat Aril begitu mudah berinteraksi dengan bibinya.


Namun ayah Yoona kurang menyukai kehadiran Jeslyn, dia menghawatirkan keberadaan cucunya. Pria tua itu memutuskan untuk ikut rombongan Yoona pergi ke kediaman orang tua Gerry, sebagai bentuk perhatiannya pada sang cucu. Jeslyn membawa Aril menaiki mobilnya, dan Gerry dengan istri beserta ayah mertuanya membawa mobil sendiri. Yoona terus meyakinkan suaminya agar tak tak perlu kawatir dengan kehadiran Yeslyn. Biarlah pertemuan mereka menjahit luka - luka yang pernah tertoreh akibat keegoisan sang mertua. Gerry pun mengikuti semua ucapan istrinya.


Naas, sebelumnya tak ada firasat apa pun tentang keburukan. Sesuatu telah terjadi dan siap mengubah takdir Yoona saat itu juga. Terjadi sebuah kecelakaan maut antara mobil Gerry dan truk pengangkut besi yang menewaskan suami dan ayahnya saat itu. Sekaligus membuat Yoona kehilangan penglihatannya. Kejadian mengerikan yang membuatnya begitu hancur. Harus rela melihat kedua pria yang sangat ia cintai sekaligus dalam seketika meninggal di tempat terjadinya kecelakaan.


Apa kalian merindukan aku..terus ikuti ceritaku ya...😗